Wanita yang sama

Sementara jauh di sana seseorang telah mengeraskan rahangnya. Sean, dua hari yang lalu saat dirinya tiba di Mension mewah nya di Jerman. Sean mendapati Daddy nya yang tergeletak tak bernyawa. Keadaan Mension juga porak poranda.

Alves, salah satu anak saudara jauh Daddy nya. Dia membalaskan dendam atas kematian ayahnya.

"Tanda tangani berkasnya.."

Sean meludahi pria yang dulunya pernah menjadi teman sekaligus saudara. Sean dulu sangat menyayangi Alves karna Sean tak punya saudara kandung.

Tapi siapa sangka, ayah Alves mencoba berbuat curang. Diam diam dia menginginkan harta milik keluarga Albert, serta meracuni kakeknya. Albert berang mengetahui bahwa ayah Alves dalang di balik meninggalnya ayah nya.

Albert menembak kepala ayah Alves saat itu juga.

Dan sekarang putra nya berbuat sama, menginginkan harta nya dan dia telah membunuh Daddy nya, karna Albert tak akan sudi menandatangani berkas itu.

"Sean, apa yang kau tunggu. Aku akan melepaskan mu jika kau menurut padaku. Aku tidak serakah Sean, hanya sebagian saja. Kasihan istri mu menunggumu pasti."

Sean mengeraskan rahangnya, mata Sean memerah menahan amarahnya.

"Sekali saja kau sentuh istriku, jangan harap kau bisa menghirup udara bebas."

Ha..ha..ha...

Alves tertawa terbahak bahak, Sean langsung menunjukkan tanduknya saat dia menyebut istrinya.

"Boy... Hubungi istrinya aku ingin melihat wanita bodoh mana yang telah menjadi budak **** nya."

"Brengsek..,"

Pria yang memiliki nama tersebut mengambil ponsel Sean dan mencari siapa nama istrinya.

"My love ❤️"

Alves tersenyum miring, siapa kah wanita yang sudah menaklukan Sean William.

"By... Kenapa baru menghubungi ku,? kau pasti melupakan aku di sini. Apa pekerjaan mu sangat penting sehingga menelpon istrinya saja tak sempat, Huh... "

Sean memejamkan matanya, rasa sesak yang menghimpitnya karna merindukan istrinya.

Sementara Alves ia mematung mendengar suara di balik telpon.

"Riana.."

Sean mendongak menatap wajah Alves saat mendengar kata Riana dari pria itu. Apakah Alves mengenal istrinya?

"By.., Hubby... Kenapa tak ada yang bicara, dia pasti sedang sibuk."

Tak lama kemudian ponsel nya mati, Alves merasakan getaran aneh yang selama ini ia pendam.

Tak mungkin dia adalah Riana, wanita yang lima tahun lalu telah membuat nya jatuh cinta.

Inka Riana, pertemuannya tak disengaja kala dia sedang berada di Indonesia.

Alves sungguh terpana akan kecantikan Inka, tapi sayangnya wanita itu dulu sudah mempunyai tunangan.

Alves berjalan keluar dari ruang penyekapan. Ia masih memikirkan suara di balik telpon.

Sean pria itu juga berpikir bahwa Alves berubah saat mendengar suara istrinya.

"Brengsek lepaskan tangan ku..." Sean berteriak keras. Sean tak mungkin berada di sini lebih lama lagi. Ia harus segera pergi istrinya menunggu nya.

*

Inka melihat ponsel di tangannya, benar ini nomor suaminya. Tapi kenapa suaminya diam saja, ada apa?

Inka berjalan keluar balkon kamar nya. Sudah tiga hari ini suaminya belum menghubungi nya. apa terjadi sesuatu,? Inka menggelengkan kepalanya, tidak mungkin suaminya melupakannya. Sebentar lagi ia akan mempunyai anak bersama nya. Tak mungkin jika Sean bersama wanita lain di sana.

Keesokan harinya seorang pria tampan dan gagah itu baru saja menginjakan kakinya di bandara.

Alves langsung terbang ke Indonesia saat mendengar suara wanita di balik ponsel Sean.

Alves tak menyangka bahwa wanita yang mengusik pikiran nya adalah istri Sean William sepupunya sendiri.

Bukankah wanita itu tunangan pria lain dan mungkin saja sudah menjadi istrinya.

Alves masuk ke dalam mobil yang di sewanya.

"Boy... Apa kau yakin istrinya wanita yang sama.?"

