Menahannya

Cello mengangkat wajah Alicia. Ia lalu membungkuk kan tubuhnya. Menjangkau bibir mungil Alicia dan menyesapnya.

Cup....

Alicia mengerjap kan matanya, ia kaget dengan Cello yang lebih dulu menciumnya. Alicia melihat mata Cello yang terpejam. Iapun ikut memejamkan matanya.

Lama Cello memagut bibir mungil Alicia. Dan ia baru saja melepaskan nya saat merasakan Alicia memukul dada bidang nya.

"Om..."

Alicia memonyongkan bibirnya. Cello membuatnya tak bisa bernafas.

Cello yang melihat bibir mungil itu monyong, Menyambarnya lagi.

Kali ini, Cello lebih memperdalam. Seperti yang Alicia lakukan saat di kantor. Mengobrak abrik rongga mulutnya.

Cello juga mengangkat tubuh Alicia ke kamar mandi, dengan bibir yang masih menempel.

Cello menurunkan Alicia di bawah shower. Ia lalu menekan tombol air hangat.

Tubuh mereka basah kuyup. Cello melihat kemeja yang di pakai Alicia menempel, memperlihatkan bentuk tubuh mungil Alicia.

Cello lalu membuka kancing kemeja satu persatu. Dengan tangan yang gemetar, Cello sudah meloloskan kancingnya.

Alicia yang melihat Cello membuka kancing bajunya hanya diam saja. Ia sudah biasa, ketika ia sakit. Daddy nya yang akan merawatnya dan mommy tentunya. Itu sebabnya, Alicia berpikir mungkin saja Cello seperti Daddy.

Cello menelan ludahnya cekat. tubuh mulus dan putih milik Alicia terpampang nyata di depan matanya. Ia juga melepaskan pengait bra milik Alicia. Dan tak lupa, ia juga meloloskan kain berenda segi tiga milik Alicia.

Nafas Cello memburu. Hasrat yang bertahun tahun lamanya tak pernah ada. Kini datang hanya melihat tubuh polos gadis kecil di depannya.

Buah dada yang bisa di katakan besar, dan lagi mata Cello turun ke bawah.

Glek....

Jakunnya naik turun, melihat sesuatu di bawah perut Alicia.

" Om..."

Cello tersadar dari imajinasi nya. Ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya. Jangan sampai Alicia takut padanya. Alicia masih remaja dan dia pria dewasa.

"Om dingin....."

Cello terkesiap bibir mungil Alicia bergetar kedinginan. Ya gadis kecil ini masih polos pikiran nya. Dia pikir Cello akan memandikannya. Ternyata pikiran Cello yang kemana-mana.

Cello mengangguk dan meraih sabun cair di samping nya. Tangannya bergetar, antara ingin mendaratkan tangan nya menyabuni Alicia atau tidak.

Cello menggeleng kan kepalanya lagi. Ia tak boleh berfikir kotor, Alicia sudah kedinginan karena terlalu lama di bawah air.

Tangan Cello dengan telaten menyabuni tubuh mungil Alicia. Meski harus menahan sesuatu yang ingin ia ledakkan. Cello masih berfikir ia tak boleh merusak Alicia. Ia ingin mendapatkan Alicia dengan cara yang baik.

Cello memam lnsangkan handuk dan melingkarkan handuknya pada tubuh Alicia.

Ia lalu membopong Alicia di atas meja wastafel.

"Tunggu di sini Ok..."

Alicia mengangguk, dan Cello berjalan menuju shower kembali l. Melepaskan semua yang menempel di tubuhnya dan dengan cepat ia membersihkan diri. Takut Alicia kedinginan menunggu dirinya.

Cello mengeringkan rambut Alicia. Dengan telaten ia mengarahkan hairdryer pada rambut panjangnya.

Sebelumnya ia lebih dulu berpakaian dan memakaikan baju untuk Alicia tentunya.

"Om luka Om basah.."

Cello tersenyum, luka itu dalam sekejap sembuh karna Alicia.

"Nanti Alicia yang ganti perbannya, hm..."

Alicia mengangguk cepat. Cello yang melihat itu tersenyum. Sungguh Cello harus bisa menahan sesuatu yang baru saja ia rasakan. Cello baru tau mungkin ini yang namanya, hasrat ingin menjamah tubuh mungil Alicia.

Cello membawa Alicia ke perusahaan nya. Ia tak tega meninggalkan Alicia dengan pelayanan di apartemen nya.

