Episode 15: Sayangnya ayah

"Kak, aku akan berangkat sekolah," ujar Edgar yang kini rapih dengan pakaian sekolahnya. Dia akan berangkat sekolah dari rumah sakit, setelah pulang nanti dia akan kembali lagi untuk menemani sang kakak.

"Baiklah, hati-hati. Ini uang untuk naik taksi," ujar Alea dan memberikan uang untuk Edgar.

Edgar akan menerimanya, tetapi suara Ady menghentikan mereka.

"Edgar, berangkatlah dengan Razka. Kalian satu sekolah bukan? Razka juga saudaramu, aku akan memintanya untuk berangkat denganmu," ujar Ady yang kini sedang mengerjakan berkas kantornya.

"Jangan mas, itu akan merepotkan. Edgar sudah terbiasa berangkat sendiri, benarkan Edgar?" ujar Alea dan bertanya pada Edgar.

"Iya bang, kak Alea benar," sahut Edgar.

Ady menghela nafasnya, dua melepas kaca mata baca dan menatap mereka dengan datar. Sifat Alea memang tak se-arogan dulu, tetapi sifat keras kepalanya masih melekat hingga kini.

"Aku suamimu, turuti perintahku!" tegas Ady.

Alea terkejut, dia menatap Edgar sembari mengangguk.

"Pergilah dengan Razka, turuti abang iparmu," pinta Alea.

Edgar mengangguk, dia pamit dengan kakak beserta kakak iparnya itu. Setelahnya dia keluar menyusul Razka yang sudah berada di parkiran.

Netra Alea menatap Ady yang kembali memakai kaca matanya dan melihat berkas itu.

Tak lama tangisan Baby Ara terdengar, Alea pun membuka selimutnya dan akan turun dari brankar.

"Diam disitu, biar aku yang melihatnya," ujar Ady.

Ady menyingkirkan berkas di pangkuannya, setelahnya dia berdiri dan berjalan mendekati box bayinya.

"Oeek ... Oeek ...,"

"Iya, sayangnya ayah kenapa? tadikan baru minum susu," ujar Ady.

Ady pun mengecek popok sang anak, ternyata sudah penuh. Dia pun melihat Alea yang sedang menatapnya.

"Popok Ara penuh, aku akan memanggil suster untuk menggantikannya," ujar Ady.

"Biar aku saja," sahut Alea.

"Jahitanmu masih basah dan tidak boleh banyak gerak, jangan keras kepala Alea!" kesal Ady.

Alea merengut kesal, Ady pun menekan tombol merah dan tak lama datanglah seorang suster.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang suster.

"Gantikan popok anak saya," ujar Ady.

Suster itu pun mengangguk, dia segera menggantikan popok Baby Ara. Alea menatap sang anak sambil sesekali bercanda agar sang anak tak rewel.

"Sudah bu, kalau begitu saya kembali dulu," ujar sang suster.

"Terima kasih sus,"

Suster itu pun keluar, Alea mengambil putrinya dari box bayi. Dia melirik Ady yang sedang serius dengan berkasnya.

"Anak bunda, Ara anak bunda yah ... cantik nya bunda." canda Alea pada putrinya sambil sesekali menempelkan hidungnya pada Ara.

"Oaa, Oaa,"

"Apa tidak ada bahasa yang lain? bunda bingung dengan bahasamu sayang," gemas Alea.

Ara tertawa, Alea membenarkan topi bayi yang Ara pakai. Topi berwarna merah mida itu membuat Ara bertambah lucu.

"Sudah berapa kali ku bilang, jangan dulu menggendong Ara. Jahitan ...,"

"Jahitanku belum kering benar? bobot Ara sangat ringan, jangan terlalu lebay," kesal Alea.

Ady menatap Alea tajam, tetapi Alea hanya acuh sambil bermain dengan putrinya.

Cklek!

Netra Alea dan Ady mengarah ke pintu, mereka melihat Siska yang masuk kedalam kamar rawat Alea dengan Nando yang sedang menggendong Shaka.

"Kakak, kenapa kakak kesini?" heran Ady.

"Apa aku salah mengunjungi adik iparku sendiri? lagi pula Alea tak masalah dengan kakak iparnya ini, benarkan Alea?"

Alea tak tahu siapa mereka, dia tak pernah bertemu dengannya.

"Jangan kaget seperti itu, aku kakak iparmu. Kemarin-marin aku tidak sempat menjengukmu karena anak nakal ini menyembunyikan dirimu." ujar Siska sambil mendekati Alea.

