Wanita Penguasa Klan Altan

Wanita Penguasa Klan Altan

Chapter 1 Mimpi

Shanum tersentak bangun. Sekujur tubuhnya penuh dengan peluh. Dia mengusap wajahnya, dengan tubuh masih gemetar, detak jantung yang berpacu cepat, terasa nyeri menghentak dada. Shanum menatap ke satu titik, pandangannya masih tidak fokus, bayangan mimpi itu masih segar di dalam ingatannya. Ketakutan, rasa itu hidup, bernapas, dan bersemayam dalam dirinya!

*Empat lelaki, kokoh seperti batu, mengikuti gadis itu perlahan-lahan dari arah belakang. Ada sesuatu yang berbeda dari tingkah mereka. Jalan mereka bagai tak berpijak di tanah, seakan-akan melayang.

Seandainya Shanum mampu berteriak memperingatkan gadis itu. Sayangnya dia tak dapat melakukannya. Sudah dia coba berkali- kali untuk berteriak. Tapi tidak ada satu suara pun yang keluar dari bibirnya. Shanum laksana patung beku yang hanya dapat mengamati tanpa berbuat apa-apa*.

Para lelaki itu telah memperpendek jarak antara mereka dan gadis itu. Tapi mereka tidak mempercepat langkah. Shanum memusatkan perhatian ke wajah mereka, menduga akan mendapatkan suatu bentuk emosi.

Wajah-wajah yang tak berekspresi, tatapan mata yang kosong. Dia tidak tahu mereka adalah manusia atau bukan. Mungkin itu hanya akibat aura kosong yang menyelubungi tubuh mereka dengan janggal.

Gadis itu sepertinya menyadari. Dia berlari, tetapi mereka membuatnya terpojok sebelum ia mendapat kesempatan untuk melarikan diri. Meskipun para penyerang itu masih terkesan tenang, langkah mereka semakin cepat saat mendekati gadis itu.

Penerangan yang menyinari tempat kejadian hanya sebentuk obor yang terpasang di samping kiri dan kanan bangunan yang terbuat dari batu dilapisi tanah liat.

Gadis itu terantuk, lalu jatuh. Shanum menahan napas. Salah satu penyerang tertawa seperti segerombolan orang sinting. Mereka berada di dekat gadis itu. Cukup dekat sehingga bau mereka pastilah mengelilinginya. Dia dikepung.

Mereka mengelilinginya, dan Shanum berharap dapat membantunya. Tangan dan kakinya tanpa sadar dalam posisi siaga, siap mengeluarkan jurus-jurus bela diri yang pernah dipelajari.

**Gadis itu gemetar, dan berusaha bangkit dari tanah. Lengannya yang terkesan rapuh sebenarnya agak kekar, dan tampaknya ia akan berhasil berdiri. Shanum merasakan kesenangan kecil merasukinya saat itu, namun gadis itu tidak bergerak cukup cepat, dan sepatu salah satu penyerang yang menekan punggungnya, membuatnya kembali terhempas ke tanah.

Shanum bisa membayangkan betapa sakitnya hidung dan bibir gadis itu saat mencium tanah yang berisi tonjolan bebatuan. Dia berjuang melawan lelaki itu tapi tak ada kemajuan**.

Mereka tetap menahannya di tanah. Gadis itu mencoba memberontak, dan mendapatkan pukulan dari salah satu penyerang.

Sekarang, Shanum hanya bertanya-tanya apakah mereka akan menghabisi gadis itu atau menodainya, dan kemudian bertanya-tanya kembali, apakah kedua hal itu akan ada bedanya. Salah satu pria memukul tengkuk sang gadis, dan gambar yang Shanum lihat berganti.

**Saat ini gadis itu terduduk di lantai dalam sebuah ruangan mirip seperti penjara, yang berbeda adalah tidak ada jeruji dan pintu besi di sini. Tangan gadis itu terikat di sela-sela dinding yang terbuat dari bambu.

Keseluruhan ruangan berbentuk bulat, seperti sebuah tenda besar yang sangat kokoh, dengan rangka bambu sebagai penopang. Wajah gadis itu menunduk, tubuhnya terlihat lemas, tidak ada pergerakan, kecuali suara napasnya yang terdengar teratur**.

