Sebuah kepercayaan

Alicia menatap tak percaya pada seseorang yang baru saja melepaskan timah panasnya. Ia lalu membalikkan tubuhnya. Dan melihat wanita tua yang berstatus sebagai mertuanya, terkapar tak berdaya dan berlumuran darah.

Ia lalu mengangkat tubuh ringkih dan lemah untuk di pangkuannya.

Seorang wanita tersenyum penuh kemenangan. Ia yakin Cello akan membenci gadis sialan itu. Ia membalikkan tubuhnya pergi dari sana. Tinggal menghitung jari lentik nya. Ia yakin Cello akan sangat kecewa dengan Alicia.

Ling Jung masih tak ingin mati sia sia di tangan Cello. Beberapa kali ia menembak Cello dengan timah panas nya. Tapi Cello sama sekali bukan lawan yang sepadan. Pria dewasa itu sangat lah lincah dan gesit. Padahal Cello hanya berdua dengan Alex. Sementara dirinya bersama anak buahnya yang banyak.

Jung mengumpat Rubi, wanita sialan itu. Gara gara dia, ia tertangkap oleh Cello. Padahal niat nya adalah ingin bertemu dengan putri nya lalu pergi lagi. Tak di sangka Cello mencurigainya dan membuntuti nya.

Dor....

Argh....

Jung tumbang dengan peluru di dadanya. Cello menghampiri, menekuk lututnya. Tak lama ia melayangkan kepalan tangan nya pada wajah Jung. Pria yang selama ini membuatnya geram.

"Tuan, bagaimana dengan markas Jung .."

Cello tersenyum tipis, akhirnya ia bisa menemukan markas pembuatan obat obatan terlarang.

Jung terkesiap, ia mengepalkan tangannya mendengar jika markas besarnya di temukan Cello.

Jung tertawa terbahak bahak mendengar Cello membanggakan dirinya. Dalam hati ia juga mengumpat Cello. Pria ini sulit sekali di kalahkan. Bahkan tak bisa di bohongi. Tapi ia yakin Cello akan kalah kali ini.

"Kau tau kenapa ibumu di sekap bertahun-tahun oleh William. William tak ingin ibumu menghalangimu menjadi pemimpin Red Blue miliknya. Dia menyandra ibumu sebagai tawanan nya, agar kau bersedia menikahi putrinya. Dan akan melepas ibumu saat kau benar-benar sudah menikahi putrinya."

Ling Jung tertawa lagi, ia semakin bersemangat menghasut Cello.

"Kau yakin putri William tak punya maksud tersembunyi."

Uhukkk...

Ling Jung memuntahkan darah segar. Cello benar benar pria yang akan melenyapkan lawannya. Tak memberinya kesempatan sama sekali.

Cello menatap nanar pada dua wanita yang sangat berarti baginya. Ia dan Alex langsung datang kemari saat sebuah pesan mengatakan jika ibunya dalam bahaya.

Alicia menatap wajah dingin Cello. Bibirnya kelu, yang hanya sekedar untuk membela diri. Alicia tau Cello salah paham dengan nya.

Cello menyingkirkan Alicia, ia membopong tubuh tak bernyawa ibunya. Dan pergi meninggalkan Alicia yang mematung, dengan pistol di tangannya.

Alicia menatap nanar pada punggung Cello, sebelum Rubi menghembuskan nafasnya terakhir. Dia hendak menembak dirinya. Dan Alicia tentunya merebut senjata yang mengarah padanya.

Malam semakin larut, Cello termenung di dalam apartemen miliknya. Usai menguburkan ibunya, Cello mengurung dirinya sendiri di dalam kamar miliknya. Ia teringat kata kata Jung. Benarkah Alicia manfaatkan dirinya.? Meskipun Cello sudah ikhlas jika Alicia memanfaatkannya. Tapi Cello kecewa dan marah, kenapa Alicia sampai tega membunuh ibunya.

Ia tak menyangka Alicia akan membunuh ibunya demi ambisinya. Padahal Cello siap mengorbankan apa saja demi melindungi Alicia dari ibunya. Tapi Cello tak menyangka istrinya justru tega menghabisi nyawa ibunya.

Clek....

Alicia masuk ke dalam kamar mereka, ia yakin Cello ada di sana. Dan benar saja, Cello sedang termenung seorang diri. Ia menghembuskan nafasnya perlahan.

"Om...."

"Pergilah Alicia...?"

Alicia mendongak menatap wajah dingin Cello. Cello belum mendengar penjelasannya?.

