Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut

Bab 1 : Rutinitas Hana

"Hana! Dasi yang kemarin aku beli di mana kamu menyimpannya?"

"Ada di laci! Dekat dasi warna navy garis coklat!"

Sembari menggerutu lelaki yang bernama Bagas itu mengacak-acak isi laci, karena di matanya semua dasi itu sama dan dasi yang dia inginkan tak kunjung dia temukan.

"Hana! Tolong bantu aku! Aku akan terlambat jika begini!" teriaknya lagi.

Tak lama wanita yang dari tadi dia panggil dengan nama Hana pun mendekat. Dia adalah seorang wanita berpostur tubuh gempal dengan rambut yang diikat cepol.

Bergegas didekatinya sang suami yang masih mengacak-acak isi laci. Kendatipun agak terkejut melihat keadaan kamar yang sudah berantakan, Hana tetap mengulas senyuman, lantas mendekati Bagas yang masih mencari keberadaan dasinya.

"Mana dasinya, Hana? Aku sudah terlambat," gurutu Bagas lagi. Wajahnya yang tampan dan memesona terlihat cemberut. Melihat itu Hana hanya mengukir senyum sambil mendekat ke arah sang suami.

Hanya dengan satu gerakan tangan saja, dasi yang Bagas inginkan sudah ada di depan mata.

"Ini kan dasinya?" tanya Hana, Hana Prameswari nama lengkapnya, wanita berusia dua puluh enam tahun itu tersenyum sembari menyodorkan benda yang dicari-cari oleh sang suami.

Sayangnya, alih-alih mengucapkan terima kasih Bagas justru memberinya dengkusan, lantas mengambil dengan cepat dan berdiri di depan cermin.

Dari cermin itu dia bisa melihat sang istri yang sudah menemaninya empat tahun belakangan ini membereskan semua kekacauan yang sudah dia perbuat. Melihat itu bukannya mengucapkan terima kasih, Bagas justru menunjuk dan mengatakan bahwa di bawah ranjang ada satu dasi yang teronggok di sana. Dia mengatakannya juga dengan nada ketus, seolah Hana adalah seorang pembantu yang tidak perlu dia jaga perasaannya.

"Mau aku bantu?" tawar Hana ketika selesai memunguti dasi yang berceceran. Tak lupa sebuah senyum manis dia ukir untuk sang suami tercinta. Lagi-lagi niat baiknya tak disambut baik. Bagas malah memberinya pelototan tajam.

"Tidak perlu repot-repot. Aku bisa sendiri. Lagi pula aku sudah telat dan itu gara-gara kamu. Memangnya kamu dari mana? Kenapa lama sekali?' Bagas berkata sembari mencari jas, setelahnya memasangkan ke badannya yang proporsional. Dada bidang, bahu tegap dan otot yang menonjol.

"Aku sedang memasak di dapur," balas Hana.

"Kamu itu apa tidak bisa bekerja lebih cepat?Yang kamu lakukan hanya masak, makan dan masak lagi. Apa tidak bisa melakukan pekerjaan lain?"

"Seperti apa?" balas Hana sekenanya. "Bukankah kamu sendiri yang meminta aku berhenti dari pekerjaan dan menjadi istrimu. Kamu sendiri yang meminta aku hanya mengurusi kebutuhanmu. Dan makan bukankah suatu keharusan?" lanjut Hana dengan nada tetap terdengar lembut dan bercanda.

Akan tetapi tidak bagi Bagas. Dia mendengar semacam ada ketidakrelaan di sana. Karena kesal, pria itu pun berbalik.

"Jadi kamu tidak ikhlas keluar dari pekerjaanmu dan menjadi istriku, begitu?" ketusnya.

"Bukan begitu, Mas. Aku mencintaimu. Tentu saja aku ikhlas mengurusmu, hanya saja ...."

"Sudahlah," pungkas Bagas tanpa peduli hati istrinya. "Jangan banyak alasan. Ambilkan sepatu!"

Lagi, Hana melakukan apa yang diperintahkan sang suami. Dia menuju rak dan setelahnya berjongkok memasangkan sepatu untuk Bagas. Sementara itu, Bagas sibuk bermain dengan gawainya saja.

"Mas, tadi aku mendapat telepon dari Ayah. Katanya dia akan melamar Tante Tantri. Kamu sediakan waktu, ya. Acaranya minggu depan," tutur Hana.