**Shanum menoleh, mendengar suara-suara, ada yang melangkah masuk. Dia melihat seorang wanita berjalan masuk bersama dengan seorang pria. Bukan pria penyerang tadi, pria dengan tampilan berbeda.

Mereka mengenakan pakaian yang terlihat kuno dengan model kimono putih dengan nuansa warna-warni. Mereka berwajah ras Mongoloid, kulit kuning langsat, rambut kaku dan bermata sipit. Sebenarnya zaman apakah saat ini? Mengapa mereka terlihat seperti pemain film seri kolosal lawas, yang sering tayang di televisi**?

Wanita itu lantas mendekati gadis itu. Dia mendongakkan wajahnya, menarik rambutnya, dan meludahinya. Gadis itu sontak terbangun sambil merintih. Wanita itu membisikkan sesuatu di telinga sang gadis, dan mendapatkan reaksi yang tak terduga, gadis itu seketika meneteskan air matanya sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.

*Pria yang datang bersama wanita itu, sedang berdiri mengamati, tiba-tiba berjalan mendekat. Dia mengambil sebilah belati di lipatan kimononya. Kemudian memberikannya pada wanita itu.

Shanum sekejap memejamkan mata, dan menggigit bibir, tatkala melihat belati itu menyusuri pipi mulus sang gadis. Perlahan belati itu menyayat, mulai dari bawah dagu hingga menuju ke pipi kiri atas. Kemudian berlanjut kembali di pipi sebelah kanan*.

Sungguh penyiksaan yang mengerikan. Gadis itu menjerit, darah perlahan-lahan menetes. Mengalir menuruni kedua pipi, dan bergerak perlahan. Wanita itu tersenyum sadis, kemudian menjilat bilah belati yang berlumuran darah. Setelah itu ia tertawa geli, tawanya membahana ke seluruh ruangan.

Shanum merasa bulu kuduknya berdiri, pipinya terasa berkedut nyeri, ikut merasakan sakitnya. Denyutnya bahkan sampai terasa ke dalam kepalanya, membuat pening. Luka terbuka di pipi gadis itu juga menimbulkan rasa mual yang disebabkan oleh rasa takut.

*Kemudian gambar mulai mengabur, pertanda pergantian babak dari mimpi itu. Shanum di hadapkan pada situasi terang benderang. "Dimanakah aku? Situasi ini baru, sekelilingku terlihat penuh rumput hijau kecoklatan. Ah, aku melihat kembali ada orang yang berjalan mendekat," batin Shanum.

Sepasang pria dan wanita melangkah berdampingan. Bukankah itu adalah gadis tadi? Wajahnya sama, meski di sini wajahnya tampak cantik berseri-seri*.

Gadis itu tersenyum malu-malu. Sedang berbincang dengan pria tampan di sampingnya. Rambutnya panjang melewati punggungnya. Seuntai rambutnya menyentuh matanya yang berbentuk seperti mata kucing, mencuat di ujung mata. Kulitnya putih bersih, hidungnya mungil, bibirnya tipis dan berwarna merah alami. Ada lesung pipit menghiasi kedua pipinya.

*Pria itu lalu mengajak gadis itu untuk duduk di rumput. Mereka duduk berhadapan dan berbincang dengan bahasa yang tidak Shanum mengerti.

Pria itu memegang tangan sang gadis, mengangkat punggung tangannya ke arah bibir.

Kemudian mengecupnya satu persatu. Tatapan sang pria terlihat teduh ke arah gadisnya. Sepertinya mereka adalah sepasang kekasih. Si gadis agak menunduk, tampak tersipu malu-malu. Semburat merah tampak hingga ke telinganya*.

Shanum memang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi melihat gestur tubuh, tatapan keduanya, dan senyum di wajah mereka, ia mengerti, keduanya berhubungan sangat dekat. Keduanya pasangan serasi, si wanita cantik, prianya juga tampan. Sang pria memiliki bola mata coklat keemasan, yang terlihat bersinar dan indah. Mata itu memperlihatkan kelembutan tak terkira untuk sang wanita.

