Umpan

Skip yang di bawah umur (21+)

Mohon tinggalin jejak like komen dan VOTE ya juga jangan lupa beri hadiah 😘😘

***

Alves mengikuti mobil yang membawa Riana pergi. Ia ingin menyakinkan bahwa wanita itu bukanlah istri dari sepupunya, William.

Alves mendesah saat tau mobil yang di ikuti nya berhenti di depan Mension mewah Sean.

Itu artinya dia istri Sean William, sepupunya. Orang yang sudah membuatnya dendam dengan keluarganya.

Inka berjalan dengan memegang perut buncitnya sedari tadi, ia bahkan tak perduli dengan dua orang lainnya di mobil.

"Apa yang terjadi dengan Nona muda...",

Siska menoleh kearah Nico, bibirnya seakan tercekat untuk mengatakan apa yang terjadi.

"Nona..." Nico Mengeratkan gigi nya,

"I_itu ada yang ingin mencelakai Inka, wanita itu hendak m nusuk perutnya. Tapi seseorang telah menggagalkan rencananya."

Siska gemetar ketakutan, sepertinya ia kapok pergi bersama Inka. Sudah dua kali Inka hampir saja celaka saat pergi bersamanya. Siska sungguh takut, hukuman apalagi yang akan dia terima nanti. Jangan sampai mereka memenggal kepalanya.

"Pulanglah Nona...Jika kau masih ingin bergerak bebas.."

Tanpa menjawab Siska membuka pintu mobil dan berjalan pergi meninggalkan Mension mewah William. Ia akan berbicara nanti dengan Inka di telepon. Ia tak mau di hukum lagi, jangan sampai mereka memenggal kepalanya. Lebih baik ia pergi dan akan menelpon Inka nanti.

*

Sudah tiga hari lamanya Sean di kurung di dalam tempat yang sangat menjijikan.

"Apa yang kau temukan Ken..."

Sean berbicara sambil melirik ke arah cctv, Sean tau ia saat ini sedang di awasi oleh seseorang.

"Kita sudah menemukan nya tuan... Tuan Albert hanya di jebak agar menodongkan pistol nya pada Aldrik. Dan lagi bukan peluru milik tuan Albert yang menembus kepala tuan Aldrik."

Sean berpikir, benar selama ini mereka telah menjadikan Daddy nya kambing hitam. Dan membuat Alves membenci keluarga nya.

Tapi siapa mereka...?

Sean mengepalkan tangannya, ia harus mencari tau siapa dalang di balik semua ini. Sudah bertahun-tahun lamanya mereka semua memanfaatkan kelemahan Alves.

Sean tau bukan Alves yang menembak Daddy nya, dia orang lain. Tapi Alves tidak sadar jika dirinya sedang dimanfaatkan oleh orang itu.

Mereka sengaja ingin mengadu domba dirinya dan Alves.

"Tuan ... Apa anda bisa sendiri, kami akan menyatabose cctv di dalam sana",

Ken bicara sambil mengarahkan anak buahnya. ia tak mungkin bertindak gegabah, semua ini sudah di rencanakan oleh tuannya sendiri.

Sean sengaja menjadikan dirinya umpan untuk mengetahui dalang di balik semua ini. Sudah bertahun tahun lamanya, mereka bersembunyi dan sekarang mereka muncul kembali dengan niat yang sama. Mengadu domba tuannya....

"Hmmm.... Dua menit..."

Sean masih di posisi yang sama, ia melirik ke arah cctv, dan jam tangan nya. Tiga, dua, satu..

Cas...

Sean segara menggulingkan badannya, bersembunyi, dan

Dhom....Duar....

Pryar.....

Sean berguling guling hingga tangannya terkena pecahan kaca...

Kenzo segera berlari ke arah tuannya. Sementara anak buahnya, sedang melumpuhkan melawan para anak buah lawan.

"Tuan.. Anda tidak apa apa? "

"Jangan perdulikan aku, Ken... Kita harus ke markas mereka dan cepat kembali pulang."

Kenzo mengangguk mengerti, saat ini juga mereka akan ke markas Blood black, yang selama ini menjadi musuh Red Blue.

*

"Brengsek..." Bella mengamuk di kamarnya, tak ada yang sesuai keinginan nya. Sudah dua hari ini, ia berdiam diri menunggu orang kepercayaan nya. Semua sama saja, tak ada yang bisa di andalkan.