Bagas spontan menghentikan kegiatannya menatap layar ponsel. Dia melihat istrinya yang berjongkok sedang mendongak. Melihat penampakan Hana dengan posisi sangat dekat membuatnya semakin muak. Wajah istrinya sudah membulat bak bakpao. Juga, ada beberapa jerawat yang tumbuh di dekat hidung dan dagu.

Bagas menghela napas. Dia membuang muka lalu mengepal tangannya. Tak pernah terbayangkan olehnya kalau perubahan Hana sangat drastis.

Dulu, Hana memiliki tubuh langsing, semampai dan kulit putih bersih. Senyum Hana menawan yang selalu saja membuat hatinya berdesir hangat. Karena itulah dia jatuh cinta dan meminang Hana yang kala itu bekerja di bidang perbankkan.

Tak menyangka hanya dalam waktu empat tahun pernikahan mereka, Hana sudah bertransformasi menjadi badak. Kenyataan itu membuatnya kesal, rasa cintanya perlahan terkikis dari hari ke hari.

"Baiklah, aku akan menyiapkan waktu. Tapi Hana, bisa tidak kamu diet? Kuruskan sedikit badanmu," ucap Bagas. Agak lembut kali ini.

"Memangnya kenapa dengan badanku?" balas. Hana, dia yang sudah selesai mengikat tali sepatu pun berdiri, setelah itu merentangkan tangan. Wanita yang masih memakai daster itu berputar satu kali, kebetulan di sampingnya adalah cermin yang digunakan Bagas untuk melihat penampilannya tadi.

"Aku rasa tidak ada masalah dengan tubuhku. Bukankah kata orang berisi setelah menikah itu menandakan kalau hidupnya bahagia?" seloroh Hana disusul kedipan mata genit.

Bagas yang melihat itu berdecak saja. "Jangan mengada-ada! Orang gemuk itu identik dengan penyakit dan aku tidak ingin kamu terkena penyakit."

Sebenarnya itu hanyalah kebohongan. Sebenarnya Bagas malu. Ia malu memiliki istri gendut seperti Hana. Malu membayangkan cibiran rekan kantornya yang mengatakan istrinya itu seperti seekor badak. Tentulah dia tidak mau jika hal itu sampai terjadi. Bukankah yang menikah dengan badak adalah sejenis badak juga.

"Aku bahagia dengan bentuk badanku sekarang. Jadi apa ada yang salah? Pernah dengar pepatah tidak, jadikan makan itu obat dan jangan jadikan obat itu makanan. Makanya aku senang makan. Makan memberi kesehatan," seloroh Hana lagi.

Bagas berdecak, dia berdiri di belakang Hana yang masih mematut diri sambil tersenyum di depan cermin. Sumpah, dia gemas dengan istrinya. Ditegur bukannya mengintrospeksi diri malah cengengesan bangga.

"Kenapa menatap begitu? Apa aku terlihat cantik?" oceh Hana lagi.

Bagas serasa ingin muntah. Dia kesal, tingkat kepercayaan diri istrinya itu sepertinya sudah terlalu tinggi, mendarah daging dan tidak bisa diobati.

"Apa karena dulu dia cantik, dan sekarang beranggapan kalau dirinya itu masih cantik dan seksi?" batin Bagas, setelannya menggeleng pelan.

"Sudahlah. Aku berangkat," kata Bagas lalu pergi sambil menenteng tas kerjanya menuju pintu.

"Lah, tidak sarapan dulu?" Hana mengekor di belakang.

"Tidak perlu. Aku ada pertemuan penting," balas Bagas.

Namun, tiba-tiba lelaki itu membalik badan. Dia tatap istrinya yang masih saja tersenyum bahagia.

"Bulan depan akan ada acara malam keakraban di kantor, aku harap kamu bisa mengurangi sedikit berat badanmu."

Namun, bukannya mengiakan Hana justru tersenyum makin lebar, setelahnya melambai tangan melepas kepergian suaminya.

Begitulah kegiatan Hana setiap pagi, dia bangun untuk melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Memasak meski kadang sang suami juga tidak mau sarapan. Hana sempat berpikir mungkinkah karena belum adanya anak di antara mereka membuat Bagas sedikit berubah, tapi dia memilih untuk mengesampingkan pikiran itu. Hana lebih berpikir karena mungkin suaminya sibuk, Bagas baru saja naik jabatan, dan sebagai pria baik yang bertanggungjawab Bagas pasti ingin melakukan yang terbaik untuk perusahaan, jadi Hana memilih mendukung sang suami dan membiarkan Bagas bertindak senyamannya.

_

_

_

...HALO 🥰 this is NaMa...

