Episode 10: Musibah

Seorang wanita hamil tengah menyiapkan banyak sekali box nasi, dengan perutnya yang sudah sangat besar. Dia masih harus menyiapkan usaha cateringnya, dengan di bantu oleh Edgar usaha catering kecil-kecilan itu pun berjalan.

Kehidupan mereka sedikit-sedikit mulai berubah, Alea pun mempelajari kehidupannya saat ini. Betapa bersyukurnya ia masih di berikan kesempatan untuk menata kehidupannya kembali.

"Kak, Ed udah bilang kan. Biar Ed aja yang antar, kehamilan kakak udah besar ... Ed takut kakak kenapa-napa," ujar Edgar yang baru datang dari dapur.

"Gak Ed, kakak yang tau lokasinya. Udah, mending kamu angkat ini semua ke mobil di depan. Tadi kakak udah sewa mobil karena ini pesanannya banyak banget," ujar Alea.

Edgar pun menghela nafasnya, kakaknya sangat keras kepala. Dia pun mengangkat tumpukan box itu keluar dengan bergantian, sedangkan Alea dia menghitung kembali total semua nasi box itu.

"Lima puluh, pas!" seru Alea.

Alea pun memakai tas selempangnya, setelahnya dia memakai sendal sepatunya. Awalnya Alea kesulitan akibat perut yang menghalanginya, tetapi Edgar datang dan membantunya memakaikan sendal.

"Terima kasih Ed," ujar Alea.

"Tentu," ujar Edgar dan kembali melanjutkan kerjaannya.

Setelah selesai semua, Edgar dan Alea memasuki mobil. Mereka menuju lokasi orang yang mengorder, dengan bantuan maps mereka pun berangkat.

Saat hampir sampai, sang supir terlihat bingung karena sedari tadi mereka tidak melihat rumah. Hanya ada tanah kosong dan juga bangunan yang sudah tidak layak huni.

"Maaf mbak, benar ini lokasinya?" ragu sang supir.

Alea pun ragu, sedari tadi dia mengecek lokasi dan benar sesuai dengan yang di berikan padanya.

"Bener kok pak," ujar Alea.

"Kak, coba telpon orangnya," ujar Edgar berusaha tenang.

Alea mengangguk, dia mencoba menghubungi orang tersebut. Namun, hanya suara operator yang dirinya dengar.

"Gak aktif dek," panik Alea.

Edgar pun mengambil ponsel kakaknya, dia mencoba menghubungi dan hasilnya pun sama.

"Mbaknya di tipu tuh, jaman sekarang lagi banyak penipuan mbak. Hati-hati makanya," ujar sang supir.

"Bapak jangan buat kakak saya tambah panik dong!" kesal Edgar.

Edgar menenangkan Alea yang kini sudah terisak, mereka hanya pengusaha kecil. Bukan modal yang sedikit membuat catering seperti itu.

"Ed, uang kita gimana? mana uang yang di pinjam teman kakak belum di balikin," panik Alea.

"Mungkin memang belum rezeki kita, lebih baik kita pulang yah," bujuk Edgar.

"Pak! kita pulang sekarang," pinta Edgar.

Akhirnya mereka pun kembali, di perjalanan pun Alea masih memikirkan kerugiannya. Edgar hanya bisa menenangkan sang kakak, dirinya pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Saat di lampu merah, netra Alea menatap pengemis jalanan. Dia berpikir jika nasi boxnya tidak bisa di jual, lalu mau dia apakan?

"Pak, menepi yah ke pengemis itu," pinta Alea.

Sang supir pun mengangguk, mobilnya yang memang berada di ujung dengan mudah menepi. Alea pun meminta Edgar membuka bagasi dan dia pun keluar.

"Ehm maaf, kami ada sedikit rezeki. Ini tolong di bagikan juga sama yang lain yah," ujar Alea saat Edgar menaruh tumpukan nasi box itu di depan pengemis.

"Makasih banyak bu, makasih ... semoga kebaikan ibu di balas sama yang di atas," ujar pengemis itu.

Alea tersenyum, dia menarik tangan Edgar untuk kembali ke mobil. Namun, netra Alea melihat seorang pemotor yang ugal-ugalan menuju ke arahnya. Alea yang terkejut pun sontak mendorong Edgar, sehingga dia yang terserempet dan terjatuh hingga perutnya membentur trotoar.

