Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady

Malam ini merupakan malam pertama bagi Alea tidur di kediaman Dominic, saat ini dirinya tengah menyusui putrinya agar segera tertidur.

Cklek!

Alea terkejut mendengar suara pintu terbuka, dia segera melepas mulut putrinya yang sedang menyusu dan merapihkan pakaiannya.

"Oeekk ... Oeekk,"

Alea menghela nafasnya pelan, ternyata Ady yang masuk dengan laptop di tangannya.

"Kenapa? kenapa Ara menangis?" bingung Ady

"Tadi lagi nyusu, aku kaget terus lepas paksa. Jadinya nangis," ujar Alea dan kembali memberikan putrinya asupan.

"Kan aku yang masuk, kenapa harus kaget? kalau yang lain sebelum masuk kamar ini mereka terbiasa mengetuk pintu," terang Ady.

Tangisan Ara terhenti, Alea pun mengusap keringat di dahi sang putri. Ara tampak menatap sang bunda dengan mata polos nya, hal itu membuat Alea tersenyum.

"Alea, uang sekolah Edgar dan segala kebutuhannya kini menjadi tanggung jawabku. Untuk sebulan ku beri dia uang saku lima juta sebulan apakah cukup?" terang Ady dan bertanya pada istrinya itu.

"Itu kebanyakan mas, kamu kasih dia dua puluh ribu sehari itu udah lebih dari cukup kok." ujar Alea sambil sedikit menolehkan kepalanya.

Ady menatap istrinya yang tengah membelakanginya itu, dia menaruh laptopnya di kasur dan menghela nafasnya.

"Kamu tega sama adik kamu? dua puluh ribu di sekolahan elit mana cukup, lagian aku juga mampu," terang Ady.

"Mas tapi ...,"

"Aku gak menerima penolakan," tegas Ady.

Alea akhirnya tidak protes kembali, dia pun menatap sang putri yang ternyata sudah tertidur. Bahkan bibir putrinya sudah tidak menyedot lagi.

Alea menutup dadanya, dia menduduki dirinya dan menggendong putrinya itu.

"Mas," panggil Alea.

"Hm?" gumam Ady sambil menoleh.

"Ara tidur disini gak papa yah, takutnya tengah malam dia bangun seperti di rumah sakit. Jadi aku gak perlu samperin ke box bayinya," pinta Alea.

Ady mengangguk singkat, dia kembali fokus pada layar laptopnya. Sementara Alea memindahkan Ara ke tengah dirinya dan Ady, dia menepuk paha putrinya agar pulas tertidur.

Tak lama Alea pun ikut tidur menyusul putrinya, dia sangat lelah hari ini. Itu sebabnya dia langsung mudah tertidur.

Ady yang saat ini duduk dengan bersandar di kepala ranjang sedikit menoleh menatap istri dan anaknya, ini adalah impiannya. Impiannya saat dia dan Alea masih tinggal satu rumah saat itu dan kini keinginannya menjadi nyata.

Ady pun kembali menyelesaikan pekerjaannya, setelahnya dia menutup laptopnya dan menaruhnya di nakas.

Ady bangkit dari ranjang, dia mendekati lemari Ara yang memang disiapkan khusus untuk putrinya. Dia membuka lemari dan mengambil selimut yang bermotif kuda itu dan kembali ke ranjang.

Ayah baru itu memakaikan selimut pada putrinya yang hanya memakai jumper. Ara pun tak terganggu sehingga Ady merebahkan dirinya dan menarik selimut untuk dia dan istrinya.

Ady pun tertidur menyusul istri dan putrinya, bagai keluarga hangat mereka tertidur dengan tenang.

Tengah malam, Ady terbangun akibat tangisan Ara. Mungkin karena bayi itu lapar sehingga Ady pun menggendongnya.

"Iya, haus yah nak. Bentar yah, ayah panasin dulu susu Ara." ujar Ady sambil bangkit berdiri.

