BAB 10

"Kak, Chabynya gimana?"

Tanya Pika menatap kakaknya.

"Lu gendong aja ke bawah." sahut pria itu tidak jelas dan kembali membaca bukunya.

Perkataan itu seolah mengisyaratkan bahwa Chaby hanya tertidur dan Pika tidak perlu khawatir. Gadis itu kembali bersiap-siap untuk menggoyang-goyangkan badan Chaby lagi tapi ucapan Decklan membuatnya terhenti.

"Percuma lo bangunin, dia gak bakalan bangun." katanya datar, adiknya itu benar-benar tidak belajar dari pengalaman.

Pika menghentikan niatnya dan melirik kakaknya lagi.

"Terus gimana dong? Kakaknya udah nungguin dibawa." tanyanya bingung.

"Gak ada hubungannya sama gue." balas Decklan masa bodoh. Pika mengerucutkan bibirnya.

"Ihh kakak, bantuin dong gendong Chaby ke bawah, aku kan gak kuat." ujar gadis itu lagi dengan nada memelas. Decklan mendengus pelan. Enak saja nyuruh-nyuruh.

"Males, cari akal sendiri. Gak usah nyusahin gue." balasnya lagi kemudian berdiri. Ia memilih keluar ke balkon samping kamarnya. Menikmati udara segar.

Pika merutuk melihat kepergian kakaknya itu. Dasar manusia batu. Tidak punya rasa kemanusiaan, cocoknya hidup di kutub selatan tuh cowok kayak begitu.

Matanya berpindah menatap Chaby lagi. Ia menghembuskan nafas panjang, terpaksa ia harus turun memberitahu kakaknya tuh cewek. Belum sampai dua menit gadis itu sudah ada di ruang tamu rumah mereka. Ia tersenyum kikuk ketika Danzel menatapnya dengan mata indah itu. Hitam pekat, sama seperti yang dimiliki Chaby.

"Mana Chabynya?" tanya pria itu, pandangannya melirik kekanan-kiri berharap adiknya segera muncul didepannya.

"Chabynya ketiduran kak, dari tadi aku bangunin tapi nggak bangun-bangun."

Ia menjawab seadanya. Ia takut bercerita tentang peristiwa alergi yang dialami Chaby tadi, bagaimana kalau ia kena marah.

"Dimana kamarnya?" tanya Danzel kemudian.

"Diatas, ayo kak." sahut Pika mengajak Danzel naik keatas. Pria itu mengikutinya dari belakang.

Danzel mendekati Chaby yang terlelap di atas kasur masih lengkap dengan seragamnya. Ia mengusap wajah adiknya itu lembut dan dalam hitungan detik ia sudah menggendong gadis itu. pandangannya berpindah ke Pika.

"Maaf kalo Chaby ngerepotin ya." ucapnya

"Nggak kok kak, sama sekali nggak ngerepotin." balas Pika tersenyum senang.

"Kamu sendirian di rumah?"

"Adek aku udah tidur, mama lagi arisan sama temen-temennya, kalo kak Decklan...." mata Pika beralih ke arah balkon sebentar.

"Kak Decklan lagi bikin PR di kamarnya." bohongnya. Bisa-bisa Chaby nggak dikasih ijin main ke rumahnya lagi kalau pria itu tahu kamar itu punya kakaknya.

Danzel mengangguk-ngangguk mengerti.

"Salam aja buat mereka yah." ucap pria itu lagi lalu beranjak keluar dari kamar sekaligus pamit pulang ke Pika.

Dari balkon kamarnya, Decklan bisa melihat jelas sosok pria yang tengah menggendong Chaby. Ia mengamati setiap gerak-gerik pria itu yang memperlakukan adiknya dengan amat hati-hati sampai masuk kedalam mobil.

Hal itu membuktikan bahwa pria itu sangat sayang dan amat menjaga adiknya, tidak seperti dirinya yang malah malas melihat adiknya sendiri. Bukan karena benci. Ia sebenarnya menyayangi kedua adiknya, tapi ia terlalu gengsi buat nunjukin. Mereka juga terlalu rusuh dan sering sekali membuat ketenangannya hilang. Pandangannya terus menatap ke bawah sampai mobil yang dikendarai Danzel menghilang.

Paginya di sekolah Pika ingin mengomeli Chaby tapi wajah tampan kakaknya Chaby terngiang-ngiang dikepalanya. Jadinya ia malah bicara tentang kakak gadis itu.

"Kok lo nggak bilang kalo kakak lo ganteng banget sih?" bisik Pika ke Chaby. Sudah sejak tadi mereka sampai di sekolah.

