Langkah Sean

Sean memberikan lencana miliknya pada Cello. Cello menatap benda yang ada di tangannya. Cello bingung kenapa pria ini memberikan nya padanya?

"Hidup lah dengan kuat dan jalan yang baik, dan carilah orang yang akan menjadikanmu raja."

Mario menatap tak percaya pada Sean, Mario tau itu apa? dan kenapa Sean memberikan nya pada Cello.

"Aku ingin hidup damai bersama istri dan anak anak ku, ......

Kau harus tunjukan jika aku tak salah memilih mu....

Pergi lah ke Chicago, dan belajarlah di sana. Dia akan membimbing mu menjadi raja di atas raja. Jika kau sudah siap datanglah ke Hamburg mereka semua menunggu pemimpin yang sebenarnya."

Sean tersenyum tipis, mungkin saja Mario tak percaya atau Mario tak mengijinkan Cello. Tapi Sean yakin Cello akan menjadi pria yang lebih dari dirinya. Cello memiliki karakter yang Sean inginkan, sakit hati dan tak diinginkan oleh orang tercinta akan membuat karakter yang Sean inginkan.

Sean yakin Cello lebih bisa menjadi apa yang ia bayangkan saat ini.

Sean lalu pergi meninggalkan mereka berdua, yang penuh tanda tanya?

"Apa yang kau pikirkan Cello, kau tak tau itu apa. Sebaiknya kau kembalikan padanya , larilah sebelum dia benar benar pergi..?"

Mario menyelidik wajah Cello, Cello tak bergeming sedikitpun dari tempatnya.

"Apa Daddy akan mendukung apapun yang Cello ingin kan?"

Terang saja Mario mengangguk mengiyakan.

"Bisakah Cello mengambilnya dan menjadikan ini adalah keberuntungan Cello Dad..."

Mario masih diam, mencari kesungguhan di mata Cello.

"Cello tau ini apa Dad... Bisakah Daddy mendukung Cello..?"

Tanpa banyak bicara Mario memeluk Cello, ia mengangguk mengiyakan ucapan Cello. Mario mengusap kepala Cello..

"Ya jadilah yang kuat seperti yang kau inginkan, jadilah yang terbaik jika kau bertemu dengan nya. Tunjukan bahwa kau mampu.."

Sean tersenyum, ia yakin lima belas tahun lagi Red Blue akan menjadi kan Cello pria yang sesungguhnya.

Cup...

Sean tersenyum melihat dua orang yang sangat di cintai nya sedang di alam mimpi. Sean akan hidup bahagia bersama dengan wanita yang sangat di cintai nya.

Langkah ini sudah Sean pikirkan jauh jauh hari, sebelum ia mengirim Nico ke markas sebagai pengganti sementara.

Sean yakin Cello adalah anak yang terbaik, Sean sudah lama mengincar Cello. Sean tau Cello anak yang tak di inginkan.

*

Sudah dua hari lamanya Siska mengurung diri, tak mungkin ia akan mengurung dirinya terus menerus. Nasi sudah menjadi bubur, tak mungkin yang sudah robek akan kembali seperti semula. Yang harus ia lakukan adalah melupakan kejadian itu.

Hidup harus berlanjut bukan... Jika ada yang ingin menikahinya, tentu saja Siska akan memberi tahukan bahwa dia sudah tidak perawan.

Siska mengepalkan tangannya, ia berjanji akan membalas pria brengsek itu, yang meninggalkan dirinya seperti ******.

Sudah sebulan lamanya Siska tak bertemu dengan Inka, dia sangat rindu dengan sahabatnya itu. Siska mengutuk William yang tak membiarkan istrinya memiliki ponsel. Jaman sekarang Inka harus di batasi dengan ponsel.

Dua kali ia menelpon Inka dan yang mengangkat nya tentu saja pelayanan. Dan Siska menelpon lagi tapi William lah yang mengangkat nya. Tentu saja Siska kapok, malas rasanya menelpon sahabat nya.

Siska menggerutu, ia mengumpat Inka, kenapa juga sahabat nya itu mau tidak menegang ponsel. Padahal ia ingin mencurahkan segala pada Inka.

*

Disinilah Siska, di depan Mension mewah milik William. Sudah hampir dua bulan lamanya Siska tidak bertemu dengan Inka. Siska akan meminta pendapat sahabat nya. Siska sudah tak mampu lagi memendamnya sendiri.