Ady merekatkan selimut anaknya, dia berjalan menuju lemari pendingin kecil yang ada di kamarnya dan membukanya. Dia mengambil satu kantung plastik Asi yang sudah Alea pompa dan memanaskannya.

Ady pun memasukkan susu itu kedalam botol, walau sulit karena satu tangannya dia gunakan untuk menahan tubuh sang putri tetapi Ady tetap berusaha.

"Sebentar yah, nangisnya jangan keras-keras. Kasihan bunda tidur," ujar Ady.

Ady mengecek suhu susu tersebut, setelahnya di pastikan aman. Dia pun memasukkan dot itu pada mulut Ara, Ara pun menyesapnya dengan lahap.

"Mas, Ara bangun yah," tanya Alea yang baru saja terbangun. Dia mengusap pelan matanya dan menduduki dirinya.

"Iya, kamu tidur lagi aja. Besok kamu harus ngurusin keperluan aku," ujar Ady.

Alea menurut, dia juga masih sangat mengantuk. Dia kembali merebahkan dirinya dan tertidur.

Ady tersenyum melihat putrinya yang sudah mengantuk, dia menimang ke kiri dan kanan agar putrinya segera tertidur.

***

Pagi harinya, seperti permintaan Ady. Alea menyiapkan segala keperluan Ady, setelah dia menyusui putrinya dan menaruhnya di ayunan elektrik Alea pun memulai tugasnya menjadi seorang istri.

Cklek!

Pintu kamar mandi terbuka, Ady keluar dengan handuk di pinggang. Alea pun melihat sebentar dan mengalihkan pandangannya.

"Mana bajuku?" tanya Ady sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

"Di atas kasur, aku keluar sebentar mau ambilkan mas kopi," ujar Alea.

Ady pun mengangguk singkat, dia segera mengambil bajunya yang ada di kasur dan memakainya.

Tak lama Alea kembali, dia melihat Ady yang tengah memakai kemejanya.

"Ini kopinya mas," ujar Alea.

Ady menerimanya, dia meminum kopinya tersebut. Sementara Alea, wanita itu mengancingkan kemeja Ady.

"Ara mana?" tanya Ady yang telah selesai dengan kopinya.

Alea mengambil cangkir itu, dia menaruhnya dan mengambil dasi Ady yang terletak di kasur.

"Sama Shaka, lagi anteng di ayunan." jawab Alea sambil memakaikan Ady dasinya.

Ady menatap wajah cantik istrinya, dia mengakui jika Alea sangatlah cantik. Kulit yang putih, bibir yang tipis dan berwarna cherry. Hidung yang mancung, dan pipi yang chubby.

"Masukin kedalam kemejanya mas, aku ambilkan pengering rambut untuk kamu," pinta Alea.

Ady pun merapihkan kemejanya, dia duduk di kasur dan datanglah Alea dengan membawa pengering rambut. Alea dengan telaten mengeringkan rambut Ady, setelah selesai dia mengambil sisir untuk merapihkannya.

"Ayo kita ke ruang makan," pinta Ady.

Alea mengangguk, dua menaruh kembali pengering rambut dan keluar kamar bersama Ady.

Sesampainya di ruang makan, Ady tampak terkejut. Berbeda dengan Alea yang menatap bingung kedua orang tua paruh baya yang duduk di meja makan bersama keluarga yang lain.

"Cucu eyang, sini Ady," seru wanita paruh baya.

Ady tersenyum, dia mendekati wanita itu dan memeluknya. Alea masih mematung di tempat, dia meremas tangannya satu sama lain karena takut pada tatapan pria paruh baya yang sepertinya kakek dari Ady.

"Siapa dia Ady?" tanya pria paruh baya itu.

Seketika suasana berubah menjadi berbeda, Alea merasa tidak enak. Dia bingung ingin berbuat apa.

