Gagal

Sean merengkuh tubuh mungil Inka, ia mengepalkan tangannya menoleh pada Clarisa.

Mengetahui jika suaminya marah Inka menggeleng kan kepalanya.

"By, aku tidak apa apa?"

Ha ha ha Clarisa terbahak, sudah berhasil melemparkan gelas pada Inka.

Secepat kilat Clarisa sudah berada di depan Inka dan Sean tentunya.

"Argh..."

"By..."

Inka kaget saat tau suaminya mencekik leher Clarisa.

Begitupun dengan Bagas ia segera mencoba melepaskan tangan Sean pada Clarisa.

"Arg....."

Inka menoleh pada wanita yang baru saja datang. Ibu Bagas berteriak kaget melihat Clarisa di cekik lehernya, wajahnya sudah memerah.

Bruk..

Uhukkk.. Uhuk..

Sean melepaskan cengkraman tangannya pada leher Clarisa. Sementara Bagas langsung membantu Clarisa bangun.

"Jangan pernah berteriak pada istriku, apalagi menyakitinya."

Sean merangkul pinggang ramping Inka dan membawanya pergi meninggalkan mereka.

Monik linglung di tempatnya berdiri, benarkah dia Inka. Wanita yang dulu ia caci dan hina, sekarang dia tampak berbeda.

Selain cantik tubuh Inka juga semakin berisi, wajar saja Inka baru saja melahirkan.

"Tuan William."

Sean dan Inka menghentikan langkahnya, menoleh ke arah wanita paruh baya tersebut.

"Bisakah anda mengembalikan milik suami saya. Mereka semua menarik saham nya, kasihanilah kami. Anda lihat sendiri wanita gila itu ada di sini. Bagas butuh biaya yang tidak sedikit."

"Maaf nyonya itu bukan urusan saya"

"Tapi.."

Sean tak menggubris ucapan wanita tua itu. Emosi nya ingin meledak melihat istrinya hendak celaka di depan matanya.

"Awas saja kamu sayang bertemu mereka lagi kuhabisi mereka"

Sean bersungut-sungut kepada istrinya. Tak taukah dia sangat shock tadi saat tiba tiba saja Clarisa melemparkan gelas.

*

"Benarkah"

"Ya nona.."

Ellie tersenyum miring, belum lama ini ia tau jika ayah nya sengaja di bunuh. Dan ternyata semua itu ada kaitannya dengan wanita yang ia temui. Bagaimana jika dia manfaatkan mereka?

Ellie tersenyum melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan CEO. Dengan percaya diri dan informasi yang di milikinya, hari ini CEO perusahaan terbesar ini masuk kembali bekerja. Setelah hampir dua bulan lamanya ia tidak datang ke perusahaan.

Tentu saja ini kesempatan untuk mendekati CEO perusahaan ini dengan sejuta pesona.

Tanpa bertanya pada sekertaris CEO, Ellie membuka dan langsung masuk. Nola sendiri berdiri dan hendak mencegah wanita itu masuk.

"Maaf tuan nona ini memaksa masuk ke dalam.." Nola menunduk takut, siap dengan segala akibatnya. Nola tau CEO nya ini sangat lah kejam, bisa saja hanya kesalahan kecil ini ia di pecat.

"Hm.."

Sean mengibaskan tangannya menyuruh Nola keluar. Nola sendiri mundur dan keluar dari ruangan CEO.

Sean masih meneliti kertas di mejanya, ia tak memperdulikan wanita yang sedari tadi menatap nya.

"Tuan William.."

Setelah puas menatap wajah tampan William, Ellie baru saja sadar jika CEO perusahaan ini memang sangatlah tampan. Pantas saja banyak yang mengincarnya, tapi sayang nya Sean melabuhkan hatinya pada wanita kampung itu.

Ellie mendekat pada meja Sean, ia mencoba menyentuh tangan pria itu.

"Jauhkan tanganmu dari suamiku nona ?"

Ellie kaget ia segera menoleh pada sumber suara. Ia melotot kan matanya melihat wanita itu juga ada di sini.

Inka mendekat pada suaminya menyingkirkan perempuan itu dari suaminya. Ellie yang mendapatkan perlakuan demikian menganga tak percaya.

"Nona, apa anda tau ini di kantor bukan di rumah. Jadi sebaiknya anda tidak perlu ikut campur. Tuan William di sini untuk bekerja, rasanya tidak enak jika seorang pria yang bekerja sementara istrinya akan mengawasinya sepanjang hari."