Pagi tadi Siska membeli testpack dan benar dia hamil. Tentu saja itu menjadi pukulan tersendiri bagi Siska. Tak ada saudara dan teman satu satunya adalah Inka. Maka dari itu ia nekat datang kemari, ingin bertemu dengan Inka.

Siska melangkah kan kakinya menuju pintu masuk saat penjaga Mension membuka pagar.

Siska mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Inka. Siska sangat rindu dengan temannya. Apa Inka sudah melahirkan.. Ah mungkin saja benar. Aku terlalu sibuk dengan memikirkan pria brengsek itu.?

Siska ciut di tempat nya berdiri, saat mendapati Sean William datang dari ruang kerjanya.

Sean menghembuskan nafasnya perlahan, sebenarnya Sean tak tega melihat persahabatan mereka berdua menjadi renggang. Tapi Sean selalu waspada jika Siska mengajak istrinya pergi, pasti berada dalam masalah.

"Ada apa..?"

"Aku mau bertemu Inka, boleh kah tuan hanya sebentar saja..?"

*

Inka memeluk sahabatnya, ia juga geram dengan pria brengsek itu. Begitu bertemu tanpa ada yang ditutup tutupi, Siska menceritakan tentang kehamilan nya pada Inka.

"Ka gue turut berduka atas meninggalnya salah satu putra kalian."

" Terima kasih Sis.."

Sudah lebih dua jam lamanya Siska juga bermain dengan putra Inka, Xanders William.

Tak lama Siska pamit, ia tak enak dengan tuan William yang sedari tadi meliriknya terus.

Inka merasa iba dengan sahabatnya, ia menoleh ke arah suaminya yang baru saja duduk setelah Siska pergi.

"By..."

Sean menghembuskan perlahan, saat kedua sahabat dan ini saling berbagi cerita. Sean menyelidiki siapa pria yang Siska maksud. Dan Sean tau jika dia adalah Alves.

Sean tidak ingin istrinya kepikiran, maka ia segera mencari solusinya. Semoga saja Alves bukan pria brengsek yang ia dengar.

"Aku yakin jika pria itu tau, dia pasti bertanggung jawab.."

*

Prang...

Siska menjatuhkan gelas yang ia bawa, dadanya naik turun melihat pria yang ada di hadapannya. Pria brengsek yang sudah merenggut keperawanan nya.

"Brengsek.."

Maki Siska, matanya memerah menahan tangisnya. Dia di perlakukan seperti ****** oleh pria asing ini. Dan tiba tiba pria ini ada di hadapannya.

Siska masuk kedalam kamarnya mengambil uang yang menjadi harga keperawanan nya.

Siska melemparkan uang pecahan seratus ribu itu pada pria di depannya, dan berhamburan jatuh ke lantai kotor.

"Aku tidak perlu uangmu brengsek... Kau pergi dari sini atau aku akan berteriak.?"

Alves memejamkan matanya, ia tau pasti ini reaksinya. Memang dia yang pengecut, tapi sebisa mungkin Alves akan meminta maaf pada wanita ini.

"Kau mau membawaku kemana...Hei lepaskan aku brengsek.."

Siska kaget saat dirinya berada dalam gendongan Alves. Siska meronta ronta ingin turun dari gendongan Alves.

"Diam atau aku akan menjatuhkan mu.?"

Seketika Siska diam, hanya matanya saja yang waspada.

Mungkinkah dia akan di jual dan yang lebih ngeri lagi dia akan di bunuh.

Jebret...

Pintu mobil di tutup kasar oleh Alves, Siska yang kaget beringsut. Ia belum siap jika harus di bunuh.

"Kau mau membawaku kemana... "

Siska bergetar hebat, ia merasa saat ini dirinya dalam bahaya.

" Tolong lah tuan, lepaskan saya. Saya janji tidak akan pernah mengganggu ketenangan anda. Biarkan kami hidup damai. Saya tidak akan meminta pertanggung jawaban anda."

Alves hanya melirik ke arah wanita berambut keriting yang sebentar lagi akan menjadi ibu untuk anaknya.

Gabut 😔😔😔

Terpopuler

Comments

Devina Natalia

thor.. mobil merk apa itu kl di tutup bunyi e jebrett 🤣
thor.. aku penasaran

2022-07-23

0

Nicolien Rapar

waah.kamu memang pintar Thor halumu berkepanjangan sambung menyambung . Tumbuhkan cinta pd Alves..jadikan Siska jelita juga dimatax hahaha..

2022-06-28

0

Pia Palinrungi

di bawa ke KUA u nikah yah thor😀😀😀😀😀😀

2022-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!