Pria misterius

Suara ******* bercampur dengan bunyi kecipak kulit yang bersentuhan memenuhi ruang pribadi yang tak terlalu luas. Sudah terhitung tiga kali Alicia sampai pada puncaknya. Tapi Cello tak menunjukkan bahwa dirinya akan mengakhiri pergulatan pagi menjelang siang ini.

Ah...

"Om..."

Alicia meringis menahan sakit dan perih, bercampur dengan rasa yang luar biasa. Cello tak menghiraukan rintihan istrinya. Ia terus berpacu mencari kepuasan tersendiri. Ia bergerak liar, memompa tubuh di bawah kungkungan nya.

Ah....

Cello semakin bersemangat mempercepat gerakan pinggulnya. Ia merasakan gelombang dahsyat menghampiri. Tangan nya berpegang pada bokong Alicia. Dan meremas bokong polos Alicia saat pusat tubuhnya benar benar akan meledak.

Ah....

"Alicia...."

Cello mendongak, tubuhnya bergetar hebat, menahan sesuatu yang baru saja ia rasakan. Ia menyemburkan cairan kental miliknya, yang bertahun tahun di pendam nya. Nafasnya masih memburu, tak lama ia ambruk di samping istrinya. Sepuluh menit kemudian ia baru mengeluarkan miliknya dari Alicia.

Cup... Cup...

Ciuman bertubi tubi Cello layangkan pada istri tercinta. Cello sangat beruntung bisa memiliki gadis kecil nya. Alicia adalah perempuan pertama yang dekat dengannya. Perempuan pertama yang membuatnya jatuh cinta. Perempuan pertama juga yang melepas keperjakaan nya.

Cello menarik selimut dan memeluk tubuh lelah istrinya. Mendekapnya erat, tak ingin lagi Cello kehilangan seperti kemarin.

Alicia tidur dalam dekapan hangat Cello. Ia lelah melayani nafsu suaminya. Dua jam lebih untuk pertama kalinya Cello menggempurnya. Hingga nyaris saja tulang tulangnya lepas semua.

Dari luar ruang pribadi nya, Grisa mengepalkan tangannya. Mendengar suara jeritan dan ******* di dalam kamar pribadi CEO. Grisa kembali karna ia meninggalkan ponsel nya. Satu jam yang lalu ia sudah berdiri disana. Telinganya menangkap jelas aktivitas intim suami istri itu.

Rasa panas dan cemburu yang menjalar di sekujur tubuhnya. Membuat ia tak bisa pergi dari sana. Alhasil ia mendengar dengan jelas Cello yang mendesah menyebut nama Alicia.

Ia meneteskan air matanya. Di dalam sana Cello sedang bercinta dengan gadis belia. Benarkah dia adalah istrinya?. Atau mungkin saja hanya untuk membohongi?. Tapi nyatanya semua yang Cello ucapkan benar adanya. Saat ini mereka berdua sedang memadu kasih. Bercinta sampai mereka lupa jika ruangan itu tak terkunci.

Grisa memang tak melihat aktivitas panas mereka. Tapi pintu itu tak terkunci rapat. Jelas saja suara ******* dan jeritan Cello saat mencapai puncaknya, terdengar jelas di telinga Grisa.

Rasanya kaki Grisa berubah seperti jelly. Lemas ,tulang tulang nya bahkan tak mampu sekedar menopang tubuhnya.

Dert... Dert...

Grisa berjengit mendengar suara ponsel yang bergetar di atas meja.

Clek...

Grisa mematung di tempatnya berdiri. Cello keluar dari kamarnya. Dan dia menatapnya tajam.

Cello menutupi tubuh polos Alicia. Ia mengambil pakaian yang tergeletak di lantai dan menggantinya lagi dengan yang baru.

Usai membersihkan diri Cello keluar dari kamar. Ia kaget melihat Grisa berdiri di depan kamarnya.

"Tak sepantasnya anda menguping nona,"

Nada rendah dan dingin menyapa gendang telinga Grisa. Grisa gugup sekaligus takut. Kaki yang semula lemas seperti jeli. Sekarang kembali seperti semula. Rasa takut dengan tatapan tajam Cello mengembalikan kebodohan Grisa.

"A_aku mengambil ponsel yang tertinggal."

Matanya menatap tak percaya pada wajah puas Cello. Pria yang di kejarnya empat tahun lalu, hari ini ia mendengar dengan telinga nya sendiri menyebut nama wanita lain.

Grisa pergi terburu buru, takut jika Cello bertanya lebih padanya.

" Tuan, ada pria mencurigakan datang ke Las Vegas. Sepertinya pria itu ingin menemui seseorang."