"Kan kamunya nggak nanya." balas Chaby polos.

"Ckckck, dasar lo." decak Pika malas.

"Oh iya, sekali lagi lo boongin gue kalo lo nggak alergi ayam, awas aja lo." ancamnya saat mengingat kejadian semalam.

Chaby menyengir lebar

"Abisnya ayam buatan mama kamu enak banget." ucapnya.

"Ckck, untung ada kak Decklan, kalo nggak tamat lo, mati." Pika menekan kata mati.

Raut wajah Chaby seketika berubah.

"Pika jangan nakut-nakutin gitu dong." ucapnya merinding.

"Ih, bener tahu."

Chaby mengerucutkan bibirnya sebal.

Kelas X7 yang tadinya ribut seperti pasar kini berubah tenang ketika seseorang masuk. Yang masuk adalah Bara kakak kelas mereka, salah satu cowok tampan sekolah yang di idam-idamkan oleh banyak kaum hawa. Sikap dingin dan sarkasnya mampu membuat kelas yang riuh tadi berubah tenang. Kebanyakan cewek-cewek penghuni kelas itu berbisik-bisik mengagumi wajah tampan seorang Bara.

"Hari ini pelajaran olahraga kalian bareng kelas XII 2, sekarang ganti baju, pak Santo nunggu dilapangan." katanya to the point.

Suaranya berat dan terdengar tegas. Setelah itu ia berbalik keluar.

Kepergian Bara membuat para cewek melompat kegirangan. Bagaimana tidak, kelas XII 2 adalah kelas paling terkenal di sekolah itu karena di dalamnya rata-rata adalah siswa-siswi populer. Mungkin hanya Pika dan Chaby yang biasa-biasa saja mendengar pelajaran olahraga mereka digabung.

"Ketemu lagi deh sama manusia batu." ucap Pika malas. Chaby mengernyit bingung mendengarnya.

"Manusia batu?"

"Ntar lo tahu sendiri maksud gue. Yuk ganti baju."

Pika bangkit dari bangkunya.

Sepuluh menit kemudian semua anak kelas X7 sudah berbaris rapi dilapangan. Di sebelah kiri mereka berbaris kelas XII 2.

"Liat tuh kak Decklan ganteng banget gilaaa.." Seru Nindy salah satu teman sekelas Pika dan Chaby. Tapi ia terlalu sombong dan lebay.

"Kak Bara sama kak Andra juga ganteng bangeeet." tambah Lila teman se genk Nindy.

"Pokoknya salah satu dari mereka harus jadi pacar gue."

Kata Nindy lagi dengan percaya diri. Pika memutar bola matanya jengah mendengar pembicaraan tidak berfaedah itu.

"Heh, lo semua tuh sekolah buat belajar apa mau cari jodoh sih?" tukasnya kesal. Apalagi salah satu cowok yang mereka bicarakan itu adalah kakaknya, ia tidak mau kakaknya berhubungan dengan cewek macam begitu. Mending Chaby kemana-mana.

"Kok sewot sih." balas Nindy sinis.

"Iyalah sewot, sakit tahu kuping gue dengerin obrolan nggak berkelas kalian." kali ini suara Pika kedengaran sampai ke seluruh lapangan.

Dibarisan kelas dua belas, Andra menyenggol Decklan.

"Adek lo tuh." gumamnya pelan.

Decklan meliriknya gondok, ia memang sudah tahu itu suara Pika. tuh cewek, dimana-mana selalu saja buat onar. Suaranya toa banget pula.

Matanya menghadap ke samping mencari-cari keberadaan Pika yang masih bersiteru dengan beberapa teman sekelasnya itu. Sangat kekanakan. Batinnya. Pandangannya berpindah ke seorang gadis lainnya yang berbaris di sebelah Pika.

Chaby

Ia ingat sekali nama itu. Berbeda dengan Pika yang sibuk bersiteru dengan teman-teman sekelasnya, gadis itu malah terlihat sibuk sendiri. Kali ini ia mengikat tali sepatunya. Gadis itu lalu cepat-cepat berdiri saat pak Santo memberi instruksi pada semuanya untuk berbaris teratur.

