Kepergok

Hari berganti hari saat ini usia Xanders sudah memasuki usia sembilan bulan. Pasangan orang tua muda ini kerap kali di buat kualahan oleh tingkah putranya.

Xanders yang akan membuat Sean naik darah, bagaimana tidak ia seperti pencuri saat meminta jatah bercocok tanam. Xanders akan menangis hebat saat Sean mendekati Inka dan akan berhenti jika ia menjauh.

"Lama lama aku akan mengurung dan melakban mulut_..Ah.. Baby sakit."

Sean berteriak keras saat telinga ditarik dan di putar oleh istrinya.

Tak lama ia cengengesan melihat istrinya berkacak pinggang.

"Aku hanya bercanda Baby, mana mungkin aku akan mengurung jagoanku."

Inka melirik sengit, "Awas saja.."

Pelayan yang melihat tuan dan nonanya hanya tersenyum. Ini adalah pemandangan yang mereka tunjukan setiap hari. Keluarga harmonis dan bahagia.

*

Seperti sebelumnya Sean akan menguras perutnya di pagi hari.

Huek..Huek..

Sean bahkan sampai menjatuhkan dirinya sendiri, bersandar pada dinding wastafel. Sean mendelik mengingat sesuatu.

"****.. Kalian benar benar ingin membunuhku, huh..

Baby... Baby..."

Sean berteriak memanggil istrinya, keluar dari kamar mandi dengan keadaan lemas. Ia menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk sambil memijit pelipisnya. Jangan sampai dugaannya benar, bisa mati dia.

"Ada apa,? tak perlu berteriak by.." Inka datang bersama Xanders.

"Mana Nola.." Inka mengangkat sebelah alisnya, untuk apa menayangkan Nola.

"Nola..."

"Ya tuan.."

Nola datang dengan membawa teh jahe pesanan majikannya.

"Pergilah ke apotik, beli yang untuk melihat anakku"

Kedua wanita itu bengong, mereka berdua tak mengerti apa yang Sean maksud.

"Aish... Sayang kau pasti hamil, suruh Nola membeli alat yang bisa melihat anakku."

Hah..

Inka refleks membuka mulutnya, benarkah!

Tapi jika dilihat dari sebelumnya, gejala ini yang Sean alami saat hamil Xanders.

"Sayang.."

Sean gemas sekali dengan reaksi istrinya, ingin sekali Sean hajar di bawah kungkungan nya.

Hah.. Sean melirik Xanders yang tersenyum menampilkan empat gigi susunya.

"Setan kecil ini memang menertawakan ku"

Sean bergumam dalam hati, dongkol sekali ia dengan satu putra nya ini. Entah mirip siapa dia, tak mungkin mirip dia kan. Secara Sean itu anak yang baik tidak mungkin seperti Xanders, menyebalkan....

Sean hanya berani dalam hati, jika ia benar-benar bersuara, jatah seminggu full di pangkas.

"Tespek tuan.."

"Ya mana ku tau apa namanya, yang penting yang bisa melihat anakku, pergi sana..?"

Nola segera pergi meninggalkan kamar tuannya. Sementara Inka menyipitkan matanya melihat suaminya. Jika benar dirinya hamil, tidak mungkin. Dua hari yang lalu tamu bulanannya datang, meskipun hanya bercak saja sih.

"By, kau yakin tidak melakukan kesalahan...."

Sean mengalihkan pandangannya pada wanita nya. Sean mengkerut kan keningnya, apa maksudnya?

"Kau yakin by kau muntah karna aku hamil, dua hari yang lalu aku baru saja datang bulan. Awas saja kalau kau berani menghianati ku by....."

Inka melirik ke arah bawah pusar suaminya, Sean yang menyadari bahwa istrinya melihat di tengah selangkangannya, tangan nya refleks menutupi benda kebanggaan nya.

"Ku potong dia.."

Glek... Sean menelan ludahnya cekat, istrinya ini sangat menyeramkan.

Sean gelisah, ia mondar-mandir di kamar sambil menunggu istrinya di kamar mandi. Nola datang membawa tiga tespek yang berbeda.

Sungguh ia sangat bingung sekaligus ciut, bagaimana jika istri nya tidak hamil. Mungkinkah dia pernah tak sengaja mabuk dan berhubungan dengan wanita lain. Sementara Sean merasa tak pernah melakukan dalam keadaan sadar.

Clek...

Sean takut melihat wajah murung istrinya, Sean tidak akan pernah bisa melepaskan istrinya jika dia memang melakukan kesalahan.

"Sa_Sayang.."

Gugup, tangan Sean bahkan berkeringat dingin, jangan sampai dia melakukan kesalahan.

"By.."

Sungguh dada Sean berdebar kencang, melihat mata istrinya berkaca-kaca.

"Aku hamil.."

