Siuman

Clarisa sungguh sangat menyedihkan, wanita itu selain menjadi budak **** Robert. Ia juga kehilangan bayi yang baru ia ketahui.

Clarisa memandang depan pintu masuk berharap suaminya datang mencarinya. Orang tua Clarisa sangat sedih melihat keadaan putri mereka. Clarisa di nyatakan terserang gangguan kejiwaan, yang membuatnya takut,sedih secara bersamaan.

Dokter mengatakan bahwa Clarisa harus segera di bawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan terapi kejiwaannya.

Clarisa kadang akan tertawa memanggil nama Bagas berulang ulang. Dan akan merasa takut saat mengingat pria yang bernama Robert.

Sementara Robert sendiri tak ambil pusing, baginya Clarisa hanya boneka yang kapan saja ia inginkan.

*

Sudah sebulan lamanya Inka betah dengan tidur panjangnya. Sean, pria itu bukan hanya tak mengurus perusahaan miliknya. Ia bahkan tak mengurus dirinya sendiri. Wajahnya yang tampan menjadi layu, mata yang selalu menyorot tajam pada orang lain, kini redup.

Sean seperti kehilangan arah, Banyak Dokter ia kerahkan untuk kesembuhan istrinya. Sean juga membawa alat canggih untuk menyambung hidup Inka

Tapi sepertinya Inka masih betah dengan tidurnya.

"Baby, cepatlah bangun...Kita akan bulan madu bukan.."

Tak bosannya Sean mengobrol dengan istrinya, sesekali ia mengelus perut yang sedikit buncit.

Kandungan Inka sudah menginjaknya belas minggu, karna Inka mengandung bayi kembar, perutnya sedikit lebih besar di banding hamil biasanya.

Sean juga sangat sedih istrinya itu kurus sekali, kadang ia terkekeh bagaimana melihat reaksinya jika sudah bangun. Akan sangat lucu tubuh yang mungil dengan perut yang besar.

*

"Untuk apa kau datang kemari,..?" Rubi tersenyum miring, melihat reaksi wanita cantik yang anggun itu. Dia memang jauh lebih muda darinya. Tapi Rubi yakin tidak akan termakan dengan cara liciknya. Apa yang sudah Rubi incar orang lain tak boleh memiliki nya.

Apalagi Sean William adalah pria yang dulunya sangat mencintai nya. Ia yakin Sean akan kembali padanya. Dan Rubi mungkin dia berhutang budi pada wanita yang sudah membebaskannya dari pulau terpencil. Tapi Rubi tidak akan membiarkan perempuan itu merebut Sean darinya.

"Tidak ada, hanya ingin mengucapkan terima kasih atas pertolongan kalian."

Bella mengerutkan keningnya, apa maksudnya? bukankah itu memang harus. Memangnya dia mau kemana,?

"Jangan sampai berani menantang ku, jika kau tak ingin kembali lagi ke pulau terpencil itu. "

Rubi tersenyum tipis, Kita buktikan siapa yang pantas mendapatkan William. Rubi mengangguk.

"Tuan hari nya ni ada rapat penting, dan tidak bisa di wakil kan. Sebaiknya anda ke perusahaan, biar nanti anak buah Nico yang berjaga."

Sean mengusap wajahnya gusar, hari ini memang ada rapat dan dia harus hadir di sana. Sean menghampiri nya istrinya,ia membelai pipi tirus milik Inka.

"Cepatlah bangun Baby... Aku pergi sebentar,hmm..."

Cup....

Sean memandang Inka, rasanya tak rela meninggalkan barang sebentar. Sean melangkah pergi bersama Kenzo ke perusahaan. Ia tak boleh meninggalkan istrinya terlalu lama.

Setelah kepergian Sean Inka membuka matanya perlahan. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang. Inka meneteskan air matanya, suaminya tak ada.

Ia meringis merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Di rumah sakit, Inka baru menyadari dia dirumah sakit. Ia mencabut selang yang menempel di tubuhnya, begitu juga selang infusnya. Inka berjalan keluar tak ada siapapun, ia ingin berjemur. Entah sudah berapa lama ia tertidur di ranjang pesakitan. Tubuhnya lemas ingin terkena sinar matahari.

Diruang meeting, Sean duduk dengan gelisah. Ia sesekali melirik ke arah jarum jam yang ia pakai. Sudah satu jam lamanya ia meninggalkan istrinya sendiri.