BRUGH!

"KAKAK!" teriak Edgar.

Edgar langsung berlari menghampiri sang kakak, dia membantu sang kakak duduk. Tetapi Alea meringis sakit sambil memegangi perutnya.

"Kak bertahanlah, kita akan kerumah sakit," ujar Edgar.

"Awshhh, sakit ...," lirih Alea.

"Pak, tolong bantu kakak saya masuk ke taksi itu pak," pinta Edgar pada seorang pria yang membantu mereka.

Bapak tersebut mengangguk, dia menggendong Alea menuju taksi yang terparkir. Edgar pun mengikuti dari belakang, setelah Alea masuk Edgar langsung mengucapkan terima kasih dan dirinya pun masuk ke dalam taksi.

***

Sedangkan di tempat lain, Ady dia bekerja seperti biasa. Selama empat bulan dirinya kehilangan jejak Alea dan Edgar, dia pikir pasti Alea membawa Edgar pindah entah kemana untuk itu Ady berusaha untuk mencari kabar.

Namun, dirinya juga baru tahu jika Alea ternyata sudah di pecat dari kantornya. Alea tak lagi memiliki keluarga selain Edgar, dia bingung harus mencari Alea dan Edgar kemana.

Ady tengah berkutat dengan pekerjaannya, tetapi sedari tadi hatinya sangat resah entah karena apa.

"Tuan, berkas yang tadi saya berikan apakah anda sudah menandatanganinya?" tanya Aciel sambil mendekati Ady yang sedang melamun.

"Tuan?" panggil sekali lagi Aciel.

"TUAN!" sentak Aciel.

Ady terkejut, dia seperti orang linglung ketika menatap Aciel. Aciel pun menatapnya dengan heran.

"Apa ada yang tuan pikirkan?" tanya Aciel.

"Aku tidak tahu, entah mengapa hatiku merasa tak enak seperti akan terjadi sesuatu," ujar Ady.

"Itu hanyalah perasaan sesaat tuan, jangan di pikirkan," ujar Aciel.

Ady mengangguk, dia kembali fokus pada pekerjaannya. Namun, baru saja dia kembali bekerja telfonnya berdering. Ady pun segera mengangkatnya karena itu dari sang mamah.

"Halo,"

"Halo Ady, cepat ke rumah sakit! Kakakmu akan segera melahirkan!" panik Amanda.

Ady terkejut, dia segera memutuskan sambungan telpon dan segera membereskan berkas-berkasnya.

"Ada apa tuan? kenapa anda panik?" heran Aciel.

"Kakakku segera melahirkan, tolong kamu handle jadwalku hari ini," ujar Ady dan segera mengambil jas yang dia taruh di bangku kerjanya.

Aciel mengangguk, Ady pun segera berlari keluar. Dia harus sampai di rumah sakit secepatnya, dia pun menaiki mobilnya dan melajunya dengan kecepatan tinggi.

Namun, saat dia sedang terburu-buru. jalanan malah tampak macet, Ady pun menggerutu kesal. Dia harus cepat ke rumah sakit, netranya menangkap para warga yang berkumpul. Dia pun mengerutkan keningnya ketika melihat itu.

"Ooo tabrak lari," gumam Ady ketiak melihat seorang wanita yang di gendong oleh seorang bapak menuju mobil.

Ady pun melajukan mobilnya ketika mobil depannya sudah berjalan dan langsung menuju rumah sakit.

Tak berselang lama, mobil Ady pun sampai di parkiran rumah sakit. Dia segera berlari masuk tetapi tiba-tiba mendadak kakinya terhenti, jantungnya berdegup sangat kencang entah karena apa.

Ady pun membalikkan badannya, netranya melihat brankar yang di dorong oleh beberapa suster. Seorang remaja laki-laki membelakanginya sambil mendorong brankar itu.

"Kayak Edgar," gumam Ady.

Ady melangkahkan kakinya dan ingin menyusul brankar itu.

"ADY! KAU MAU KEMANA? KAKAKMU ADA DISINI!" teriak Amanda.

Ady pun mengurungkan niatnya, dia membalikkan tubuhnya dan menatap semua keluarganya yang berada tak jauh darinya.