Shanum jadi malu sendiri melihat kemesraan pasangan di hadapannya ini. Dia mengakui, bahwa ia belum pernah jatuh cinta. *Menurutnya cinta memiliki banyak misteri. Dari cinta melahirkan mereka yang begitu dahaga untuk membentuk ikatan, dengan seseorang yang bisa mereka sebut sebagai 'belahan jiwa'.

Menjalin cinta berarti menjadi segalanya bagi sang kekasih. Dunia selebihnya menjadi tidak berarti. Shanum lebih suka hal yang lebih sederhana, dan apa adanya. Dia menikmati berteman dengan banyak orang, dan tidak mau terlibat lebih jauh dengan para prianya. Baginya cinta untuk saat ini tidak ada dalam kamus hidupnya.

Saat sedang asyik dengan pikirannya sendiri, gambaran di hadapan Shanum tanpa disadari telah berubah. Sekarang Shanum berada di suatu tempat yang gelap. Tidak ada cahaya setitik pun. Indera pendengarannya langsung waspada. Untuk berjaga-jaga akan kemungkinan terburuk.

"Shanum." Dia memejamkan matanya, meski sebenarnya ia tidak dapat melihat. Namun saat mendengar ada suara lirih yang memanggil namanya, secara otomatis mata itu menutup. Bulu kuduknya pun mulai berdiri. Di tengah kegelapan yang pekat, Shanum mulai takut, dirasakan udara disekelilingnya *terasa dingin.

"Shanum" suara itu terdengar lagi. Biasanya dia tidak pernah bisa berinteraksi dengan siapa pun dalam mimpi, namun mengapa sekarang berubah? Apa pemicunya? Suara tadi kembali memanggilnya. Shanum mencoba menutup telinganya dengan kedua tangan. Namun tetap saja suara itu bergema di kepalanya. Siapapun itu mencoba masuk ke dalam kepala Shanum. Mencoba mendapatkan reaksinya.

"Tutup mulut. Siapa kau? Jangan membuatku takut!" jerit Shanum. "Jangan takut, aku adalah Sarnai." Suara itu seperti berbisik, dan membuat Shanum merasa semakin tidak bisa bernapas. Apakah dia akan mendapatkan serangan panik? "Tenang Shanum, tarik napas dalam-dalam, jangan panik." Dia mencoba menenangkan dirinya.

"Shanum, carilah, temukan aku." Kemudian hening, suara itu tidak terdengar lagi. "Hei, apa maksudmu? Jangan berteka-teki..." Tidak ada jawaban, tetap sunyi. Yang terdengar hanya suara napas Shanum, menyatu dalam alunan kegelapan.

