Bab 14 Wang Junsi yang Sebenarnya

Setelah Wushuang dan Zhengyi pergi meninggalkan area itu, Miaoling berdiri dengan cepat. Gadis itu menepuk-nepuk pakaiannya dan keluar dari semak-semak. Kemudian, dia berbalik dan sedikit membungkuk ke arah Wang Wuyu dan Wang Chengliu.

“Mohon kedua Yang Mulia memaafkan aku. Karena diriku, kedua Yang Mulia melihat hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat dan mendengar hal yang tidak pantas untuk didengar.” Kemudian, Miaoling melihat Wuyu dan Chengliu berdiri menatapnya. “Selain itu, aku harap kedua Yang Mulia akan merahasiakan apa yang baru saja terjadi. Anggaplah kejadian tadi sebagai angin lalu.”

Wang Wuyu mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang sebenarnya ada dalam pikiran gadis ini. Tadi, gadis itulah yang mengajaknya untuk bersembunyi di semak-semak, sebuah tindakan yang sudah sangat tidak senonoh untuk seorang pangeran. Sekarang, dia masih berani meminta Wuyu untuk menyembunyikan suatu hal? Keberaniannya perlu mendapatkan pujian.

Di sisi lain, Wang Chengliu menatap Miaoling dalam-dalam, juga penasaran apa yang gadis itu rencanakan. Melihat adik tirinya berkencan sembunyi-sembunyi dengan Pangeran Mahkota dan menjelek-jelekkan dirinya, tapi Huang Miaoling ingin menyembunyikan hal ini? Aneh …. Wang Chengliu yakin gadis itu memiliki agenda lain.

“Apa yang akan kau lakukan kalau kami tidak menyetujui permintaanmu?” tanya Wang Wuyu dengan dingin.

Huang Miaoling mengangkat pandangannya, pandangannya tidak gentar. “Kalau begitu … aku … tidak bisa memaksa.” Miaoling menjatuhkan pandangannya. “Aku hanyalah seorang anak dari Jenderal Besar. Kedudukanku tidak berarti apa-apa di mata kedua Yang Mulia. Apakah aku bisa memaksa kedua Yang Mulia untuk melakukan apa yang aku inginkan? Tentu saja, tidak.”

Mendengar ucapan Miaoling, Wuyu menjadi serba salah. Sekarang, dia merasa kalau dirinya sedang menindas gadis muda itu. “Miaoling Meimei, bukan maksudku—”

Sebelum Wuyu menyelesaikan ucapannya, Miaoling melanjutkan, “Pangeran, bagaimanapun kelakuannya … Huang Wushuang adalah adikku. Semua kelakuan buruk yang dia lakukan akan berefek kepada reputasi keluargaku. Kalau Pangeran menganggapku sebagai saudara, aku harap Pangeran bersedia merahasiakan hal ini.” Kemudian, Miaoling menatap ke arah aula utama. “Gong telah berbunyi untuk beberapa saat, ada baiknya kita segera kembali.”

Selagi Miaoling berjalan pergi, Wang Wuyu masih terpaku dengan ucapan Miaoling. ‘Saudara … ya?’

Di sisi lain, Wang Chengliu masih belum mendapatkan jawaban yang dia inginkan. Pria itu menarik lengan Miaoling, menghentikan kepergian gadis itu. Ketika Miaoling menoleh dan melirik kepada tangan Chengliu yang mencengkeram lengannya, Chengliu segera menarik tangannya.

Pangeran Keenam itu berdeham sebelum akhirnya berkata, “Tunggu sebentar, ada beberapa hal yang ingin kukatakan.”

Dalam hatinya, Miaoling mendesah lelah, ‘Apa lagi yang dia mau?’ Bibir Miaoling merekah, membentuk senyuman tipis. “Pangeran menginginkan kompensasi?” Untuk menghadapi Wang Chengliu, Miaoling tahu dengan jelas kalau bertele-tele tidak ada gunanya. Pria ini adalah ular berbisa. Sebelum Chengliu menyerangnya, lebih baik Miaoling menyerang duluan.

Chengliu tidak menyangka kalau gadis itu begitu terus terang. Akan tetapi, bukan itu yang sebenarnya ingin Chengliu tanyakan. ‘Apakah kau baik-baik saja? Adikmu mengatakan hal buruk tentangmu …. Tidakkah kau mengerti?’ Itulah kata-kata yang ingin Chengliu ucapkan. Karena ucapan Miaoling seakan menuduhnya, Chengliu pun mengurungkan niatnya. “Lupakanlah.” Setelah mengucapkan hal itu, Chengliu berjalan pergi selagi menghentakkan kakinya karena kesal.

Wuyu yang memperhatikan hal itu sebenarnya kurang-lebih bisa menebak apa yang Chengliu ingin lakukan. Pangeran itu pun berkata, “Miaoling Meimei, aku rasa … kau salah mengerti maksud Chengliu.”

‘Salah mengerti? Apa lagi yang mungkin dia ingin katakan selain menegurku telah bersikap tidak sopan?’ pikir Miaoling.

Awalnya, Wuyu berniat untuk menjelaskan. Akan tetapi, entah kenapa, dia mengurungkan niatnya. Sedari kecil, Wang Chengliu adalah salah satu adik yang paling Wang Wuyu waspadai. Menurut ibunya, Wang Chengliu merupakan salah satu pangeran yang paling sulit dimengerti. Yang Defei terbiasa bertarung mental dengan para wanita di Istana Belakang. Akan tetapi, bahkan dengan keahliannya, sangat sulit bagi Yang Defei untuk mengerti apa yang ada di pikiran anak tirinya itu.

Karena dirinya terbiasa memperhatikan perilaku adik keenamnya, Wang Wuyu kurang-lebih mengerti cara Chengliu bertindak. Bisa Wuyu pastikan kalau pria itu mengkhawatirkan perasaan Huang Miaoling tadi. Apakah dia menyukai gadis itu? Entahlah. Yang pasti, dengan Miaoling yang memiliki sikap yang juga sulit ditebak, tidak mudah bagi keduanya untuk memiliki hubungan yang rukun.

“Sudahlah. Ayo, kita harus segera kembali.”

