"Tuan muda, ini pasport dan visa pelajar anda telah selesai. "
Tampak seorang lelaki tua dengan rambutnya yang sudah memiliki dua warna namun gondrong itu menghampiri seorang pemuda berusia lima belas tahun yang sedang latihan.
"Oh. Iya kakek Jeff. Terimakasih. Maaf karena sudah merepotkan Anda." Kata pemuda belia itu sambil tersenyum.
"Ah. Bicara apa anda ini Tuan muda. Suatu kebanggaan buat saya bisa membantu anda." Kata lelaki tua yang dipanggil kakek Jeff oleh pemuda itu.
"Oh ya. Kapan rencana Tuan muda untuk berangkat ke Kuala Nipah itu?"
"Secepatnya kek. Mungkin besok atau lusa. Aku tidak bisa menunda lagi. Banyak urusan yang harus aku kerjakan setekah tiba di sana."
"Mudah-mudahan sahabat kakek uyut ku itu bisa membantu ku untuk mendaftar sebagai siswa di sana." Kata pemuda itu.
"Apakah Tuan muda ingin surat rekomendasi atau surat pindah sekolah? Jika iya, saya akan mengaturnya." Kata Kakek Jeff pula.
"Apa bisa? Mountain slope sangat jauh kek. Aku harus kembali dulu ke sana untuk meminta surat pindah sekolah."
"Itu pekerjaan yang sangat remeh, Tuan muda. Saya akan mengurus seolah-olah Anda mendapat bea siswa dan direkomendasikan untuk belajar di luar negri."
"Wah. Kakek Jeff ternyata hebat!" Kata pemuda itu dengan wajah sangat gembira.
"Saya akan mengurus semuanya untuk anda Tuan muda. Anda tenang saja." Kata Kakek Jeff lalu bergegas pergi meninggalkan pemuda belia itu.
Tepat ketika Jeff pergi meninggalkan nya di bagian belakang rumah sederhana di Starhousing itu, kini dia pun melangkah memasuki rumah tersebut berniat memberi tahu kepada Ayahnya bahwa pasport nya sudah siap.
"Ayah. Kakek Jeff tadi mengantarkan ini kepadaku. Katanya aku bisa berangkat kapan saja. Bagaimana menurut Ayah?" Tanya anak itu.
"Hmmm.. Bagus juga. Semakin cepat semakin baik. Kau akan kembali setelah tiga tahun. Kelak setelah kau selesai belajar, Ayah akan menempatkan mu di Garden Hill untuk mengurus kafe dan restoran milik ayah di sana." Kata lelaki setengah baya itu.
"Lalu, apa lagi yang dikatakan oleh kakek Jeff mu?" Tanya lelaki setengah baya itu.
"Kakek Jeff bilang, dia harus mengurus surat-surat pindah sekolah. Bahkan katanya dia akan membuat seolah-olah aku mendapat bea siswa untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri."
"Hmmm... Itu tidak sulit." Kata lelaki itu.
"Joe. Kau harus ingat. Begitu tiba di sana nanti, utamakan mencari sahabat. Hindari permusuhan! Karena, akan selalu merasa kurang walaupun memiliki seribu sahabat. Namun akan sangat menguras pikiran jika memiliki musuh walaupun satu orang saja. Ingat pesan Ayah." Kata lelaki setengah baya itu.
"Joe akan selalu mengingat pesan Ayah." Kata pemuda belia itu.
"Sekarang kau berkemas. Jangan lupa! Kalung giok Naga dan Harimau mu harus kau bawa!"
"Ada Ayah. Kalung ini tidak pernah berpisah dari ku. Kakek uyut juga selalu marah jika aku melepaskan nya."
"Tapi yang masih menjadi tanda tanya ku adalah, se-berharga apa kalung ini Ayah?" Tanya Joe penasaran.
"Jangan tanyakan tentang kalung itu. Kau belum cukup dewasa. Kelak kau akan tau apa arti dari kalung itu ketika kau sudah cukup mampu untuk mengemban satu tugas dari ku. Sekarang berkemas lah! Besok kau harus sudah berangkat."
"Joe, menuruti perintah Ayah." Kata anak itu lalu bergegas memasuki kamar nya.
Tiba di kamar, hal pertama yang di ambil oleh anak itu adalah sebuah peti kayu yang tidak begitu besar.
Dia menatap peti kayu itu lalu mengelus dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.
"Kakek uyut, besok mungkin aku sudah akan pergi menemui sahabat mu di Kuala Nipah. Semoga kau tidak lagi merasa berhutang, dan semoga kau tenang di sisi Tuhan yang maha berkuasa." Kata anak itu.
Tidak terasa air matanya menetes ketika mengingat kebersamaannya bersama dengan Kakek Malik selama empat belas tahun ini.