...Terima kasih buat yang udah mampir dan klik novel ini....

...Untuk pembaca baru terima kasih udah mau add favorite 😍...

...Untuk MAHAHIYA yang nggak mau lulus² kuliahnya 🤭 Terima kasih selalu dukung Na...

...FYI novel ini kemarin ikut lomba WANITA MANDIRI tapi belum berkesempatan menang....

...baca juga novel Na lainnya, yang akan membuat kalian membengek sampai nirwana #elah....

...cari aja di profil Na : BUKAN KONTRAK PERNIKAHAN dan PERNIKAHAN SIMBIOSIS...

(Kalau nggak ngakak dijamin uang nggak kembali)

...LOL...

...Aku sayang kalian ...

...love you to the moon and never back...

Terpopuler

Comments

Legii Siidqii

Legii Siidqii

dsr suami ga tau trma ksh udh d urus.n s.lama 4 mlh menghina istri,sdr woy hana gemuk jg krna loe jg yg nyruh hana buat berhnti bekerja

2023-06-21

3

Ikha Lhyta

Ikha Lhyta

adu aduh kyaknya aku ketinggAlan nii,, ada cerita bru rupanya,, semangat thor

2023-05-16

1

Kusmawaty Kusmawaty

Kusmawaty Kusmawaty

sebenarnya yang salah itu Hana dikasih tau malah balik ngasih tau, wajar aja kalo suaminya cari yang lain. diet itukan gak susah, cuma ngatur pola makan dan takarannya saja, kecuali yg diet pengen cepat kurusnya alhasil masuk UGD