Meskipun ada beberapa anak buahnya, tapi Sean tak pernah percaya pada orang lain.

Sean segera bangkit, ia tak perduli meeting yang belum selesai. Pikiran nya tertuju pada Inka istrinya. Ia tak tenang meninggalkan istrinya sendiri.

Kenzo mengangguk memberikan pengertian nya pada seluruh jajaran direksi. Mereka semua pun mengerti bahwa istri dari tuan Sean William sakit.

Clek....

Sean mematung melihat brangkar rumah sakit kosong. Ia berlari mencari keberadaan istri nya.

" Baby... Sayang...." Sean memeriksa di seluruh sudut termasuk kamar mandi, tak ada juga.

Sean berlari kesana-kemari seperti orang gila.

Bukk.....Bukk...

Sean menghajar anak buahnya yang berjaga di depan. Sean menodongkan senjata api nya pada salah satu nya.

"Dimana istriku.."Suara Sean menggema di seluruh penjuru rumah sakit. Dokter berlarian mendekati tuan penguasa itu.

"Tuan.." Semua Dokter bergetar ketakutan, melihat singa mengamuk. Salah satu di antaranya melirik ke dalam kamar VIP, ia menelan ludahnya cekat, semua hancur tak tersisa.

"Katakan dimana istriku..." Sean menarik kerah baju salah satu Dokter. Dokter Gibran gelagapan, mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Sean dari Dokter itu.

"Tuan, tenangkan diri anda.. Nona Inka tidak mungkin kemana mana. Nona pasti masih di sekitar sini." Dokter Gibran mencoba menenangkan singa jantan yang mengamuk.

"Hubby...."

Deg.....

Sean berbalik dan mematung melihat tubuh kurus istrinya ada di hadapannya. Istrinya ada di hadapannya dan yang lebih membuatnya tak percaya, Inka berdiri dengan kaki nya sendiri. Itu artinya istrinya sudah sembuh...

Mata Sean memanas melihat keajaiban yang di lihatnya. Sosok yang berdiri di depan nya benar benar Inka , istrinya...

Sean berlari dan menubruk kan dirinya memeluk tubuh ringkih Inka.

Cup...Cup..Cup..

"Jangan tinggalkan aku Baby...Jangan sekalipun jauh dariku..Aku tak bisa hidup tanpa mu." Sean mengungkapkan perasaan nya, sungguh ia benar benar akan gila jika tak ada Inka.

Inka melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya.

"Aku hanya berjalan jalan di luar..." Akunya.

Sean memejamkan matanya menikmati dekapan mungil istrinya. Sungguh ia sangat merindukan istrinya.

"Jangan sekalipun berniat pergi dari ku sayang..." Inka mengangguk mengerti. Sean menggendong tubuh mungil Inka, semua dokter bernafas lega.

Sean menyuapi istrinya dengan telaten, ia tak membiarkan istrinya pergi meski hanya selangkah saja. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu. Sean sangat overprotektif dengan istrinya. Sudah seminggu ini istrinya banyak sekali menunjukan perubahan, salah satunya tubuhnya yang semakin berisi, tak seperti sebelumnya.

"Hubby... Mau pipis.." Bisiknya.

Sean tersenyum dan menggendong istrinya menuju kamar mandi. Ia mendudukkan Inka pada kloset,dan melepaskan kain tipis berenda milik Inka. Sean memang sudah menjadi kebiasaan, merawat istrinya.

Inka memanyunkan bibirnya, ia sebenarnya risih di perlakukan seperti ini. Tapi Sean tak membiarkan nya dan tetap dia yang harus melakukan sampai benar-benar sembuh katanya.

Padahal dirinya sudah sembuh.....

Hanya belum boleh melakukan yang berat berat.

Yang berat juga apa, tak ada yang Inka lakukan selama ini. Suaminya saja yang berlebihan....

Terpopuler

Comments

Ayunda Ka

msa y koma 1 bulan lbih lngsung bs jln,gak semudah itu thor,btuh proses,proses nljr dduk,tegak n brjln krn otot2 sdh kaku smua trus pnjaga ny kmn,gak amanah bget,nyonya ny gak di tungguin

2022-07-27

1

Devina Natalia

ditinggal ngopi nang warung paling ama pengawal e..
kok gak ketok lek inka metu kamar..

2022-07-23

1

Fresi Nea Mangowal

❤❤❤

2022-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!