Ady pun membalikkan badannya kembali, tetapi dia tak lagi melihat brankar itu.

"Ady, cepat kesini. Kau sedang melihat apa hah?!" heran Amanda.

Ady pun mendekat ke arah keluarganya, dia menatap ruangan dimana sang kakak mempertaruhkan nyawanya.

"Sudah berapa lama?" tanya Ady.

"Setengah jam, kakak iparmu juga sedang ada di dalam menemani kakakmu," ujar Amanda.

Tak lama tangisan bayi terdengar, semua keluarga bersorak senang. Tetapi tidak dengan Ady, dirinya masih di landa gelisah. Dia tak mengerti mengapa hatinya merasa sakit tanpa sebab.

"Cucu kita lahir pah! Ady, ponakanmu lahir Ady," ujar Amanda.

"Iya mah," jawab Ady dengan memaksa senyumnya.

Razka, adik dari Ady menerima telfon. Dia menjauh dari keluarganya dan mengangkat telfon itu.

"Halo, ada apa Ed? kenapa kau panik seperti itu?" tanya Razka.

"Kakakku akan segera melahirkan, dokter bilang dia harus di operasi. Tetapi kami tidak mempunyai biaya, dokter berkata kami harus membayar dulu. Apakah nyawa kakakku tiada baru mereka akan bertindak hiks ... bantu aku Razka. Cuman kamu teman yang bisa menolongku," isaknya.

"Tenanglah, aku akan membantumu. Kau ada di rumah sakit mana? dan berapa harga yang harus kau bayar?" tanya Razka.

Razka mendengar jawaban temannya, ternyata mereka satu rumah sakit. Razka pun mematikan sambungan telpon dan mendekat ke arah abangnya.

"Abang, kau investor rumah sakit ini bukan? Tolong bantu kakak temanku, dia akan segera melahirkan tetapi dokter menahan oprasinya akibat dia tak memiliki biaya. Bisakah abang membantu temanku?" pinta Razka.

"Bagaimana bisa begitu? nyawa lebih penting dari apapun, kau bawa dulu kartuku dan bayarkan operasinya. Aku akan berbicara pada kepala rumah sakit," terang Ady dan mengeluarkan dompetnya. Dia menyerahkan kartu atmnya dan langsung di terima Razka.

"Terima kasih bang, aku akan segera kembali," ujar Razka dan pergi dari sana.

Terpopuler

Comments

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

ternyata Edgar teman razka adik ady. wah bakal ketemu istri dan anakmu dy

2024-11-18

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Waaaahhhh ....ada jalan untuk bertemu nih...

2024-11-04

1

Ranny

Ranny

ternyata adik ipar nya Ady temannya Razka adik nya Ady ya...