2023-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Rutinitas Hana
2 Bab 2 : Adik Tiri
3 Bab 3 : Perselingkuhan
4 Bab 4 : Celaka
5 Bab 5 : Berubah
6 Bab 6 : Mendapat Tamparan
7 Bab 7 : Atasan Jahil
8 Bab 8 : Six Sense
9 Bab 9 : Merusak Pesta
10 Bab 10 : Tawaran
11 Bab 11 : Tertimbun Lemak
12 Bab 12 : Drama
13 Bab 13 : Pesta Pernikahan
14 Bab 14 : Move On
15 Bab 15 : Berhutang Besar
16 Bab 16 : Membandingkan
17 Bab 17 : Sedot Lemak
18 Bab 18 : Sekretaris Plus Plus
19 Bab 19 : Keceplosan
20 Bab 20 : Wanita Bodoh
21 Bab 21 : Sejauh Mana
22 Bab 22 : Warga Negara Wakanda
23 Bab 23 : Istri Dua
24 Bab 24 : Kontrak
25 Bab 25 : Tidak Mau
26 Bab 26 : Dia Lucu
27 Bab 27 : Dilabrak Bunga
28 Bab 28 : Woi! Gendut
29 Bab 29 : Berharap Disiram
30 Bab 30 : Cuan
31 Bab 31 : Gede Rasa
32 Bab 32 : Honey
33 Bab 33 : Tidak Waras
34 Bab 34 : Ribet
35 Bab 35 : Offside
36 Bab 36 : Mengerikan
37 Bab 37 : BPH
38 Bab 38 : Size
39 Bab 39 : Gosong
40 Bab 40 : Setia Kawan
41 Bab 41 : Pingsan
42 Bab 42 : Baper
43 Bab 43 : Dua Enam
44 Bab 44 : Melamar
45 Bab 45 : Izin Selingkuh
46 Bab 46 : Alasan Bertahan
47 Bab 47 : Menikah
48 Bab 48 : Perjaka VS Janda
49 Bab 49 : Menegangkan
50 Bab 50 : Menyirami Istri
51 Bab 51 : Jangan Salahkan!
52 Bab 52 : Pilih
53 Bab 53 : Tinggal Satu Atap
54 Bab 54 : Membelaku
55 Bab 55 : Pengesahan
56 Bab 56 : Panas Dingin
57 Bab 57 : Kepergok
58 Bab 58 : Bekas
59 Bab 59 : Menginap Di Rumah Mertua
60 Bab 60 : Kepribadian
61 Bab 61 : Pasir Hisap
62 Bab 62 : Ramuan
63 Bab 63 : Tanyakan Ke Mamamu
64 Bab 64 : Hana Buka Praktik
65 Bab 65 : Tangan Sakit, Pipi Linu
66 Bab 66 : Sekretaris Untuk Suamiku
67 Bab 67 : Standar Operasional Prosedur
68 Bab 68 : Pangku-pangkuan
69 Bab 69 : Sepolos itu?
70 Bab 70 : Master VS Grade Dua
71 Bab 71 : Turun Naik
72 Bab 72 : Pagi yang Panas
73 Bab 73 : Tembakan Nenek Gayung
74 Bab 74 : Ajari Aku!
75 Bab 75 : Overdosis
76 Bab 76 : Belajar Hal Seperti Ini
77 Bab 77 : Bisnis
78 Bab 78 : Rem Blong
79 Bab 79 : Blunder
80 Bab 80 : Rencana
81 Bab 81 : Pikiran Licik Ibu Pelakor
82 Bab 82 : DP
83 Bab 83 : Nakal
84 Bab 84 : Merdu
85 Bab 85 : Warisan
86 Bab 86 : Keuangan
87 Bab 87 : Ke Rumah Papa
88 Bab 88 : Panas Hati
89 Bab 89 : Goyangan
90 Bab 90 : Sifat Jelek
91 Bab 91 : Lesehan
92 Bab 92 : Sarapan
93 Bab 93 : Iri?
94 Bab 94 : Anak
95 Bab 95 : Periksa
96 Bab 96 : Kamera
97 Bab 97 : Cari Mati
98 Bab 98 : Mengusap
99 Bab 99 : Tak Bisa Tidur
100 Bab 100 : Hukuman
101 Bab 101 : Tumben
102 Bab 102 : Berbohong
103 Bab 103 : Meninggalkan
104 Bab 104 : Lahar
105 Bab 105 : Infeksi
106 Bab 106 : Pelakor Abadi
107 Bab 107 : Pertanyaan
108 Bab 108 : Gaya
109 Bab 109 : Cukup Secolek
110 Bab 110 : Mama Cemas
111 Bab 111 : Di QC
112 Bab 112 : Murka
113 Bab 113 : Ajakan Liburan
114 Bab 114 : Arisan
115 Bab 115 : Pemeriksaan Fisik
116 Bab 116 : Selimut Hidup
117 Bab 117 : Makan Ati
118 Bab 118 : Maaf
119 Bab 119 : Membayangkan
120 Bab 120 : Perang Air
121 Bab 121 : Mama Datang
122 Bab 122 : Ekuador
123 Bab 123 : Yang Penting Memuaskan
124 Bab 124 : Lolos
125 Bab 125 : Harap Sabar
126 Bab 126 : Terlambat
127 Bab 127 : Jawaban Bunga
128 Bab 128 : Jadi-jadian
129 Bab 129 : Salep 69
130 Bab 130 : Mau Coba Merayu?
131 Bab 131 : Mujur
132 Bab 132 : Udon
133 Bab 133 : Bisa Langsung Dipecat
134 Bab 134 : Bawahan
135 Bab 135 : Acara Diadakan di
136 Bab 136 : Habis Udon Terbit Ngadon
137 Bab 137 : Bau Kemenangan
138 Bab 138 : Makian
139 Bab 139 : Basa-Basi
140 Bab 140 : Alasan Sendiri
141 Bab 141 : Biaya Perawatan
142 Bab 142 : Gengsinya Gede
143 Bab 143 : Dia Sudah Mati
144 Bab 144 : Kaum Lemah
145 Bab 145 : Penyet
146 Bab 146 : Itu Efek Obat
147 Bab 147 : Membahas Acara
148 Bab 148 : Perjalanan Menuju Jogja
149 Bab 149 : Hotel
150 Bab 150 : Nuansa Alam
151 Bab 151 : Pesan Dari Amanda
152 Bab 152 : Buru-buru
153 Bab 153 : Ceritakan!
154 Bab 154 : Kertas Perjanjian