Alea memaksa senyumnya, sebenarnya dia sedikit canggung dengan kakak iparnya ini.

"Nona kau ...,"

"Kakak, panggil aku kakak. Kita kan saudara ipar," ujar Siska.

Alea tersenyum begitu pula dengan Siska. Alea menaruh kembali Ara ke dalam boxnya, Setelahnya dia berbincang dengan Siska.

"Kapau kau akan di perbolehkan pulang? aku tidak sabar menunggu kau pulang, dengan begitu dirumah sudah tidak sepi lagi karena ada kau dan Baby Ara," seru Siska.

"Ck, istriku akan kembali ke rumahku kak," ujar Ady.

Siska mendelik menatap adiknya tajam. "Apa kau tidak ingat dengan apa yang dikatakan papah? kau tidak boleh keluar dari kediaman Dominic, jika kau ingin tinggal sendiri yah tinggal saja. Alea akan tinggal dengan kami," kesal Siska.

"Kakak kan akan pulang ke rumah kakak!" gerutu Ady.

"Siapa bilang? aku akan tinggal di kediaman Dominic, mas Nando juga mengizinkan Iya kan mas?" ujar Siska dan meminta jawaban sang suami.

Nando yang telah duduk di sebelah Ady mengangguk, dia tak bisa mengawasi istri dan anaknya 24 jam. Setidaknya kalau istrinya tinggal bersama orang tuanya, kedua orang tersayangnya itu akan terjaga.

"Hai Alea, aku Siska. Pria tidak tau diri itu,"

"KAKAK!"

Alea terkekeh mendengar perdebatan kedua orang ini, dia menggenggam tangan Siska dan menuntunnya untuk duduk di tepi brankarnya.

"Dia pria yang baik, disini posisinya aku yang salah," ujar Alea.

"Tidak-tidak, kau tidak salah. Suamimu yang ..,"

"OAA ... OAAA ...,"

Siska menoleh menatap sang anak yang ada di pangkuan suaminya, ternyata Shaka terbangun akibat keributan yang dirinya buat.

"Mungkin lapar, sebentar akan ku buatkan dulu susunya," ujar Siska.

Hal itu membuat Alea bingung, kenapa harus di buatkan? itu tandanya Siska tidak menyusui anaknya bukan?

"Kenapa gak Asi aja kak?" bingung Alea.

"Oh itu, asiku macet. Jadi terpaksa harus pakai susu formula," ujar Siska.

Alea pun hanya bisa mengangguk, dia memerhatikan Siska yang dengan lihai membuat susu. Selesai membuat Siska pun memberikan botol itu pada bayinya, tetapi Shaka malah membuang kembali susu yang dia minum.

"Kenyang? tadi mas memberinya susu?" tanya Siska pada suaminya yang sedang membersihkan muntahan susu Shaka.

"Tidak, kamu tau sendirikan aku gak tau takarannya," ujar Nando.

"Ini anak dari pagi gak laper apa?" heran Siska.

Tampak Shaka anak yang sangat jarang menangis, dia akan menangis jika popoknya penuh atau mengantuk. Jika lapar dia akan merengek dan tak akan bisa tidur.

"Heekhh,"

"Laper? jangan hak hek hak hek aja, mami laper gitu!" ujar Siska pada putranya yang merengek.

"Kakak itu gimana sih, Shaka masih bayi. Belum bisa ngomong, kalau dia bisa ngomong aku yakin pertama kali yang dia omongin itu minta ganti ibu baru," ujar Ady.

Siska melototkan matanya, suaminya pun melerai mereka yang akan kembali berdebat.

"Ehm kak," panggil Alea.

Siska menoleh, dia mendekati Alea yang akan berbicara dengannya. Namun tampak keraguan dari wajah Alea.

"Aku masih ada stok asi, jika kakak tidak keberatan aku bisa memberikan stok asiku untuk anak kakak. Ta-tapi aku gak ada maksud untuk ...,"

"Kakak mengerti, jika begitu anak kita akan menjadi saudara bukan? benarkan Ady?"

Ady yang mengerti hal itu pun terdiam, dia menatap manik mata istrinya untuk meminta jawaban.

"Bagaimana menurutmu mas? kita bisa minta stok asi pada Alea, lagi pula Shaka menolak meminum susu formula sedari kemarin dia di kasih susu formula hanya meminumnya sedikit bukan?" tanya Siska pada suaminya.

"Sayang, Shaka anak laki-laki pasti nyusunya kuat. Jika asi untuk Ara kurang bagaimana?" tanya Nando kembali.