2024-11-13

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Suami yang tak di hargai
2 Episode 2: melepasnya
3 Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4 Episode 4: Hancurnya Alea
5 Episode 5: Kehamilan Alea
6 Episode 6: Cincin berlian
7 Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8 Judul Novel
9 Episode 8: kontrakan baru
10 Episode 9: Ady yang baru tahu
11 Episode 10: Musibah
12 Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13 Episode 12: Mengambil hak asuh
14 Episode 13: Syarat pilihan Ady
15 Episode 14: Perkara Asi
16 Episode 15: Sayangnya ayah
17 Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18 Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19 Episode 18: Tugas seorang istri
20 Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21 Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22 Episode 21: Little princess
23 Episode 22: Rumor
24 Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25 Episode 24: Angel
26 Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27 Episode 26: Cakaran Shaka
28 Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29 Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30 Episode 29: Arga
31 Episode 30: Dion
32 Episode 31: Bully
33 Episode 32: Gehna
34 Episode 33: persidangan
35 Episode 34: akhir persidangan
36 Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37 Episode 36: Sosok Alea
38 Episode 37: Bar-bar nya Alea
39 Episode 38: Gagal?
40 Episode 39: Romantisnya Ady
41 Episode 41: Edgar
42 Episode 41: ketahuan
43 Episode 42: pasar
44 Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45 Episode 44: Shaka si bayi caper
46 Episode 45: Edgar sakit
47 Episode 46: Kekesalan Alea
48 Episode 47: Keinginan Ara
49 Episode 48: Kekesalan Ady
50 Episode 49: Gimana dengan Arga?
51 Episode 50: Buka puasa
52 Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53 Episode 52: Mommy Arga
54 Episode 53: Hamil lagi?
55 Episode 54: Keputusan 1
56 Episode 55: Keputusan 2
57 Episode 56: Konferensi Pers
58 Episode 57: Bayi gempal
59 Episode 58: Pertengkaran di kantor
60 Episode 59: Keguguran
61 Episode 60: Terkuak
62 Episode 61: Bunga siapa?
63 Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64 Episode 63: Kembaranku
65 Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66 Episode 65: Pindah
67 Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68 Episode 67:
69 Episode 68: Rangga
70 Episode 69: Bagi raport
71 Episode 70: Kasihan Shaka
72 Episode 71: Shaka sakit
73 Episode 72: Introgasi Arga
74 Episode 73: Keputusan Siska
75 Episode 74: Kakak?
76 Episode 75: Kedatangan Dion
77 Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78 Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79 Episode 78: Kesiangan
80 Episode 79: kelakuan Two gembul
81 Episode 80: Gigitan Alea
82 Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83 Episode 82: Opi
84 Episode 83: Adopsi
85 Episode 84: Opi mau
86 Episode 85: Arga di begal
87 Episode 86: Pindah
88 Episode 87
89 Episode 88: Bertemu kembali
90 Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91 Episode 90: kembali
92 Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93 Episode 92: Kekesalan Ara
94 Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95 Episode 94: Kekesalan Ara
96 Episode 95: Di rebut
97 Episode 96: Ungkapan hati Ady
98 Episode 97: Rangga
99 Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100 Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101 Episode 100: Aku akan menikahinya
102 Episode 101: Kesengsaraan Ady
103 Episode 102: Karena berkas kontrak
104 Episode 103: Kekhawatiran Ady
105 Episode 103: Kamu tega mas!
106 Episode 105: Ala kecel
107 Second life of kayla
108 Tamat
109 Season 2
110 S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111 Sky hilang
112 Panik nya satu rumah
113 Di bagi dua hatina Ala
114 Investasi Ara
115 S2: Kesedihan Shaka
116 S2: Jemput Shaka mas!
117 S2: Kemarahan Ady
118 S2: Panggil Ala kakak!
119 S2: menginap di rumah Onty Gehna
120 S2: Salah paham akibat nyontek
121 S2: Main bersama
122 S2: Keributan kakak adik
123 S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124 S2: Merelakan
125 S2: Akhir
126 KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127 CINTA YANG BELUM USAI
128 MAFIA DESCENDANT
