10. Mengejar Maaf

Berkali-kali Beeya menghubungi Iyan, tetapi tak pernah Iyan jawab sama sekali. Iyan malah menolak panggilannya.

"Pah, coba telepon Kak Echa," pinta Beeya yang sudah memerah matanya.

Telepon Arya pun tak Echa jawab. Itu permintaan dari Iyan. Untuk saat ini Iyan tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Beeya tetap tidak ingin beranjak dari rumah besar itu. Dia ingin bertemu dengan kakak dari Iyan. Dia merasa bingung kenapa Echa, juga tiga keponakan Iyan tak menjawab sambungan telepon darinya.

.

"Kamu beneran mau tinggal di sini?" Echa benar-benar tidak tega melihat adiknya tinggal di sebuah kontrakan kecil seorang diri. Mengingatkannya pada masa kecilnya bersama sang ibu.

"Iya, Kak. Lagian Iyan sendiri doang kan di sini. Palingan juga Ken dan Juno yang bakal nginep," sahut Iyan.

"Perihal Beeya," ucap sang kakak. "Papah juga tadi telepon."

Iyan tersenyum ke arah sang kakak, tangannya masih memasukkan baju ke dalam lemari plastik.

"Kak Bee sudah punya Bang Raffa. Terlihat Bang Raffa juga sangat menyayangi Kak Bee. Biarkan mereka bahagia, Iyan gak mau dicap perusak hubungan mereka."

Hati Echa teramat sakit mendengarnya. Dia tahu ada yang tengah adiknya sembunyikan.

"Kamu merasa ditinggalkan oleh Beeya?" Iyan terdiam. Kemudian, dia mengangguk pelan.

"Mungkin sudah suratan dan jalannya seperti ini."

"Udah, jangan bikin Iyan sedih. Iyan laki-laki, dia harus mandiri. Dia juga gak boleh lemah. Semua masalah harus bisa dia selesaikan sendiri. Bukan begitu, Iyan?" Pemuda itu pun tersenyum seraya menganggukkan kepala ke arah Abang iparnya.

"Om, bolehkan aku main ke sini?" tanya Aleesa.

"Tentu, tapi jangan bawa cowok ke sini," canda Iyan.

"Kalau bawa cowok langsung laporin ke Kakak, Yan. Biar Kakak pelintir kuping mereka." Ketiga anak Echa pun mengerucutkan bibir mereka sedangkan Iyan tertawa terbahak-bahak.

Selepas kepulangan sang kakak dan keluarganya, Iyan menatap figura kecil di atas lemari plastik. Senyum pedih Iyan terukir.

"Ayah, ijinkan Iyan pergi dari rumah sejenak. Biarkan Iyan menenangkan hati Iyan yang masih terlalu sakit karena kepergian Ayah yang tiba-tiba."

,

Suara deru mesin mobil terdengar. Beeya segera berlari ke luar rumah dengan mata yang sembab.

"Kak," panggilnya ketika Echa baru saja keluar mobil.

Echa menghela napas kasar ketika melihat wajah Beeya. "Bee, mohon Kak."

Echa merangkul pundak Beeya dan membawanya masuk. Terlihat Beeya benar-benar sedih.

"Tolong mengerti Iyan ya, Bee," pinta Echa. "Dia butuh waktu sendiri. Ini hal yang paling menyakitkan untuk Iyan," tutur kakak dari pemuda itu.

"Ketika Iyan membutuhkan hiburan, dia malah sendirian. Mungkin, itu yang membuat hati Iyan lebih sakit," lanjutnya lagi.

Beeya hanya menunduk dalam dengan air mata yang mengalir deras. Dia benar-benar merasa bersalah. Ini salahnya kenapa dia selalu takut pada Raffa.

Keesokan harinya sepulang Beeya kerja dia segera menuju Moeda kafe. Dia berharap Iyan ada di sana. Dia ingin berbicara berdua dengan Iyan.