"NAH BENER TUH, Kalau Anak Gue Kehabisan Susu Gimana? masa mau nyetok sama janda kembang, kan gak lucu,"

Perkataan Ady membuat Ara yang tertidur menjadi terbangun akibat terkejut. Siska pun menatap Ady tajam, sementara sang pelaku hanya berdiri dan berjalan terburu-buru menghampiri sang putri.

"OEEKK OEEEK,"

"OEEK OEEKK,"

"Kenapa Shaka juga ikut menangis?" bingung Nando.

"Anakmu caper pada putriku bang," seru Ady yang sedang menimang putrinya.

Terpopuler

Comments

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Ady kocak juga ternyata....

2024-11-04

1

Erlin

Erlin

Dari bayi sudah sangat dekat

2025-03-04

0

s

s

dia

2024-11-08

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Suami yang tak di hargai
2 Episode 2: melepasnya
3 Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4 Episode 4: Hancurnya Alea
5 Episode 5: Kehamilan Alea
6 Episode 6: Cincin berlian
7 Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8 Judul Novel
9 Episode 8: kontrakan baru
10 Episode 9: Ady yang baru tahu
11 Episode 10: Musibah
12 Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13 Episode 12: Mengambil hak asuh
14 Episode 13: Syarat pilihan Ady
15 Episode 14: Perkara Asi
16 Episode 15: Sayangnya ayah
17 Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18 Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19 Episode 18: Tugas seorang istri
20 Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21 Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22 Episode 21: Little princess
23 Episode 22: Rumor
24 Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25 Episode 24: Angel
26 Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27 Episode 26: Cakaran Shaka
28 Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29 Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30 Episode 29: Arga
31 Episode 30: Dion
32 Episode 31: Bully
33 Episode 32: Gehna
34 Episode 33: persidangan
35 Episode 34: akhir persidangan
36 Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37 Episode 36: Sosok Alea
38 Episode 37: Bar-bar nya Alea
39 Episode 38: Gagal?
40 Episode 39: Romantisnya Ady
41 Episode 41: Edgar
42 Episode 41: ketahuan
43 Episode 42: pasar
44 Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45 Episode 44: Shaka si bayi caper
46 Episode 45: Edgar sakit
47 Episode 46: Kekesalan Alea
48 Episode 47: Keinginan Ara
49 Episode 48: Kekesalan Ady
50 Episode 49: Gimana dengan Arga?
51 Episode 50: Buka puasa
52 Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53 Episode 52: Mommy Arga
54 Episode 53: Hamil lagi?
55 Episode 54: Keputusan 1
56 Episode 55: Keputusan 2
57 Episode 56: Konferensi Pers
58 Episode 57: Bayi gempal
59 Episode 58: Pertengkaran di kantor
60 Episode 59: Keguguran
61 Episode 60: Terkuak
62 Episode 61: Bunga siapa?
63 Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64 Episode 63: Kembaranku
65 Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66 Episode 65: Pindah
67 Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68 Episode 67:
69 Episode 68: Rangga
70 Episode 69: Bagi raport
71 Episode 70: Kasihan Shaka
72 Episode 71: Shaka sakit
73 Episode 72: Introgasi Arga
74 Episode 73: Keputusan Siska
75 Episode 74: Kakak?
76 Episode 75: Kedatangan Dion
77 Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78 Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79 Episode 78: Kesiangan
80 Episode 79: kelakuan Two gembul
81 Episode 80: Gigitan Alea
82 Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83 Episode 82: Opi
84 Episode 83: Adopsi
85 Episode 84: Opi mau
86 Episode 85: Arga di begal
87 Episode 86: Pindah
88 Episode 87
89 Episode 88: Bertemu kembali
90 Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91 Episode 90: kembali
92 Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93 Episode 92: Kekesalan Ara
94 Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95 Episode 94: Kekesalan Ara
96 Episode 95: Di rebut
97 Episode 96: Ungkapan hati Ady
98 Episode 97: Rangga
99 Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100 Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101 Episode 100: Aku akan menikahinya
102 Episode 101: Kesengsaraan Ady
103 Episode 102: Karena berkas kontrak
104 Episode 103: Kekhawatiran Ady
105 Episode 103: Kamu tega mas!
106 Episode 105: Ala kecel
107 Second life of kayla
108 Tamat
109 Season 2
110 S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111 Sky hilang
112 Panik nya satu rumah
113 Di bagi dua hatina Ala
114 Investasi Ara
115 S2: Kesedihan Shaka
116 S2: Jemput Shaka mas!
117 S2: Kemarahan Ady
118 S2: Panggil Ala kakak!
119 S2: menginap di rumah Onty Gehna
120 S2: Salah paham akibat nyontek
121 S2: Main bersama
122 S2: Keributan kakak adik
123 S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124 S2: Merelakan
125 S2: Akhir
