Episode 11: Bayi itu ... anak abang?

"EDGAR!" panggil Razka.

Edgar pun menoleh, dia segera menarik Razka untuk berbicara pada dokter dan juga suster.

"Lihat mereka hiks ... bahkan mereka mengabaikan kakakku yang sudah tidak sadarkan diri," isak Edgar.

"Kau tenanglah dulu, aku akan berbicara pada dokter itu," ujar Razka.

Edgar mengangguk, dia melihat Razka yang berbincang pada sang dokter. Dokter itu mengangguk, dia beserta suster segera masuk ke ruang oprasi dan mulai mengoprasi Alea.

"Kau tunggu disini, aku akan membayar oprasi kakakmu. Oh iya, siapa nama kakakmu?" tanya Razka.

"Alea, sebut saja Alea," ujar Edgar.

Razka mengangguk, dia pun segera pergi menuju pembayaran. Sementara Edgar, mulutnya selaku merapalkan doa agar ponakan dan sang kakak selamat.

"Tolong bertahan kak, kamu satu-satunya keluarga yang aku miliki. Jangan tinggalkan Ed kak hiks ... hiks ...,"

Tak lama Razka kembali, dia duduk di sebelah Edgar yang sedang menutup wajahnya. Razka tahu jika teman dekatnya yang merupakan sahabatnya ini menangis.

Semenjak Edgar pindah ke sekolah Razka, Razka merasa dirinya memiliki seorang sahabat yang tak pernah memandang uangnya. Edgar sangat tulus berteman dengannya tampa berharap apapun darinya.

"OEK ... OEEK ... OEEKK,"

Tangisan bayi menggema, Razka tersenyum haru. Dia menatap Edgar yang tengah terkejut.

"Ponakanmu lahir, selamat Edgar! kita berdua sama-sama menjadi om!" seru Razka.

"Hanya aku bukan kau!" sinis Edgar.

"Ck, kakakku juga tadi melahirkan. Malah aku duluan yang telah menjadi om," kesal Razka.

Razka merasa lega, Edgar sudah kembali pada sifatnya yang selalu cuek bukan lagi cengeng. Itu artinya beban Edgar sedikit menghilang.

Cklek!

Edgar segera berdiri saat mendengar suara pintu, dia mendekati dokter yang tengah menggendong bayi.

"Dimana suaminya?" tanya sang dokter.

"Ehm suaminya sedang sibuk dok, apa bisa aku menggendongnya?" tanya Edgar.

Sang dokter pun mengangguk, dia memberikan bayi yang sedang tertidur itu di pelukan Edgar. Edgar pun mendekati mulutnya pada sang ponakan, dia menyebut nama sang ponakan yang telah kakaknya siapkan.

"Chiara Elmira Zeinaya," bisik Edgar.

Bayi tersebut tampak gembul, walau dia di lahirkan sebelum waktunya tetapi tidak mengalami kekurangan berat badan. Bayi itu juga sehat dan normal tanpa kekurangan apapun.

"DOK! PASIEN KEHILANGAN DETAK JANTUNGNYA!" teriak sang suster.

Dokter tersebut terkejut, dia kembali masuk. Tubuh Edgar terasa lemas, dia menatap Razka dengan netra berkaca-kaca.

"A-aku tidak sanggup," lirih Edgar

Razka segera mengambil baby Ara di gendongan Edgar, sementara Edgar menerobos masuk untuk melihat kakaknya.

Netra Edgar melihat sang kakak yang sedang di lakukan pacu jantung, berkali-kali sang dokter mencoba untuk mengembalikan detak jantung sang kakak.

"KAKAK! HIKS KAKAK! BANGUN KAK! ED HANYA PUNYA KAKAK HIKS ... NANTI ED SAMA SIAPA? ARA ... ARA SAMA SIAPA KAK?! dia masih butuh sosok ibu kak," histeris Edgar.

"Maaf, anda di larang masuk. Biarkan pasien kami tangani," ujar sang suster.

Edgar menatap suster tersebut dengan tatapan penuh amarah, dirinya berpikir jika sang kakak tidak telat mendapat penanganan pasti tidak akan terjadi seperti ini.

"JIKA SAJA KALIAN TIDAK MATA DUITAN, PASTI KAKAKKU SELAMAT! KALIAN DOKTER DAN SUSTER, TUGAS KALIAN MENGOBATI!" sentak Edgar.

"Tolong kerja samanya," ujar sang suter

"Jika kau menyuruhku keluar, aku bisa saja menuntut dokter dan suster yang ada di ruang oprasi ini atas kejadian yang menimpa kakakku!" ancam Edgar.