155 Bab 155 : Bandung Bondowoso
156 Bab 156 : Siapa Aku?
157 Bab 157 : Memang Fakta
158 Bab 158 : Terlambat Datang
159 Bab 159 : Meracuni?
160 Bab 160 : Meledak
161 Bab 161 : Kenyataan Ini
162 Bab 162 : Merah Muda
163 Bab 163 : Sudah Bangun
164 Bab 164 : Apa Mau Visum?
165 Bab 165 : Tekanan Darah
166 Bab 166 : Rekaman
167 Bab 167 : Alasan Perceraian
168 Bab 168 : Yakin Mau Cerai?
169 Bab 169 : Menemui Pengacara
170 Bab 170 : Curhat Ke Mertua
171 Bab 171 : Tamu Tak Di Undang
172 Bab 172 : Kalah Taruhan
173 Bab 173 : Sembarangan
174 Bab 174 : Mengecek Sendiri
175 Bab 175 : Siapa Yang Memberi ?
176 Bab 176 : Kasihan Mantunya
177 Bab 177 : Tak Level
178 Bab 178 : Transkrip
179 Bab 179 : Rudi Bingung
180 Bab 180 : Maafkan Mama!
181 Bab 181 : Mengakui Dengan Malu
182 Bab 182 : Genmu
183 Bab 183 : Pondasi
184 Bab 184 : Tak Harmonis
185 Bab 185 : Bertemu Mantan
186 Bab 186 : Jangan Biarkan!
187 Bab 187 : Bersama Suamiku
188 Bab 188 : Hikmah Diceraikan
189 Bab 189 : Mangga Mekar
190 Bab 190 : Pernah Melakukannya
191 Bab 191 : Patut Waspada
192 Bab 192 : Ketempelan
193 Bab 193 : Colek Dikit
194 Bab 194 : Surprise
195 Bab 195 : Apa Kamu Marah?
196 Bab 196 : Gelisah
197 Bab 197 : Bukan Seafood
198 Bab 198 : Mencari Tambak
199 Bab 199 : Menantu tercinta
200 Wajib Baca Ya Sayangkuh
201 Bab 200 : Soft Blue
202 Bab 201 : Pamer
203 Bab 202 : Nama Panggilan
204 Bab 203 : Di Atas Angin
205 Bab 204 : Curang
206 Bab 205 : Hadiah Ulang Tahun
207 Bab 206 : Rumah Baru
208 Bab 207 : Periksa Kandungan
209 Bab 208 : Lambe Lumer
210 Bab 209 : Ingin Menghajar
211 Bab 210 : Mendatangi Kantor
212 Bab 211 : Bukan Ingin Mengganggu
213 Bab 212 : Segala cara
214 Bab 213 : Milik Kalian
215 Bab 214 : Musang Berbulu
216 Bab 215 : Mengakui
217 Bab 216 : Kegilaan Mamamu
218 Bab 217 : Pemadam Kebakaran
219 Bab 218 : Kelanaku Garang
220 Bab 219 : Amit-Amit
221 Bab 220 : Terong Belanda
222 Bab 221 : Baby Bean
223 Bab 222 : Pelet
224 Bab 223 : Membuat Malu
225 Bab 224 : Pertunjukan
226 Bab 225 : Live
227 Bab 226 : Bagaimana Rasanya?
228 Bab 227 : Dia Memiliki Aku
229 Bab 228 : Menyelamatkanmu
230 Bab 229 : Pilihan Sulit
231 Bab 230 : Bisa Gila
232 Bab 231 : Jangan Main-main!
233 Bab 232 : Tidak Sebodoh Itu
234 Bab 233 : Bunuh Saja Dia
235 Bab 234 : Takut Celaka
236 Bab 235 : Mister
237 Bab 236 : Menyewa Preman
238 Bab 237 : Dikeroyok
239 Bab 238 : Disambangi Polisi
240 Bab 239 : Pasti Fitnah
241 Bab 240 : Perjuanganku
242 Bab 241 : Hanya Kata Maaf?
243 Bab 242 : Tebus Dosa
244 Bab 243 : Memberi Contoh
245 Bab 244 : Jaga Kandunganmu!
246 Bab 245 : Tidak Akan Lolos
247 Bab 246 : Selesaikan Untukku!
248 Bab 247 : Turnamen
249 Bab 248 : Tidak Akan Sudi
250 Bab 249 : Suhu
251 Bab 250 : Pindahan Rumah
252 Bab 251 : Diceraikan Karena Gendut - END
253 Extra Part 1 : Asetku
254 Extra Part 2 : Sangat Berlebihan
255 Extra Part 3 : Liburan
256 Extra Part 4 : Melihat Penyu
257 Extra Part 5 : Kasihan Betina
258 Extra Part 6 : De Javu
259 Extra Part 7 : Kedatangan Huru Hara
260 Extra Part 8 : Sedang Berkencan?
261 Extra Part 9 : Tendangan
262 Extra Part 10 : Disantet
263 Extra Part 11 : Covid
264 Extra Part 12 : Salah Kaprah
265 Extra Part 13 : Ada Mbah Dukun
266 Extra Part 14 : Malu Semalu-malunya
267 Extra Part 15 : Sekata-kata
268 Extra Part 16 : Hanya Bingung
269 Extra Part 17 : Menemui Tantri
270 Extra Part 18 : Pakmil
271 Extra Part 19 : Bollywood
272 Extra Part 20 : Kebanyakan Makan
273 Extra Part 21 : Tujuh Bulan
274 Extra Part 22 : Baperan
275 Extra Part 23 : Album Foto
276 Extra Part 24 : Belanja Kebutuhan
277 Extra Part 25 : Kelahiran Normal
278 Extra Part 26 : Kecemasan
279 Extra Part 27 : Ketinggalan
280 Extra Part 28 : Wanita Hebat
281 Extra Part 29 : Nanggala Lingga
282 Extra Part 30 : AKHIR BAHAGIA (Tamat)
283 BONUS BAB 1
284 BONUS BAB 2
285 BONUS BAB 3
286 BONUS BAB 4
Episodes

