Takut kehilangan

Grisa tak percaya, ia menekan dadanya yang bergemuruh hebat. Ia yakin jika Cello dan gadis kecil itu punya hubungan. Jika tidak kenapa Alicia berani mencium Cello. Sedangkan Cello, dia pria yang tak pernah ada hubungan dengan seorang wanita. Bagaimana mungkin Cello mempunyai hubungan dengan nya.

Grisa keluar dari apartemen dengan wajah muramnya. Apa yang Cello lihat dari gadis belia itu.?

Cello masih menetralkan jantung nya yang berdetak kencang. Alicia sungguh membuat nya jantungan. Gadis itu bahkan tak sedikitpun merasa canggung dengannya.

Usai mengobati lukanya, Alicia meminta pelayanan membuatkan bubur untuk nya. Dan saat ini, Alicia sedang menyuapinya.

"Maafkan Alicia Om.."

Alicia menundukkan wajahnya, ia tau dirinya yang bersalah. Tak seharusnya ia kekeh ingin pulang sendiri. Dengan melangkahkan kakinya Alicia keluar perusahaan. Ia hendak memesan taksi, tapi mata bulatnya melihat kucing kecil berlari. Alicia mengejarnya dan tak di sangka ia justru terlalu jauh mengejar kucing itu.

Alicia sekalian berniat ingin berjalan jalan sebentar. Seperti biasa Alicia tak bisa diam. Gadis kecil itu kesana kemari seperti ikan yang berenang di laut bebas. Tak di sangka, bahaya mengancamnya...

Alicia meneteskan air matanya. Ia teringat dengan mommy dan Daddy nya. Daddy nya tak pernah sekalipun membuatnya takut. Daddy nya selalu mengajari nya ilmu beladiri, dengan kasih sayang yang berlebih. Daddy selalu ada di saat ia membutuhkan bantuannya. Bahkan Daddy nya akan tau jika ia sedang dalam masalah sekalipun.

Begitupun dengan Xanders kakaknya. Alicia di mension di perlakukan bagai putri. Itu sebabnya, ia ingin menangis di pelukan Daddy nya.

Cello merasakan sakit yang teramat sangat. Melihat mata Alicia yang berair. Cello mengangkat wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Ia menghapus air mata yang mengalir deras.

Alicia menubrukkan tubuhnya yang bergetar... Ia segukan di pelukan Cello.

"Om... Alice ingin pulang, rindu dengan Daddy..."

Deg....

Dada Cello bergemuruh hebat, Alicia merindukan Daddy nya. Apa yang harus ia lakukan?. Apakah ia menginginkan Alicia pulang ke negaranya.?

Batin Cello bergejolak. Ia ingin Alicia tetap berada di depan matanya. Ia ingin Alicia berada di dekatnya.

Cello mempererat pelukannya, ia juga mencium kepala Alicia berkali kali. Tiga puluh satu tahun lamanya. Baru kali ini Cello merasakan hati yang rapuh. Melihat gadis belia menangis tersedu di pelukannya.

Apakah ini yang di namakan cinta, Cello tak tau.?

Dan bagaimana jika Alicia pulang ke negaranya? Apa yang harus Cello lakukan?

Cello membaringkan lagi Alicia yang tertidur karna lelah menangis. Ia mengusap sisa sisa air matanya. Tak lama kemudian Cello juga mencium kedua mata bengkaknya itu.

Cello termenung menatap wajah cantik Alicia. Wajah itu terlihat sangat merindukan seseorang. Ya Alicia mungkin saja anak yang paling di cintai keluarga. Tak seperti dirinya....

*

Sean gelisah di tempatnya duduk, wajahnya menunjukan jika dia merindukan putrinya.

Kenzo yang melihat tuannya gelisah, hanya mendesah lirih.

Kenzo tau tuannya, sedang berperang batin. Antara ingin mengunjungi putri nya, atau dengan niat awalnya. Ya William sudah tau jika Alicia disana bersama Cello. Sean yang dulunya ingin menjauhkan putri nya dari masa lalu dirinya. Justru Alicia tak sengaja bertemu dengan Cello.

Mungkin ini sudah menjadi takdir tuhan untuk nya. Sejauh apapun Sean menghindari masa lalu yang ingin ia tinggalkan. Tetap saja, masa lalu itu yang akan menghampiri nya.

