Episode 14: Perkara Asi

Amanda tengah berada di ruang rawat sang putri, sedari tadi dia tersenyum pada cucu laki-lakinya.

"Dia sangat mirip denganmu Nando, lihat bahkan dia selalu saja tidur bangun pun ekspresinya selalu datar," ujar Amanda.

Sakha Renaldo Ziven, itulah nama yang di sematkan pada bayi laki-laki itu.

"Iya mah, hanya saja aku sedih. Asiku tidak lancar," lirih Siska.

"Bukan tidak tapi belum, sudahlah jangan terlalu di pikirkan. Dokter juga telah memberimu obat, bersabarlah," ujar Amanda.

Tak lama masuklah Ethan, dia membawa Ara ke dalam kamar rawat Siska. Tatapan bingung dari Nando dan juga Siska mengarah pada Ethan.

"Papah gendong bayi siapa?" bingung Siska.

"Coba tebak?" ujar Ethan sembari mendekati brankar Siska dan menunjukkan wajah Ara yang sangat pulas tertidur.

Siska tampak mengerutkan keningnya, Nando juga ikut melihat. Kemudian mereka saling tatap dengan wajah bingung.

Merasa tak nyaman, Ara mengerjapkan matanya. Sontak saja kedua orang itu terkejut melihat bola mata Ara yang begitu indah, bahkan Siska sampai menutup mulutnya lantaran terkejut.

"MIRIP! MIRIP BANGET SAMA SI ADY CUMAN BEDA WARNA MATA AJA!" seru Siska.

Ara terkejut mendengar suara Siska, tubuhnya ikut tersentak dan setelahnya dia menangis.

"Kau sih pakai acara teriak, nangis kan," kesal Ethan.

"Ya abisnya aku kaget, duplikat Ady banget cuman yang bedain ini versi perempuannya," ujar Siska.

Siska menyadari ucapannya, dia terdiam begitu pula dengan Nando.

"Jangan bilang ini anak Ady?" tanya Siska.

"Ya kenyataannya begitu," enteng Ethan.

Siska menutup mulutnya, dia terkejut mendengar fakta itu. Tak lama pintu pun kembali terbuka, ternyata itu adalah Ady yang kembali dengan botol susu di tangannya.

"DASAR ANAK GAK ADA AKHLAK! BUNTINGIN SIAPA KAMU!" teriak Siska bahkan sampai melemparkan Ady dengan bantal.

Ady menghindar, dia terheran mengapa sang kakak malah melemparinya bantal.

"Kakak kenapa sih?" bingung Ady.

"Jawab kakak siapa yang kamu hamilin hah?!" marah Siska.

"Ya istriku lah, emangnya salah hamilin istri sendiri?" heran Ady dan berjalan mendekati Ethan yang masih sibuk menenangkan Baby Ara.

Siska terdiam, apa yang adiknya maksud dengan istri? sungguh Siska tidak paham.

"Si Ady udah nikah dua tahun lalu pas dia kabur dari rumah, nah beberapa bulan lalu katanya ada masalah berantem deh mereka berdua. Ady balik lagi ke rumah kita dan istrinya di tinggal dan ternyata hamil. Ady baru tahu kemarin," terang Amanda.

Siska menatap tak percaya adiknya, bisa-bisanya sang adik meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil.

Sedangkan Ady hanya acuh, dia mengambil sang anak dari gendongan Ethan dan menimangnya.

"Maaf sayang, tadi ayah ambil susu kamu dulu pada bunda. Iya ... haus hm, anak ayah haus," ujar Ady mengajak Ara berbicara.

Ara langsung menghisap botol itu dengan rakus, Ady pun hanya bisa tersenyum melihat betapa senangnya sang anak meminum susu.

"Terus istri kamu dimana?" tanya Siska.

"Lagi istirahat, tadi jahitannya terbuka. Jadinya dia gak boleh banyak gerak," ujar Ady.

"Pasti kamu kan yang buat dia kayak gitu!" selidik Siska.

Ady mengangguk membenarkan, hal itu membuat Siska semakin geram. Bisa saja Siska memukul Ady jika suaminya itu tidak menahannya, dia tahu bagaimana rasanya hamil apalagi jika tidak ada suami di sampingnya. Bahkan saat Nando pergi ke luar kota, Siska sangat kesulitan tanpa suaminya.

Ady menduduki dirinya disofa sebelah sang mamah, dia menepuk pelan paha sang putri berharap untuk tertidur.

"Kalau udah tidur taruh aja di sebelah Shaka, lagian juga tempat Shaka lumayan lebar," ujar Nando.

