Kemarahan Radika

Sepanjang jalan Alicia menggerutu, sesekali ia menendang apa saja yang ada di hadapannya.

Duk...

klinting....

Alicia terlonjak kaget saat mendengar suara bukk. Ia mendongak melihat kearah dimana suara tersebut. Seorang pria berseragam dinas menampilkan wajah garang nya. Alicia tersenyum masam, matanya melirik ke sana kemari mencari celah untuk kabur.

"Kau...."

Set....

Secepat kilat Alicia melarikan diri dari kejarannya pria berseragam polisi. Dari sebrang jalan Alicia melihat mobil yang hendak berbelok putar arah.

Wus...

Alicia menghadang mobil yang sedang melaju dan berputar arah.

Alex yang mengemudikan kendaraannya, segera menekan pedal rem. Ia di buat kaget karena tiba-tiba saja seseorang menghadang mobil yang di kendarai nya.

Radika mengumpat gadis berambut kuncir itu. Gara gara dia kepalanya terbentur basbor mobil. Ia geram dan turun dari mobil, dengan wajah garang nya memaki gadis kecil itu.

"Apa kau mau mati hah... minggir..?"

Alicia yang masih dengan nafas memburu tak mendengar ocehan wanita cantik itu. Ia justru berlari dan menabrak bahunya masuk kedalam mobil.

Radika melotot tajam pada gadis itu, Ia berbalik membuka mobil. Tapi sayang Alicia mengunci dari dalam.

"Om jalankan mobilnya,!!"

"Hey buka pintunya...?"

Alicia tak menggubris teriakannya. Ia justru

melongok petugas yang mengejarnya. Wajahnya gusar, mobil yang di kendarai belum juga berjalan.

"Om..." Rengeknya.

Sementara Cello, ia menikmati wajah penuh ketakutan gadis belia yang duduk di sampingnya. Ia mengikuti arah pandang mata Alicia, bibir nya tersenyum tipis. Brandal kecil....

Alicia melihat petugas hendak menghampiri mobil Cello. Alicia meremas tangannya ketakutan. Jangan sampai ia tertangkap, Alicia menggelengkan kepalanya dan turun ke bawah bersembunyi.

"Jalan..."

"Baik tuan..."

Radika shock melihat mobil yang di tumpangi nya melaju meninggalkan dirinya.

"Tuan.... Tuan...."

Radika berteriak di tengah jalan. Wajahnya merah padam, saat ini ia menjadi pusat perhatian. Ia mengepalkan tangannya, bagaimana bisa, dirinya di tinggalkan begitu saja. Ia yakin gara gara gadis sialan itu.

"Brengsek..."

"Nona, apa anda melihat gadis kecil berlari ke arah sini.."

"Tidak..."

Radika melambaikan tangannya dan masuk kedalam taksi dengan wajah merah padam. Gara gara gadis sialan, dirinya menjadi pusat perhatian.

Alicia bernafas lega, ia mengusap dadanya sambil cekikikan. Mengingat kejadian dia yang menendang kaleng dan tepat sasaran. Mengenai kepala plontos petugas yang sedang berjaga di lampu merah.

Alicia mengedarkan pandangannya dan mengeryit kan alisnya. Mobil yang di tumpangi nya melaju dengan kecepatan tinggi. Dia menoleh pada pria yang duduk di sampingnya.

Hah...

"Om.... Aish..."

Alicia mendesah kasar, dunia memang sempit. Kenapa juga harus bertemu dengan om robot ini.

"Om, saya mau turun...."

"Om, Alice mau turun..."

Mobil masih melaju kencang, Alicia memonyongkan bibirnya. Sudah tiga kali ia meminta turun. Yang ada dua pria di dalam mobil tak ada yang mendengarnya apalagi menepikan mobilnya.

Cello masih di posisi yang sama, dia sama sekali tak menggubris rengekan gadis kecil di samping nya.

Ia menoleh ke arah samping, bibirnya terangkat. Gadis kecil itu rupanya tertidur.

"Pelankan mobil nya..."

Cello membopong tubuh mungil Alicia, dan memasuki perusahaan. Semua karyawan di buat shock, CEO mereka membopong tubuh seorang gadis. Apalagi gadis itu, memakai jas nya.

Ya Cello memakaikan jasnya pada Alicia, gadis itu hanya memakai rok mini dan kaos yang lumayan ketat.