"Tapi Om?"

"Pergilah Alicia...!"

Alicia berjengit kaget mendengar bentakan nyaring untuk nya. Tak lama ia tersenyum tipis, apa hanya segitu rasa kepercayaan Cello padanya. Apakah hanya sekecil itu cinta di hati nya.

"Kau tau tujuanku Om?.."

Cello mengangkat wajahnya, menatap tak percaya pada Alicia.

Akhirnya gadis itu mengakui tujuan yang sebenarnya.

"Bagus lah jika Om tau tujuan ku sebenarnya. Jadi aku tak perlu lagi mengatakannya padamu."

Gigi Cello gemerutuk menahan emosi. Tangannya terkepal erat. Dengan telinga nya sendiri ia mendengar jika benar Alicia memanfaatkannya. Meskipun ia sudah tau, tapi dalam hati kecilnya masih menolak fakta itu.

"Kau sungguh wanita licik Alicia. Wajah mu yang polos itu sungguh membuatku jatuh ke dalam perangkap, wanita murahan sepertimu."

Alicia memejamkan matanya, sakit sekali rasanya mendengar Cello merendahkannya. Bukankah dia sendiri yang telah mengambil kehormatannya.

Alicia terkekeh kecil, mencoba menyembunyikan hatinya yang hancur berkeping keping. Ia membalas tatapan tajam mata Cello padanya.

Tatapan cemooh ia layangkan pada pria yang membuat nya hancur berkeping keping.

" Bukankah kau pria yang sangat naif Cello. Hanya dengan rayuan gombal gadis seperti ku. Kau mudah sekali terjerat. Ternyata mudah sekali menjerat pria seperti mu? Kau tau, ibumu adalah wanita yang sangat ku benci!"

Alicia berteriak pada Cello. Bukannya meredam amarah Cello, dia justru membakar kebencian Cello terhadapnya.

Wajah Cello merah padam mendengar Alicia berkata demikian. Ia mengarahkan pistol di tangannya dan menarik pelatuk nya pada Alicia.

Alicia tersenyum mengejek, jika dia harus mati di tangan Cello. Alicia akan sangat bangga.

Bukk...

Dor...

Alicia terhuyung kebelakang, dengan dada yang terluka.

Bukk....

Prang....

*

Melvin menyusuri jalan yang sudah mulai gelap. Ia mencari cari keberadaan Alicia. Tadi pagi ia menurunkan nya di taman kota. Dan entah kemana lagi perginya gadis belia itu.

Ia menautkan kedua alisnya melihat sosok yang dicarinya, berjalan tertatih. Seperti nya gadis itu selalu saja membuat onar. Mungkin saja habis berkelahi. Secara gadis remaja seperti nya sangat lah labil.

Melvin mengeryitkan alisnya, kenapa Alicia tak mencari taksi untuk pulang. Melvin mengikuti langkah Alicia. Sementara Alicia tak tau ada seseorang yang membuntuti nya. Pikiran nya kacau ia tak fokus. Hanya Cello yang ada dalam pikirannya.

Melvin melirik kearah Alicia dan mendongak menatap gedung apartemen termahal di kota ini.

"Apakah Alicia tinggal di sini.?"

Melvin melihat nomor lift dimana Alicia tinggal. Lantai 37, Melvin langsung masuk kembali pada lift dan menyusul Alicia. Gadis itu pasti akan terkena marah dari orang tuanya. Dari mulai tawuran dan tak pulang seminggu dan menginap di rumahnya.

Ia akan mengatakan yang sebenarnya, jika Alicia menginap di rumahnya. Dan Alicia sendiri yang tak mau di antarnya pulang. Gadis seperti Alicia memang suka sekali bikin onar. Apalagi seperti kemarin Alicia akan kabur dari orang tuanya.

Melvin mencari keberadaan Alicia.

Ia mengumpat dirinya yang bodoh. Bagaimana ia tau apartemen milik gadis kecil itu tinggal. Melvin berbalik, percuma saja ia berada di sini. Masa iya harus mengetuk pintu satu persatu, untuk memastikan di mana tinggalnya.

Biarkan saja gadis itu di marah oleh kedua orang tuanya, biar kapok.

Melvin terkekeh geli membayangkan bagaimana Alicia akan di hukum oleh orang tuanya.

Terpopuler

Comments

Pia Palinrungi

lanjut thor..

2022-06-21

0

Zaitun

oh

2022-06-15

2

Ida Farida

judulnya sederhana tpi isi wow banget,, konfliknya ciamik

2022-06-14

4

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!