"Awasi dia.."

Click....

Cello meremas ponselnya, pria itu memang licin seperti belut. Dia kerap kali mengganti identitas nya. Entah bagaimana caranya Cello harus memancing Jung keluar.

*

"Kau seperti mayat berjalan Rubi,"

Nada hinaan dan cemooh di lontarkan pria paruh baya di depannya.

" Bantu aku menyingkirkan anak itu....?"

"Apa imbalannya..."

"Aku bersedia bekerja lagi untuk mu,"

Pria didepannya itu tertawa terbahak mendengar Rubi menawarkan bekerja sama lagi. Apa wanita tua ini bermimpi. Bagaimana mungkin ia akan bekerja sama lagi sementara Rubi wanita cacat tak bisa apa-apa?

"Rubi.. Rubi... Kau pikir apa yang bisa di andalkan dari wanita cacat seperti mu. Lihat lah dirimu sendiri. Kau bisa berjalan saja itu suatu keajaiban.?"

Rubi mengepalkan tangannya, jika ia punya kekuatan. Ia juga tak sudi meminta bantuan pria di depannya ini. Apalagi anak itu adalah istri dari putra Cello. Rubi tak terima Cello menjadi bagian dari wanita sialan itu.

"Ya aku akan membantumu, tapi kau harus tau, aku juga tak ingin putramu menghalangi jalanku. Jauhkan dia dari orang orang ku."

Mata tajam pria di depannya ini membuat bulu kuduk Rubi meremang. Ia mengumpat Inka dan putrinya. Ingin sekali Rubi menghabisi gadis sialan itu. Tapi jelas saja Cello putranya akan melindunginya.

"Ingat lah Jung, aku bisa saja membongkar rahasia mu selama ini. Bantu aku menyingkirkan perempuan sialan itu. Maka aku akan tutup mulut selamanya."

Gigi pria di depannya gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Ia berdiri dan mencekik Rubi dengan kedua tangannya.

"Jung..."

Rubi terkesiap ia memukul mukul tangan Jung di lehernya.

"Bermimpi lah kau Rubi, sampai kapan pun kau tak bisa mengancam ku. Wanita seperti mu memang sudah tak layak bekerja sama dengan ku. Jadi jangan coba coba denganku."

Brukk...

Tubuh ringkih dan tua Rubi jatuh terhempas. Begitu pria itu melepaskan cengkraman tangannya dari lehernya. Rubi terbatuk-batuk dan menghirup udara sebanyak banyaknya. Ia tak menyangka Jung akan melakukan ini padanya.

Pria itu menginjak kaki cacat Rubi dan menekannya.

Argh...

"Kau tau Rubi, dirimu tak lagi berguna untuk ku. Wanita cacat seperti mu, sama sekali tak membuatku takut. Camkan itu!.."

Rubi meringis menahan sakit yang luar biasa. Kaki yang pincang dan hampir saja membusuk waktu di penjara Sean di injak oleh Jung. Rubi mengepalkan tangannya, sampai detik ini ia bisa menahan rasa sakit di kurung dan tubuhnya hampir busuk semua, ia masih bisa bertahan. Apalagi saat ini ia bisa berjalan meski dengan kaki yang pincang.

"Ya kau bisa percaya padaku kali ini. Tapi bantu aku, menyingkirkan anak perempuan sialan itu.?"

Jung tersenyum mengejek, wanita itu harus patuh padanya. Seperti sebelumnya, dia menjadi partner ranjangnya. Jung tertawa terbahak bahak mendengar permohonan Rubi. Ia semakin bersemangat untuk memperluas jaringan bisnis haramnya. Ia yakin Rubi akan mematuhinya.

Ya di pulau terpencil Jung memanfaatkan Rubi dan menjadikan Rubi budak **** nya. Rubi menurut, selama lima tahun ia membodohi Rubi. Dan memanfaatkan wanita itu. Jung menjanjikan ia akan mengeluarkan Rubi dari pulau terpencil itu. Dan Rubi akan melayani nafsu bejatnya. Tentu saja Rubi mengiyakan. Tapi entah kenapa Rubi percaya begitu saja pada Bella. Rubi sudah lama menunggu pria itu membantunya hingga Bella datang menawarkan bekerja sama dengan nya. Kebetulan saat itu Bella membenci orang yang sama. Rubi tak berpikir panjang mengiyakan perkataan Bella. Dari pada menunggu pria yang entah kapan akan mengabulkan permintaan.

Terpopuler

Comments

Pia Palinrungi

mdh2 rubi meninggal ditangan jun

2022-06-21

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!