Merasa kalau masalah Wang Chengliu sama sekali tidak layak menempati benaknya, Miaoling tidak lagi bertanya lebih jauh. Keduanya pun pergi berjalan kembali ke arah aula utama, meninggalkan pavilion terpencil itu.

Tanpa diketahui semua orang, sebuah sosok sedang bersandar santai di salah satu batang pohon yang kokoh di area pavilion itu. Sosok itu memiliki rambut hitam panjang yang diikat ke belakang dan bulu mata lentik bak seorang wanita. Dengan dibalut pakaian berwarna biru terang yang terbuat dari sutra, dapat ditebak kalau sosok itu adalah tuan muda dari keluarga bangsawan.

Sepasang mata biru terang yang serasi dengan pakaian berwarna biru yang dia kenakan meneriakkan identitas pria tersebut. Ya, sosok itu adalah Wang Junsi, sang Pangeran Keempat.

Wang Junsi melirik kepergian orang-orang yang tadi berada di tempat itu. Kemudian, dia menutup matanya.

“Huang Miaoling … Huang Wushuang. Hmm, menarik,” bisiknya selagi sebuah senyuman merekah di bibirnya. ‘Hanya anak dari seorang Jenderal? Tidak bisa melakukan apa-apa? Hmph, dia jelas sedang memaksa kedua adik bodohku itu tanpa mereka sadari,’ cemooh Junsi dalam hati.

Semua orang menyebut Wang Junsi sebagai pangeran yang mempermalukan keluarga kerajaan. Dibandingkan Wang Zhengyi, Wang Junsi lebih terkenal sebagai hidung belang yang benar-benar memiliki wajah tebal. Setiap hari, pangeran yang satu itu hanya bisa mengunjungi rumah bordil atau rumah hiburan untuk bersenang-senang. Huang Shufei yang adalah ibu angkat Wang Junsi sudah menyerah mencoba untuk menasihati anaknya itu, bahkan sang Kaisar sudah tidak lagi ingin ambil pusing mengenai hal-hal yang Junsi lakukan. Kalau bukan karena ibu kandung Wang Junsi mendudukki tempat yang penting di hati kaisar, Wang Junsi pasti sudah diusir dari istana kerajaan.

Ibu kandung Wang Junsi adalah seorang putri dari kerajaan Tubo, Yang Changxi. Berbeda dengan wanita-wanita di kerajaan Shi, Yang Changxi tidak memiliki pembawaan lembut maupun pengetahuan mengenai etika seorang wanita kerajaan Shi. Sebaliknya, Yang Changxi memiliki sifat yang polos dan begitu ceria karena terbiasa dengan kehidupan di kerajaannya yang terbebas dari segala jeratan etika dan peraturan yang tidak diperlukan. Hal inilah yang membuat Changxi menjadi seorang wanita yang begitu menarik di mata kaisar.

Hidup di Istana Belakang tidak ada bedanya dengan hidup di medan perang. Setiap hari, musuh akan mengintai dan memperhatikan gerak-gerikmu. Kalau kau adalah sebuah ancaman, maka di saat ada kesempatan, mereka akan berusaha menerkammu.

Mendapatkan kasih sayang dari kaisar tidak selalu berarti sebuah berkat. Terkadang, hal itu merupakan malapetaka.

Yang Changxi mendapatkan hati kaisar. Di hadapan gadis itu, semua orang mengucapkan selamat. Di belakangnya, mereka masing-masing memiliki rencana sendiri. Kalau ada yang ingin memanfaatkan kasih sayang sang Kaisar kepadanya, maka ada pula yang ingin menghancurkannya karena hal itu.

Langit tidak berpihak, begitupun takdir. Yang Changxi, dengan segala rahmat yang telah diterimanya, meninggal dalam persalinan. Beruntung, sebelum dia menghela napas terakhirnya, Changxi berhasil melahirkan anaknya, Wang Junsi.

Huang Yanan yang sekarang telah diangkat menjadi Huang Shufei, merupakan teman terbaik Yang Changxi selama di kerajaan. Merasa kalau dirinya memiliki budi kepada Yang Changxi—dan juga karena dia tidak diberkati kandungan yang subur—Huang Yanan pun bersumpah untuk menjaga Wang Junsi dan akhirnya mengangkat pangeran itu menjadi anaknya atas persetujuan kaisar.

Masa kecil Wang Junsi tidak bisa dianggap bahagia. Di saat pangeran lain masih bisa bermain di taman luar, Junsi hanya bisa berada di dalam ruangan dan belajar mati-matian sesuai perintah Huang Yanan. Kalau di sore hari Junsi tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya, maka dia tidak akan mendapatkan makan malam.

Pada saat itu, sang Kaisar masih terlalu sakit hati atas kematian Yang Changxi. Setiap kali dia melihat Junsi, Kaisar akan teringat dengan Changxi. Oleh karena itu, dia menyerahkan semua hak asuh kepada Huang Yanan dan sama sekali tidak memiliki niat untuk ikut campur dalam hidup anaknya itu.

Hanya ketika hari perayaan kedewasaan [2] Huang Junsi tiba, sang Kaisar baru bersedia bertemu dengan pangeran itu. Akan tetapi, tidak sesuai dugaannya, Wang Junsi telah tumbuh menjadi seorang pembangkang yang tidak bisa diandalkan.

Tidak ada yang tahu … kalau semua itu adalah siasat sang Pangeran Keempat untuk menghindari persiteruan kerajaan. Takhta di matanya tidak berarti apa-apa. Yang dia inginkan adalah keadilan atas kematian ibunya yang tidak jelas.

Hampir semua orang hanya mengetahui kalau ibunya meninggal setelah melahirkan dirinya. Akan tetapi, Huang Yanan tahu kalau kematian Yang Changxi bukan karena persalinan yang sulit, melainkan karena racun.

Racun yang diberikan kepada Yang Changxi adalah racun yang bersifat lambat. Racun ini digunakan untuk menghindari kematian yang mendadak untuk menghindari kematian yang aneh dan hanya akan membuat tubuh orang yang memakannya menjadi semakin lemah seiring waktu berjalan.

Orang yang meracuni Yang Changxi telah merencanakan semuanya. Kematian Yang Changxi harus terlihat seakan dia mati dalam persalinan. Kalau beruntung, bayi dalam kandungannya juga akan mati tersendat karena Yang Changxi tidak berhasil melahirkan.