Episodes
1 Chapter 1 Mimpi
2 Chapter 2 Golden Horde
3 Chapter 3 Pengakuan Ibu
4 Chapter 4 Pertemuan
5 Chapter 5 Kota Kuno
6 Chapter 6 Dalam Pelukanmu
7 Chapter 7 Kenangan
8 Chapter 8 Seribu Pertanyaan
9 Chapter 9 Kalung Cahaya
10 Chapter 10 Yang Tersembunyi
11 Chapter 11 Klan Altan
12 Chapter 12 Kota Para Penyihir
13 Chapter 13 Dalam Pelarian
14 Chapter 14 Musuh Dalam Selimut
15 Chapter 15 Masa Lalu
16 Chapter 16 Penebusan
17 Chapter 17 Klan Batbayar
18 Chapter 18 Hanya Padamu
19 Chapter 19 Pilihan Shanum
20 Chapter 20 Kejujuran
21 Chapter 21 Sang Pelacak
22 Chapter 22 Pilihan Yang Sulit
23 Chapter 23 Penganiayaan
24 Chapter 24 Garis Darah
25 Chapter 25 Melihat Masa Depan
26 Chapter 26 Kekuatan Elemental
27 Chapter 27 Pukulan Telak
28 Chapter 28 Perlawanan
29 Chapter 29 Kebenaran
30 Chapter 30 Mengakui Kekalahan
31 Chapter 31 Jatuh Cinta Padamu
32 Chapter 32 Tetua Klan
33 Chapter 33 Kebohongan
34 Chapter 34 Ingin Melupakan
35 Chapter 35 Cemburu
36 Chapter 36 Pulang
37 Chapter 37 Rencana Terselubung
38 Chapter 38 Nasihat Ayah
39 Chapter 39 Kembali ke Kampus
40 Chapter 40 Menolak Terlibat
41 Chapter 41 Arti Persahabatan
42 Chapter 42 Hari Tanpamu
43 Chapter 43 Pengagum Rahasia
44 Chapter 44 Gelisah Tak Terkira
45 Chapter 45 Bersandiwara
46 Chapter 46 Berita Mengejutkan
47 Chapter 47 Tidak Bisa Lari Dari Cinta
48 Chapter 48 Rasa Yang Terpendam
49 Chapter 49 Penyesalan
50 Chapter 50 Kembali ke Titik Awal
51 Chapter 51 Menjauh
52 Chapter 52 Kehilangan
53 Chapter 53 Kejutan Tak Terduga
54 Chapter 54 Tambatan Hati
55 Chapter 55 Mantra Kuno
56 Chapter 56 Mengendalikan Koneksi
57 Chapter 57 Saat Bersamamu
58 Chapter 58 Khan Versus Reno
59 Chapter 59 Pendatang Baru
60 Chapter 60 Serangan Bola Api
61 Chapter 61 Menguasai Keadaan
62 Chapter 62 Rasa Posesif
63 Chapter 63 Merancang Strategi
64 Chapter 64 Keinginan Khan
65 Chapter 65 Penyamaran
66 Chapter 66 Menjebak Menjadi Terjebak
67 Chapter 67 Kekuatan Alam
68 Chapter 68 Jenderal Klan Bataar
69 Chapter 69 Pertarungan Sengit
70 Chapter 70 Gadis Dalam Ramalan
71 Chapter 71 Klan Bataar
72 Chapter 72 Orang Yang Dirindukan
73 Chapter 73 Kekuatan Ayah
74 Chapter 74 Pandangan Ibu
75 Chapter 75 Perpisahan
76 Chapter 76 Merasa Hampa
77 Chapter 77 Pembawa Berita
78 Chapter 78 Luruh Lunglai
79 Chapter 79 Terluka Melihatmu
80 Chapter 80 Tersiksa Karenamu
81 Chapter 81 Kegagalan Sihir Penyembuh
82 Chapter 82 Siapakah Dirimu?
83 Chapter 83 Dinding Penghalang
84 Chapter 84 Penyangkalan
85 Chapter 85 Mengamuk
86 Chapter 86 Menyingkir
87 Chapter 87 Mengenal Kembali
88 Chapter 88 Tamu Tak Diundang
89 Chapter 89 Kecurigaan
90 Chapter 90 Kemarahan Eej
91 Chapter 91 Tertarik Selalu Kepadamu
92 Chapter 92 Racun Helm Iblis
93 Chapter 93 Kekuatan Poison Absorber
94 Chapter 94 Pernikahan Sementara
95 Chapter 95 Realitas Yang Tersirat
96 Chapter 96 Terkejut
97 Chapter 97 Penjelasan Khan
98 Chapter 98 Panggilan Ikatan Jiwa