126 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127 CINTA YANG BELUM USAI
128 MAFIA DESCENDANT
129 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131 BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132 ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133 KARYA BARU
134 MR. PLANET ONLY MINE!
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Episode 1: Suami yang tak di hargai
2
Episode 2: melepasnya
3
Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4
Episode 4: Hancurnya Alea
5
Episode 5: Kehamilan Alea
6
Episode 6: Cincin berlian
7
Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8
Judul Novel
9
Episode 8: kontrakan baru
10
Episode 9: Ady yang baru tahu
11
Episode 10: Musibah
12
Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13
Episode 12: Mengambil hak asuh
14
Episode 13: Syarat pilihan Ady
15
Episode 14: Perkara Asi
16
Episode 15: Sayangnya ayah
17
Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18
Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19
Episode 18: Tugas seorang istri
20
Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21
Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22
Episode 21: Little princess
23
Episode 22: Rumor
24
Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25
Episode 24: Angel
26
Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27
Episode 26: Cakaran Shaka
28
Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29
Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30
Episode 29: Arga
31
Episode 30: Dion
32
Episode 31: Bully
33
Episode 32: Gehna
34
Episode 33: persidangan
35
Episode 34: akhir persidangan
36
Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37
Episode 36: Sosok Alea
38
Episode 37: Bar-bar nya Alea
39
Episode 38: Gagal?
40
Episode 39: Romantisnya Ady
41
Episode 41: Edgar
42
Episode 41: ketahuan
43
Episode 42: pasar
44
Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45
Episode 44: Shaka si bayi caper
46
Episode 45: Edgar sakit
47
Episode 46: Kekesalan Alea
48
Episode 47: Keinginan Ara
49
Episode 48: Kekesalan Ady
50
Episode 49: Gimana dengan Arga?
51
Episode 50: Buka puasa
52
Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53
Episode 52: Mommy Arga
54
Episode 53: Hamil lagi?
55
Episode 54: Keputusan 1
56
Episode 55: Keputusan 2
57
Episode 56: Konferensi Pers
58
Episode 57: Bayi gempal
59
Episode 58: Pertengkaran di kantor
60
Episode 59: Keguguran
61
Episode 60: Terkuak
62
Episode 61: Bunga siapa?
63
Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64
Episode 63: Kembaranku
65
Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66
Episode 65: Pindah
67
Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68
Episode 67:
69
Episode 68: Rangga
70
Episode 69: Bagi raport
71
Episode 70: Kasihan Shaka
72
Episode 71: Shaka sakit
73
Episode 72: Introgasi Arga
74
Episode 73: Keputusan Siska
75
Episode 74: Kakak?
76
Episode 75: Kedatangan Dion
77
Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78
Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79
Episode 78: Kesiangan
80
Episode 79: kelakuan Two gembul
81
Episode 80: Gigitan Alea
82
Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83
Episode 82: Opi
84
Episode 83: Adopsi
85
Episode 84: Opi mau
86
Episode 85: Arga di begal
87
Episode 86: Pindah
88
Episode 87
89
Episode 88: Bertemu kembali
90
Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91
Episode 90: kembali
92
Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93
Episode 92: Kekesalan Ara
94
Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95
Episode 94: Kekesalan Ara
96
Episode 95: Di rebut
97
Episode 96: Ungkapan hati Ady
98
Episode 97: Rangga
99
Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100
Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101
Episode 100: Aku akan menikahinya
102
Episode 101: Kesengsaraan Ady
103
Episode 102: Karena berkas kontrak
104
Episode 103: Kekhawatiran Ady
105
Episode 103: Kamu tega mas!
106
Episode 105: Ala kecel
107
Second life of kayla
108
Tamat
109
Season 2
110
S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111
Sky hilang
112
Panik nya satu rumah
113
Di bagi dua hatina Ala
114
Investasi Ara
115
S2: Kesedihan Shaka
116
S2: Jemput Shaka mas!
117
S2: Kemarahan Ady
118
S2: Panggil Ala kakak!
119
S2: menginap di rumah Onty Gehna
120
S2: Salah paham akibat nyontek
121
S2: Main bersama
122
S2: Keributan kakak adik
123
S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124
S2: Merelakan
125
S2: Akhir
126
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127
CINTA YANG BELUM USAI
128
MAFIA DESCENDANT
129
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131
BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132
ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133
KARYA BARU
134
MR. PLANET ONLY MINE!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!