Sang suster pun menoleh ke arah rekannya, rekannya pun mengangguk. Jika tidak, mereka bisa saja terkena masalah.

Sedangkan di luar, Razka tampak menimang bayi cantik itu. Dia mengayunkannya ke kanan dan ke kiri membuat bayi itu semakin pulas.

"Razka!"

"Eh abang," ujar Razka saat Ady menghampirinya.

Netra Ady terfokus pada bayi berselimut putih di gendongan adiknya. Bayi itu tampak sangat cantik, bibirnya yabg berwarna pink alami. Pipi bulatnya dan jiga rambut coklatnya Di tambah kulitnya yang sangat putih membuat siapa saja yang melihat memekik gemas.

"Razka, bayi siapa yang kau gendong?" heran Ady.

"Oh ini, ini ponakan sahabat ku bang. Dia cantikkan? Tadi sahabatku juga bilang terima kasih sama abang karena sudah membantu membayar persalinan kakaknya." ujar Razka seraya tersenyum.

Ady merasa tertarik dengan bayi itu, dia mengulurkan tangannya untuk mengelus pipi bulat bayi itu tetapi dia malah membuat bayi tersebut terbangun.

"Wah, Ara kau bangun? Padahal sedari tadi dia sangat pulas tertidur," antusias Razka.

"Ara?" tanya Ady.

"iya, namanya Chiara Elmira Zeinaya." ujar Razka yang mana membuat Ady mematung.

Pintu ruang oprasi terbuka, Razka langsung menolehkan kepalanya. Sementara Ady masih fokus pada baby Ara yang menggeliat tak nyaman.

"Bagaimana? Apakah kakakmu baik-baik saja?" tanya Razka.

"Yah, dia akhirnya bertahan untuk putrinya," ujar Edgar.

Jantung Ady serasa berhenti berdetak, dia sangat hafal suara itu walau beberapa bulan ini tak lagi mendengarnya. Dengan perlahan Ady membalikkan tubuhnya untuk memastikan apa yang dia pikirkan adalah salah.

Ternyata benar, itu adalah adik iparnya. Edgar pun tak jauh beda dengan Ady, dia terdiam kaku melihat Ady yang ada di hadapannya.

"Maaf, bayinya akan kami tempati di ruang bayi," ujar sang suster.

Razka mengangguk, dia menyerahkan baby Ara pada suster. Sementara Ady dan Edgar masih saling tatap menatap, pantas saja perasaan Ady tidak enak.

Tak lama brankar Alea keluar, dokter pun memindahkannya ke ruang rawat yang sudah Razka bayar tadi.

Kini kedua orang itu masih saling menatap, hingga akhirnya Ady memecah keheningan.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Ady.

"Baik, abang sendiri?" tanya balik Edgar.

Ady mengangguk, sedangkan Razka terlihat bingung. Dia tak tahu jika dua orang di depannya ini saling mengenal.

"Bayi itu ... anak abang?" tanya Ady dengan mata yang kini berkaca-kaca.

Edgar mengangguk kaku, Ady yang melihat hal itu tak sanggup menahan air matanya. Dia menangis sambil menutup wajahnya dengan satu tangan.

"Anak abang? ini apa sih maksudnya? kok abang nangis?" bingung Razka.

"Kenapa?" tanya Ady sambil menjauhkan tangannya dari wajahnya.

Edgar memalingkan wajahnya sedangkan Razka mengernyit bingung sambil menatap keduanya bergantian.

"Kenapa kamu dan kakakmu menyembunyikan hal sebesar ini dari abang? abang berhak tau ... abang masih suami kakakmu!" kecewa Ady.

"Maaf," ujar Edgar.

"Ini maksudnya bagaimana sih? bang, maksudnya gimana ini? abang hamilin kakaknya teman Raz?" tanya Razka.

Ady menatap adiknya itu dengan air mata yang mengalir, dia menghapusnya dan menatap sang adik dengan sendu.

"Nanti abang ceritakan, abang akan mengurus anak abang dulu," ujar Ady.

"Bang," panggil Edgar.

Ady berbalik menatap Edgar. "Jangan ambil Ara bang, hanya Ara yang menjadi semangat hidup kakak," sendu Edgar karena merasa takut akan niat Ady.

Ady mensejajarkan tubuhnya pada Edgar, dia menepuk bahu Edgar beberapa kali dan menatap remaja itu dengan datar.