Dasar Alicia, gadis itu bahkan sudah melupakan kejadian kemarin. Yang hampir saja melukai dirinya sendiri. Gadis itu saat ini sudah pecicilan kesana-kemari.

Cello membiarkan saja yang penting masih dalam pengawasannya.

Radika mengepalkan tangannya melihat Cello yang tak fokus dengan meeting nya kali ini. Cello justru fokus dengan ponsel di tangannya.

"Tuan bagaimana jika bulan depannya..."

" Hmm..."

Radika tau Cello memperhatikan layar ponselnya karna apa. Alicia.... Gadis sialan itu telah membuat Cello berubah.

Sementara Alicia, ia mengobrak abrik buku yang tersusun rapi di lemari milik Cello.

"Ish... Bukunya sama, "

Alicia memonyongkan bibirnya tak menemukan buku yang ia inginkan. Ia lalu berpindah duduk di kursi kebesaran Cello.

"Ah nyamannya...."

Clek....

Mario mengerutkan keningnya mendapati gadis belia duduk di kursi kebesaran putranya. Sedangkan Alicia yang melihat kakek tua masuk, ia segera berdiri.

"Opa cari siapa...?"

Mario meneliti gadis belia di depannya. Ia melihat dari atas sampai bawah, ia lalu menggelengkan kepalanya. Anak sekarang ....

"Opa cari siapa...? Om Cello lagi meeting. Jika ada perlu bilang saja ke saya Opa. Nanti Alice sampein. "

Mario tambah bingung, gadis ini memanggil putra nya Om. Sementara Mario tak memiliki keponakan. Dan lagi Cello tak pernah menceritakan jika dia mengangkat ponakan.

Clek...

"Dad...."

Cello meninggalkan ruang meeting setelah tau jika Daddy nya datang ke kantor nya.

"Alicia menoleh ke arah Cello, dan berganti menoleh pria tua di sampingnya."

"Opa Daddy nya Om Cello..." Wajah penuh tanya Alicia sangat menggemaskan. Matanya mengedip ngedipkan lucu. Cello yang melihatnya gemas ia ingin sekali mencium bibir mungilnya.

Mario mendesah melihat sikap Cello. Kenapa putra nya jadi podofil. Mario tau putranya memiliki rasa dengan gadis belia di depannya ini.

Hemm....

Mario berdehem masih tak menyadarkan Cello. Ia berdehem lagi lebih keras, tak lama Cello tersadar dari lamunannya.

Mario menggelengkan kepalanya, Cello seperti remaja. Padahal usianya sudah tiga puluh satu tahun.

"Daddy ada perlu apa? Maaf Dad Cello akhir akhir ini jarang pulang."

"Opa, kenapa masih berdiri. Ayo duduk...."

Alicia menyerobot angkat bicara. Ia lalu menuntun Mario duduk di sofa.

"Om panggilkan aunty Radika dong."

Alicia bahkan tak sungkan memerintah Cello. Dan Cello, pria itu langsung merogoh saku celananya menghubungi Radika.

Mario menggeleng, putranya itu sejak kapan menurut sama seorang.

Tak lama kemudian Radika masuk kedalam. Ia tersenyum lebar melihat Mario. Ia tau jika Mario adalah ayah dari Cello.

" Selamat siang tuan Mario..."

Radika menunduk ramah. Matanya melirik ke arah Alicia. Ia berdecih dalam hati.

"Aunty ambilkan minum dong untuk Opa. Sekalian beli pizza nya juga. "Bibir Alicia tanpa di saring menyuruh Radika. Sedangkan Radika tak menggubrisnya.

"Aunty ga dengar ya..."

Radika melotot kan matanya mendengar Alicia lagi lagi menyuruhnya.

"Maaf nona saya di sini bekerja sebagai sekertaris."

"Aunty Alice tidak bertanya pekerjaan? Alice cuman nyuruh aunty ambil kan minum buat Opa, ya Om..."

Cello mengangguk cepat. Alicia tersenyum lebar.

"Tuh kan apa Alice bilang.?..."

Mario menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum dengan tingkah bocah kecil itu. Sedangkan Radika mengeratkan giginya emosi. Gadis ini seenaknya saja menyuruh nya. Ia seperti raja di sini.

Terpopuler

Comments

epifania rendo

siapa dulu dadnya

2022-07-26

0

Fresi Nea Mangowal

lucuuunya kmu alice🥰🥰

2022-07-14

0

Cha cha

aku suka sifat Alice daripada mama INKA🤣

2022-06-22

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!