Boy mengangguk mengiyakan..." Bagaimana bisa, apakah Sean merebutnya dari tangan pria itu..?" Gumam Alves.

Lima tahun yang lalu Alves mengenal Inka, saat Inka baru saja bertunangan dengan pria yang bernama Bagas. Alves tak mungkin melupakan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta.

Tapi Alves tak ingin egois, ia bertahan dengan cinta yang terpendam membuat nya mau tak mau pergi menyerah dengan cinta bertepuk sebelah tangan.

Inka tak tau jika dirinya mencintai nya, Inka hanya tau Alves seorang senior di kampusnya dulu. Hanya beberapa kali saja mereka bertemu tanpa disengaja. Inka sendiri tak begitu mengenalnya. Yang wanita itu kenal hanyalah tunangannya saja.

*

Inka berjalan bersama Siska masuk kedalam mall. Mereka berdua akan berbelanja kebutuhan bayi Inka.

Inka sebenarnya malas karna bukan suaminya yang menemaninya. Tapi mau bagaimana lagi kandungannya sudah menginjak sembilan bulan. Dan Inka mau tak mau harus membeli perlengkapan bayi.

"Ka, lihat deh lucu banget sepatu nya..", Inka melamun sepanjang jalan, ia masih kepikiran dengan suaminya. Kenapa suaminya kemarin sore menelpon tapi tak ada kata yang terucap. Apa ponselnya hilang di curi orang..?

"Ka...." Inka menoleh kearah Siska,

" Oh.. Ternyata ada wanita sial disini..." Bella menghina Inka. Inka mengerutkan keningnya, bukankah wanita itu yang menolongnya saat insiden penusukan yang di lakukan Naura.

"Kenapa kau kaget,huh... Gara gara kau aku dan ibuku menderita. Kaulah dalangnya wanita sialan."

Inka gemetar ketakutan, Siska dengan sigap menyembunyikan Inka di belakang tubuh nya.

Bella tertawa jahat melihat Inka yang ketakutan. Karna Inka lah ia tak bisa memiliki Sean William. Karna Inka lah wanita yang ia anggap sebagaai sekutu telah membuatnya mengetahui jika anak Rubi adalah anak Daddy angkat nya. Dan sekarang pria itu meninggalkan ibunya demi wanita itu. Dan ibunya kembali sakit, semua karna Inka.

"Jangan pernah sekalipun kau mendekati atau menyakiti nya. Tuan William tidak akan pernah membiarkan mu jika istrinya terluka."

Bella tersenyum sinis, semenjak ayah nya menghianati ibunya Bella akan melenyapkan siapa saja yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Terlebih lagi wanita itu telah merebut Sean darinya.

Jleb....

Bella membelalakkan matanya, begitu pula dengan Inka dan Siska.

"Argh...." Bella berteriak keras kala tangannya di pelintir oleh tangan besar. Bella terjengkang ke belakang, pisau yang di pegangnya jatuh.

Bella segera bangkit dan pergi meninggalkan mereka semua. Ia tak mau berakhir hari ini, ia akan membalas mereka semua.

Alves berbalik menatap wajah cantik yang selama ini ada di dalam pikirannya.

Alves melihat perut buncit Riana, sungguh perut itu tak sebanding dengan tubuhnya yang mungil. Alves tersenyum kecut, wanita itu sebentar lagi akan menjadi ibu.

Lalu apa hubungannya dengan Sean, dan lagi wanita itu kenapa ingin melukainya..?

"Terima kasih tuan..." Siska berucap, ia tau Inka sahabatnya itu sangat ketakutan.

Siska lalu menggandeng tangan Inka,pergi dari sana.

Nico mengerutkan keningnya mendapati istri tuannya seperti nya ketakutan. Ia segera membuang puntung rokok yang dihisap nya dan menginjaknya.

"Nona apa yang terjadi..?" Inka menggeleng.

"Kita pulang kak Nico..!"

Terpopuler

Comments

Ayunda Ka

heran aku jd ny,knp pemgawal di novel ini smua ny bdoh n gak siaga,sllu nyonya mrk tersakiti,percuma pke bodyguard

2022-07-27

2

Wirda Lubis

Niko bodoh

2022-07-07

0

Yanti Linggar

ni istri dh dibilngin jln keluar rmh ga nurut. klo pergi sm temennya pasti deh ada yg mau nyakitin.

2022-07-06

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!