"Wira, Iyan ada?" Beeya segera masuk ke dapur kafe dan menghampiri salah satu karyawan kafe di sana.

"Gak ada. Dari semenjak ayahnya meninggal Pak Manager belum masuk kerja."

Beeya hanya mematung mendengarnya. Iyan benar-benar menghindarinya. Rasa bersalah semakin bersarang di hati Beeya.

Dua Minggu sudah Beeya tidak bisa bertemu dengan Iyan. Semua keluarga Iyan seakan merahasiakan keberadaan Iyan darinya juga papahnya. Beeya memutuskan untuk tidak masuk kerja hari ini. Dia ingin stand by di kafe. Dia yakin, Iyan sudah masuk kerja.

Benar dugaannya, Iyan memarkirkan motornya dan segera masuk ke dalam kafe. Namun, dia tidak seriang biasanya. Pelan-pelan Beeya mengikuti Iyan ke dalam dan dia melihat Iyan naik ke lantai atas untuk meletakkan tasnya. Tangan Beeya menekan gagang pintu. Ketika Iyan menoleh, Beeya sudah berhambur memeluk tubuh pemuda yang sangat tampan itu. "Maafkan aku."

Tidak ada reaksi apapun dari Iyan. Dia memasang wajah datar nyaris tanpa ekspresi.

"Kak, aku hanya gak ingin pacar kakak selalu salah paham sama aku. Aku butuh ketenangan, Kak."

Beeya mengurai pelukannya ketika mendengar alasan yang keluar dari mulut Iyan. "Kakak pernah bilang, ingin punya pacar atau pendamping yang posesif. Tuhan menjawab doa Kak Bee."

"Pokoknya gua itu pengen punya pacar yang posesif yang selalu dekat dan jagain gua di manapun gua berada. Gak kayak lu! Cuek dan dingin."

Beeya teringat akan ucapannya ketika dia marah kepada Iyan perihal Iyan yang tidak peka dan terlalu cuek kepadanya

"Udah ya, Kak. Ijinkan aku sendiri dulu. Aku tidak ingin beban pikiranku semakin banyak," ucap Iyan. Dia berlalu begitu saja meninggalakan Beeya.

Kecewa, itulah yang dirasakan Iyan. Ketika dia membutuhkan teman, Beeya seakan menghilang. Sedangkan dirinya akan selalu ada ketika Beeya tengah bersedih. Sepele memang, tetapi ini menjadi hal berarti untuk Iyan.

.

"Udah ya, Fa. Aku capek kalo kamu terus-terusan bahas Iyan, Iyan dan Iyan. Sebelum aku mengenal kamu, aku lebih dulu mengenal Iyan. Anak yang memang udah aku anggap seperti adikku sendiri," terangnya dengan sedikit emosi.

"Kamu itu pacar aku, Bee. Mana ada sih cowok yang akan diem aja ketika melihat pacarnya sama cowok lain." Raffa tak kalah emosi. "Ingat Bee, kamu gak boleh melanggar janji kepada Kakek kamu. Kamu akan menikah dengan aku!"

"Terserah, Fa! Terserah!"

Beeya segera meninggalkan Raffa yang sudah marah kepadanya. Ini adalah pertengkaran yang kesekian kalinya terjadi di hari yang sama. Itu berawal karena Beeya yang terus mengejar maaf dari Iyan. Raffa cemburu dan merasa diabaikan oleh Beeya.

Sudah hampir sebulan Beeya mengejar maaf dari Iyan. Namun, Iyan seakan terus menghindar dari Beeya.

Hari ini dia memutuskan untuk datang ke kosan Iyan. Dia sudah mengintili Iyan dari seminggu yang lalu. Kosan kecil nan sepi, di situlah tempat Iyan berada saat ini. Beeya masih setia menunggu Iyan hingga jam sebelas malam. Kedua tangannya sudah memeluk tubuhnya dengan wajah yang memucat. Sebuah motor berhenti tepat di kosan Iyan. Lengkungan senyum di bibir Beeya terukir. Dia menghampiri Iyan walaupun tubuhnya sedikit gemetar.