Tahu kalau nyawanya tidak bisa dipertahankan, Changxi berjuang mati-matian untuk melahirkan anaknya. Sebelum kehilangan kesadarannya, Yang Changxi juga sempat berpesan kepada Huang Yanan yang mendampingi persalinannya saat itu kalau ada yang meracuni dirinya. Sayang, sebelum Changxi berhasil menyebutkan pelakunya, wanita itu … meninggal.

Huang Yanan adalah seorang wanita yang cerdik. Dia adalah anak Jenderal Besar terdahulu, Huang Liqiang, dan adik Jenderal Besar sekarang, Huang Qinghao. Walau tumbuh di keluarga militer, tapi Yanan telah dilatih mengenai strategi perang. Oleh karena itu, dia mengerti berbagai cara untuk berperang … dan menjauhi perang itu sendiri.

Sebagai anak dari wanita yang kaisar cintai, cepat atau lambat, Wang Junsi akan diberikan perhatian lebih oleh sang Kaisar. Hal ini … sudah ditebak oleh Huang Yanan. Untuk menghindari hal tersebut, Huang Yanan telah berpesan kepada Wang Junsi untuk membuat sang Ayah tidak menyukai dirinya. Semakin tidak suka semakin baik.

Itu adalah satu-satunya cara bagi Wang Junsi untuk hidup.

Ketika semua mata telah beralih dari tubuhnya kepada orang lain, maka Wang Junsi bisa menggunakan kesempatan itu untuk mencari kebenaran atas kematian ibunya. Bakti harus dilakukan, dendam harus dibalaskan ….

Dimulai dari saat Huang Miaoling menarik tangan kedua adiknya untuk bersembunyi di balik semak-semak, Wang Junsi sudah merasa kalau gadis itu menarik. Dirinya yang berada di atas pohon bisa melihat dengan jelas gerak-gerik setiap orang yang berada di area pavilion. Sedari awal sampai akhir, pandangan Wang Junsi menempel pada Huang Miaoling. Setiap geseran mata, kerutan dahi, otot yang menegang, Wang Junsi perhatikan dengan hati-hati. Sampai pada akhirnya semua orang meninggalkan area pavilion, Junsi mendapatkan satu kesimpulan yang menarik.

Huang Miaoling membenci Huang Wushuang dan Wang Chengliu.

Wang Junsi bisa mengenali dengan jelas pancaran mata yang diberikan Huang Miaoling kepada kedua orang itu. Bila diperhatikan dengan jeli, siapapun bisa menyadari mengenai kebencian yang meluap-luap dari pancaran mata Huang Miaoling ketika menatap Huang Wushuang dan Wang Chengliu. Kebencian dan dendam yang tidak bisa diselesaikan sampai salah satu dari mereka hancur.

‘Kita berdua adalah tipe orang yang sama,’ pikir Junsi.

Lucu bagaimana sikap dan pandangan yang diberikan oleh kedua adiknya kepada Huang Miaoling terlihat seperti sebuah ketertarikan. Mengenai Wuyu, Junsi yakin kalau pria itu hanya tertarik kepada kepiawaian Miaoling dalam menyusun puisi. ‘Dasar kutu buku,’ ejek Junsi. Akan tetapi, kalau Chengliu …. Sebuah senyuman terlukis di wajah Junsi. ‘Sepertinya, gadis itu bisa menciptakan pertunjukan menarik untukku.’ Junsi menghela napas.

___

[1] Hari perayaan kedewasaan: hari ulang tahun keempat belas seorang anak lelaki atau hari ulang tahun ketiga belas seorang anak perempuan yang menunjukkan kalau anak itu telah beranjak dewasa.

___

A/N: New update! Jangan lupa vote, like, dan comment, ya! Oh, kalau kalian berkenan, join group chat dengan Author juga kalau mau bahas bagian yang bingung hehe.

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

bahagia selalu

2022-09-18

0

Kimie Meonk

Kimie Meonk

selalu begitu.... ujung ujungx menyesal... 😤😤🙄🙄

2022-05-29

0

Rasmini

Rasmini

sepertinya junsi jodohnya miaoling. tar yg bantu ungkap krmatian emaknya ya si miaoling. waahhh pinisirin akuh. lanjuuuttt