"Nggak bang makasih, kalau dia tidur Ady balikin lagi dia ke Alea. Takutnya Alea nyariin," terang Ady.

"Alea itu ... istri kamu?" tanya Siska dan di balas anggukan oleh Ady.

Amanda melihat tangan Ara yang terbebas tanpa sarung tangan, tangan Amanda pun menyentuh tangan Ara.

"Tangan anak kamu dingin loh bang, kok nggak di pakein sarung tangan sih! mana gak di bedong juga!" kesal Amanda.

"Anaknya gerahan mah, di bedong nangis. Di pakein sarung tangan nangis, pas di lepas malah senyum," ujar Ady.

Ady mengambil bantal, dia meletakkan bantal itu di pangkuannya. Setelahnya dia menaruh Ara yang kini sudah tertidur, bahkan susu botol itu telah habis.

"Besok-besok belikan dia gelang gitu kan kelihatan lucu. Tadi mamah mau beli takutnya kegedean," ujar Amanda.

Ady mengangguk, dia akan mendandani sang anak secantik mungkin. Bahkan di rumahnya dia telah menyiapkan kamar khusus untuk sang putri beserta perlengkapannya dengan sangat lengkap.

"Si Razka mana?" tanya Ethan.

"Biasalah, si Edgar kan temen Razka. Mesti sekarang dia ada di ruangan Alea," ujar Amanda.

"Edgar siapanya Alea?" bingung Siska, memang dia tipe orang yang selalu mau tahu.

"Adiknya Alea, dia disini buat jagain kakaknya," terang Ethan.

"Loh, emangnya orang tuanya kemana?" heran Siska.

Nando sudah menatap istrinya, dia takut menyinggung adik iparnya itu. Tapi tatapan Siska seolah-olah apakah dia salah?

"Udah meninggal, sudahlah ... lebih baik Kakak istirahat agar besok bisa pulang," ujar Ady.

Siska mendengus sebal sementara Ady membawa kembali Ara ke gendongannya dan beranjak dari duduknya.

"Aku akan ke kamar Alea," pamit Ady.

Ady pun keluar dari kamar rawat Siska, kamar rawat istrinya yang tak terlalu jauh pun membuat Ady mudah untuk bolak-balik.

Cklek!

Ady memasuki ruang rawat Alea, netranya melihat Edgar dan Razka yang tertidur. Mungkin karena sudah malam juga akhirnya remaja itu kelelahan.

Ady kembali menutup pintu, dia berjalan pelan mendekati box bayi. Ady pun menidurkan Ara dengan pelan, dia pun menepuk dada Ara pelan kala anak itu menggeliat.

"Mas udah balik?"

Ady sontak saja menoleh, ternyata Alea terbangun. Dia lupa jika Alea sangat sensitif dengan suara kecil jika wanita itu tertidur.

"Yah ... tadi dia meminum susunya dan tertidur," ujar Ady.

"Baguslah," ucap Alea.

"Mamah bertanya padaku, apa asimu lancar?"

Pertanyaan Ady membuat Alea bingung menjawab seperti apa, dia akhirnya mengangguk kecil dan Ady pun hanya ber-oh ria.

"Mas mau kemana?" tanya Alea ketika melihat Ady yang akan pergi dari kamarnya.

"Aku akan keluar rumah sakit sebentar untuk membeli kopi, apa kau perlu sesuatu?" tutur Ady.

Alea tampak ragu, dia sangat lapar malam ini. Makanan rumah sakit sangat tidak enak menurutnya, jadinya dia hanya memakan sedikit tadi.

"Bo-boleh aku meminta tolong?" tanya Alea.

Ady menaikkan satu alisnya seakan bertanya.

"Aku lapar, bisakah mas belikan aku nasi goreng. Tak perlu yang di resto, cukup di pinggir jalan saja," lanjut Alea.

Ady mengangguk, dia keluar untuk membeli kopi dan pesanan Alea.

Alea pun menunggu sembari mengelus pipi sang putri karena box bayi itu tepat di sebelah brankarnya.

Cukup lama menunggu Ady pun kembali, dia membawa paper bag resto dan hal itu membuat Alea bingung.

"Nih pesenan kamu," ujar Ady setelah mengambil kopi dari paper bag yang ia bawa tadi.

"Tadikan aku bilang yang di pinggir jalan aja, kok di resto mahal sih mas," ujar Alea dengan terheran.