"Ah ternyata anda benar nona... Karna ini di kantor aku harus menjauhkannya dari perempuan gatal seperti mu, benar bukan..?"

"Kau..Aku datang kemari untuk bekerja sama dengan perusahaan ini."

"Tidak usah bekerja sama dengan perusahaan suamiku, suamiku juga tidak akan rugi tidak bekerja sama dengan mu."

Sean yang mendengarnya tersenyum tipis, istri cantik nya sudah pintar mengusir bibit pelakor. Ellie mendelik tak percaya, wanita didepan nya ini merendahkannya.

"Kau.."

"Berani kau menunjukkan jari mu pada istriku,"

Sean menyalak tajam pada wanita yang di ketahui Ellie ini. Ya Sean baru saja tau dari Kenzo, wanita itu yang akan menggantikan ayahnya Robert.

Inka tersenyum penuh kemenangan, ia menjulurkan lidahnya pada wanita di depannya ini. Sean yang melihatnya ingin terbahak dengan kelakuan istrinya.

"Tuan Sean, bagaimana dengan kerja sama kita. Anda sudah berjanji akan memakai jasa perusahaan kami."

"Bukankah istri ku sudah mengatakannya, aku tidak akan miskin tidak memakai jasa perusahaan kalian."

"Tapi tu_"

"Ken.. Bawa dia pergi dari sini, nanti jagoan ku bangun."

Ellie menatap benci pada Inka, ia berbalik dan pergi meninggalkan mereka. Begitupun dengan Kenzo, pria itu membungkuk dan undur diri.

" Argh..."

Inka refleks mengalungkan tangannya pada leher Sean.

Sean mengangkat tubuh mungil Inka dan membaringkannya pada sofa.

Sean mengecup seluruh wajah cantik istrinya, dan berlabuh pada bibir mungil merah jambu yang basah.

Sean ********** penuh sayang...

Sudah hampir dua bulan setengah, ia tidak merasakan bercinta lagi dengan istrinya.

Semenjak kelahiran Xanders, Sean menekan rasa ingin nya. Meski keinginannya setiap kali meningkat, saat melihat baby Xanders yang meminum sumber kehidupan nya.

"Sayang.."

Nafas Sean memburu dan matanya berkabut meminta lebih.

Inka tersenyum lebar dan mengangguk, mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Sean yang melihatnya tersenyum lebar, ia akan membuka kado hari ini. Ia meraih remote control dan mematikan semua akses di dalam ruangan nya. Tak lupa Sean juga mengunci pintu menekan tombol dan pintu terkunci otomatis.

Sean menempelkan lagi bibirnya pada Inka. Ciuman itu berpindah pada leher Inka. Ia menyesap leher jenjang istrinya memberikan tanda merah.

Tangan Sean tak tinggal diam, dengan lincah membuang pakaian yang dipakai Inka.

"By.."

Sean justru senang mendengar suara Inka. Seolah itu adalah nyanyian untuk nya.

Ia bangkit dan melepaskan pakaiannya dan membuang asal. Sean memposisikan dirinya pada Inka. Ia fokus pada benda miliknya dan....

Oek...Oek..

Inka refleks menendang Sean saat mendengar putranya menangis.

Duk

"****..."

Bokong polos Sean mendarat sempurna di lantai dingin. Ia melotot kan matanya tak percaya di tendang istrinya saat akan menyatu.

"Aish.. Setan kecil itu, awas kau.."

Sementara Inka segera menyambar pakaian nya dan memakainya dengan cepat.

" By simpan ini dulu by.. Xanders keburu mengamuk."

Sean yang masih terduduk di lantai dingin mendadak cengo. Istrinya memberikan ********** agar ia menyimpan nya lebih dulu. Ia melihat adik kecilnya yang

mengkerut seketika. Nafsu yang ada di ujung turun seketika, bukan hanya kepalanya yang berdenyut nyeri. tapi bokongnya juga linu.

Hah...

Sean berdiri dengan tubuh polosnya, sesekali bibir nya mengumpat putranya sendiri. Ia meraih baju dan menggunakannya lagi, lalu menyusul sang istri.

Terpopuler

Comments

Jessica melody junior

woooeeee setan kecil itu adalah anak mu ya 😁😁😁😁😁

2022-06-15

7

Alya Priyatmoko

Omegot bibit kecebong nya dah berubah jdi setan kecil itu anakmu oey🤣🤣🤣🤣🤣

2022-06-17

6

Pia Palinrungi

yah ampuunnnn thor part ini bikin perut aq sakit nggak berentih ketawax..zean zean itu anak lo bukan setan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2022-06-20

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!