2022-04-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Kembali ke Masa Lalu
2 Bab 2 Pengkhianatan
3 Bab 3 Sumpah Pembalasan
4 Bab 4 Keluarga Huang
5 Bab 5 Jing Yiniang dan Huang Wushuang
6 Bab 6 Pembalasan Dimulai Sekarang (part I)
7 Bab 6 Pembalasan Dimulai Sekarang (part 2)
8 Bab 7 Siapa yang Salah?
9 Bab 8 Bertemu Lagi dengan Wang Chengliu
10 Bab 9 Kepulangan sang Jenderal
11 Bab 10 Mengunjungi Istana Kerajaan
12 Bab 11 Perasaan yang Membingungkan
13 Bab 12 Mereka dan Aku
14 Bab 13 part 1 Kencan Diam-Diam
15 Bab 13 part 2 Kencan Diam-Diam
16 Bab 14 Wang Junsi yang Sebenarnya
17 Bab 15 Kepura-puraan
18 Bab 16 Perjodohan
19 Bab 17 Wang Zhengyi dan Huang Miaoling
20 Bab 18 Menyairkan Puisi
21 Bab 19 Dendam di Masa Lalu
22 Bab 20 Umpan
23 Bab 21 Lagi-lagi, Jingxiang
24 Bab 22 Percakapan dengan Huang Qinghao
25 Bab 23 Sebuah Peluang
26 Bab 24 Sebagai Seorang Wanita
27 Bab 25 Kesempatan
28 Bab 26 Kecurigaan Hanrong
29 Bab 27 Salah Perhitungan
30 Bab 28 Lianhua Yuan
31 Bab 29 Jiang Feng
32 Bab 30 Berita yang Tersebar di Ibukota
33 Bab 31 Permulaan dari Selamat Tinggal
34 Bab 32 Siasat Miaoling
35 Bab 33 Demi Ibu
36 Bab 34 Rong Gui
37 Bab 35 Hadiah dari Pangeran Mahkota
38 Bab 36 Kemarahan Miaoling
39 Bab 37 Kesalahan Junyi
40 Bab 38 Junyi Tidak Punya Siapa-Siapa
41 Bab 39 Sosok Ibu
42 Bab 40 Pucat
43 Bab 41 Sayembara Musik
44 Bab 42 Wang Qiuhua dan Wang Xiangqi
45 Bab 43 Pembukaan dari Sebuah Sandiwara
46 Bab 44 Ternoda
47 Bab 45 Racun
48 Bab 46 Rencana Permaisuri
49 Bab 47 Pertanggungjawaban Wang Zhengyi
50 Bab 48 Keputusan Akhir
51 Bab 49 Sandiwara Terhebat Sepanjang Masa
52 Bab 50 Kerja Sama
53 Bab 51 Kematian Wei Ningxin
54 Bab 52 Dendam
55 Bab 53 Demi Melindungi Keluarga
56 Bab 54 Atas Nama Kewajiban
57 Bab 55 Keterikatan
58 Bab 56 Li Hongxia
59 Bab 57 Arti Keluarga
60 Bab 58 Alat
61 Bab 59 Jebakan
62 Bab 60 Kekhawatiran
63 Bab 61 Merepotkan
64 Bab 62 Yuanli, Muhua
65 Bab 63 Malam Pertemuan
66 Bab 64 Pengunjung Misterius
67 Bab 65 Pembunuh Suruhan
68 Bab 66 Imbalan yang Pantas
69 Bab 67 Yang Changxi, Huang Yanan, dan Li Shijing
70 Bab 68 Balasan yang Pantas Didapatkan.
71 Bab 69 Pertemuan Pertama
72 Bab 70 Kedatangan Huang Liqiang
73 Bab 71 Penjelasan
74 Bab 72 Perdebatan
75 Bab 73 Menambah Minyak ke Api
76 Bab 74 Menggunakan Kebaikan untuk Melakukan Kejahatan
77 Bab 75 Meremehkan
78 Bab 76 Pelayan Baru itu
79 Bab 77 Dia Indah
80 Bab 78 Cinta dan Niat
81 Bab 79 Karma
82 Bab 80 Tarik-Menarik
83 Bab 81 Musuh dari Musuh adalah Teman
84 Bab 82 Karena Kau adalah Kau
85 Bab 83 Harus ke Jingcheng
86 Bab 84 Pria yang Mendekati Muhua
87 Bab 85 Hari Pernikahan Huang Wushuang
88 Bab 86 Bidak Catur Tanpa Perasaan
89 Bab 87 Kepentingan Masing-Masing
90 Bab 88 Kejutan
91 Bab 89 Pria Bertopeng
92 Bab 90 Pangeran Mahkota Keracunan
93 Bab 91 Semoga Langit Melindungi Keluarga Huang
94 Bab 92 Sadarnya Huang Wushuang
95 Bab 93 Mainan
96 Bab 94 Dalangnya Harus Mati Menggenaskan
97 Bab 95 Memberikan Kesempatan
98 Bab 96 Bidak Mengambil Langkah
99 Bab 97 Pangeran Mahkota yang baru?
100 Bab 98 Kelalaian
101 Bab 99 Kasim Xia
102 Bab 100 Tersangka Utama
103 Bab 101 Dia adalah Seorang Pembunuh
104 Bab 102 Bukti-Bukti
105 Bab 103 Percayalah
106 Bab 104 Berpura-pura Bodoh
107 Bab 105 Saksi
108 Bab 106 Keterlibatan Kerajaan Zhou
109 Bab 107 Kau Masih Anggota Keluarga Huang
110 Bab 108 Kasim Gao
111 Bab 109 Pernikahan
112 Bab 110 Kau Hidup Karena Kematianmu Tidak Menguntungkan
113 Bab 111 Ketenangan?
114 Bab 112 Cerita Mereka
115 Bab 113 Hidup adalah Milik Sendiri
116 Bab 114 Hanya Tahu Cara Mengurus Orang Lain
117 Bab 115 Mengandalkan
118 Bab 116 Terima Kasih atas Kerja Kerasmu
119 Bab 117 Langkah yang Salah
120 Bab 118 Keterlibatan Permaisuri
121 Bab 119 Mengantar Keberangkatan
122 Bab 120 Kepergian
123 Bab 121 Pendamping Permaisuri
124 Bab 122 Utusan Kediaman Huang
125 Bab 123 Perjalanan ke Jingcheng
126 Bab 124 Siluman, katanya
127 Bab 125 Ingatan Sebelum Kematian
128 Bab 126 Kau Harus Hidup
129 Bab 127 Bandit Macam Apa?
130 Bab 128 Menyerah
131 Bab 129 Lan’er dan Lu Si
132 Bab 130 Mengusirku?
133 Bab 131 Anggap Saja Keajaiban
134 Bab 132 Kematiannya adalah Kutukan
135 Bab 133 Ketidakpercayaan
136 Bab 134 Dia Masih Hidup. Aku Percaya itu.
137 Bab 135 Bukan yang Kau Kenal
138 Bab 136 Kediaman Para Dewa
139 Bab 137 Wanita Pembawa Malapetaka
140 Bab 138 Hentikan Perkabungan
141 Bab 139 Bantuan & Pertemuan
142 Bab 140 Liang Fenghong
143 Bab 141 Kita Bertemu Lagi
144 Bab 142 Perjodohan?
145 Bab 143 Canggung
146 Bab 144 Hanya Ingin Jadi Kekasihmu
147 Bab 145 Memberikan Kesempatan
148 Bab 146 Untuk Apa?
149 Bab 147 Kaisar dan Raja
150 Bab 148 Alasan Sebenarnya
151 Bab 149 Dukungan
152 Bab 150 Dua Kerajaan, Dua Kubu
153 Bab 151 Empat Bersaudara, Dua Kubu Berbeda
154 Bab 152 Kekasih Huang Miaoling …?
155 Bab 153 Aku Cemburu. Tidak boleh?
156 Bab 154 Penguasa Kerajaan Wu Sebenarnya
157 Episode 155 Aku Akan Melakukannya
158 Bab 156 Motivasi
159 Bab 157 A Cheng, A Feng
160 Bab 158 Ibu Suri He
161 Bab 159 Pengakuan Wang Wuyu
162 Bab 160 Sadarnya Wang Junsi
163 Bab 161 Kunjungan sang Putri Mahkota ke Halaman Selir Feng