"Apa yang kau makan, itu akan berpengaruh pada asimu. Aku tidak mau putriku sakit akibat kamu yang memakan makanan yang tidak higenis,"

Alea membulatkan mulutnya, dari mana Ady tau hal itu? padahal dirinya sama sekali tak tahu jika makan makanan pinggir jalan akan mempengaruhi asinya.

"Tutup mulutmu, bisa-bisa nyamuk masuk," ujar Ady.

Banyak yang minta double up, ngantuk-ngantuk aku buat nih. Jangan lupa like and komennya loh, author nahan ngantuk demi kalian nih😴😴

Terpopuler

Comments

Ika Maimunah

Ika Maimunah

ha ha dh mulai td ketus kn si afy.. eemmmm

2025-01-21

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Next Kak Othor....sambil nunggu Ady bucin...🤭🤭🤭

2024-11-04

0

flowers city

flowers city

🥰🥰🥰🥰🥰🥰

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Suami yang tak di hargai
2 Episode 2: melepasnya
3 Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4 Episode 4: Hancurnya Alea
5 Episode 5: Kehamilan Alea
6 Episode 6: Cincin berlian
7 Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8 Judul Novel
9 Episode 8: kontrakan baru
10 Episode 9: Ady yang baru tahu
11 Episode 10: Musibah
12 Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13 Episode 12: Mengambil hak asuh
14 Episode 13: Syarat pilihan Ady
15 Episode 14: Perkara Asi
16 Episode 15: Sayangnya ayah
17 Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18 Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19 Episode 18: Tugas seorang istri
20 Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21 Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22 Episode 21: Little princess
23 Episode 22: Rumor
24 Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25 Episode 24: Angel
26 Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27 Episode 26: Cakaran Shaka
28 Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29 Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30 Episode 29: Arga
31 Episode 30: Dion
32 Episode 31: Bully
33 Episode 32: Gehna
34 Episode 33: persidangan
35 Episode 34: akhir persidangan
36 Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37 Episode 36: Sosok Alea
38 Episode 37: Bar-bar nya Alea
39 Episode 38: Gagal?
40 Episode 39: Romantisnya Ady
41 Episode 41: Edgar
42 Episode 41: ketahuan
43 Episode 42: pasar
44 Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45 Episode 44: Shaka si bayi caper
46 Episode 45: Edgar sakit
47 Episode 46: Kekesalan Alea
48 Episode 47: Keinginan Ara
49 Episode 48: Kekesalan Ady
50 Episode 49: Gimana dengan Arga?
51 Episode 50: Buka puasa
52 Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53 Episode 52: Mommy Arga
54 Episode 53: Hamil lagi?
55 Episode 54: Keputusan 1
56 Episode 55: Keputusan 2
57 Episode 56: Konferensi Pers
58 Episode 57: Bayi gempal
59 Episode 58: Pertengkaran di kantor
60 Episode 59: Keguguran
61 Episode 60: Terkuak
62 Episode 61: Bunga siapa?
63 Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64 Episode 63: Kembaranku
65 Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66 Episode 65: Pindah
67 Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68 Episode 67:
69 Episode 68: Rangga
70 Episode 69: Bagi raport
71 Episode 70: Kasihan Shaka
72 Episode 71: Shaka sakit
73 Episode 72: Introgasi Arga
74 Episode 73: Keputusan Siska
75 Episode 74: Kakak?
76 Episode 75: Kedatangan Dion
77 Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78 Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79 Episode 78: Kesiangan
80 Episode 79: kelakuan Two gembul
81 Episode 80: Gigitan Alea
82 Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83 Episode 82: Opi
84 Episode 83: Adopsi
85 Episode 84: Opi mau
86 Episode 85: Arga di begal
87 Episode 86: Pindah
88 Episode 87
89 Episode 88: Bertemu kembali
90 Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91 Episode 90: kembali
92 Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93 Episode 92: Kekesalan Ara
94 Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95 Episode 94: Kekesalan Ara
96 Episode 95: Di rebut
97 Episode 96: Ungkapan hati Ady
98 Episode 97: Rangga
99 Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100 Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101 Episode 100: Aku akan menikahinya
102 Episode 101: Kesengsaraan Ady
103 Episode 102: Karena berkas kontrak
104 Episode 103: Kekhawatiran Ady
105 Episode 103: Kamu tega mas!
106 Episode 105: Ala kecel
107 Second life of kayla
108 Tamat
109 Season 2
110 S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111 Sky hilang
112 Panik nya satu rumah
113 Di bagi dua hatina Ala
114 Investasi Ara
115 S2: Kesedihan Shaka
116 S2: Jemput Shaka mas!
117 S2: Kemarahan Ady
118 S2: Panggil Ala kakak!
119 S2: menginap di rumah Onty Gehna
120 S2: Salah paham akibat nyontek
121 S2: Main bersama
122 S2: Keributan kakak adik
123 S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124 S2: Merelakan