"Bella... Sudahlah, jangan lagi? mommy tidak ingin kau celaka. Ayo kita pulang ke Jerman,?"

"No mom'..Sebelum aku mendapatkan William, aku tidak akan kemana-mana?"

Ibu Bella mendesah pasrah, dia baru menyadari jika wanita itu adalah istri Sean William. Yang ia tau, wanita itu yang membuatnya ia dan suami Mario bertengkar. Karna secara tak langsung Mario telah bertemu dengan wanita masa lalunya.

Rupanya wanita yang bernama Inka lah yang mereka incar, dan dia adalah istri dari seseorang William.

"Aku gak akan kembali ke sana sebelum William jadi milik aku mom'"

Bella mengepalkan kedua tangannya, wajahnya merah padam. Tak semudah itu dirinya harus mengalah dengan wanita kampung itu.

Lain halnya dengan Bella dan ibunya...

Mario justru sedang bergumul di atas ranjang apartemen.

Sudah lebih seminggu ini ia menyakinkan Rubi Felisa agar memaafkannya. Dan ternyata Rubi memaafkannya, tapi Rubi tak ingin menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya dengan nyonya Lika..

Tapi Mario tetap menyakinkan Rubi jika dia akan bercerai dengan istrinya, tentu saja Rubi hanya diam. Ia tak yakin.. Secara Rubi sendiri tak mencintai Mario. Pria yang berbeda usia sepuluh tahun.

Tapi kemarin sore Mario mengajak dia bertemu dengan Nyonya Lika. Dan nyonya Lika bersedia bercerai dengan Mario asal Mario tak meminta harta Gono gini. Mario hanya berhak atas perusahaan nya sendiri yang ia bawa. Bukan perusahaan yang ia rintis berdua dengan nya.

Nyonya Lika bilang Mario tak berhak karna dia sendiri yang menghianati nya.

"Rio.....Ah...."

Rubi menggelinjang hebat, kala pucuk menara kembar di hisap kuat Mario. Rubi seperti nya tak mau kalah tak lama iya membalikkan Mario.

"Ah... "Kini giliran Mario yang menggelinjang hebat, kala tongkat sakti nya di hisap oleh Rubi.

Mario mendesah meracau bahkan sesekali ia mengerang panjang.

"No... " Rubi menyudahi dan dia merangkak naik ke atas tubuh Mario.

Mario sendiri wajahnya merah padam menahan hasrat yang luar biasa.

"Ah..."

Keduanya mengerang saat Rubi berhasil melesatkan tongkat panjang Mario pada miliknya.

Rubi bergerak naik turun, tangan nya berpegangan pada dada bidang Mario. Mario sendiri menahan kedua bokong Rubi agar mempercepat gerakan Rubi.

Mario sudah tak sabar, ia membalikkan tubuh polos Rubi dan menyatukan kembali milik mereka.

Lama mereka bersatu mengejar kenikmatan dunia. Setelah sekian tahun lamanya Rubi merasakan panas nya bercinta. Ya Rubi memang tak pernah lagi selain Mario. Bukan Rubi tak mau, tapi di pulau terpencil itu Rubi hanya sendiri, orang di sana sangat menyeramkan menurut Rubi. Itu sebabnya Rubi hanya memuaskan birahinya sendiri dengan tangannya sendiri.

Dan saat ini Rubi di buat gila oleh Maria, pria itu menyentak nya liar.

Mario memang sangat terbakar gairah nya saat ini, selama bercinta dengan istrinya Mario tak merasakan puas. Selain faktor usia istrinya yang lebih tua darinya istrinya itu mengidap sakit. Tentu saja Mario tak selepas ini saat bercinta.

" Mario.... "Rubi mencengkeram erat lengan Mario, pertanda sebentar lagi gelombang dahsyat menghampiri nya. Mario mempercepat gerakannya semakin liar. Mereka berdua sama mengejar surgawi...

"Ah...." Mario menyentaknya dalam, menyemburkan benih unggul nya pada rahim Rubi.

Mario berniat setelah perceraian nya resmi, ia akan segera menikahi Rubi. Membuat status jelas pada Cello putranya.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

lanjut

2022-07-07

0

puji rahayu

dy yg kejar2an akoh yg bc yg ngos2an...😃😃😃

2022-07-03

1

Pia Palinrungi

next...

2022-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!