164 Bab 162 Berita Menyebar Cepat
165 Bab 163 Kembalinya Duri dalam Daging
166 Bab 164 Penutupan
167 Bab 165 Mereka yang Merupakan Dalang
168 Bab 166 Kerja Sama
169 Bab 167 Kutub Utara dan Mataharinya
170 Bab 168 Aku Percaya pada Putraku
171 Bab 169 Cocok, ‘kah?
172 Bab 170 Tunanganku
173 Bab 171 Apa Maksudmu?
174 Bab 172 Membangun Reputasi
175 Bab 173 Ganjaran untuk Merendahkan
176 Bab 174 Permintaan He Junzhu
177 Bab 175 Kau Kalah
178 Bab 176 Terlukanya Huang Miaoling
179 Bab 177 Kecelakaan
180 Bab 178 “Hadiah Perkenalan”, katanya
181 Bab 179 Apa Kau Tahu?!
182 Bab 180 Kau dan Aku, Tidak Mungkin
183 Bab 181 Tugasnya Selesai
184 Bab 182 Tidak Bermaksud
185 Bab 183 Ibu Suri He Ingin Bertemu
186 Bab 184 Giliranku
187 Bab 185 Celah pada Kepalsuan
188 Bab 186 Mawar Berduri
189 Bab 187 Karena Dia Menyentuh Keluargaku
190 Bab 188 Aku Akan Pastikan
191 Bab 189 Wu Rongya
192 Bab 190 Dengan Status dan Kekuasaan, Datanglah Sebuah Kewajiban
193 Bab 191 Putra Li Hongxia
194 Bab 192 Antara Zhanggongzhu dan Raja An
195 Bab 193 Hal-Hal Kecil yang Sulit Untuk Dilakukan
196 Bab 194 Tujuan Sebenarnya
197 Bab 195 Penyelidikan di Masa Lalu
198 Bab 196 Kelemahan Terbesar Ibu Suri He
199 Bab 197 Hanya Denganmu
200 Bab 198 Pelengseran Putri Mahkota
201 Bab 199 Pernikahan Putri Wu Rongya
202 Bab 200 Bunga Anggrek
203 Bab 201 Ayah Kandungnya
204 Bab 202 Pengetahuan Melampaui Semua Orang
205 Bab 203 Serangan Song Qiaolan
206 Bab 204 Kemampuan Bersandiwara
207 Bab 205 Utusan Ibu Suri Shen
208 Bab 206 Kerajaan Zhou
209 Bab 207 Tak Ada Waktu
210 Bab 208 Kehangatan
211 Bab 209 Kepergian Wang Junsi
212 Bab 210 Hukuman bagi Chen Long
213 Bab 211 Jadi, ini Maksudnya
214 Bab 212 Mengakui Kesalahan dan Membenarkannya
215 Bab 213 Di Luar Kesepakatan
216 Bab 214 Kau Tidak Menolakku
217 Bab 215 Tuduhan Liang Jian
218 Bab 216 Hukuman? Itu berkat
219 Bab 217 Kau Masih Mencintainya?
220 Bab 218 Jiang Hu dan Liang Fenghong
221 Bab 219 Guru yang Luar Biasa
222 Bab 220 Malam Hukuman
223 Bab 221 Hidup adalah Permainan
224 Bab 222 Menghilang?
225 Bab 223 Musuh Paling Mengerikan
226 Bab 224 Kutukan Berupa Berkat
227 Bab 225 Badai Akan Segera Datang
228 Bab 226 Pengalihan
229 Bab 227 Rahasia dan Kebohongan
230 Bab 228 Tibanya Huang Yade di Qinglong
231 Bab 229 Menjijikkan?
232 Bab 230 Sebelum Pesta Dimulai
233 Bab 231 Kakak-Adik Berbahaya
234 Bab 232 Ikatan yang Tak Begitu Kuat
235 Bab 233 Benda Perjanjian Pernikahan
236 Bab 234 Anggur 100 Tahun
237 Bab 235 Mengorbankan Putranya
238 Bab 236 Pemberontakan dan Revolusi
239 Bab 237 Bebasnya Li Hongxia dan Jatuhnya keluarga Liang
240 Bab 238 Serangan terhadap Wakil Jenderal Chen
241 Bab 239 Serangan Para Penyusup
242 Bab 240 Pemenggalan Kaisar Huatai
243 Bab 241 Selamat?
244 Bab 242 Jatuhnya Liang Fenghong
245 Bab 243 Membalikkan Keadaan
246 Bab 244 Kemunculan yang Tak Diduga?
247 Bab 245 Misi Penyelamatan
248 Bab 246 Bertemu Kembali
249 Bab 247 Orang yang Paling Mencurigakan
250 Bab 248 Cuka
251 Bab 249 Ketenangan Setelah Perang
252 Bab 250 Hari Eksekusi
253 Bab 251 Yang Terjadi
254 Bab 252 Menunggu Sebuah Akhir
255 Bab 253 Penghargaan
256 Bab 254 Sang Penyelamat
257 Bab 255 Di Balik Layar
258 Bab 256 Putra Tersembunyi
259 Bab 257 Pengelakan
260 Bab 258 Wu Yifeng, Shen Xifu, dan He Wudi
261 Bab 259 Keresahan Akan Tempat yang Menerimanya
262 Bab 260 Sungguh?
263 Bab 261 Usaha Untuk Menyingkirkan
264 Bab 262 Keuntungan yang Ditawarkan
265 Bab 263 Tidak Bisakah Kau Kembali?
266 Bab 264 Benang Kehidupan yang Tidak Terkait
267 Bab 265 Menikahlah Denganku
268 Bab 266 Masalah Mereka
269 Bab 267 Bukan Lagi Pertunangan
270 Bab 268 Perwakilan Kerajaan Wu
271 Bab 269 Kunjungan ke Kediaman Chen
272 Bab 270 Sepasang Merpati
273 Bab 271 Meninggalkan Kerajaan Wu
274 Bab 272 Percakapan Para Gadis
275 Bab 273 Menyetarakan Pengetahuan
276 Bab 274 Harapan Untuk Sebuah Kabar Baik
277 Bab 275 Jangan Seperti ini
278 Bab 276 Informan
279 Bab 277 Anak Singa
280 Bab 278 Kudeta di Kerajaan Tubo
281 Bab 279 Rasa Syukur
282 Bab 280 Empat Hari Lagi
283 Bab 281 Tiba di Zhongcheng
284 Bab 282 Ikatan Sahabat
285 Bab 283 Kembalinya Nona Pertama Huang
286 Bab 284 Niat Terselubung Kaisar
287 Bab 285 Siapa yang bisa kalahkan?
288 Bab 286 Cerminan Seorang Majikan
289 Bab 287 Tujuannya
290 Bab 288 Semua Berubah
291 Bab 289 Kediaman Huang Akan Kembali Meriah
292 Bab 290 Ya, Aku Pulang
293 Bab 291 Hubungan Keduanya
294 Bab 292 Pernikahan Huang Miaoling dan Liang Fenghong
295 Bab 293 Jebakan yang Telah Disiapkan
296 Bab 294 Pertarungan Huang Junyi dan Liang Fenghong
297 Bab 295 Antiklimaks
298 Bab 296 Usaha Untuk Mengerti
299 Bab 297 Apa Hubungan Kalian Berdua?
300 Bab 298 Berani Menerima Sujudnya?
301 Bab 299 Menyingkirkan Seseorang
302 Bab 300 Kembali ke Dalam Lumpur
303 Bab 301 Bumbu Penyedap
304 Bab 302 Singkirkan
305 Bab 303 Seorang Bibi dan Keponakannya
306 Bab 304 Xingren Mengandung Qinghua
307 Bab 305 Kebenaran di Hari Itu
308 Bab 306 Jebakan Tak Terduga
309 Bab 307 Bukan Orang Tak Terkalahkan
310 Book II released
311 Konfirmasi Lagi untuk Book ke 2 Phoenix Reborn
312 Ini Adalah Sebuah Kesalahan, Jangan Dibaca
Episodes