Sepuluh hari yang lalu, ia sempat berdebat dengan batinnya. Yang mengijinkan Alicia pergi ke Las Vegas. Sean takut jika Alicia terlibat dengan masa lalu yang ingin ia tinggalkan. Tapi Sean tak tega melihat mata bulat Alicia berbinar penuh kegembiraan. Akhirnya dengan berat hati ia mengijinkan Alicia pergi ke sana.

Hari ini perasaannya tidak enak. Apa terjadi sesuatu dengan Alicia? Apakah Alicia sedang dalam masalah.? Meski ia tau jika Cello, bisa menjaga Alicia. Tapi Sean lebih senang jika ia menjaga putrinya dengan kedua tangannya sendiri.

"Apa yang harus ku lakukan Ken....?"

Sean frustasi, ia ingin Alicia tetap menjadi gadis pada umumnya. Dengan susah payah Sean selalu menutupi identitas Alicia. Ia tak ingin pergerakan Alicia terganggu. Itu sebabnya ia selalu menempatkan seseorang untuk menjaganya. Tak seperti sekarang, ....

"Saya yakin Cello, jauh lebih bisa menjaga nona kecil tuan,!"

"Apa aku harus menelponnya agar ia pulang ."

"Terserah anda tuan, lagi pula sebentar lagi masa liburan semester usai. Saya rasa tanpa anda meminta pun, nona kecil akan pulang tuan... Ini untuk berlatih agar nona kecil tau dunia luar tuan. Dan anda juga harus tau. Suatu saat nona kecil akan di bawa pergi oleh suaminya tuan."

Sean melirik sengit ke arah Kenzo.

Sean mengusap wajahnya kasar, benar kata Kenzo. Suatu saat anak yang dulunya manja padanya akan berganti manja dengan pria lainnya.

Semalam suntuk Cello duduk di samping Alicia. Cello sama sekali tak memejamkan matanya. Ia takut Alicia demam karna lukanya. Padahal Alicia sama sekali tak demam. Tapi entah kenapa Cello tak bisa memejamkan matanya. Entah itu karna ucapan Alicia yang merindukan Daddy nya.? Atau karna membayangkan Alicia yang pergi dari hidup nya.?

Alicia mengerjapkan matanya yang bulat. Ia melihat Cello yang tidur, dengan wajah mendongak bersandar di kursi.

Alicia tak ingin mengganggu tidur Cello. Meski ia tau jika tidur seperti itu, akan membuat sakit badannya.

Alicia menurunkan kakinya, ia sangat lapar. Kemarin sore Alicia tidak sempat makan. Itu sebabnya ia ingin meminta pelayanan membuatkan ia sup.

Cello mengerjapkan matanya. Semalam ia tak bisa tidur, Cello tak ingin Alicia pergi meninggalkan dirinya. Ya Cello baru menyadari mungkin saja ia menyukai Alicia. Gadis belia yang di kenalnya beberapa hari yang lalu. Sementara dengan cinta, Cello tidak tau. Ia bodoh soal cinta.

Deg....

Jantung Cello hampir terlepas dari tempat nya. Alicia tak ada di kasurnya. Kemana dia?....

Cello bangkit dan mencari keberadaan Alicia. Cello tak bisa membiarkan Alicia pergi begitu saja darinya.

Dengan wajah panik nya Cello mencari Alicia di kamar mandi dan lainnya. Tak ada....

Clek....

Cello mengalihkan pandangannya pada pintu yang terbuka. Ia segera berlari memeluk tubuh mungil Alicia. Ia mengecup kepala nya itu.

Hampir saja Cello di buat gila, karna tak menemukan keberadaan nya di kasur nya.

Sementara Alicia yang tak tau dengan Cello yang tiba-tiba saja memeluk nya kaget.

"Om Alice sesak..."

Cello sadar ia begitu kuat memeluk tubuh mungil Alicia. Ia lalu melepaskan pelukannya.

"Jangan pergi lagi..."

Alicia hanya mengangguk. Ia tak tau apa maksudnya itu? Yang ia tau mungkin saja Cello masih menghawatirkan dirinya tentang kejadian kemarin sore.

Terpopuler

Comments

Cha cha

aku bacanya maraton ... ceritanya sungguh seru...

2022-06-22

4

Dede herawan

mntp ini bru novel faforitku👍👍

2022-06-17

3

Karmila

Dan xa..

2022-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!