"Kau tidak tau siapa identitasku sebenarnya Ed, Ara adalah anak kandung abang. Abang berhak membawa dia dan mengambil hak asuhnya dengan mudah karena abang adalah Adyatma Putra Dominic, jelas kau tau siapa itu," ujar Ady dan pergi meninggalkan Edgar yang mematung.

"Adyatma ... penerus keluarga Dominic? bang putra ... dia ... abang kandungmu Raz?" kaget Edgar.

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

itu juga ponakan mu Razka selamat juga untukmu ya

2024-11-13

0

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

😐

2024-05-14

1

Leng Loy

Leng Loy

Kok malah mau ngambil Ara dari Alea gimana sech egois bgt kamu,ga tau perjuangan Ara waktu hamil 🤦

2024-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Suami yang tak di hargai
2 Episode 2: melepasnya
3 Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4 Episode 4: Hancurnya Alea
5 Episode 5: Kehamilan Alea
6 Episode 6: Cincin berlian
7 Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8 Judul Novel
9 Episode 8: kontrakan baru
10 Episode 9: Ady yang baru tahu
11 Episode 10: Musibah
12 Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13 Episode 12: Mengambil hak asuh
14 Episode 13: Syarat pilihan Ady
15 Episode 14: Perkara Asi
16 Episode 15: Sayangnya ayah
17 Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18 Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19 Episode 18: Tugas seorang istri
20 Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21 Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22 Episode 21: Little princess
23 Episode 22: Rumor
24 Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25 Episode 24: Angel
26 Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27 Episode 26: Cakaran Shaka
28 Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29 Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30 Episode 29: Arga
31 Episode 30: Dion
32 Episode 31: Bully
33 Episode 32: Gehna
34 Episode 33: persidangan
35 Episode 34: akhir persidangan
36 Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37 Episode 36: Sosok Alea
38 Episode 37: Bar-bar nya Alea
39 Episode 38: Gagal?
40 Episode 39: Romantisnya Ady
41 Episode 41: Edgar
42 Episode 41: ketahuan
43 Episode 42: pasar
44 Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45 Episode 44: Shaka si bayi caper
46 Episode 45: Edgar sakit
47 Episode 46: Kekesalan Alea
48 Episode 47: Keinginan Ara
49 Episode 48: Kekesalan Ady
50 Episode 49: Gimana dengan Arga?
51 Episode 50: Buka puasa
52 Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53 Episode 52: Mommy Arga
54 Episode 53: Hamil lagi?
55 Episode 54: Keputusan 1
56 Episode 55: Keputusan 2
57 Episode 56: Konferensi Pers
58 Episode 57: Bayi gempal
59 Episode 58: Pertengkaran di kantor
60 Episode 59: Keguguran
61 Episode 60: Terkuak
62 Episode 61: Bunga siapa?
63 Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64 Episode 63: Kembaranku
65 Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66 Episode 65: Pindah
67 Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68 Episode 67:
69 Episode 68: Rangga
70 Episode 69: Bagi raport
71 Episode 70: Kasihan Shaka
72 Episode 71: Shaka sakit
73 Episode 72: Introgasi Arga
74 Episode 73: Keputusan Siska
75 Episode 74: Kakak?
76 Episode 75: Kedatangan Dion
77 Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78 Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79 Episode 78: Kesiangan
80 Episode 79: kelakuan Two gembul
81 Episode 80: Gigitan Alea
82 Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83 Episode 82: Opi
84 Episode 83: Adopsi
85 Episode 84: Opi mau
86 Episode 85: Arga di begal
87 Episode 86: Pindah
88 Episode 87
89 Episode 88: Bertemu kembali
90 Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91 Episode 90: kembali
92 Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93 Episode 92: Kekesalan Ara
94 Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95 Episode 94: Kekesalan Ara
96 Episode 95: Di rebut
97 Episode 96: Ungkapan hati Ady
98 Episode 97: Rangga
99 Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100 Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101 Episode 100: Aku akan menikahinya
102 Episode 101: Kesengsaraan Ady
103 Episode 102: Karena berkas kontrak
104 Episode 103: Kekhawatiran Ady
105 Episode 103: Kamu tega mas!
106 Episode 105: Ala kecel
107 Second life of kayla
108 Tamat
109 Season 2
110 S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111 Sky hilang
112 Panik nya satu rumah
113 Di bagi dua hatina Ala
114 Investasi Ara
115 S2: Kesedihan Shaka
116 S2: Jemput Shaka mas!
117 S2: Kemarahan Ady
118 S2: Panggil Ala kakak!
119 S2: menginap di rumah Onty Gehna
120 S2: Salah paham akibat nyontek
121 S2: Main bersama
122 S2: Keributan kakak adik
123 S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124 S2: Merelakan
125 S2: Akhir