129 KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130 KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131 BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132 ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133 KARYA BARU
134 MR. PLANET ONLY MINE!
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Episode 1: Suami yang tak di hargai
2
Episode 2: melepasnya
3
Episode 3: Kembalinya penerus Dominic
4
Episode 4: Hancurnya Alea
5
Episode 5: Kehamilan Alea
6
Episode 6: Cincin berlian
7
Episode 7: Alea dan Edgar terusir dari rumah
8
Judul Novel
9
Episode 8: kontrakan baru
10
Episode 9: Ady yang baru tahu
11
Episode 10: Musibah
12
Episode 11: Bayi itu ... anak abang?
13
Episode 12: Mengambil hak asuh
14
Episode 13: Syarat pilihan Ady
15
Episode 14: Perkara Asi
16
Episode 15: Sayangnya ayah
17
Episode 16: Kedatangan Alea di kediaman Dominic
18
Episode 17: Ucapan Ady yang tajam
19
Episode 18: Tugas seorang istri
20
Episode 19: Kedatangan eyang dan kakek Ady
21
Episode 20: Cicit kesayangan kakek Robert
22
Episode 21: Little princess
23
Episode 22: Rumor
24
Episode 23: Ada apa dengan Ady?
25
Episode 24: Angel
26
Episode 25: Mari kita mulai semuanya dari awal
27
Episode 26: Cakaran Shaka
28
Episode 27: Ada apa dengan pipi mulus putriku?
29
Episode 28: Tapi tidak dengan putrimu
30
Episode 29: Arga
31
Episode 30: Dion
32
Episode 31: Bully
33
Episode 32: Gehna
34
Episode 33: persidangan
35
Episode 34: akhir persidangan
36
Episode 35: aku pastikan kamu mendapat balasan
37
Episode 36: Sosok Alea
38
Episode 37: Bar-bar nya Alea
39
Episode 38: Gagal?
40
Episode 39: Romantisnya Ady
41
Episode 41: Edgar
42
Episode 41: ketahuan
43
Episode 42: pasar
44
Episode 43: Ara ngambek pada sang ayah
45
Episode 44: Shaka si bayi caper
46
Episode 45: Edgar sakit
47
Episode 46: Kekesalan Alea
48
Episode 47: Keinginan Ara
49
Episode 48: Kekesalan Ady
50
Episode 49: Gimana dengan Arga?
51
Episode 50: Buka puasa
52
Episode 51: Lagi-lagi Shaka
53
Episode 52: Mommy Arga
54
Episode 53: Hamil lagi?
55
Episode 54: Keputusan 1
56
Episode 55: Keputusan 2
57
Episode 56: Konferensi Pers
58
Episode 57: Bayi gempal
59
Episode 58: Pertengkaran di kantor
60
Episode 59: Keguguran
61
Episode 60: Terkuak
62
Episode 61: Bunga siapa?
63
Episode 62: Berhenti atau lanjut?
64
Episode 63: Kembaranku
65
Episode 64: Tentang Arga dan Alea
66
Episode 65: Pindah
67
Episode 66: Aku ingin ada di saat itu
68
Episode 67:
69
Episode 68: Rangga
70
Episode 69: Bagi raport
71
Episode 70: Kasihan Shaka
72
Episode 71: Shaka sakit
73
Episode 72: Introgasi Arga
74
Episode 73: Keputusan Siska
75
Episode 74: Kakak?
76
Episode 75: Kedatangan Dion
77
Episode 76: Aku tak pernah mengenalmu
78
Episode 77: Cinta seorang anak laki-laki
79
Episode 78: Kesiangan
80
Episode 79: kelakuan Two gembul
81
Episode 80: Gigitan Alea
82
Episode 81: Masa lalu yang menyakitkan
83
Episode 82: Opi
84
Episode 83: Adopsi
85
Episode 84: Opi mau
86
Episode 85: Arga di begal
87
Episode 86: Pindah
88
Episode 87
89
Episode 88: Bertemu kembali
90
Episode 89: Kegiatan keluarga kecil Alea
91
Episode 90: kembali
92
Episode 91: Kembali ke kediaman Dominic
93
Episode 92: Kekesalan Ara
94
Bagian 93: Shaka yang keingin pulang
95
Episode 94: Kekesalan Ara
96
Episode 95: Di rebut
97
Episode 96: Ungkapan hati Ady
98
Episode 97: Rangga
99
Episode 98: Berangkat menuju pernikahan Angel
100
Episode 99: Kerusuhan di pernikahan Angel
101
Episode 100: Aku akan menikahinya
102
Episode 101: Kesengsaraan Ady
103
Episode 102: Karena berkas kontrak
104
Episode 103: Kekhawatiran Ady
105
Episode 103: Kamu tega mas!
106
Episode 105: Ala kecel
107
Second life of kayla
108
Tamat
109
Season 2
110
S2: Mama kangen sama kamu Shaka
111
Sky hilang
112
Panik nya satu rumah
113
Di bagi dua hatina Ala
114
Investasi Ara
115
S2: Kesedihan Shaka
116
S2: Jemput Shaka mas!
117
S2: Kemarahan Ady
118
S2: Panggil Ala kakak!
119
S2: menginap di rumah Onty Gehna
120
S2: Salah paham akibat nyontek
121
S2: Main bersama
122
S2: Keributan kakak adik
123
S2: Pertemuan Alea dan Siska.
124
S2: Merelakan
125
S2: Akhir
126
KARYA BARU: I'M COMING DADDY
127
CINTA YANG BELUM USAI
128
MAFIA DESCENDANT
129
KARYA BARUUU 'FIND ME DADDY!'
130
KEMBAR GENIUS MILIK CEO GALAK
131
BOCIL CADEL KEMBALI HADIR
132
ISTRI DADAKAN MR GYNOPHOBIA
133
KARYA BARU
134
MR. PLANET ONLY MINE!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!