"Iyan."

Tangan Iyan yang tengah membuka kunci pintu terhenti. Dia segera menoleh ke asal suara. Matanya melebar ketika melihat Beeya yang sudah pucat dengan rambut yang basah. Ya, satu jam yang lalu memang hujan. Beeya yang berteduh di teras sempit kontraknya Iyan tetap terciprat air hujan.

"Kak Bee!"

Untung saya Iyan berhasil menangkap tubuh Beeya yang lemah. Sangat jelas wajah pucat Beeya di mata Iyan. Dia segera membawa Beeya masuk dan diletakan di kasur yang biasa dia tiduri.

"Aku buatkan teh hangat dulu, ya." Tangan Iyan dicekal oleh Beeya ketika dia hendak berdiri.

"Maafkan aku." Suara pelannya membuat hati Iyan sakit. Dia menatap intens wajah Beeya yang terlihat penuh penyesalan. Akhirnya, Iyan pun mengangguk.

"Aku buat teh hangat dulu, ya. Biar badannya enakan." Beeya menggeleng dan semakin menarik tangan Iyan hingga dia pun terjatuh dan berbaring di samping Beeya. Tangan Beeya memeluk tubuh Iyan dengan begitu erat seakan dia tidak membutuhkan teh hangat melainkan pelukan hangat.

Tanpa Iyan sadari bibirnya melengkung. Sudah lama pelukan ini tidak dia rasakan. Dia kehilangan sosok wanita yang manja.

.

"Ingat ya, Fa. Jika, terjadi apa-apa dengan Beeya nyawa kamu yang akan menjadi taruhannya."

...****************...

Komen dong ...

Sepi banget deh🤧

Terpopuler

Comments

Ani Sumarni

Ani Sumarni

lanjut bikin penasaran aja

2022-03-20

2

Avanisa

Avanisa

nangis

2022-03-19

1

Indrijati Saptarita

Indrijati Saptarita

lanjuuuuuuuuutttt..... kasihan iyan...