99 Chapter 99 Persetujuan Yang Diharapkan
100 Chapter 100 Pernikahan Impian
101 Chapter 101 Penyempurnaan Ikatan
102 Chapter 102 Status Baru
103 Chapter 103 Pria Cantik
104 Chapter 104 Kota di Tepi Laut
105 Chapter 105 Bercak Hitam
106 Chapter 106 Pertukaran
107 Chapter 107 Klan Erebos
108 Chapter 108 Kota Yang Tersembunyi
109 Chapter 109 Mencari Kelemahan
110 Chapter 110 Nyaris Ketahuan
111 Chapter 111 Misteri Sihir Kegelapan
112 Chapter 112 Jejak Mencurigakan
113 Chapter 113 Kiriman Mengejutkan
114 Chapter 114 Kepercayaan
115 Chapter 115 Senyum Kebohongan
116 Chapter 116 Misi
117 Chapter 117 Pedang Bersarung Emas
118 Chapter 118 Menemukanmu
119 Chapter 119 Yang Agung Klan Batzorig
120 Chapter 120 Keluarga
121 Chapter 121 Keterbukaan
122 Chapter 122 Pasangan Terbaik
123 Chapter 123 Perang Pertama
124 Chapter 124 Perang Kedua
125 Chapter 125 Menyatukan Kekuatan
126 Chapter 126 Kebangkitan Kembali
127 Chapter 127 Silsilah Rumit
128 Chapter 128 Tak Bisa Berpaling
129 Chapter 129 Duongan Sakhai
130 Chapter 130 Terkuak
131 Chapter 131 Ramalan Yang Terwujud
132 Chapter 132 Keputusan Shanum
133 Chapter 133 Rumah yang Sebenarnya
134 Chapter 134 Dalam Mimpi
135 Chapter 135 Tanah Air
136 Chapter 136 Keajaiban Kecil
137 Chapter 137 Sahabat Sejati
138 Chapter 138 Menuju Akhir
139 Chapter 139 Tentang Mereka
140 Chapter 140 Melanjutkan Kisah
141 Chapter 141 Akhir Kisah
142 Extra Chapter 1
143 Extra Chapter 2
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Chapter 1 Mimpi
2
Chapter 2 Golden Horde
3
Chapter 3 Pengakuan Ibu
4
Chapter 4 Pertemuan
5
Chapter 5 Kota Kuno
6
Chapter 6 Dalam Pelukanmu
7
Chapter 7 Kenangan
8
Chapter 8 Seribu Pertanyaan
9
Chapter 9 Kalung Cahaya
10
Chapter 10 Yang Tersembunyi
11
Chapter 11 Klan Altan
12
Chapter 12 Kota Para Penyihir
13
Chapter 13 Dalam Pelarian
14
Chapter 14 Musuh Dalam Selimut
15
Chapter 15 Masa Lalu
16
Chapter 16 Penebusan
17
Chapter 17 Klan Batbayar
18
Chapter 18 Hanya Padamu
19
Chapter 19 Pilihan Shanum
20
Chapter 20 Kejujuran
21
Chapter 21 Sang Pelacak
22
Chapter 22 Pilihan Yang Sulit
23
Chapter 23 Penganiayaan
24
Chapter 24 Garis Darah
25
Chapter 25 Melihat Masa Depan
26
Chapter 26 Kekuatan Elemental
27
Chapter 27 Pukulan Telak
28
Chapter 28 Perlawanan
29
Chapter 29 Kebenaran
30
Chapter 30 Mengakui Kekalahan
31
Chapter 31 Jatuh Cinta Padamu
32
Chapter 32 Tetua Klan
33
Chapter 33 Kebohongan
34
Chapter 34 Ingin Melupakan
35
Chapter 35 Cemburu
36
Chapter 36 Pulang
37
Chapter 37 Rencana Terselubung
38
Chapter 38 Nasihat Ayah
39
Chapter 39 Kembali ke Kampus
40
Chapter 40 Menolak Terlibat
41
Chapter 41 Arti Persahabatan
42
Chapter 42 Hari Tanpamu
43
Chapter 43 Pengagum Rahasia
44
Chapter 44 Gelisah Tak Terkira
45
Chapter 45 Bersandiwara
46
Chapter 46 Berita Mengejutkan
47
Chapter 47 Tidak Bisa Lari Dari Cinta
48
Chapter 48 Rasa Yang Terpendam
49
Chapter 49 Penyesalan
50
Chapter 50 Kembali ke Titik Awal
51
Chapter 51 Menjauh
52