Updated 286 Episodes

1
Bab 1 : Rutinitas Hana
2
Bab 2 : Adik Tiri
3
Bab 3 : Perselingkuhan
4
Bab 4 : Celaka
5
Bab 5 : Berubah
6
Bab 6 : Mendapat Tamparan
7
Bab 7 : Atasan Jahil
8
Bab 8 : Six Sense
9
Bab 9 : Merusak Pesta
10
Bab 10 : Tawaran
11
Bab 11 : Tertimbun Lemak
12
Bab 12 : Drama
13
Bab 13 : Pesta Pernikahan
14
Bab 14 : Move On
15
Bab 15 : Berhutang Besar
16
Bab 16 : Membandingkan
17
Bab 17 : Sedot Lemak
18
Bab 18 : Sekretaris Plus Plus
19
Bab 19 : Keceplosan
20
Bab 20 : Wanita Bodoh
21
Bab 21 : Sejauh Mana
22
Bab 22 : Warga Negara Wakanda
23
Bab 23 : Istri Dua
24
Bab 24 : Kontrak
25
Bab 25 : Tidak Mau
26
Bab 26 : Dia Lucu
27
Bab 27 : Dilabrak Bunga
28
Bab 28 : Woi! Gendut
29
Bab 29 : Berharap Disiram
30
Bab 30 : Cuan
31
Bab 31 : Gede Rasa
32
Bab 32 : Honey
33
Bab 33 : Tidak Waras
34
Bab 34 : Ribet
35
Bab 35 : Offside
36
Bab 36 : Mengerikan
37
Bab 37 : BPH
38
Bab 38 : Size
39
Bab 39 : Gosong
40
Bab 40 : Setia Kawan
41
Bab 41 : Pingsan
42
Bab 42 : Baper
43
Bab 43 : Dua Enam
44
Bab 44 : Melamar
45
Bab 45 : Izin Selingkuh
46
Bab 46 : Alasan Bertahan
47
Bab 47 : Menikah
48
Bab 48 : Perjaka VS Janda
49
Bab 49 : Menegangkan
50
Bab 50 : Menyirami Istri
51
Bab 51 : Jangan Salahkan!
52
Bab 52 : Pilih
53
Bab 53 : Tinggal Satu Atap
54
Bab 54 : Membelaku
55
Bab 55 : Pengesahan
56
Bab 56 : Panas Dingin
57
Bab 57 : Kepergok
58
Bab 58 : Bekas
59
Bab 59 : Menginap Di Rumah Mertua
60
Bab 60 : Kepribadian
61
Bab 61 : Pasir Hisap
62
Bab 62 : Ramuan
63
Bab 63 : Tanyakan Ke Mamamu
64
Bab 64 : Hana Buka Praktik
65
Bab 65 : Tangan Sakit, Pipi Linu
66
Bab 66 : Sekretaris Untuk Suamiku
67
Bab 67 : Standar Operasional Prosedur
68
Bab 68 : Pangku-pangkuan
69
Bab 69 : Sepolos itu?
70
Bab 70 : Master VS Grade Dua
71
Bab 71 : Turun Naik
72
Bab 72 : Pagi yang Panas
73
Bab 73 : Tembakan Nenek Gayung
74
Bab 74 : Ajari Aku!
75
Bab 75 : Overdosis
76
Bab 76 : Belajar Hal Seperti Ini
77
Bab 77 : Bisnis
78
Bab 78 : Rem Blong
79
Bab 79 : Blunder
80
Bab 80 : Rencana
81
Bab 81 : Pikiran Licik Ibu Pelakor
82
Bab 82 : DP
83
Bab 83 : Nakal
84
Bab 84 : Merdu
85
Bab 85 : Warisan
86
Bab 86 : Keuangan
87
Bab 87 : Ke Rumah Papa
88
Bab 88 : Panas Hati
89
Bab 89 : Goyangan
90
Bab 90 : Sifat Jelek
91
Bab 91 : Lesehan
92
Bab 92 : Sarapan
93
Bab 93 : Iri?
94
Bab 94 : Anak
95
Bab 95 : Periksa
96
Bab 96 : Kamera
97
Bab 97 : Cari Mati
98
Bab 98 : Mengusap
99
Bab 99 : Tak Bisa Tidur
100
Bab 100 : Hukuman
101
Bab 101 : Tumben
102
Bab 102 : Berbohong
103
Bab 103 : Meninggalkan
104
Bab 104 : Lahar
105
Bab 105 : Infeksi
106
Bab 106 : Pelakor Abadi
107
