Membuang harga diri

Malam harinya Grisa menunggu dengan gelisah di sebuah hotel. Ia sengaja mengajak Cello dinner di sebuah hotel mewah yang berada di pusat kota.

Matanya melirik ke arah pintu masuk, sama sekali belum juga ada, tanda tanda jika pria itu akan datang menemuinya.

Satu jam berlalu Grisa menunggu, hingga lilin yang ia nyalakan sudah hampir habis.

"Alicia,"

Dadanya bergemuruh hebat menahan sesak yang menghimpitnya. Cello benar benar sangat keterlaluan.

Sementara di lain tempat di kamar apartemen. Cello mendesah frustasi. Gara gara dia yang ingin memancing istrinya, keluar dari persembunyiannya. Ia menyetujui bertunangan dengan Grisa.

"Wanita sialan itu benar benar ingin di beri pelajaran."

Cello mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak menunggu Alex. Baginya cukup bertemu lalu pergi. Apalagi Alicia sendiri di apartemen milik nya.

Brakk..

Tangannya merapikan jasnya, lalu melangkah menuju kamar hotel di mana ia akan dinner berdua bersama Grisa. Senyum penuh misteri tersungging di sudut bibirnya.

Hampir saja Grisa menghancurkan meja yang berisi hidangan dan wine mahal yang tersaji.

Bibirnya terangkat melihat kedatangan pria yang di tunggu nya dari tadi.

Ia berdiri menyambut Cello, tapi Cello mengacuhkannya dengan langsung mendudukan dirinya, di kursi yang masih tersisa.

"Cel kau datang, ku pikir kau melupakan janjimu."

"Kapan aku berjanji padamu nona,?"

Grisa tersenyum kecut mendengar jawaban Cello. Ia lalu menuangkan wine pada gelas tinggi yang tersedia. Lalu memberikannya pada Cello.

"Maaf aku terlalu bahagia dengan kedatangan mu."

"Jangan terlalu berharap banyak nona Grisa. Kau yang menyetujui, kau juga yang menggelar acara pertunangan di perusahaan ku. Apa kau bertanya jika aku menyetujuinya nona?...."

"Cel..."

"Kau tiba tiba datang ke perusahaan ku membawa wartawan dan cincin pertunangan. Lalu memaksaku menyematkan di jarimu, nona?. Dengan alasan hanya pura pura bukan. Lalu kenapa sekarang kau berharap aku menjadi tunangan mu yang sesungguhnya, nona Grisa..."

Grisa meremas gaun yang dikenakan nya. Ia tak menyangka Cello benar benar tak meliriknya sedikitpun. Meski ia yang memaksa untuk bertunangan dengan nya.

"Cel beri aku kesempatan sekali saja, aku janji akan membahagiakan mu. Bukan gadis yang suka berbuat ulah. Apa yang tak kumiliki dari dia. Aku lebih seksi di bandingkan dengan gadis itu Cel. Aku rela menjadi pemuas mu di atas ranjang. Asalkan kau mau bersama denganku, tak apa jika kau mencintainya. Tidak perlu kau mencintaiku, cukup aku menjadi temanmu di atas ranjang."

Cih...

Cello berdecih mendengar permintaan wanita di depannya ini. Dia sungguh seperti ****** di luaran sana.

"Nona, ****** di luaran sana jauh lebih terhormat. Dari pada dirimu, yang mengobral ************, demi mendapatkan kepuasan."

Hina Cello tak berperasaan, melontarkan kata-kata tanpa filter. Tak perduli dengan wanita yang di depannya akan tersinggung dan marah.

Wajah Grisa merah padam mendengar Cello dengan tega menghinanya, tanpa perasaan. Sungguh ia tak menyangka, Cello akan menghinanya sekejam ini.

Cello berdiri memutar tubuhnya, tapi Grisa menahan tangan Cello. Menyadari tangan Grisa menahannya, Cello menghempaskan tangan nya.

"Setidaknya minumlah terlebih dahulu Cel. Aku sudah memesannya, hargai sedikit saja Cel,"

Cello kembali duduk di kursinya. Melihat Cello kembali mendudukan dirinya, Grisa tersenyum. Ia yakin malam ini ia bisa menaklukan Cello. Sakit hati di hina bahkan di rendahkan tak berarti apa-apa setelah ia berhasil menjadi wanita satu satunya untuk Cello.

Grisa memberikan gelas yang sudah terisi wine pada Cello. Ia lalu menuangkan lagi untuk nya sendiri. Matanya melirik ke arah Cello yang meminum wine satu kali teguk.

"Yes akhirnya, hari ini ia akan menjadi milikmu seutuhnya."

Gumamnya dalam hati..

Sementara ia menurunkan wine miliknya lagi. Lalu tangan kanannya dengan cekatan menuangkan lagi untuk Cello.