Chapter 52 Kehilangan
53
Chapter 53 Kejutan Tak Terduga
54
Chapter 54 Tambatan Hati
55
Chapter 55 Mantra Kuno
56
Chapter 56 Mengendalikan Koneksi
57
Chapter 57 Saat Bersamamu
58
Chapter 58 Khan Versus Reno
59
Chapter 59 Pendatang Baru
60
Chapter 60 Serangan Bola Api
61
Chapter 61 Menguasai Keadaan
62
Chapter 62 Rasa Posesif
63
Chapter 63 Merancang Strategi
64
Chapter 64 Keinginan Khan
65
Chapter 65 Penyamaran
66
Chapter 66 Menjebak Menjadi Terjebak
67
Chapter 67 Kekuatan Alam
68
Chapter 68 Jenderal Klan Bataar
69
Chapter 69 Pertarungan Sengit
70
Chapter 70 Gadis Dalam Ramalan
71
Chapter 71 Klan Bataar
72
Chapter 72 Orang Yang Dirindukan
73
Chapter 73 Kekuatan Ayah
74
Chapter 74 Pandangan Ibu
75
Chapter 75 Perpisahan
76
Chapter 76 Merasa Hampa
77
Chapter 77 Pembawa Berita
78
Chapter 78 Luruh Lunglai
79
Chapter 79 Terluka Melihatmu
80
Chapter 80 Tersiksa Karenamu
81
Chapter 81 Kegagalan Sihir Penyembuh
82
Chapter 82 Siapakah Dirimu?
83
Chapter 83 Dinding Penghalang
84
Chapter 84 Penyangkalan
85
Chapter 85 Mengamuk
86
Chapter 86 Menyingkir
87
Chapter 87 Mengenal Kembali
88
Chapter 88 Tamu Tak Diundang
89
Chapter 89 Kecurigaan
90
Chapter 90 Kemarahan Eej
91
Chapter 91 Tertarik Selalu Kepadamu
92
Chapter 92 Racun Helm Iblis
93
Chapter 93 Kekuatan Poison Absorber
94
Chapter 94 Pernikahan Sementara
95
Chapter 95 Realitas Yang Tersirat
96
Chapter 96 Terkejut
97
Chapter 97 Penjelasan Khan
98
Chapter 98 Panggilan Ikatan Jiwa
99
Chapter 99 Persetujuan Yang Diharapkan
100
Chapter 100 Pernikahan Impian
101
Chapter 101 Penyempurnaan Ikatan
102
Chapter 102 Status Baru
103
Chapter 103 Pria Cantik
104
Chapter 104 Kota di Tepi Laut
105
Chapter 105 Bercak Hitam
106
Chapter 106 Pertukaran
107
Chapter 107 Klan Erebos
108
Chapter 108 Kota Yang Tersembunyi
109
Chapter 109 Mencari Kelemahan
110
Chapter 110 Nyaris Ketahuan
111
Chapter 111 Misteri Sihir Kegelapan
112
Chapter 112 Jejak Mencurigakan
113
Chapter 113 Kiriman Mengejutkan
114
Chapter 114 Kepercayaan
115
Chapter 115 Senyum Kebohongan
116
Chapter 116 Misi
117
Chapter 117 Pedang Bersarung Emas
118
Chapter 118 Menemukanmu
119
Chapter 119 Yang Agung Klan Batzorig
120
Chapter 120 Keluarga
121
Chapter 121 Keterbukaan
122
Chapter 122 Pasangan Terbaik
123
Chapter 123 Perang Pertama
124
Chapter 124 Perang Kedua
125
Chapter 125 Menyatukan Kekuatan
126
Chapter 126 Kebangkitan Kembali
127
Chapter 127 Silsilah Rumit
128
Chapter 128 Tak Bisa Berpaling
129
Chapter 129 Duongan Sakhai
130
Chapter 130 Terkuak
131
Chapter 131 Ramalan Yang Terwujud
132
Chapter 132 Keputusan Shanum
133
Chapter 133 Rumah yang Sebenarnya
134
Chapter 134 Dalam Mimpi
135
Chapter 135 Tanah Air
136
Chapter 136 Keajaiban Kecil
137
Chapter 137 Sahabat Sejati
138
Chapter 138 Menuju Akhir
139
Chapter 139 Tentang Mereka
140
Chapter 140 Melanjutkan Kisah
141
Chapter 141 Akhir Kisah
142
Extra Chapter 1
143
Extra Chapter 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!