Cello tersenyum tipis, Alicia bertambah nyenyak dalam gendongannya. Alex yang mengikuti langkah tuannya juga di buat bingung. Seumur hidupnya bersama dengan tuannya. Tak pernah sekalipun ia mendekati yang namanya wanita. Apalagi sampai membopongnya.

Cello membaringkan tubuhnya di kamar pribadinya, dan membuka sepatu kets nya. Tak lupa ia juga menyelimuti gadis tersebut.

Keluar dari kamar, ia melihat Radika sudah ada di dalam ruangannya. Cello berjalan santai ke tempat duduk nya. Membuka berkas dan membacanya.

Radika tersenyum masam, tidakkah dia merasa bersalah. Telah meninggalkan dirinya di tengah jalan. Radika mencoba memasang wajah biasanya, yang sebenarnya ia sangat kecewa dengan perlakuan Cello.

"Tuan,... "

Radika menggigit bibir bawahnya, ia ingin mengetahui kenapa dia harus di tinggal di tengah jalan. Tapi sepertinya Cello memang tak pernah menganggap nya.

Radika menghembuskan nafasnya perlahan, biar bagaimanapun ia juga harus tau. Apa alasannya, kenapa Cello tega sekali dengan nya.

"Kenapa meninggalkan saya di tengah jalan.."

"Alex... "

"Maaf nona kami lupa,"

Alasan yang konyol dan tak masuk akal. Radika mencoba untuk bersikap biasa.

"Tapi..."

"Keluar..."

"Tuan..."

"Kalaupun aku meninggalkan mu di tengah lautan pun, aku sama sekali tak merasa bersalah. Kau tau sendiri, kau yang memaksa bekerja denganku. Jika kau keberatan, keluar dari perusahaan ku."

Radika mengepalkan tangannya, ia berbalik dan melangkah pergi. Sebelum dia benar benar keluar dia mendengar suara cempreng seorang gadis. Ia menoleh ke arah suara tersebut. Dadanya bergemuruh melihat gadis kecil itu, ada di sini. Dan yang lebih membuatnya marah gadis sialan itu keluar dari kamar pribadi Cello.

"Om..."

Cello mengalihkan pandangannya pada gadis imut yang menguap. Suara cemprengnya sungguh sangat khas gadis belia.

"Ini kantor Om.."

Masih tak bergeming, Cello fokus pada berkas di tangannya. Alicia berdecak kagum, melihat ruangan yang sangat mewah. Kaca jendela yang menghadap langsung ke arah laut. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.

Alicia mengambil ponselnya dan berselfi, mengambil beberapa gambar dirinya sedang berpose seperti remaja pada umumnya.

"Selin pasti ngiri nih..."

Ting... Gambar terkirim ke grup chat miliknya.

Ting Ting Alicia cekikikan, tak sampai satu menit teman temannya heboh.

"Njir... Gila dimana😳?"

"*Ah pengen juga liburan🥺"

"Sialan Alice ga ngajak kita,"

" Ngambek gue*.."

Dan masih banyak lagi chat yang masuk, Alicia memasukkan kembali ponselnya pada tas.

"Om bolehkah aku berkeliling di sini."

Alicia mencebikkan bibirnya, pria itu sungguh sangat kaku. Tak ada lemes lemes nya.

Alicia berjalan keluar, ia berdecak kagum. Tak hanya di dalam ruangan pria itu, ternyata di luarpun sama mewah nya.

Alicia berjalan sambil bersenandung kecil, Cello yang melihat dari layar ponsel nya tersenyum tipis. Hanya melihat gadis imut itu sepanjang hari, membuatnya tersenyum.

"Hey gadis sialan.."

Alicia kaget dan berbalik. Wanita cantik berambut gelombang menarik tangannya. Alice meringis merasakan sakit. Kuku wanita cantik ini mengenai kulit nya.

"Lepas gak aunty.."

Alicia menatap garang pada Radika. Masih tak mau melepaskan tangannya, tangan kiri Alicia meraih rambut panjang Radika dan menarik nya.

"Aw... Brengsek, lepaskan..!"

"Lepasin dulu tangan Alice,.."

Mau tak mau Radika melepaskan cengkraman tangannya.

"Sialan..."

Alicia menyipitkan matanya, dia ingat wanita cantik ini yang keluar dari dalam mobil yang membawa nya kemari. Ah mungkin saja ia marah karna tertinggal.

Terpopuler

Comments

Pia Palinrungi

next...

2022-06-21

0

Zaitun

😊

2022-06-14

2

Umi Ningsih Mujung

😍😍😍😍

2022-05-28

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!