Brian bahagia

Bruk...

Rubi menubruk kan dirinya memeluk tubuh tinggi Sean.

"Maafkan aku...Aku sangat merindukanmu. Jangan benci aku Sean.."

Sean mematung di tempatnya berdiri, wanita itu memeluk dirinya.

Inka menatap nanar pada suaminya, bulir bening jatuh seketika.

Ia tak menyangka jika suaminya memeluk wanita lain selain dirinya. Inka berbalik dan segera pergi meninggalkan mereka, sakit rasanya untuk yang kesekian kalinya. Selain Bagas mantan suaminya sekarang juga Sean suaminya. Apa semua pria memang seperti itu,jika di luar sana.

Sean mengeratkan giginya emosi, wanita ini sungguh tak punya malu.

Sean memegang bahu Rubi menjauhkan nya.

Sungguh ia tadi sangat shock, hingga lupa siapa yang sedang memeluknya.

"Jangan pernah sekalipun menyentuh ku dengan tubuh kotor mu itu Rubi.." Gigi Sean gemerutuk melihat wanita itu tiba tiba memeluknya.

"Sean..." Rubi mendongak menatap mata tajam Sean. Apa maksudnya..?

"Jangan sekali-kali kau menyentuh ku, wanita seperti mu sungguh murahan sekali."

"Apa maksudmu Sean... Bukankah kita saling mencintai. Aku datang untuk kembali padamu, aku tak perduli lagi jika ayah mu menolak keberadaan ku. Aku akan bertahan demi cinta kita."

Sean tersenyum miring, cinta kita...? terdengar geli Sean mendengarnya. Sungguh wanita itu memang benar benar tak tau malu.

"Maaf, tapi aku tak mengenalmu... Dan kita memang orang asing bukan. Sejak kau meninggalkanku, aku sudah tak berniat mengenalmu. Bagiku kau hanyalah seorang yang tak patut di ingat." Sergahnya

Sean membalikkan badannya, benar wanita itu memang Rubi. Hah... Wanita masa lalu nya. Sean tak menyangka akan bertemu dengan Rubi kembali. Wanita yang membuatnya tak mengenal kata cinta tapi berubah saat dia mengenal Inka..

Sean melotot kan matanya, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istri nya. Gara gara perempuan itu ia sampai melupakan istrinya.

"****.. "

Sean kembali lagi ke tempat di mana dia meninggalkan Inka. Tak ada.. Kemana istrinya...?

"Wanita sialan.... "Sean mengumpat Rubi.. Niat hati hanya ingin memastikan bahwa wanita itu benar Rubi atau bukan. Justru Rubi bertingkah di luar dugaannya, memeluknya tak tau malu. Sean tak habis pikir hanya memastikan bahwa wanita itu Rubi, yang dulu meninggalkan nya, sampai melupakan istrinya.

Sean memastikan wanita itu bukan karna masih ada rasa cinta, tapi Sean memastikannya mengapa dia ada di sini. Bukankah Ayahnya Albert telah mengasingkan Rubi, lalu bagaimana dia bisa ada di sini.

Ya Albert telah mengirim Rubi Felisa ke kota terpencil dan sangat susah untuk akses internet. Sean tau Albert... Ayah itu telah menghilangkan jejak Rubi.

Hingga Sean tau, Rubi memang berniat menjebaknya.

Apa anak buah ayahnya melepaskan Rubi... Sean tak tau dan akan mencari tau.

"Di mana istri ku..." Tanya nya di seberang telpon.

"(.....)"

"Cari istriku..."

Sean mengusap wajahnya gusar,apa Inka tau saat Rubi memeluknya.

"Brengsek..."

Sean kalut, kemana istrinya pergi ia tak membawa ponsel dan juga tasnya.

Pikiran buruk menghantui Sean, ia berlari kesana-kemari mencari keberadaan istri nya.

"Tuan.."

Kenzo datang di saat yang tepat, bersama lima anak buahnya.

"Cari istriku... Bila perlu sampai di lubang semut sekali pun. Sisir pantai ini... Sampai dia terluka sedikit saja, kepala kalian taruhan nya. "

Mereka semua berpencar mencari Nona muda nya.

"Baby...Ayolah jangan buat aku khawatir...

Maaf kan aku, jangan seperti ini. Kau bebas menghukum ku nanti, jangan tinggalkan aku.."

Sean bergumam lirih, ia menyesal telah meninggalkan Inka. Gara gara perempuan itu Sean jadi bodoh, ia mengumpati dirinya sendiri.

*

Inka menggerutu, bibirnya tak berhenti mengomel. Suaminya berselingkuh di belakang nya.

"Dia pikir hanya dia yang bisa, aku juga bisa... Lihat saja, Inka Riana bukanlah Inka yang dulu. Yang di selingkuhi diam saja. Inka yang sekarang ini bisa membalasnya.."