Terpopuler

Comments

Dksoo

Dksoo

gak bisa ngebayangin seorang oh sehun berwajah serius😭😭🤣

2024-10-07

3

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑷𝒊𝒌𝒂 𝒕𝒆𝒎𝒏 𝒚𝒈 𝒏𝒚𝒆𝒏𝒆𝒏𝒈𝒊𝒏

2024-05-14

1

liberty

liberty

Decklan lah😅

2024-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 Bab 56
57 BAB 57
58 Bab 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 BAB 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115 End
116 Visual
117 Pengumuman Season 2
118 S2, Chapter 1
119 S2 Chapter 2
120 S2 Chapter 3
121 S2, Chapter 4
122 S2, Chapter 5
123 S2, Chapter 6
124 S2, Chapter 7
125 S2, Chapter 8
126 S2, Chapter 9
127 S2, Chapter 10
128 S2, Chapter 11
129 S2, Chapter 12
130 S2, Chapter 13
131 S2, Chapter 14
132 S2, Chapter 15
133 S2, Chapter 16
134 S2, Chapter 17
135 S2, Chapter 18
136 S2, Chapter 19
137 S2, Chapter 20
138 S2, Chapter 21
139 S2, Chapter 22
140 S2, Chapter 23
141 S2, Chapter 24
142 S2, Chapter 25
143 S2, Chapter 26
144 S2, Chapter 27
145 S2, Chapter 28
146 S2, Chapter 29
147 S2, Chapter 30
148 S2, Chapter 31
149 S2, Chapter 32
150 S2, Chapter 33
151 S2, Chapter 34
152 S2, Chapter 35
153 S2, Chapter 36
154 S2, Chapter 37
155 S2, Chapter 38
156 S2, Chapter 39
157 S2, Chapter 40
158 S2, Chapter 41
159 S2, Chapter 42
160 S2, Chapter 43
161 S2, Chapter 44
162 S2, chapter 45
163 S2, Chapter 46
164 S2, Chapter 47
165 S2, Chapter 48
166 S2, Chapter 49
167 S2, Chapter 50
168 S2, Chapter 51
169 S2, Chapter 52
170 S2, Chapter 53
171 S2, Chapter 54
172 S2, Chapter 55
173 S2, Chapter 56
174 S2, Chapter 57
175 S2, Chapter 58
176 S2, Chapter 59
177 S2, Chapter 60
178 S2, Chapter 61
179 S2, Chapter 62
180 S2, Chapter 63
181 S2, Chapter 64
182 S2, Chapter 65
183 S2, Chapter 66
184 S2, Chapter 67
185 S2, Chapter 68
186 S2, Chapter 69
187 S2, Chapter 70
188 S2, Chapter 71
189 S2, Chapter 72. TAMAT
Episodes

Updated 189 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
Bab 56
57
BAB 57
58
Bab 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
BAB 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115 End
116
Visual
117
Pengumuman Season 2
118
S2, Chapter 1
119
S2 Chapter 2
120
S2 Chapter 3
121
S2, Chapter 4
122
S2, Chapter 5
123
S2, Chapter 6
124
S2, Chapter 7
125
S2, Chapter 8
126
S2, Chapter 9
127
S2, Chapter 10
128
S2, Chapter 11
129
S2, Chapter 12
130
S2, Chapter 13
131
S2, Chapter 14
132
S2, Chapter 15
133
S2, Chapter 16
134
S2, Chapter 17
135
S2, Chapter 18
136
S2, Chapter 19
137
S2, Chapter 20
138
S2, Chapter 21
139
S2, Chapter 22
140
S2, Chapter 23
141
S2, Chapter 24
142
S2, Chapter 25
143
S2, Chapter 26
144
S2, Chapter 27
145
S2, Chapter 28
146
S2, Chapter 29
147
S2, Chapter 30
148
S2, Chapter 31
149
S2, Chapter 32
150
S2, Chapter 33
151
S2, Chapter 34
152
S2, Chapter 35
153
S2, Chapter 36
154
S2, Chapter 37
155
S2, Chapter 38
156
S2, Chapter 39
157
S2, Chapter 40
158
S2, Chapter 41
159
S2, Chapter 42
160
S2, Chapter 43
161
S2, Chapter 44
162
S2, chapter 45
163
S2, Chapter 46
164
S2, Chapter 47
165
S2, Chapter 48
166
S2, Chapter 49
167
S2, Chapter 50
168
S2, Chapter 51
169
S2, Chapter 52
170
S2, Chapter 53
171
S2, Chapter 54
172
S2, Chapter 55
173
S2, Chapter 56
174
S2, Chapter 57
175
S2, Chapter 58
176
S2, Chapter 59
177
S2, Chapter 60
178
S2, Chapter 61
179
S2, Chapter 62
180
S2, Chapter 63
181
S2, Chapter 64
182
S2, Chapter 65
183
S2, Chapter 66
184
S2, Chapter 67
185
S2, Chapter 68
186
S2, Chapter 69
187
S2, Chapter 70
188
S2, Chapter 71
189
S2, Chapter 72. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!