Wanita masa lalu

Sean melihat wanita paruh baya itu sedang bersitegang dengan security.

Sean tersenyum miring melihat nya.

"Tuan Sean..." Sean menaikkan sebelah alisnya, wanita ini mau mencari muka.

Sean berbalik dan melihat wanita paruh baya itu menghampirinya.

"Tuan... Lihatlah mereka tak mau memberi tahukan di mana anak saya Bella." Serunya

"Maafkan kami tuan, tapi nyonya ini tidak sabar dan marah membentak kami" Bela salah satu staf.

"Masa kalian tidak mengenal anakku, dia model papan atas Bella Shofie model internasional,"

Geramnya. Mereka kompak menggeleng....

"Kampungan..." Sinis nya lagi...

"Tunjukan saja... Pasien kecelakaan Bella,di ruang VIP" Sean melanjutkan jalannya. Bertemu dengan nya sangat tidak bermutu, pikirnya...

*

"Maaf...."Brian tersenyum,"Kau sudah melakukan hal yang benar. Cepatlah sembuh.... Kita akan menikah bukan?" Bella menelisik mata Brian,mencari kebohongan di sana....

"Aku takut kau hamil Bella... Kita sering melakukannya dan aku sama sekali tak memakai pengaman..?"

"Jika aku hamil mereka tentu tau, " Potong nya. Brian tersenyum paksa.

"Apa motif mu sebenarnya..." Bella melirik Brian....

"Tidak ada.." Melengos menghindari tatapan mata Brian.

"Jangan bertindak jauh, jika kau tidak ingin berakhir seperti temanmu.." Serunya memperingati Bella.

Bella memiringkan tubuhnya membelakangi Brian.

"Pergilah aku ingin tidur..."

Brian menghembuskan nafasnya perlahan, entah apa tujuan Bella yang pasti ada sesuatu yang Bella sembunyikan.

Sementara Bella mengepalkan tangannya, sudah sejauh ini dia berkorban, tak akan pernah mundur.

"Inka Riana tunggu saja,"

Gumamnya, tersenyum misterius.

"Bella..." Bella membuka matanya,ia menoleh ke arah sumber suara. Mommy nya datang kemari, dimana Daddy nya.

"Mom'...Dimana Daddy..."

"Daddy sedang di luar kota, kau kenapa bisa seperti ini. Apa yang terjadi, siapa yang mencelakai anak mommy. Mommy akan melaporkan nya pada polisi." Rentetan pertanyaan mommy nya membuatnya pusing.

"Mom...., Hentikan....Aku sudah muak dengan perempuan itu. Wanita kampung itu harus segera kita singkirkan." Adunya..

"Tenanglah sayang... , Wanita itu tak ada apa apanya dengan kita.."

Bella bersumpah akan mendapatkan Sean William. Wanita itu tak pantas mendapatkan William, hanya dia yang pantas.

*

"Ah.... Kumohon,hentikan ini sangat sakit,. "

Pria yang sedang berpacu itu menulikan pendengaran nya.

"Ini yang kau inginkan bukan, ayo katakan, akulah yang paling hebat Clarisa... Uh... Tak ada yang boleh memilikimu selain aku tentunya."

Robert mempercepat gerakan tangan nya brutal, tak perduli dengan Clarisa yang memohon ampun.

"Ah... Robert ini sangat sakit.."

Bukan hanya dua tapi tiga jari Robert mengoyak lubang milik Clarisa. Sungguh Clarisa merasakan panas di bagian inti tubuhnya,akibat gesekan jari yang sangat cepat.

"Ahhhh....."Clarisa mendapatkan puncak untuk kesekian kali dengan jari tangan Robert.

Robert tersenyum miring melihat milik Clarisa,benar benar sangat merah dan bengkak.

Robert melepaskan ikat pinggang nya, dan menurunkan celananya. Ia menarik Clarisa duduk, menyodorkan senjatanya pada wajah Clarisa.

Clarisa hanya pasrah,ia tak mungkin menolaknya. Clarisa sungguh terjebak dengan permainannya sendiri.

" Ahh....." Mata Robert terpejam, Clarisa sungguh pintar memanjakan miliknya.

Robert meraih rambut Clarisa menggulung nya dan menekan Clarisa agar memperdalam lidahnya.

"Ya Risa .. Begitu.." Robert mendongak menatap langit-langit kamar apartemen nya.

"Ah... yeah...."Robert membantu mempercepat gerakan pinggulnya, menyodokkan pada bibir basah Clarisa.

"Um.... "Clarisa memejamkan matanya, sungguh mulutnya pegal bukan main. Dan dia ingin muntah saat Robert menekannya dalam.