" Tuan Brian.." Mata bulat Inka berbinar setelah melihat pria yang dulunya pernah ia lihat beberapa kali.

Ia pikir ia akan tersesat karna tak bawa ponsel dan uang tentunya. Rupanya Tuhan masih sayang padanya, mengirimkan malaikat tampan untuk nya.

Sementara pria yang memiliki nama tersebut tersenyum lebar. Sungguh Brian tak dapat menyingkirkan rasa yang dimilikinya. Wanita itu memang racun yang sangat mematikan. Pesona, Inka Riana memang sangatlah tinggi.

Wanita polos,mungil dan cantik itu, seketika mengalihkan dunianya.

"Nona Inka, ada di sini... Dengan siapa..?"

Brian menoleh ke kanan kiri Inka, jelas tau jika Inka pasti tak sendiri. Suami posesif nya itu tentu tak membiarkan orang lain memandang istrinya itu.

"Aku sendiri..." Inka tersenyum manis.

Brian menoleh ke arah wanita cantik itu, mengerutkan keningnya. Tidak mungkin Sean membiarkan istrinya berkeliaran malam malamkan.. Pikir nya.

"Tuan Brian, bisakah kau mengajakku makan.. " Inka nyengir kuda, memamerkan giginya yang putih bersih.

Brian tersenyum lebar mendengar wanita cantik itu,...

"Kenapa tidak..." Brian tersenyum mengajak Inka ke seberang jalan sambil menggandeng tangannya.

"Maaf jika aku menggandeng tanganmu.."

"Kita bergandengan kan memang mau menyebrang.." Inka tersenyum manis,

Sungguh Sean sangat beruntung bisa memiliki wanita cantik ini. Selain polos dan lugu dia juga sangat ceria. Tak bisa membedakan, jika Sean tau pasti akan menghajarnya bukan.

Tapi Brian akan memanfaatkan kesempatan ini, meski nantinya Sean menghajarnya. Tapi setidaknya Inka lah yang mengajaknya. Walaupun hanya sekedar makan, setidaknya ia pernah dekat dan bebas memandang wajah cantik nya.

Sean membanting ponsel Kenzo berkeping keping. Istrinya itu benar benar, dia bingung sampai hampir gila mencarinya. Sementara yang di carinya sedang berjalan bergandengan tangan dan lagi makan berdua suap suapan.

Terang saja Sean mengamuk, dan membanting ponsel yang menampilkan istrinya dengan orang lain.

Apalagi pria itu tak lain adalah pria yang ingin merebut nya.

" Tuan Brian, coba a... Tuan belum merasakan jika yang pedas lebih nikmat.."Brian terkesiap melihat sendok makan di depan mulut nya. Inka mengulurkan tangannya ingin menyuapinya.

"Ayo... Cobalah, ini sangat nikmat.." Bibir mungilnya terbuka, memperagakan agar dia juga membuka mulutnya.

Brian ragu membuka mulutnya, menerima sendok yang menjulur di depannya.

Hap...

Brian memejamkan matanya menikmati makanan yang Inka suapkan. Lidahnya sungguh seperti terbakar. Inka tersenyum lebar saat pria itu memakannya.

"Aku bilang juga apa, enakkan...Kau harus mencoba yang seperti ini.."

Inka menambahkan bubuk cabai merah di dalam mangkok Brian.

Brian melebarkan matanya, melihat mangkoknya di tambahkan bubuk cabai.

"Tapi...",

"Nanti juga terbiasa... Ayo coba lagi. Tidak banyak cabainya, aku tau kau tak suka. Apa salahnya kan mencoba.."

Brian mengangguk, ia melihat mangkok Inka dan mangkoknya tak Semerah milik Inka sih yang penuh dengan bubuk cabai. Tapi Brian ragu memakannya, karna memang dari dulu ia tak suka pedas.

"Nah ini dia ... Eskrim." Girangnya, sungguh Brian tak menyangka akan bertemu dengan Inka dan memandang wajah cantik nya dari dekat.

Inka memesan lagi eskrim stoberi kesukaannya, dia bilang habis makan pedas harus makan yang manis.

Buk....

Terpopuler

Comments

Maya Khauw

hmmm sungguh bodohhhh ny...udh tau punya suami eeh malah suap suapan dengan laki" lain...ckk..ga mikir apa kaya cewe murahan greget aku Thor 😬😬

2022-06-17

6

Pia Palinrungi

inka..inka, nggak tahu bego apa goblok
walaupun mau balas dendam nggak gitu jg kaliii..suap2 an sm laki lain

2022-06-19

1

Khasanah Mar Atun

inka si suka maksa,sekarang brian korbannya

2022-06-14

5

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!