Selamat membaca ...
...****************...
“Katakan ada apa dan siapa yang menelepon mu?” tanya Davina dengan tatapan penuh selidik.
“Tuan Deva, nona. Tuan Deva ada urusan mendadak dan akan pergi untuk waktu satu bulan ke depan,” jawab Aliya yang akhirnya mengatakan hal itu pada Davina.
“Benarkah?” tanya Davina dengan wajah yang berbinar, yang dijawab sebuah anggukan oleh Aliya.
“Aliya, boleh aku meminjam ponselmu?” tanya Davina.
“Boleh nona. Asal nona jangan menggunakan telepon rumah yang ada di Mansion ini, karena semuanya sudah disadap oleh tuan Deva,” ucap Aliya memperingati.
“Terima kasih , Aliya. Aku sangat bahagia bisa mengenal orang sebaik dirimu di tempat mengerikan ini,” ucap Davina yang teramat senang.
“Memang apa yang ingin nona lakukan?” tanya Aliya ragu.
“Maukah kau membantu ku kabur dari tempat ini?” pinta Davina dengan penuh harap.
“Memangnya nona mau pergi kemana, di sini tempat nona sekarang,” ucap Aliya yang merasa terkejut dengan ucapan Davina.
“Aliya, kau lihat aku di sini tidak bahagia, lalu untuk apa aku bertahan di neraka ini,” ucap Davina tak habis pikir dengan pernyataan Aliya.
“Nona, saya mohon jangan pergi, apa nona mau membunuh saya? Tuan Deva pasti akan membunuh semua orang yang ada di Mansion ini, setelah tahu jika nona menghilang. Saya mohon, nona,” pinta Aliya memohon dengan raut wajahnya yang memelas. Davina yang tidak pernah tega melihat orang lain kesusahan merasa bimbang, ia harus mencari cara lain agar bisa terbebas dari suami iblis nya.
“Aliya, sungguh kau membuat ku merasakan kebimbangan. Berikan aku ponsel mu,” ucap Davina sambil menyodorkan tangannya meminta ponsel milik Aliya, dan Aliya langsung memberikan ponsel tersebut pada Davina.
Melihat Aliya memberikan ponselnya, Davina dengan cepat menyambar benda pipih tersebut. Davina segera meluncurkan jari-jari lentiknya di layar ponsel tersebut, hingga Davina bisa mengubungi seorang pria di sebrang sana.
“Halo,” sapa Davina terisak, ia sangat merindukan sosok pria tersebut, pria yang sudah mencuri hatinya tanpa menyisakan sedikit pun.
“Halo, apa ini Davina?” tanya sosok pria yang ada di sebrang sana dengan nada yang bergetar, karena bisa mendengar kembali suara wanita yang ia cintai.
“Tolong, tolong aku,” pinta Davina dengan suara bergetar.
“Davina, apa yang terjadi padamu. Di mana kamu sekarang, aku akan menjemput mu,” ucap sosok pria tersebut dengan nada yang sangat khawatir.
“Aku takut, tapi aku tidak bisa mengatakan keberadaan ku saat ini. Biarkan aku yang akan datang padamu,” ucap Davina yang kembali ingat ancaman Deva. Bagaimana pun, Davina tahu jika Deva bukan orang yang sembarangan.
“Tidak Vina, aku saja yang akan menjemput mu. Cepat katakan di mana kamu sekarang?” tanya sosok pria di sebrang sana.
“Aku takut kamu terluka. Tunggu saja aku, aku pasti akan datang padamu,” ucap Davina yang segera memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, dan menangis tersedu-sedu.
Ia bagai memakan buah simalakama, semua pilihannya sangat beresiko sangat besar bagi orang-orang di sekelilingnya.
“Apa nona baik-baik saja?” tanya Aliya ragu.
“Terima kasih, Aliya. kau tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja,” ucap Davina sambil menghapus lelehan bening di pipinya.
“Baiklah, kalau begitu, saya akan ke bawah menemui pengawal lainnya. Selamat beristirahat, nona,” ucap Aliya yang langsung bergegas pergi meninggalkan Davina seorang diri di kamar tersebut.
Tanpa mereka sadari, ada alat perekam suara di kamar tersebut, yang terhubung langsung dengan ponsel milik Deva, membuat pria kejam itu tak segan untuk meninggalkan tawanannya di dalam Mansion miliknya.
...----------------...
Deva yang baru saja sampai di kota tujuan, dan langsung beristirahat di apartemen miliknya, tersenyum penuh arti saat mendengarkan percakapan antara Aliya dan Davina.
“Davina, sekeras apapun kau berusaha untuk pergi, kau akan tetap terbelenggu dalam rantai kematian mu. Sejauh manapun kau pergi, aku pasti akan selalu datang untuk menjemput mu, termasuk ajal mu,” gumam Deva sambil menampilkan senyum devil nya.
“Davina, kau adalah milikku. Siapapun pria yang kau cintai, akan mati di tanganku,” gumam Deva geram saat mendengar Davina memohon pada sosok pria lain itu.
...****************...
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Watty Virgo
cari tau donk kematian adikmu dave biar gk slh phm trus sma davina kmu kn mafia..ksian istrimu😤😔
2023-04-24
1
Nurma sari Sari
benci dan cinta beda tipis, setipis kulit ari
2022-09-29
1
Novianti Ratnasari
kle di prediksi, Dave sudah mulai ada rasa cinta, tapi krn dendam nya yg sangat dlm.jdi tak terasa oleh dia nya. tapi klw udah tau kebenaran nya pasti Dave akan menyesal.
2022-07-21
2