"Cel, empat tahun lalu, aku melihat mu untuk pertama kalinya. Dan aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Kupikir aku bisa memiliki mu seutuhnya. Ternyata kita hanya di takdirkan menjadi rekan bisnis saja tidak lebih."

Cello tak menjawab ia meminum lagi wine miliknya lagi dan Grisa bersorak dalam hati.

"Aku lebih menyukai wanita yang agresif nona Grisa. Seperti Alicia, dia nakal dan juga suka mabuk."

Grisa yang mendengar Cello menyukai wanita yang di sebutkan tadi juga meminum wine sama seperti Cello. Biarlah dia nanti yang akan mengendalikan Cello. Lagi pula Cello sangat suka dengan wanita yang agresif. Hanya satu gelas, tak akan membuatnya mabuk.

Cello menggelengkan kepalanya, matanya berkedip seolah pandangan mengabur. Dan tangannya memegang pelipisnya, memijit pelipisnya yang terasa pusing.

Senyum lebar menghiasi wajah cantik Grisa. Ia dengan sigap berdiri menghampiri Cello.

Hendak mencium bibir nya, tapi sebelum bibirnya menyentuh bibir Cello ia lebih dulu tersungkur.

"Aku bukan orang yang bodoh nona. Hanya dengan obat yang kau berikan padaku. Tidak akan membuatku terpedaya olehmu."

"Cel.."

Ah...

Grisa mendesah dan meracau ingin di sentuh. Tubuhnya bergetar menahan sesuatu yang membuat nya gerah sekaligus berkedut di area sensitifnya.

Cello tersenyum tipis, melihat wanita yang tampak lugu dan polos. Tapi sangat menjijikan. Ia duduk bersila di sofa sambil menunggu wanita yang sedang meracau tak jelas. Cello tau wanita itu tak akan bisa menahan nya.

"Kau yakin tidak tau di mana ayahmu menyimpan barang haram itu."

"Cel tolong aku.."

"Aku akan menolong mu setelah kau beri tau dimana ayahmu menyembunyikan nya....

Baiklah jika kau masih bungkam nona"

Grisa semakin menggeliat, tangan dan kakinya di ikat oleh Cello. Tapi bibirnya meracau meminta di sentuh.

"Cel, sekali ini saja. Ku mohon aku sudah tak tahan."

Nafasnya memburu menahan gejolak gairah yang memuncak. Grisa seperti wanita gila.

Keringat sebesar biji jagung bercucuran di wajahnya. Cello tau Grisa masih mempunyai kesadaran walau sedikit. Itu sebabnya ia tak ingin mengatakan di mana ayahnya menampung barang itu.

Jika di rumah sakit tempat membuatnya. Tapi Cello tidak tau dia menampung dan menyimpan hasilnya.

" Ruang mayat di belakangan. Ayah ku menyimpannya di sana. Aku sendiri juga baru mengetahui nya. Cel, kumohon sentuh aku. Aku janji akan membawamu ke sana."

"Itu tak perlu"

" Itu tugas kalian. Terserah mau kalian apakan dia. Aku tak perduli.."

Cello melangkah pergi meninggalkan mereka dengan Grisa yang meracau dan menggeliatkan tubuhnya.

"Apa anda ingin kesana sekarang juga tuan?"

"Tidak, jangan gegabah. Mengingat pria itu di puja bagai dewa penyelamat. Biarkan dia dulu, tunggu hingga ia pulang"

"Lalu bagaimana jika nona Grisa mengatakan nya tuan.?"

"Aku yakin Grisa tak akan melakukannya. Bukankah Grisa tergila-gila pada ku. Jika ia mengatakan tentang aku yang mencurigainya. Dia yang akan menjadi sasaran ayahnya sendiri."

Alex mengangguk dan ia menoleh mendengar suara suara laknat yang masih terdengar hingga luar pintu. Entah apa yang mereka lakukan pada wanita yang berprofesi sebagai dokter bedah.

Sementara Grisa yang melihat ada pria di depannya, begitu tangan nya di lepaskan. Ia langsung menerjangnya. Hasrat yang membumbung tinggi membuat Grisa menjadi piala bergilir oleh tiga pria sekaligus. Hingga wanita itu terkapar tak berdaya. Sampai waktu menjelang pagi.

Mereka meninggalkan Grisa tergolek tak berdaya di lantai dingin tanpa sehelai benang pun. Apalagi tubuh polos nya banyak sekali meninggalkan jejak bibir para pria yang memuaskannya. Entah apa yang akan Grisa lakukan jika saat sadar nanti mendapati dirinya yang seperti itu.

Terpopuler

Comments

Zaitun

hihi jijik anak yg di beri makan uang haram

2022-06-15

3

Katherina Ajawaila

jijik dokter bedah lerler minta di setubuhi, jadi pelacur bedah aja 😀😀😀😀

2022-06-17

2

Safnidewi Dewi

kok aku jdi kasian ya..
tpi sebel juga

2022-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!