125 S2: Akhir
126 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127 CINTA YANG BELUM USAI
128 MAFIA DESCENDANT
129 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131 BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132 ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133 KARYA BARU
134 MR. PLANET ONLY MINE!
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Episode 1: Suami yang tak di hargai
2
Episode 2: melepasnya
3
Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4
Episode 4: Hancurnya Alea
5
Episode 5: Kehamilan Alea
6
Episode 6: Cincin berlian
7
Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8
Judul Novel
9
Episode 8: kontrakan baru
10
Episode 9: Ady yang baru tahu
11
Episode 10: Musibah
12
Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13
Episode 12: Mengambil hak asuh
14
Episode 13: Syarat pilihan Ady
15
Episode 14: Perkara Asi
16
Episode 15: Sayangnya ayah
17
Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18
Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19
Episode 18: Tugas seorang istri
20
Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21
Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22
Episode 21: Little princess
23
Episode 22: Rumor
24
Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25
Episode 24: Angel
26
Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27
Episode 26: Cakaran Shaka
28
Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29
Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30
Episode 29: Arga
31
Episode 30: Dion
32
Episode 31: Bully
33
Episode 32: Gehna
34
Episode 33: persidangan
35
Episode 34: akhir persidangan
36
Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37
Episode 36: Sosok Alea
38
Episode 37: Bar-bar nya Alea
39
Episode 38: Gagal?
40
Episode 39: Romantisnya Ady
41
Episode 41: Edgar
42
Episode 41: ketahuan
43
Episode 42: pasar
44
Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45
Episode 44: Shaka si bayi caper
46
Episode 45: Edgar sakit
47
Episode 46: Kekesalan Alea
48
Episode 47: Keinginan Ara
49
Episode 48: Kekesalan Ady
50
Episode 49: Gimana dengan Arga?
51
Episode 50: Buka puasa
52
Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53
Episode 52: Mommy Arga
54
Episode 53: Hamil lagi?
55
Episode 54: Keputusan 1
56
Episode 55: Keputusan 2
57
Episode 56: Konferensi Pers
58
Episode 57: Bayi gempal
59
Episode 58: Pertengkaran di kantor
60
Episode 59: Keguguran
61
Episode 60: Terkuak
62
Episode 61: Bunga siapa?
63
Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64
Episode 63: Kembaranku
65
Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66
Episode 65: Pindah
67
Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68
Episode 67:
69
Episode 68: Rangga
70
Episode 69: Bagi raport
71
Episode 70: Kasihan Shaka
72
Episode 71: Shaka sakit
73
Episode 72: Introgasi Arga
74
Episode 73: Keputusan Siska
75
Episode 74: Kakak?
76
Episode 75: Kedatangan Dion
77
Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78
Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79
Episode 78: Kesiangan
80
Episode 79: kelakuan Two gembul
81
Episode 80: Gigitan Alea
82
Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83
Episode 82: Opi
84
Episode 83: Adopsi
85
Episode 84: Opi mau
86
Episode 85: Arga di begal
87
Episode 86: Pindah
88
Episode 87
89
Episode 88: Bertemu kembali
90
Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91
Episode 90: kembali
92
Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93
Episode 92: Kekesalan Ara
94
Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95
Episode 94: Kekesalan Ara
96
Episode 95: Di rebut
97
Episode 96: Ungkapan hati Ady
98
Episode 97: Rangga
99
Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100
Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101
Episode 100: Aku akan menikahinya
102
Episode 101: Kesengsaraan Ady
103
Episode 102: Karena berkas kontrak
104
Episode 103: Kekhawatiran Ady
105
Episode 103: Kamu tega mas!
106
Episode 105: Ala kecel
107
Second life of kayla
108
Tamat
109
Season 2
110
S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111
Sky hilang
112
Panik nya satu rumah
113
Di bagi dua hatina Ala
114
Investasi Ara
115
S2: Kesedihan Shaka
116
S2: Jemput Shaka mas!
117
S2: Kemarahan Ady
118
S2: Panggil Ala kakak!
119
S2: menginap di rumah Onty Gehna
120
S2: Salah paham akibat nyontek
121
S2: Main bersama
122
S2: Keributan kakak adik
123
S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124
S2: Merelakan
125
S2: Akhir
126
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127
CINTA YANG BELUM USAI
128
MAFIA DESCENDANT
129
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131
BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132
ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133
KARYA BARU
134
MR. PLANET ONLY MINE!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!