Updated 312 Episodes

1
Bab 1 Kembali ke Masa Lalu
2
Bab 2 Pengkhianatan
3
Bab 3 Sumpah Pembalasan
4
Bab 4 Keluarga Huang
5
Bab 5 Jing Yiniang dan Huang Wushuang
6
Bab 6 Pembalasan Dimulai Sekarang (part I)
7
Bab 6 Pembalasan Dimulai Sekarang (part 2)
8
Bab 7 Siapa yang Salah?
9
Bab 8 Bertemu Lagi dengan Wang Chengliu
10
Bab 9 Kepulangan sang Jenderal
11
Bab 10 Mengunjungi Istana Kerajaan
12
Bab 11 Perasaan yang Membingungkan
13
Bab 12 Mereka dan Aku
14
Bab 13 part 1 Kencan Diam-Diam
15
Bab 13 part 2 Kencan Diam-Diam
16
Bab 14 Wang Junsi yang Sebenarnya
17
Bab 15 Kepura-puraan
18
Bab 16 Perjodohan
19
Bab 17 Wang Zhengyi dan Huang Miaoling
20
Bab 18 Menyairkan Puisi
21
Bab 19 Dendam di Masa Lalu
22
Bab 20 Umpan
23
Bab 21 Lagi-lagi, Jingxiang
24
Bab 22 Percakapan dengan Huang Qinghao
25
Bab 23 Sebuah Peluang
26
Bab 24 Sebagai Seorang Wanita
27
Bab 25 Kesempatan
28
Bab 26 Kecurigaan Hanrong
29
Bab 27 Salah Perhitungan
30
Bab 28 Lianhua Yuan
31
Bab 29 Jiang Feng
32
Bab 30 Berita yang Tersebar di Ibukota
33
Bab 31 Permulaan dari Selamat Tinggal
34
Bab 32 Siasat Miaoling
35
Bab 33 Demi Ibu
36
Bab 34 Rong Gui
37
Bab 35 Hadiah dari Pangeran Mahkota
38
Bab 36 Kemarahan Miaoling
39
Bab 37 Kesalahan Junyi
40
Bab 38 Junyi Tidak Punya Siapa-Siapa
41
Bab 39 Sosok Ibu
42
Bab 40 Pucat
43
Bab 41 Sayembara Musik
44
Bab 42 Wang Qiuhua dan Wang Xiangqi
45
Bab 43 Pembukaan dari Sebuah Sandiwara
46
Bab 44 Ternoda
47
Bab 45 Racun
48
Bab 46 Rencana Permaisuri
49
Bab 47 Pertanggungjawaban Wang Zhengyi
50
Bab 48 Keputusan Akhir
51
Bab 49 Sandiwara Terhebat Sepanjang Masa
52
Bab 50 Kerja Sama
53
Bab 51 Kematian Wei Ningxin
54
Bab 52 Dendam
55
Bab 53 Demi Melindungi Keluarga
56
Bab 54 Atas Nama Kewajiban
57
Bab 55 Keterikatan
58
Bab 56 Li Hongxia
59
Bab 57 Arti Keluarga
60
Bab 58 Alat
61
Bab 59 Jebakan
62
Bab 60 Kekhawatiran
63
Bab 61 Merepotkan
64
Bab 62 Yuanli, Muhua
65
Bab 63 Malam Pertemuan
66
Bab 64 Pengunjung Misterius
67
Bab 65 Pembunuh Suruhan
68
Bab 66 Imbalan yang Pantas
69
Bab 67 Yang Changxi, Huang Yanan, dan Li Shijing
70
Bab 68 Balasan yang Pantas Didapatkan.
71
Bab 69 Pertemuan Pertama
72
Bab 70 Kedatangan Huang Liqiang
73
Bab 71 Penjelasan
74
Bab 72 Perdebatan
75
Bab 73 Menambah Minyak ke Api
76
Bab 74 Menggunakan Kebaikan untuk Melakukan Kejahatan
77
Bab 75 Meremehkan
78
Bab 76 Pelayan Baru itu
79
Bab 77 Dia Indah
80
Bab 78 Cinta dan Niat
81
Bab 79 Karma
82
Bab 80 Tarik-Menarik
83
Bab 81 Musuh dari Musuh adalah Teman
84
Bab 82 Karena Kau adalah Kau
85
Bab 83 Harus ke Jingcheng
86
Bab 84 Pria yang Mendekati Muhua
87
Bab 85 Hari Pernikahan Huang Wushuang
88
Bab 86 Bidak Catur Tanpa Perasaan
89
Bab 87 Kepentingan Masing-Masing
90
Bab 88 Kejutan
91
Bab 89 Pria Bertopeng
92
Bab 90 Pangeran Mahkota Keracunan
93
Bab 91 Semoga Langit Melindungi Keluarga Huang
94
Bab 92 Sadarnya Huang Wushuang
95
Bab 93 Mainan
96
Bab 94 Dalangnya Harus Mati Menggenaskan
97
Bab 95 Memberikan Kesempatan
98
Bab 96 Bidak Mengambil Langkah
99
Bab 97 Pangeran Mahkota yang baru?
100
Bab 98 Kelalaian
101
Bab 99 Kasim Xia
102
Bab 100 Tersangka Utama
103
Bab 101 Dia adalah Seorang Pembunuh
104
Bab 102 Bukti-Bukti
105
Bab 103 Percayalah
106
Bab 104 Berpura-pura Bodoh
107
Bab 105 Saksi
108
Bab 106 Keterlibatan Kerajaan Zhou
109
Bab 107 Kau Masih Anggota Keluarga Huang
110
Bab 108 Kasim Gao
111
Bab 109 Pernikahan
112
Bab 110 Kau Hidup Karena Kematianmu Tidak Menguntungkan
113