2022-03-19

1

lihat semua
Episodes
1 1. Harus Memilih
2 2. Menjaga Jarak
3 3. Takut
4 4. Mimpi
5 5. Jaga Iyan
6 6. Makna Dari Ucapan
7 7. Belum Siap
8 8. Seperti Mimpi
9 9. Mengambil Keputusan
10 10. Mengejar Maaf
11 11. Kangen
12 12. Mulai Ceria
13 13. Menjauhi
14 14. Terasa Kaku
15 15. Tunangan
16 16. Kandas
17 17. Biji Jagung
18 18. Fitnah
19 19. Suara Setan
20 20. Untuk Ayah
21 21. Suka Dalam Duka
22 22. Buka Kado
23 23. Bali
24 24. Aku Di Sini
25 25. Senyum Yang Sedikit Kembali
26 26. Hal Sederhana
27 27. Takut
28 28. Suara Pot Jatuh
29 29. Sarapan Nikmat
30 30. Kantor Polisi
31 31. Secret
32 32. Bisa Tanpa Aku
33 33. Maafkan Iyan
34 34. Persidangan
35 35. Amarah Dan Emosi
36 36. Sidang
37 37. Kesaksian
38 38. Kesaksian Palsu
39 39. Ungkapan
40 40. Maafkan Aku
41 41. Di Depan Cahaya Senja
42 42. Tak Rela
43 Pengumuman (Visual)
44 43. Kerugian
45 44. Licik
46 45. Merahasiakan
47 46. Menjebak Tikus
48 47. Makan Malam
49 48. Drama
50 49. Tikus Betina
51 50. Manis
52 51. Pundi-pundi
53 52. Melamar
54 53. Mahar
55 54. Interogasi
56 55. Kanebo Kering
57 56. Berobat Lagi
58 57. Hadir Kembali
59 58. Kesedihan dan Keceriaan
60 59. Terkontaminasi
61 60. Jahat
62 61. Ketakutan
63 62. Keraguan dan Kemurkaan
64 63. Nasihat
65 64. Lebah Mungil
66 65. Kedua Kali
67 66. Lambe
68 67.
69 68. Pilih Siapa?
70 69. Si Kerdil
71 70. Keponakan
72 71. Mau Gak?
73 72. Promise
74 73. Tak Terbatas
75 74. Tidak Terhasut
76 75. Hanya Kamu
77 76. Perpisahan Sementara
78 77. Wanita Penggoda
79 78. Tak Akan Meninggalkanmu
80 79. Sakit
81 80. Asin
82 81. Obat Mujarab
83 82. Kekhawtiran
84 83. Sosok Yang Dirindukan
85 84. Ketakutan
86 85. I'tikad
87 86. Ombak
88 87. Kakak-Adik
89 Maaf
90 88. Beda Usia
91 89. Masih Butuh
92 90. Ibu
93 91. Ghea
94 91. Maafkan Ayah
95 93. Seafood
96 94. Curiga
97 95. Foto
98 96. Aneh
99 97. Restui
100 98. Cekalan
101 99. Datangkan Ayahku
102 100. Kangen (Ayah)
103 101. Syarat
104 102. Celana Pendek
105 103. Mall
106 104. Najis Mughaladzah
107 105. Toko Baju
108 106. Bha-Gonk
109 107. Dua Kepribadian
110 108. 1001 Pria
111 Pengumuman
112 109. Restu Sang Kakak
113 110. Bertemu Kakak
114 111. Ke Kafe
115 112. Kacau
116 113. Telinga Merah