"Dia istri Ady kek," ujar Ady pada kakek itu.

"Oh, berasal dari kalangan mana? dari keluarga apa?" tanyanya pada Ady.

Tuan Robert Dominic adalah kakek dari Ady, dia merupakan orang yang tegas dan tak terima sedikitpun kesalahan. Dia orang yang sangat keras dalam hal apapun, terlebih Ady merupakan cucu yang paling dia sayang.

"Pi, Alea hanya berasal dari kalangan biasa. Tapi dia baik kok," ujar Ethan pada papinya itu.

"Mana kamu tahu dia baik, bisa saja dia menikah dengan Ady agar menjadi kaya. Dia dan adiknya tinggal disini, enak sekali," ujar Robert.

Amanda mendekati Alea, dia menyuruh Alea mendekat sambil memberi kekuatan agar Alea tidak takut.

"Ck, kenapa kau memilih istri tidak berkelas Ady?" tanya Robert.

"Mas! gak boleh begitu, kau akan menyinggung perasaannya," ujar istri Robert yang bernama Naura.

Robert memutar bola matanya malas, dia bangkit dari duduknya dan menjauh dari ruang makan.

Robert berjalan tanpa tau kemana, dia hanya ingin menenangkan pikirannya. Netranya tak sengaja melihat pintu bercat biru dan dia pun memasukinya.

Tampak Siska sedang bermain dengan Shaka dan Ara, dia sesekali tertawa akibat kelucuan Ara. Berbeda dengan Shaka yang hanya menatapnya dengan wajah datar.

"Siska," panggil Robert sambil berjalan masuk.

"Loh, kakek. Kapan kesini kek," ujar Siska dan memeluk kakeknya itu.

Tatapan Robert mengarah pada dua bayi itu, dia mengerutkan keningnya dan menatap Siska yang kembali duduk di dekat kedua bayi yang sedang berada di ayunan elektriknya.

"Sini kek, lihat cicit kakek," seru Siska.

Robert melepas sepatunya, dia menduduki dirinya di karpet berbulu itu. Tatapannya jatuh lada Ara yang menatapnya dengan polos.

"Kau melahirkan bayi kembar? ku rasa kau hanya melahirkan bayi laki-laki saja, terus bayi siapa ini?" heran Robert.

"Coba tebak," seru Siska.

"Apa kalian menyembunyikan fakta jika kau melahirkan bayi kembar, begitu?" tanya Robert.

Robert mengarahkan jari telunjuknya pada Ara, Ara pun menggenggam jari telunjuk itu dengan tangan mungilnya.

"Apa kakek senang melihat bayi itu?" tanya Siska.

"Yah, dia sangat cantik. Warma matanya mirip denganku, padahal anak-anakku tidak ada yang menuruni mataku. Tapi bayi ini, dia menuruni warna mataku," ujar Robert.

"Itu bukan kembaran Shaka kek, tapi itu sepupunya," ujar Siska.

Robert mengerutkan keningnya.

"Sepupu?"

"Iya, dia anak dari Ady dan Alea. Ara," ujar Siska yang membuat Robert terkejut.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