Bab 111 Ketenangan?
114
Bab 112 Cerita Mereka
115
Bab 113 Hidup adalah Milik Sendiri
116
Bab 114 Hanya Tahu Cara Mengurus Orang Lain
117
Bab 115 Mengandalkan
118
Bab 116 Terima Kasih atas Kerja Kerasmu
119
Bab 117 Langkah yang Salah
120
Bab 118 Keterlibatan Permaisuri
121
Bab 119 Mengantar Keberangkatan
122
Bab 120 Kepergian
123
Bab 121 Pendamping Permaisuri
124
Bab 122 Utusan Kediaman Huang
125
Bab 123 Perjalanan ke Jingcheng
126
Bab 124 Siluman, katanya
127
Bab 125 Ingatan Sebelum Kematian
128
Bab 126 Kau Harus Hidup
129
Bab 127 Bandit Macam Apa?
130
Bab 128 Menyerah
131
Bab 129 Lan’er dan Lu Si
132
Bab 130 Mengusirku?
133
Bab 131 Anggap Saja Keajaiban
134
Bab 132 Kematiannya adalah Kutukan
135
Bab 133 Ketidakpercayaan
136
Bab 134 Dia Masih Hidup. Aku Percaya itu.
137
Bab 135 Bukan yang Kau Kenal
138
Bab 136 Kediaman Para Dewa
139
Bab 137 Wanita Pembawa Malapetaka
140
Bab 138 Hentikan Perkabungan
141
Bab 139 Bantuan & Pertemuan
142
Bab 140 Liang Fenghong
143
Bab 141 Kita Bertemu Lagi
144
Bab 142 Perjodohan?
145
Bab 143 Canggung
146
Bab 144 Hanya Ingin Jadi Kekasihmu
147
Bab 145 Memberikan Kesempatan
148
Bab 146 Untuk Apa?
149
Bab 147 Kaisar dan Raja
150
Bab 148 Alasan Sebenarnya
151
Bab 149 Dukungan
152
Bab 150 Dua Kerajaan, Dua Kubu
153
Bab 151 Empat Bersaudara, Dua Kubu Berbeda
154
Bab 152 Kekasih Huang Miaoling …?
155
Bab 153 Aku Cemburu. Tidak boleh?
156
Bab 154 Penguasa Kerajaan Wu Sebenarnya
157
Episode 155 Aku Akan Melakukannya
158
Bab 156 Motivasi
159
Bab 157 A Cheng, A Feng
160
Bab 158 Ibu Suri He
161
Bab 159 Pengakuan Wang Wuyu
162
Bab 160 Sadarnya Wang Junsi
163
Bab 161 Kunjungan sang Putri Mahkota ke Halaman Selir Feng
164
Bab 162 Berita Menyebar Cepat
165
Bab 163 Kembalinya Duri dalam Daging
166
Bab 164 Penutupan
167
Bab 165 Mereka yang Merupakan Dalang
168
Bab 166 Kerja Sama
169
Bab 167 Kutub Utara dan Mataharinya
170
Bab 168 Aku Percaya pada Putraku
171
Bab 169 Cocok, ‘kah?
172
Bab 170 Tunanganku
173
Bab 171 Apa Maksudmu?
174
Bab 172 Membangun Reputasi
175
Bab 173 Ganjaran untuk Merendahkan
176
Bab 174 Permintaan He Junzhu
177
Bab 175 Kau Kalah
178
Bab 176 Terlukanya Huang Miaoling
179
Bab 177 Kecelakaan
180
Bab 178 “Hadiah Perkenalan”, katanya
181
Bab 179 Apa Kau Tahu?!
182
Bab 180 Kau dan Aku, Tidak Mungkin
183
Bab 181 Tugasnya Selesai
184
Bab 182 Tidak Bermaksud
185
Bab 183 Ibu Suri He Ingin Bertemu
186
Bab 184 Giliranku
187
Bab 185 Celah pada Kepalsuan
188
Bab 186 Mawar Berduri
189
Bab 187 Karena Dia Menyentuh Keluargaku
190
Bab 188 Aku Akan Pastikan
191
Bab 189 Wu Rongya
192
Bab 190 Dengan Status dan Kekuasaan, Datanglah Sebuah Kewajiban
193
Bab 191 Putra Li Hongxia
194
Bab 192 Antara Zhanggongzhu dan Raja An
195
Bab 193 Hal-Hal Kecil yang Sulit Untuk Dilakukan
196
Bab 194 Tujuan Sebenarnya
197
Bab 195 Penyelidikan di Masa Lalu
198
Bab 196 Kelemahan Terbesar Ibu Suri He
199
Bab 197 Hanya Denganmu
200
Bab 198 Pelengseran Putri Mahkota
201
Bab 199 Pernikahan Putri Wu Rongya
202
Bab 200 Bunga Anggrek
203
Bab 201 Ayah Kandungnya
204
Bab 202 Pengetahuan Melampaui Semua Orang
205
Bab 203 Serangan Song Qiaolan
206
Bab 204 Kemampuan Bersandiwara
207
Bab 205 Utusan Ibu Suri Shen
208
Bab 206 Kerajaan Zhou
209
Bab 207 Tak Ada Waktu
210
Bab 208 Kehangatan
211
Bab 209 Kepergian Wang Junsi
212
Bab 210 Hukuman bagi Chen Long
213
Bab 211 Jadi, ini Maksudnya
214
Bab 212 Mengakui Kesalahan dan Membenarkannya
215
Bab 213 Di Luar Kesepakatan