Sean langsung memeluk tubuh istrinya, ia sangat bahagia. Ketakutan nya sirna mendengar kalimat yang keluar dari bibir mungil Inka.

"Tapi by, kenapa harus kau terus yang muntah",

Tuing...

Sean lupa dalam hal ini dirinya yang tersiksa, apa mereka memang benar-benar akan membunuhnya perlahan.

"Asal kau tak mengabaikan aku sayang, aku tak masalah." Mode manja.

Inka mencibirnya, kesempatan untuk merayu dirinya.

"Tapi by, dua hari yang lalu aku baru saja datang bulan."

"Yah kita akan ke dokter hari ini"

*

"Dimana tuan"

Kenzo bertanya pada Nola yang duduk di karpet bulu bersama tuan kecilnya.

"Tuan sedang ke rumah sakit tuan.."

Nola menjawab sambil menundukkan wajahnya malu. Belakang ini hubungan keduanya mengalami kemajuan. Kenzo duduk di sebelah Nola, ia melirik wanita itu.

Sudah tiga bulan lamanya mereka berdua seperti teman. Kenzo melirik lagi kearah Nola, ia harus mengatakan nya.

"Seminggu lagi kita akan menikah.."

Hah..

Nola mengangkat wajahnya melihat Kenzo, apa maksudnya?

Apa Kenzo baru saja melamarnya dan mengajak nya menikah. Tapi tak seperti orang pada umumnya, nada lembut dan romantis. Lah ini...

"Apa maksudmu tuan Ken_... "

Cup...

Kenzo membungkam bibir Nola dengan ciuman nya. Sedangkan Nola yang mendapat perlakuan seperti itu melotot kan matanya. Tak pernah Kenzo seperti ini, apalagi pria ini berani menciumnya.

Merasakan lembutnya ciuman yang Kenzo berikan, Nola memejamkan matanya. Ia membalas ******* bibir Kenzo. Nola juga membuka mulutnya agar Kenzo leluasa bergerak masuk menjelajah rongga mulutnya.

"Ah..."

Nola mendesah kala bibir Kenzo berpindah memberi tanda merah di leher jenjangnya.

Tangan Nola meremas rambut Kenzo, Kenzo yang mendengar suara ******* Nola semakin hilaf.

Tangannya bergerilya masuk kedalam rok milik Nola. Satu tangannya lagi menahan tengkuk Nola.

Nola yang merasakan tangan Kenzo berada di dalam sana menegang. Miliknya berkedut kala Kenzo mengusapnya.

Clek...

Hi..hi.. hi..

Kenzo dan Nola berjingkat kaget dan mereka berdua sama sama menjauhkan badannya mendengar suara pintu terbuka.

Sementara baby Xanders tertawa renyah melihat aksi dua orang dewasa di depannya.

Nola segera merapikan pakaian nya yang acak acakan. Sementara Kenzo mengumpat dirinya sendiri. Kenapa sampai dia bertindak bodoh.

*

"Itu hal yang wajar nona, mungkin nona sangat lelah. Kedepannya anda harus kurangi menggendong tuan muda kecil."

Sean masih mengingat saran dari dokter Gibran, begitu datang ke Mension mereka berdua sudah di sambut oleh jagoan kecilnya.

Sean mengangkat sebelah alisnya, memperhatikan kedua manusia yang sama-sama salah tingkah. Dan dari jauh Sean bisa mendengar nafas keduanya yang memburu.

Sean melotot kan matanya, ia segera meraih Xanders yang duduk di karpet.

"Jangan mencemari putra ku, awas saja"

Kenzo dan Nola semakin salah tingkah, mereka berdua kepergok seperti pencuri.

Inka mengangkat sebelah alisnya, melihat wajah Nola yang semakin merah.

"Nola kenapa wajah mu merah sekali.."

Gugup setengah mati Nola mendapat tatapan dari Nonanya.

Apalagi saat ini Inka mendekat ke arah Nola.

Nola berkeringat dingin, tangan nya saling meremas, takut jika nonanya menyadari dia dan Kenzo baru saja berciuman.

"Anu itu nona.."

"Sudah lah sayang, nikahkan saja besok mereka. Itu lebih baik, daripada mencemari putraku." Delik Sean.

Tersangka keduanya menunduk, mereka benar benar merasa malu.

"Apa maksud mu by..?"

Masih belum konek istrinya ini, Sean gemas ingin menggigit hidungnya.

"Lihatlah leher Nola, mereka berdua pasti habis menodai mata suci putramu."

Inka mengalihkan perhatian dan mendelik saat melihat bekas cupangan. Nola yang menyadarinya kedua tangannya segera menutupi lehernya.

Terpopuler

Comments

Ayu Nuraini

😂😂😂😂

2022-07-24

0

Tinna Augustinna

Sean mata kamu kyk mata elang... Awaass aj sama yg begituan

2022-07-06

0

Maryani Yani

kasihan nola pasti malu banget

2022-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!