kakek arogan nii

2025-03-04

0

westi

westi

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

2025-01-15

0

s

s

pada

2024-11-08

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Suami yang tak di hargai
2 Episode 2: melepasnya
3 Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4 Episode 4: Hancurnya Alea
5 Episode 5: Kehamilan Alea
6 Episode 6: Cincin berlian
7 Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8 Judul Novel
9 Episode 8: kontrakan baru
10 Episode 9: Ady yang baru tahu
11 Episode 10: Musibah
12 Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13 Episode 12: Mengambil hak asuh
14 Episode 13: Syarat pilihan Ady
15 Episode 14: Perkara Asi
16 Episode 15: Sayangnya ayah
17 Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18 Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19 Episode 18: Tugas seorang istri
20 Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21 Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22 Episode 21: Little princess
23 Episode 22: Rumor
24 Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25 Episode 24: Angel
26 Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27 Episode 26: Cakaran Shaka
28 Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29 Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30 Episode 29: Arga
31 Episode 30: Dion
32 Episode 31: Bully
33 Episode 32: Gehna
34 Episode 33: persidangan
35 Episode 34: akhir persidangan
36 Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37 Episode 36: Sosok Alea
38 Episode 37: Bar-bar nya Alea
39 Episode 38: Gagal?
40 Episode 39: Romantisnya Ady
41 Episode 41: Edgar
42 Episode 41: ketahuan
43 Episode 42: pasar
44 Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45 Episode 44: Shaka si bayi caper
46 Episode 45: Edgar sakit
47 Episode 46: Kekesalan Alea
48 Episode 47: Keinginan Ara
49 Episode 48: Kekesalan Ady
50 Episode 49: Gimana dengan Arga?
51 Episode 50: Buka puasa
52 Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53 Episode 52: Mommy Arga
54 Episode 53: Hamil lagi?
55 Episode 54: Keputusan 1
56 Episode 55: Keputusan 2
57 Episode 56: Konferensi Pers
58 Episode 57: Bayi gempal
59 Episode 58: Pertengkaran di kantor
60 Episode 59: Keguguran
61 Episode 60: Terkuak
62 Episode 61: Bunga siapa?
63 Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64 Episode 63: Kembaranku
65 Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66 Episode 65: Pindah
67 Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68 Episode 67:
69 Episode 68: Rangga
70 Episode 69: Bagi raport
71 Episode 70: Kasihan Shaka
72 Episode 71: Shaka sakit
73 Episode 72: Introgasi Arga
74 Episode 73: Keputusan Siska
75 Episode 74: Kakak?
76 Episode 75: Kedatangan Dion
77 Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78 Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79 Episode 78: Kesiangan
80 Episode 79: kelakuan Two gembul
81 Episode 80: Gigitan Alea
82 Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83 Episode 82: Opi
84 Episode 83: Adopsi
85 Episode 84: Opi mau
86 Episode 85: Arga di begal
87 Episode 86: Pindah
88 Episode 87
89 Episode 88: Bertemu kembali
90 Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91 Episode 90: kembali
92 Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93 Episode 92: Kekesalan Ara
94 Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95 Episode 94: Kekesalan Ara
96 Episode 95: Di rebut
97 Episode 96: Ungkapan hati Ady
98 Episode 97: Rangga
99 Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100 Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101 Episode 100: Aku akan menikahinya
102 Episode 101: Kesengsaraan Ady
103 Episode 102: Karena berkas kontrak
104 Episode 103: Kekhawatiran Ady
105 Episode 103: Kamu tega mas!
106 Episode 105: Ala kecel
107 Second life of kayla
108 Tamat
109 Season 2
110 S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111 Sky hilang
112 Panik nya satu rumah
113 Di bagi dua hatina Ala
114 Investasi Ara
115 S2: Kesedihan Shaka
116 S2: Jemput Shaka mas!
117 S2: Kemarahan Ady
118 S2: Panggil Ala kakak!
119 S2: menginap di rumah Onty Gehna
120 S2: Salah paham akibat nyontek
121 S2: Main bersama
122 S2: Keributan kakak adik
123 S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124 S2: Merelakan
125 S2: Akhir
126 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127 CINTA YANG BELUM USAI
128 MAFIA DESCENDANT
129 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131 BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132 ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133 KARYA BARU