117 214. Restu (Semuanya)
118 115. Harus Kembali
119 116. Alarm dan Operator
120 117. Lebah Rese
121 118. Kata Bijak
122 119. Mantan Tersabar
123 120. Masa Depan vs Masa Lalu
124 121. Sibuk
125 122. Tak Ingin Menggantikan
126 126. Bahagia
127 Pengumuman
128 127. Ujian Menjelang Pernikahan
129 128. Digondol Pelakor
130 129. Aku Takut
131 130. Rujak
132 131. Belum Usai
133 132. Masa Lalu vs Masa Depan
134 Karya Baru
135 133. Bagus Dan Mulus
136 134. Unboxing
137 135. Hotel
138 136. Cicilan
139 137. Senyum Manis
140 138. Makan Siang
141 138. Syarat Mutlak
142 140. Normal
143 141. Mobil Goyang
144 142. Pasangan Panas
145 144. It's You
146 144. Virus Bucin
147 145. Pusing 7 Keliling
148 146. (Masih) Belum Ikhlas
149 147. Kenalan (Teman-Teman Iyan)
150 148. Pengiring Pengantin
151 149. Nyinyir
152 150. Tidak Terima
153 151. Tutorial
154 152. Ayo Kita Coba!
155 153. Membeli Sesuatu
156 154. Singapura
157 155. Capek
158 156. Mengecek
159 157. Tak Adil
160 158. Brandal Kesayangan
161 159. Menutupi
162 160. Turunan (Rion Juanda)
163 161. Mandi
164 162. Bodyguard Cucu Kakek Addhitama
165 162. Temu Rindu
166 163. Semuanya Datang
167 163. Menuju Hotel
168 164. Hotel
169 165. Perjanjian
170 166. Ibu (Datang)
171 167. Adat Sunda
172 168. Menghadiri
173 169. Akhirnya ....
174 170. Bahagia
175 171. Brandal dan Bocah Galak
176 172. Kisah Mereka
177 173. Keharuan dan Kebahagiaan
178 174 Groomsmen
179 175. Bridesmaid
180 176. Terpana
181 177. Resepsi
182 178. Resepsi (part 2)
183 179. Lift
184 179. Kamar Pengantin
185 180. Kegelian
186 181. Obrolan (Sarapan)
187 183. Bapak Moyang
188 184. Pamitan
189 185. Doraemon
190 186. Suara Bel
191 187. Belum (Belah Duren)
192 188. Buka Kado
193 Pengumuman
194 189. Will Miss You
195 190. Tamu Sudah Pergi
196 Karya Baru Telah Terbit
197 192. Sa-kit!!
198 193. Un-boksing
199 194. Jogja
200 195. Alasan Kuat
201 GARIS 2 SUDAH TERBIT
202 196. Menunda
203 197. Merasa Bersalah
204 198. Pil KB
205 199. Ma-Niak
206 200. Rumah Mertua
207 201. Menitipkan Kebahagiaan
208 202. Jangan-jangan ....
209 203. Jangan!!
210 204. Pusing
211 205. Keanehan (Beeya)
212 206. Mimpi (Ayah)
213 i
214 k
215 a
216 ,
217 k
218 .
219 m
220 .
221 .
222 .
Episodes