Bab 107 : Pertanyaan
108
Bab 108 : Gaya
109
Bab 109 : Cukup Secolek
110
Bab 110 : Mama Cemas
111
Bab 111 : Di QC
112
Bab 112 : Murka
113
Bab 113 : Ajakan Liburan
114
Bab 114 : Arisan
115
Bab 115 : Pemeriksaan Fisik
116
Bab 116 : Selimut Hidup
117
Bab 117 : Makan Ati
118
Bab 118 : Maaf
119
Bab 119 : Membayangkan
120
Bab 120 : Perang Air
121
Bab 121 : Mama Datang
122
Bab 122 : Ekuador
123
Bab 123 : Yang Penting Memuaskan
124
Bab 124 : Lolos
125
Bab 125 : Harap Sabar
126
Bab 126 : Terlambat
127
Bab 127 : Jawaban Bunga
128
Bab 128 : Jadi-jadian
129
Bab 129 : Salep 69
130
Bab 130 : Mau Coba Merayu?
131
Bab 131 : Mujur
132
Bab 132 : Udon
133
Bab 133 : Bisa Langsung Dipecat
134
Bab 134 : Bawahan
135
Bab 135 : Acara Diadakan di
136
Bab 136 : Habis Udon Terbit Ngadon
137
Bab 137 : Bau Kemenangan
138
Bab 138 : Makian
139
Bab 139 : Basa-Basi
140
Bab 140 : Alasan Sendiri
141
Bab 141 : Biaya Perawatan
142
Bab 142 : Gengsinya Gede
143
Bab 143 : Dia Sudah Mati
144
Bab 144 : Kaum Lemah
145
Bab 145 : Penyet
146
Bab 146 : Itu Efek Obat
147
Bab 147 : Membahas Acara
148
Bab 148 : Perjalanan Menuju Jogja
149
Bab 149 : Hotel
150
Bab 150 : Nuansa Alam
151
Bab 151 : Pesan Dari Amanda
152
Bab 152 : Buru-buru
153
Bab 153 : Ceritakan!
154
Bab 154 : Kertas Perjanjian
155
Bab 155 : Bandung Bondowoso
156
Bab 156 : Siapa Aku?
157
Bab 157 : Memang Fakta
158
Bab 158 : Terlambat Datang
159
Bab 159 : Meracuni?
160
Bab 160 : Meledak
161
Bab 161 : Kenyataan Ini
162
Bab 162 : Merah Muda
163
Bab 163 : Sudah Bangun
164
Bab 164 : Apa Mau Visum?
165
Bab 165 : Tekanan Darah
166
Bab 166 : Rekaman
167
Bab 167 : Alasan Perceraian
168
Bab 168 : Yakin Mau Cerai?
169
Bab 169 : Menemui Pengacara
170
Bab 170 : Curhat Ke Mertua
171
Bab 171 : Tamu Tak Di Undang
172
Bab 172 : Kalah Taruhan
173
Bab 173 : Sembarangan
174
Bab 174 : Mengecek Sendiri
175
Bab 175 : Siapa Yang Memberi ?
176
Bab 176 : Kasihan Mantunya
177
Bab 177 : Tak Level
178
Bab 178 : Transkrip
179
Bab 179 : Rudi Bingung
180
Bab 180 : Maafkan Mama!
181
Bab 181 : Mengakui Dengan Malu
182
Bab 182 : Genmu
183
Bab 183 : Pondasi
184
Bab 184 : Tak Harmonis
185
Bab 185 : Bertemu Mantan
186
Bab 186 : Jangan Biarkan!
187
Bab 187 : Bersama Suamiku
188
Bab 188 : Hikmah Diceraikan
189
Bab 189 : Mangga Mekar
190
Bab 190 : Pernah Melakukannya
191
Bab 191 : Patut Waspada
192
Bab 192 : Ketempelan
193
Bab 193 : Colek Dikit
194
Bab 194 : Surprise
195
Bab 195 : Apa Kamu Marah?
196
Bab 196 : Gelisah
197
Bab 197 : Bukan Seafood
198
Bab 198 : Mencari Tambak
199
Bab 199 : Menantu tercinta
200
Wajib Baca Ya Sayangkuh
201