134 MR. PLANET ONLY MINE!
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Episode 1: Suami yang tak di hargai
2
Episode 2: melepasnya
3
Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4
Episode 4: Hancurnya Alea
5
Episode 5: Kehamilan Alea
6
Episode 6: Cincin berlian
7
Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8
Judul Novel
9
Episode 8: kontrakan baru
10
Episode 9: Ady yang baru tahu
11
Episode 10: Musibah
12
Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13
Episode 12: Mengambil hak asuh
14
Episode 13: Syarat pilihan Ady
15
Episode 14: Perkara Asi
16
Episode 15: Sayangnya ayah
17
Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18
Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19
Episode 18: Tugas seorang istri
20
Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21
Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22
Episode 21: Little princess
23
Episode 22: Rumor
24
Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25
Episode 24: Angel
26
Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27
Episode 26: Cakaran Shaka
28
Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29
Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30
Episode 29: Arga
31
Episode 30: Dion
32
Episode 31: Bully
33
Episode 32: Gehna
34
Episode 33: persidangan
35
Episode 34: akhir persidangan
36
Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37
Episode 36: Sosok Alea
38
Episode 37: Bar-bar nya Alea
39
Episode 38: Gagal?
40
Episode 39: Romantisnya Ady
41
Episode 41: Edgar
42
Episode 41: ketahuan
43
Episode 42: pasar
44
Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45
Episode 44: Shaka si bayi caper
46
Episode 45: Edgar sakit
47
Episode 46: Kekesalan Alea
48
Episode 47: Keinginan Ara
49
Episode 48: Kekesalan Ady
50
Episode 49: Gimana dengan Arga?
51
Episode 50: Buka puasa
52
Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53
Episode 52: Mommy Arga
54
Episode 53: Hamil lagi?
55
Episode 54: Keputusan 1
56
Episode 55: Keputusan 2
57
Episode 56: Konferensi Pers
58
Episode 57: Bayi gempal
59
Episode 58: Pertengkaran di kantor
60
Episode 59: Keguguran
61
Episode 60: Terkuak
62
Episode 61: Bunga siapa?
63
Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64
Episode 63: Kembaranku
65
Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66
Episode 65: Pindah
67
Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68
Episode 67:
69
Episode 68: Rangga
70
Episode 69: Bagi raport
71
Episode 70: Kasihan Shaka
72
Episode 71: Shaka sakit
73
Episode 72: Introgasi Arga
74
Episode 73: Keputusan Siska
75
Episode 74: Kakak?
76
Episode 75: Kedatangan Dion
77
Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78
Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79
Episode 78: Kesiangan
80
Episode 79: kelakuan Two gembul
81
Episode 80: Gigitan Alea
82
Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83
Episode 82: Opi
84
Episode 83: Adopsi
85
Episode 84: Opi mau
86
Episode 85: Arga di begal
87
Episode 86: Pindah
88
Episode 87
89
Episode 88: Bertemu kembali
90
Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91
Episode 90: kembali
92
Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93
Episode 92: Kekesalan Ara
94
Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95
Episode 94: Kekesalan Ara
96
Episode 95: Di rebut
97
Episode 96: Ungkapan hati Ady
98
Episode 97: Rangga
99
Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100
Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101
Episode 100: Aku akan menikahinya
102
Episode 101: Kesengsaraan Ady
103
Episode 102: Karena berkas kontrak
104
Episode 103: Kekhawatiran Ady
105
Episode 103: Kamu tega mas!
106
Episode 105: Ala kecel
107
Second life of kayla
108
Tamat
109
Season 2
110
S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111
Sky hilang
112
Panik nya satu rumah
113
Di bagi dua hatina Ala
114
Investasi Ara
115
S2: Kesedihan Shaka
116
S2: Jemput Shaka mas!
117
S2: Kemarahan Ady
118
S2: Panggil Ala kakak!
119
S2: menginap di rumah Onty Gehna
120
S2: Salah paham akibat nyontek
121
S2: Main bersama
122
S2: Keributan kakak adik
123
S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124
S2: Merelakan
125
S2: Akhir
126
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127
CINTA YANG BELUM USAI
128
MAFIA DESCENDANT
129
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131
BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132
ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133
KARYA BARU
134
MR. PLANET ONLY MINE!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!