Lama dia menangis tanpa suara hingga akhirnya anak itu pun tertidur.
*********
Bandara internasional Starhill.
Mobil butut Volvo terseok-seok menuju ke bandara internasional di Starhill ini.
Dari dalam kendaraan, keluar sepasang suami-isteri setengah baya dengan memakai masker kemudian di susul dengan seorang pemuda belia dan seorang lagi lelaki tua berusia hampir 60-an.
Mereka lalu saling berpelukan dan kemudian kedua anak dan lelaki tua tadi pun melangkah mendekati pos pemeriksaan.
Sepasang suami-isteri itu hanya melihat saja kepergian dua orang beda usia itu melewati pos pemeriksaan lalu bergegas menuju ke arah pesawat yang hari ini akan berangkat menuju bandara internasional Kuala namu.
"Baru tiga hari bersama, sudah harus berpisah lagi." Terdengar keluhan dari wanita setengah baya itu sambil mengiringi kepergian kedua orang itu dengan lambaian tangan.
"Kau sedih Clara?" Tanya lelaki memakai masker itu.
"Ibu yang mana yang tidak sedih harus berpisah dengan anak yang hanya satu-satunya itu." Jawab wanita setengah baya bernama Clara itu.
"Clara. Ini baik untuk putra kita. Lebih baik menangis sekarang daripada menangis selama-lamanya karena dia tidak tau apa-apa."
"Hari ini kita bersedih. Aku juga bersedih karena Joe bukan hanya anak mu. Dia adalah anak kita. Dia anak Future of Company. Dia anak Dragon Empire. Dia juga anak Tiger Syam. Beban dipundaknya lebih berat daripada beban yang aku pukul sekitar 16 tahun yang lalu. Jika dia tidak memiliki kemampuan, maka semuanya akan runtuh dalam sekejap saja."
"Sebenarnya apa yang terjadi Kak? Mengapa kau begitu seperti ketakutan ketika Joe kembali ke rumah bersama kita?" Tanya Clara.
"Clara, jalan ceritanya sama seperti mendiang ayah ku dulu. Saat ini kekuatan besar sedang bersiap-siap untuk menerkam Metro City. Aku menduga semuanya akan berawal dari MegaTown. Ini karena, Perusahaan milik Ivan di Hongkong sudah tergusur dari negara itu. Aku juga merasa heran. Ini karena setiap tawaran investasi serta beberapa kesepakatan yang tinggal menunggu proses saja tiba-tiba buntu di tengah jalan. Beberapa investor juga menarik minat mereka terhadap perusahaan kita yang berada di Macau."
"Aku curiga ini ada hubungannya dengan slogan anti Metro City dari Arold Holding Company."
"Saat ini, hanya Future Steel Company saja yang bebas bergerak kemana-mana. Karena perusahaan itu tidak berasal dari negara ini. Itulah sebabnya mengapa aku mengasingkan Joe secepatnya ke luar negri. Hal ini akan sangat membantu. Pelan tapi pasti aku akan memindahkan semua aset perusahaan atas namanya sehingga dapat mengelabui musuh."
"Mereka pasti akan mengira bahwa perusahaan yang dipimpinnya nanti berasal dari Indonesia, bukan dari Metro City." Kata lelaki setengah baya itu menjelaskan.
Obrolan antara suami dan istri itu pun berhenti ketika mereka melihat pesawat terbang mulai bergerak untuk lepas landas.
Terlihat tatapan kosong dari sepasang suami istri itu melihat pesawat terbang yang semakin menghilang dari pandangan.
"Ayo kita pulang sayang." Ajak lelaki itu.
Mereka pun lalu memasuki mobil butut itu lalu bergerak menuju ke Starhousing.
Tiba di Starhousing, mereka berdua lalu menukar mobil mereka dengan Pagani huayra kemudian berangkat menuju Mountain lotus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 342 Episodes
Comments
tukang nikung
masih hidup ya polpo nya.
2023-05-23
1
ulhy sweety
jgn2 nanti sahabat sm anaknya tigor
2023-04-09
1
Agus Tinus
mantap thor lanjut.. 🔥🔥👍👍👍
tapi thor klo bisa penjelasan mengenai suami dan istri tdk usah terlalu bertele-tele.. maaf thor usul sj, sbenarnya tdk membingungkan sih tapi klo ulang2 trus jg nantinya agak bingung tentang penjelasan org nya,, klo bisa sebut nama sj klo atau istrinya,, misalnya penjelasan mengenai "seorang lelaki tua yg bersama dgn seorang prempuan yg lebih mudah drinya".. penjelasan ini kalo sd thor jelaskan d awal tentang identitas mereka, mka thor lalu tinggal jelaskan sj nama mereka atau bgmn bgitu.. ini msukan sj thor.. mungkin agak terlambat,, 🥺☺️☺️👍🙏
2023-03-14
1