216
Bab 214 Kau Tidak Menolakku
217
Bab 215 Tuduhan Liang Jian
218
Bab 216 Hukuman? Itu berkat
219
Bab 217 Kau Masih Mencintainya?
220
Bab 218 Jiang Hu dan Liang Fenghong
221
Bab 219 Guru yang Luar Biasa
222
Bab 220 Malam Hukuman
223
Bab 221 Hidup adalah Permainan
224
Bab 222 Menghilang?
225
Bab 223 Musuh Paling Mengerikan
226
Bab 224 Kutukan Berupa Berkat
227
Bab 225 Badai Akan Segera Datang
228
Bab 226 Pengalihan
229
Bab 227 Rahasia dan Kebohongan
230
Bab 228 Tibanya Huang Yade di Qinglong
231
Bab 229 Menjijikkan?
232
Bab 230 Sebelum Pesta Dimulai
233
Bab 231 Kakak-Adik Berbahaya
234
Bab 232 Ikatan yang Tak Begitu Kuat
235
Bab 233 Benda Perjanjian Pernikahan
236
Bab 234 Anggur 100 Tahun
237
Bab 235 Mengorbankan Putranya
238
Bab 236 Pemberontakan dan Revolusi
239
Bab 237 Bebasnya Li Hongxia dan Jatuhnya keluarga Liang
240
Bab 238 Serangan terhadap Wakil Jenderal Chen
241
Bab 239 Serangan Para Penyusup
242
Bab 240 Pemenggalan Kaisar Huatai
243
Bab 241 Selamat?
244
Bab 242 Jatuhnya Liang Fenghong
245
Bab 243 Membalikkan Keadaan
246
Bab 244 Kemunculan yang Tak Diduga?
247
Bab 245 Misi Penyelamatan
248
Bab 246 Bertemu Kembali
249
Bab 247 Orang yang Paling Mencurigakan
250
Bab 248 Cuka
251
Bab 249 Ketenangan Setelah Perang
252
Bab 250 Hari Eksekusi
253
Bab 251 Yang Terjadi
254
Bab 252 Menunggu Sebuah Akhir
255
Bab 253 Penghargaan
256
Bab 254 Sang Penyelamat
257
Bab 255 Di Balik Layar
258
Bab 256 Putra Tersembunyi
259
Bab 257 Pengelakan
260
Bab 258 Wu Yifeng, Shen Xifu, dan He Wudi
261
Bab 259 Keresahan Akan Tempat yang Menerimanya
262
Bab 260 Sungguh?
263
Bab 261 Usaha Untuk Menyingkirkan
264
Bab 262 Keuntungan yang Ditawarkan
265
Bab 263 Tidak Bisakah Kau Kembali?
266
Bab 264 Benang Kehidupan yang Tidak Terkait
267
Bab 265 Menikahlah Denganku
268
Bab 266 Masalah Mereka
269
Bab 267 Bukan Lagi Pertunangan
270
Bab 268 Perwakilan Kerajaan Wu
271
Bab 269 Kunjungan ke Kediaman Chen
272
Bab 270 Sepasang Merpati
273
Bab 271 Meninggalkan Kerajaan Wu
274
Bab 272 Percakapan Para Gadis
275
Bab 273 Menyetarakan Pengetahuan
276
Bab 274 Harapan Untuk Sebuah Kabar Baik
277
Bab 275 Jangan Seperti ini
278
Bab 276 Informan
279
Bab 277 Anak Singa
280
Bab 278 Kudeta di Kerajaan Tubo
281
Bab 279 Rasa Syukur
282
Bab 280 Empat Hari Lagi
283
Bab 281 Tiba di Zhongcheng
284
Bab 282 Ikatan Sahabat
285
Bab 283 Kembalinya Nona Pertama Huang
286
Bab 284 Niat Terselubung Kaisar
287
Bab 285 Siapa yang bisa kalahkan?
288
Bab 286 Cerminan Seorang Majikan
289
Bab 287 Tujuannya
290
Bab 288 Semua Berubah
291
Bab 289 Kediaman Huang Akan Kembali Meriah
292
Bab 290 Ya, Aku Pulang
293
Bab 291 Hubungan Keduanya
294
Bab 292 Pernikahan Huang Miaoling dan Liang Fenghong
295
Bab 293 Jebakan yang Telah Disiapkan
296
Bab 294 Pertarungan Huang Junyi dan Liang Fenghong
297
Bab 295 Antiklimaks
298
Bab 296 Usaha Untuk Mengerti
299
Bab 297 Apa Hubungan Kalian Berdua?
300
Bab 298 Berani Menerima Sujudnya?
301
Bab 299 Menyingkirkan Seseorang
302
Bab 300 Kembali ke Dalam Lumpur
303
Bab 301 Bumbu Penyedap
304
Bab 302 Singkirkan
305
Bab 303 Seorang Bibi dan Keponakannya
306
Bab 304 Xingren Mengandung Qinghua
307
Bab 305 Kebenaran di Hari Itu
308
Bab 306 Jebakan Tak Terduga
309
Bab 307 Bukan Orang Tak Terkalahkan
310
Book II released
311
Konfirmasi Lagi untuk Book ke 2 Phoenix Reborn
312
Ini Adalah Sebuah Kesalahan, Jangan Dibaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!