126 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127 CINTA YANG BELUM USAI
128 MAFIA DESCENDANT
129 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131 BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132 ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133 KARYA BARU
134 MR. PLANET ONLY MINE!
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Episode 1: Suami yang tak di hargai
2
Episode 2: melepasnya
3
Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4
Episode 4: Hancurnya Alea
5
Episode 5: Kehamilan Alea
6
Episode 6: Cincin berlian
7
Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8
Judul Novel
9
Episode 8: kontrakan baru
10
Episode 9: Ady yang baru tahu
11
Episode 10: Musibah
12
Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13
Episode 12: Mengambil hak asuh
14
Episode 13: Syarat pilihan Ady
15
Episode 14: Perkara Asi
16
Episode 15: Sayangnya ayah
17
Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18
Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19
Episode 18: Tugas seorang istri
20
Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21
Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22
Episode 21: Little princess
23
Episode 22: Rumor
24
Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25
Episode 24: Angel
26
Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27
Episode 26: Cakaran Shaka
28
Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29
Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30
Episode 29: Arga
31
Episode 30: Dion
32
Episode 31: Bully
33
Episode 32: Gehna
34
Episode 33: persidangan
35
Episode 34: akhir persidangan
36
Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37
Episode 36: Sosok Alea
38
Episode 37: Bar-bar nya Alea
39
Episode 38: Gagal?
40
Episode 39: Romantisnya Ady
41
Episode 41: Edgar
42
Episode 41: ketahuan
43
Episode 42: pasar
44
Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45
Episode 44: Shaka si bayi caper
46
Episode 45: Edgar sakit
47
Episode 46: Kekesalan Alea
48
Episode 47: Keinginan Ara
49
Episode 48: Kekesalan Ady
50
Episode 49: Gimana dengan Arga?
51
Episode 50: Buka puasa
52
Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53
Episode 52: Mommy Arga
54
Episode 53: Hamil lagi?
55
Episode 54: Keputusan 1
56
Episode 55: Keputusan 2
57
Episode 56: Konferensi Pers
58
Episode 57: Bayi gempal
59
Episode 58: Pertengkaran di kantor
60
Episode 59: Keguguran
61
Episode 60: Terkuak
62
Episode 61: Bunga siapa?
63
Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64
Episode 63: Kembaranku
65
Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66
Episode 65: Pindah
67
Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68
Episode 67:
69
Episode 68: Rangga
70
Episode 69: Bagi raport
71
Episode 70: Kasihan Shaka
72
Episode 71: Shaka sakit
73
Episode 72: Introgasi Arga
74
Episode 73: Keputusan Siska
75
Episode 74: Kakak?
76
Episode 75: Kedatangan Dion
77
Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78
Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79
Episode 78: Kesiangan
80
Episode 79: kelakuan Two gembul
81
Episode 80: Gigitan Alea
82
Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83
Episode 82: Opi
84
Episode 83: Adopsi
85
Episode 84: Opi mau
86
Episode 85: Arga di begal
87
Episode 86: Pindah
88
Episode 87
89
Episode 88: Bertemu kembali
90
Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91
Episode 90: kembali
92
Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93
Episode 92: Kekesalan Ara
94
Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95
Episode 94: Kekesalan Ara
96
Episode 95: Di rebut
97
Episode 96: Ungkapan hati Ady
98
Episode 97: Rangga
99
Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100
Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101
Episode 100: Aku akan menikahinya
102
Episode 101: Kesengsaraan Ady
103
Episode 102: Karena berkas kontrak
104
Episode 103: Kekhawatiran Ady
105
Episode 103: Kamu tega mas!
106
Episode 105: Ala kecel
107
Second life of kayla
108
Tamat
109
Season 2
110
S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111
Sky hilang
112
Panik nya satu rumah
113
Di bagi dua hatina Ala
114
Investasi Ara
115
S2: Kesedihan Shaka
116
S2: Jemput Shaka mas!
117
S2: Kemarahan Ady
118
S2: Panggil Ala kakak!
119
S2: menginap di rumah Onty Gehna
120
S2: Salah paham akibat nyontek
121
S2: Main bersama
122
S2: Keributan kakak adik
123
S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124
S2: Merelakan
125
S2: Akhir
126
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127
CINTA YANG BELUM USAI
128
MAFIA DESCENDANT
129
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131
BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132
ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133
KARYA BARU
134
MR. PLANET ONLY MINE!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!