"Ahhhh..." Robert melepaskan bibitnya pada wajah Clarisa. Cairan kental itu mengenai wajah dan mulutnya. Clarisa tersenyum kecut,apa bedanya dia dengan ****** di luar sana.

Robert membersihkan milik nya dari sisa-sisa kenikmatan. Lalu meninggalkan Clarisa yang polos tanpa selembar kain.

Clarisa meringis merasakan ngilu di bagian bawah pusar nya.

"Apa tamu bulanannya akan datang ,kenapa sakit sekali..?"

Clarisa meringis mencengkram perutnya yang terasa panas, Bahkan miliknya serta pinggang nya seperti terbakar.

"Argh..... " Clarisa mencoba bangkit dan melangkah menuju tas branded nya berada.

Tubuhnya bergetar hebat menahan rasa panas yang menjalar dari perut ke pinggang bahkan milikinya terasa sangat sakit dan panas.

Clarisa merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam tubuh nya. Matanya terbelalak melihat darah segar mengalir deras dari kedua pahanya. Tangan nya bergetar hebat mencoba meraih tas miliknya.

Bruk...

*

Inka memanyunkan bibirnya yang mungil, matanya tak berkedip melihat suaminya.

Hari ini suaminya berpakaian resmi,bukankah ini hari libur. Dari mana dia..?

Cup....

Sean mengecup kening Inka berkali-kali, rupanya ia keduluan istrinya.

"Dari mana..."

"Em... Tadi asa pekerjaan mendadak Baby..."

"Benarkah.." Sean mengangguk mengiyakan. Inka tak lagi bertanya pada suaminya.

"Hubby... Jadi ke pantai kan..."

Sean tersenyum lebar,dan mengangguk mengiyakan.

Cup...

Inka bergelantung di leher suaminya,lalu mengaitkan kakinya pada pinggang suaminya.

*

Inka berlari ke sana kemari,sesekali ia menendang air yang membasahi kakinya.

"Baby, jangan berlari.."

Sungguh Sean seperti mengasuh anaknya jika bersanding dengan Inka. Inka seperti masih remaja padahal sebentar lagi ia akan berumur dua puluh empat tahun.

"Hubby... Ayo kejar aku..."

Inka sambil tertawa riang menjulurkan lidahnya pada suaminya.

Sean gemas dengan tingkah wanita nya. Ia mengejar Inka yang lari terbirit-birit dan..

Hap...

Mereka seperti remaja yang baru mengenal kata cinta. Sean tertawa lebar sambil menggelitik istri nya.

Dari jauh sepasang mata menatap nanar pada nya. Sungguh ingin sekali dirinya yang ada di posisi ketiga itu.

Senyum Inka menghilang kala matanya yang tak sengaja menangkap sosok pria itu.

"Mas Bagas..." Gumamnya..

Sean menoleh arah pandang sang istri,ia mengepalkan tangannya. Sungguh ia benci istrinya masih mencintai mantan suaminya. Terlihat dari matanya yang tak berkedip melihat pria yang saat ini bersembunyi di balik pohon.

Sean melepaskan rengkuhannya pada pinggang ramping Inka,dan berjalan pergi.

Inka yang menyadari bahwa suaminya meninggalkannya segera berlari menyusul nya.

"Hubby.... "

Sean menautkan kedua alisnya, ia seperti mengenal wanita itu. Sean berjalan sambil matanya tak berkedip melihat wanita cantik dan anggun yang tak jauh darinya.

"Rubi..."

Deg...

Wanita yang di sebut nama nya, berbalik menghindari Sean. Sean mengejarnya, ia harus memastikan bahwa wanita yang di lihatnya adalah Rubi Felisa kekasihnya dulu.

Inka mengeryit melihat Sean yang sepertinya tidak mendengarnya. Apa dia marah....?

Inka berjalan lesu, ia mengedarkan pandangannya berharap suaminya datang padanya dan memaafkannya.

Hingga sore hari,Inka masih berharap suaminya mencarinya. Inka menghembuskan nafasnya perlahan, suaminya benar benar marah padanya.

Set....

Sean mencekal tangan wanita itu.

"Rubi... " Sean meneliti wajah itu, benar dia Rubi Felisa kekasihnya dulu.

"Sean..." Rubi tertunduk, pria inilah yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama nya. Rubi sangat mencintai Sean William, tapi Robert menghalangi kisah cinta mereka berdua.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

ada aja lagi tantangan kedepan

2022-06-16

6

Netty Roida

cinta pertama sean hadir wooiiii

2022-06-14

6

Maya Khauw

jgn biarkan orang k tiga merusak kebahagiaan Sean dan inka Thor 😍

2022-06-17

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!