Bab 200 : Soft Blue
202
Bab 201 : Pamer
203
Bab 202 : Nama Panggilan
204
Bab 203 : Di Atas Angin
205
Bab 204 : Curang
206
Bab 205 : Hadiah Ulang Tahun
207
Bab 206 : Rumah Baru
208
Bab 207 : Periksa Kandungan
209
Bab 208 : Lambe Lumer
210
Bab 209 : Ingin Menghajar
211
Bab 210 : Mendatangi Kantor
212
Bab 211 : Bukan Ingin Mengganggu
213
Bab 212 : Segala cara
214
Bab 213 : Milik Kalian
215
Bab 214 : Musang Berbulu
216
Bab 215 : Mengakui
217
Bab 216 : Kegilaan Mamamu
218
Bab 217 : Pemadam Kebakaran
219
Bab 218 : Kelanaku Garang
220
Bab 219 : Amit-Amit
221
Bab 220 : Terong Belanda
222
Bab 221 : Baby Bean
223
Bab 222 : Pelet
224
Bab 223 : Membuat Malu
225
Bab 224 : Pertunjukan
226
Bab 225 : Live
227
Bab 226 : Bagaimana Rasanya?
228
Bab 227 : Dia Memiliki Aku
229
Bab 228 : Menyelamatkanmu
230
Bab 229 : Pilihan Sulit
231
Bab 230 : Bisa Gila
232
Bab 231 : Jangan Main-main!
233
Bab 232 : Tidak Sebodoh Itu
234
Bab 233 : Bunuh Saja Dia
235
Bab 234 : Takut Celaka
236
Bab 235 : Mister
237
Bab 236 : Menyewa Preman
238
Bab 237 : Dikeroyok
239
Bab 238 : Disambangi Polisi
240
Bab 239 : Pasti Fitnah
241
Bab 240 : Perjuanganku
242
Bab 241 : Hanya Kata Maaf?
243
Bab 242 : Tebus Dosa
244
Bab 243 : Memberi Contoh
245
Bab 244 : Jaga Kandunganmu!
246
Bab 245 : Tidak Akan Lolos
247
Bab 246 : Selesaikan Untukku!
248
Bab 247 : Turnamen
249
Bab 248 : Tidak Akan Sudi
250
Bab 249 : Suhu
251
Bab 250 : Pindahan Rumah
252
Bab 251 : Diceraikan Karena Gendut - END
253
Extra Part 1 : Asetku
254
Extra Part 2 : Sangat Berlebihan
255
Extra Part 3 : Liburan
256
Extra Part 4 : Melihat Penyu
257
Extra Part 5 : Kasihan Betina
258
Extra Part 6 : De Javu
259
Extra Part 7 : Kedatangan Huru Hara
260
Extra Part 8 : Sedang Berkencan?
261
Extra Part 9 : Tendangan
262
Extra Part 10 : Disantet
263
Extra Part 11 : Covid
264
Extra Part 12 : Salah Kaprah
265
Extra Part 13 : Ada Mbah Dukun
266
Extra Part 14 : Malu Semalu-malunya
267
Extra Part 15 : Sekata-kata
268
Extra Part 16 : Hanya Bingung
269
Extra Part 17 : Menemui Tantri
270
Extra Part 18 : Pakmil
271
Extra Part 19 : Bollywood
272
Extra Part 20 : Kebanyakan Makan
273
Extra Part 21 : Tujuh Bulan
274
Extra Part 22 : Baperan
275
Extra Part 23 : Album Foto
276
Extra Part 24 : Belanja Kebutuhan
277
Extra Part 25 : Kelahiran Normal
278
Extra Part 26 : Kecemasan
279
Extra Part 27 : Ketinggalan
280
Extra Part 28 : Wanita Hebat
281
Extra Part 29 : Nanggala Lingga
282
Extra Part 30 : AKHIR BAHAGIA (Tamat)
283
BONUS BAB 1
284
BONUS BAB 2
285
BONUS BAB 3
286
BONUS BAB 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!