Updated 222 Episodes

1
1. Harus Memilih
2
2. Menjaga Jarak
3
3. Takut
4
4. Mimpi
5
5. Jaga Iyan
6
6. Makna Dari Ucapan
7
7. Belum Siap
8
8. Seperti Mimpi
9
9. Mengambil Keputusan
10
10. Mengejar Maaf
11
11. Kangen
12
12. Mulai Ceria
13
13. Menjauhi
14
14. Terasa Kaku
15
15. Tunangan
16
16. Kandas
17
17. Biji Jagung
18
18. Fitnah
19
19. Suara Setan
20
20. Untuk Ayah
21
21. Suka Dalam Duka
22
22. Buka Kado
23
23. Bali
24
24. Aku Di Sini
25
25. Senyum Yang Sedikit Kembali
26
26. Hal Sederhana
27
27. Takut
28
28. Suara Pot Jatuh
29
29. Sarapan Nikmat
30
30. Kantor Polisi
31
31. Secret
32
32. Bisa Tanpa Aku
33
33. Maafkan Iyan
34
34. Persidangan
35
35. Amarah Dan Emosi
36
36. Sidang
37
37. Kesaksian
38
38. Kesaksian Palsu
39
39. Ungkapan
40
40. Maafkan Aku
41
41. Di Depan Cahaya Senja
42
42. Tak Rela
43
Pengumuman (Visual)
44
43. Kerugian
45
44. Licik
46
45. Merahasiakan
47
46. Menjebak Tikus
48
47. Makan Malam
49
48. Drama
50
49. Tikus Betina
51
50. Manis
52
51. Pundi-pundi
53
52. Melamar
54
53. Mahar
55
54. Interogasi
56
55. Kanebo Kering
57
56. Berobat Lagi
58
57. Hadir Kembali
59
58. Kesedihan dan Keceriaan
60
59. Terkontaminasi
61
60. Jahat
62
61. Ketakutan
63
62. Keraguan dan Kemurkaan
64
63. Nasihat
65
64. Lebah Mungil
66
65. Kedua Kali
67
66. Lambe
68
67.
69
68. Pilih Siapa?
70
69. Si Kerdil
71
70. Keponakan
72
71. Mau Gak?
73
72. Promise
74
73. Tak Terbatas
75
74. Tidak Terhasut
76
75. Hanya Kamu
77
76. Perpisahan Sementara
78
77. Wanita Penggoda
79
78. Tak Akan Meninggalkanmu
80
79. Sakit
81
80. Asin
82
81. Obat Mujarab
83
82. Kekhawtiran
84
83. Sosok Yang Dirindukan
85
84. Ketakutan
86
85. I'tikad
87
86. Ombak
88
87. Kakak-Adik
89
Maaf
90
88. Beda Usia
91
89. Masih Butuh
92
90. Ibu
93
91. Ghea
94
91. Maafkan Ayah
95
93. Seafood
96
94. Curiga
97
95. Foto
98
96. Aneh
99
97. Restui
100
98. Cekalan
101
99. Datangkan Ayahku
102
100. Kangen (Ayah)
103
101. Syarat
104
102. Celana Pendek
105
103. Mall
106
104. Najis Mughaladzah
107
105. Toko Baju
108
106. Bha-Gonk
109
107. Dua Kepribadian
110
108. 1001 Pria
111
Pengumuman
112
109. Restu Sang Kakak
113
110. Bertemu Kakak
114
111. Ke Kafe
115
112. Kacau
116
113. Telinga Merah
117
214. Restu (Semuanya)
118
115. Harus Kembali
119
116. Alarm dan Operator
120
117. Lebah Rese
121
118. Kata Bijak
122
119. Mantan Tersabar
123
120. Masa Depan vs Masa Lalu
124
121. Sibuk
125
122. Tak Ingin Menggantikan
126
126. Bahagia
127
Pengumuman
128
127. Ujian Menjelang Pernikahan
129
128. Digondol Pelakor
130
129. Aku Takut
131
130. Rujak
132
131. Belum Usai
133
132. Masa Lalu vs Masa Depan
134
Karya Baru
135
133. Bagus Dan Mulus
136
134. Unboxing
137
135. Hotel
138
136. Cicilan
139
137. Senyum Manis
140
138. Makan Siang
141
138. Syarat Mutlak
142
140. Normal
143
141. Mobil Goyang
144
142. Pasangan Panas
145
144. It's You
146
144. Virus Bucin
147
145. Pusing 7 Keliling
148
146. (Masih) Belum Ikhlas
149
147. Kenalan (Teman-Teman Iyan)
150
148. Pengiring Pengantin
151
149. Nyinyir
152
150. Tidak Terima
153
151. Tutorial
154
152. Ayo Kita Coba!
155
153. Membeli Sesuatu
156
154. Singapura
157
155. Capek
158
156. Mengecek
159
157. Tak Adil
160
158. Brandal Kesayangan
161
159. Menutupi
162
160. Turunan (Rion Juanda)
163
161. Mandi
164
162. Bodyguard Cucu Kakek Addhitama
165
162. Temu Rindu
166
163. Semuanya Datang
167
163. Menuju Hotel
168
164. Hotel
169
165. Perjanjian
170
166. Ibu (Datang)
171
167. Adat Sunda
172
168. Menghadiri
173
169. Akhirnya ....
174
170. Bahagia
175
171. Brandal dan Bocah Galak
176
172. Kisah Mereka
177
173. Keharuan dan Kebahagiaan
178
174 Groomsmen
179
175. Bridesmaid
180
176. Terpana
181
177. Resepsi
182
178. Resepsi (part 2)
183
179. Lift
184
179. Kamar Pengantin
185
180. Kegelian
186
181. Obrolan (Sarapan)
187
183. Bapak Moyang
188
184. Pamitan
189
185. Doraemon
190
186. Suara Bel
191
187. Belum (Belah Duren)
192
188. Buka Kado
193
Pengumuman
194
189. Will Miss You
195
190. Tamu Sudah Pergi
196
Karya Baru Telah Terbit
197
192. Sa-kit!!
198
193. Un-boksing
199
194. Jogja
200
195. Alasan Kuat
201
GARIS 2 SUDAH TERBIT
202
196. Menunda
203
197. Merasa Bersalah
204
198. Pil KB
205
199. Ma-Niak
206
200. Rumah Mertua
207
201. Menitipkan Kebahagiaan
208
202. Jangan-jangan ....
209
203. Jangan!!
210
204. Pusing
211
205. Keanehan (Beeya)
212
206. Mimpi (Ayah)
213
i
214
k
215
a
216
,
217
k
218
.
219
m
220
.
221
.
222
.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!