Akhir Lincoln

"Kau..."

Wajah Rubi pucat pasi melihat siapa yang ada di hadapannya. Mario, dari mana pria itu tau...

Seketika Rubi mundur beberapa langkah, Rubi takut jika Mario mengetahui tujuannya.

"Rubi Felisa, apa ini yang selama ini kau incar.."

Mario terkekeh kecil, mencoba untuk bersikap tenang. Seperti nya Rubi telah memanfaatkan dirinya demi ambisi semata.

Inka beringsut menjauh, menyadari dua orang di depannya ini bersitegang. Kenzo segera melepaskan pelurunya pada Rubi.

Dor...

"Argh.."

Semua orang terkesiap melihat Rubi yang tergeletak di lantai dingin dengan darah segar mengalir di kakinya.

Alves sendiri menghampiri Inka, wanita itu sepertinya sangat ketakutan terlihat dari tubuh nya yang bergetar. Alves melihat darah yang sedikit mengering di kaki Inka.

Alves membopong tubuh Inka membawanya keluar dari sana.

Inka sendiri hanya pasrah, matanya berkaca-kaca melihat sosok pria yang menolongnya.

"Suamimu yang menyuruh ku, dia akan datang setelah urusan nya selesai. Dia sangat mencintai mu, percayalah ..."

Inka bertambah segukan menelungkup wajahnya pada dada bidang Alves. Alves sendiri merasakan getaran aneh yang selama ini ia coba kubur, bangkit kembali. Alves sadar dirinya telah terjebak dengan perasaan yang salah. Tak seharusnya ia memiliki perasaan demikian.

Sean pasti akan memenggal kepalanya.

Mario menatap Rubi kasihan, biar bagaimanapun juga Rubi adalah istrinya. Baru seminggu dia menikah dengan nya. Dan Mario kecewa dengan keputusan Rubi yang manfaatkan dirinya.

Kenzo menarik paksa Rubi, membawanya keluar dari sana.

"Mario tolong aku... Lepaskan brengsek..Inka sialan, aku akan membunuhmu wanita kampung.."

Rubi berontak di tangan Kenzo, Mario sendiri mematung di tempatnya berdiri, melihat istrinya di tarik paksa oleh Kenzo. Pria yang terkenal dingin dan tanpa ampun itu membawa istrinya.

Kenzo tak jauh dari Sean, yang tak kenal ampun jika sudah menyangkut orang yang berharga bagi nya.

Kenzo tau Mario tidak akan bertindak bodoh, itu sebabnya mengapa Mario sama sekali tidak membuka mulutnya sedikit saja.

Uhuk...Uhuk...

Sean tersenyum miring, ia melepas paksa topeng yang selama ini menutupi wajah Lincoln.

Sean menekan pisau lipatnya pada luka bakar Lincoln.

Lincoln berteriak keras, merasakan panas kala lukanya di sayat pisau tajam Sean.

"Brengsek kau Sean..."

Sean terkekeh melihat pria itu mengumpatnya, ia meraih remote control. Menyalakan televisi yang tadi menampilkan wajah cantik Inka, dan sekarang layar televisi itu menampilkan gambar seorang pria.

Lincoln melotot kan matanya melihat sosok pria yang ada di layar televisi. Layar itu menampilkan wajah buruk rupanya yang dulu, sebelum ia mengoperasinya. Lincoln terduduk lemas, inilah kelemahannya. Ia akan seperti orang hilang akal sehat saat tau wajah buruk rupanya.

Selain itu layar itu menampilkan markas Blood black miliknya di lumpuhkan. Blood black telah hancur tak tersisa. Sean telah meledakkan markasnya. Lincoln linglung di tempatnya berdiri, dari mana Sean tau markas Blood black miliknya.

Sean William rupanya lebih dulu bertindak gesit. Sean sudah memprediksi nya, dimana Lincoln akan kalah hanya dengan menekan psikis nya dan meruntuhkan markas Blood black miliknya.

Sebelum operasi wajah Lincoln saat itu memang sangatlah buruk dan berbau busuk. Inilah yang membuat psikis Lincoln jatuh, ia akan bergetar takut melihat wajah buruk rupanya.

Lima tahun lalu, Lincoln melarikan diri dari kejarannya dan daddy nya. Lincoln juga berniat menghabisinya dan mencoba merebut Red Blue miliknya. Dan dia kecelakaan, mobil yang di tumpangi nya terguling dan terbakar. Itu sebabnya wajahnya buruk dan membusuk.

Dor...

"Argh..."

Lincoln terduduk dengan kaki berdarah, ia mengerang menahan sakit menjalar di kakinya.

"Itu balasan telah membunuh Daddy dan pamanku.."

Dor...

"Argh.."

"Itu balasan telah mencoba merebut Red Blue dariku.."

Dor..Dor...

"Uhukkk ..."

" Itu balasan telah menyakiti istri ku.."

Lincoln memuntahkan cairan merah kental dari mulutnya.

Bukk....

Sean menendang dan menginjak kepala Lincoln, menekannya dengan sepatu pantofel hitam miliknya...... Mata Lincoln melotot dan menghembuskan nafasnya terakhir kalinya.

*

Alves membawa Inka ke rumah sakit, ia gelisah menunggu Sean datang. Di dalam sana Inka sedang mempertaruhkan nyawanya.

Begitu sampai di rumah sakit, Inka langsung dilarikan ke ruang operasi. Inka telah pendarahan, dinding rahim Inka terluka. Mau tidak mau Inka harus melahirkan sekarang.

Sean berlari menuju ke arah Alves, dadanya naik turun menahan sesak yang menghimpitnya. Beberapa menit yang lalu Alves menghubungi nya jika istri nya harus melahirkan sekarang.

Sean yakin, istrinya itu shock.

"Bagaimana keadaan istriku.."

Mata Sean memerah menahan bulir bening yang siap meluncur. Alves mendesah panjang tak tega mengatakan kondisi Inka.

"Katakan..?"

"istrimu pendarahan dan dia harus melahirkan anak kalian sekarang. Rahimnya luka, Rubi telah menendang perut istrimu.."

Sean memejamkan matanya, tangannya terkepal erat. Rubi Felisa...

Tes..Tes...

Pria kejam dan dingin telah meluncurkan tangis nya. Alves yang melihat Sean menangis menepuk pundak lebar saudara nya.

"Sebaiknya kau berganti pakaian Sean, bersihkan dirimu.. Aku yang akan menunggu di sini."

Sean tak bergeming sedikitpun, sudah lebih dari satu jam lamanya ia menunggu pintu ruang operasi di buka. Alves mendesah, ia tau Sean tak akan mempan dengan siapapun apalagi ini menyangkut wanita yang sangat dicintainya.

*

Mario berjalan linglung masuk ke dalam apartemen nya. Kejadian yang baru saja dialaminya seperti mimpi baginya.

Clek....

Mario berjalan mendekat ke arah putra nya, Cello.. Anak yang baru saja ia ketahui sekarang harus kehilangan ibunya.

"Dad..." Mario menoleh kearah Cello, "Mana mommy.."

Cello bertanya pada Mario, matanya mencari keberadaan seseorang.

"Tidur lah, besok kita akan pergi ke Amsterdam."

Cello masih diam, ia bingung. Untuk apa pergi ke Amsterdam. Dan dimana mommy nya...

"Mommy mu pergi meninggalkan kita, jadi Daddy ingin kita pergi ke Amsterdam. Kita lupakan kejadian selama disini. Kita akan melalui hidup baru di sana... Hanya kita!!"

Cello menitikkan air matanya, ia tau apa maksud Daddy nya. Dia bukan anak yang bodoh. Dia sudah mengerti, selama ini mommy telah menyakiti hati seseorang. Mungkin saja mommy nya telah di penjara atau mungkin saja di bunuh.

Cello menubrukkan dirinya memeluk Mario, selama ini Cello memang tidak mendapatkan kasih sayang Rubi. Rubi memang menyayangi nya, tapi Rubi memanfaatkan dirinya untuk ambisinya sendiri. Itulah sebabnya Cello kecewa dengan keputusan mommynya.

Mario mendekap erat tubuh kecil Cello, ia berjanji akan memberikan Cello segalanya. Mario tak akan membiarkan Cello sendiri.

Meski baru saja bertemu, mereka memang sudah memiliki ikatan batin antara anak dan ayah.

"Ya Dad.. Kita akan pergi dari sini, bawa Cello bersama Daddy.."

Mario mengeratkan pelukannya pada Cello. Mungkin inilah yang Lika ucapan, dia akan menyesal dan akan menerima karmanya telah menyakiti perasaan Lika.

Terpopuler

Comments

Nurul Hidayati

mafia tak kenal ampun kok sama pelakor pd mlempem bolak balik d usik kok ga ada tindakan nyata,kurang sat set das des cekat ceket😂😂😂

2022-06-12

6

Pia Palinrungi

lanjut thor..saatx zean bahagia sm inka sgn baby twins, alver sm siska jg bahagia yah thor mdh2 siaka hamil thor

2022-06-20

3

Nicolien Rapar

Thor.jangan lupa Siska gadis baik ciptakan cinta di hati Alves .

2022-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!