Lagi

Sean tersenyum lebar mendengar wanitanya mendengkur. Ia tak tega membangunkan Inka, semalam entah berapa kali Inka menjerit. Yang Sean tau dirinya menggempur Inka sampai jam empat subuh.

Ia membelai wajah lelah sang bidadari. Sean mengecup wajah cantik Inka berkali-kali. Rasanya Sean bermimpi menikahi Inka, yang dulunya sempat tak terpikirkan untuk memilikinya, karna status Inka yang bersuami. Sean sempat mengamuk pada Kenzo kenapa harus sudah menjadi milik orang lain. Dan bukan dirinya.

Ah Sean rasanya sangat bahagia, cinta nya pada Inka melebihi apapun.

Sean berbaring kembali, mendekap tubuh mungil Inka. Sean tak tega Inka sangat nyenyak tidur nya. Sean mencium pipi dan bibir Inka dan **********.

Inka menggeliat dalam tidurnya, merasa terusik.

Ia mengerjapkan matanya, Sean tersenyum melihat istrinya bangun.

"Pagi Baby...."

Sean berbisik mesra di telinganya.

Inka merinding merasakan bibir Sean yang menyentuh daun telinganya.

Inka menoleh ke kanan, melihat suaminya tersenyum lebar.

Sean segera menyambar bibir mungil istrinya. Inka gelagapan tak siap. Ia memukul dada bidang Sean. Hingga suaminya melepaskan bibirnya, dan Ia segera menghirup udara sebanyak banyaknya.

Sean tersenyum dan berdiri. Ia mengangkat tubuh mungil Inka.

"Argh... Hubby turunkan aku..."

"Kita akan mandi Baby...."

Sean menurunkan Inka mendudukkan tubuhnya di meja wastafel.

Ia mengisi batub dengan air hangat. Lalu menurunkan Inka ke dalam batub.

Inka masih diam, ia melihat bagaimana Sean memperlakukan dirinya. Sean meneguk ludahnya sendiri melihat istrinya yang polos. Sean mengumpat adik kecilnya yang cepat bereaksi. Ia memejamkan matanya guna mengusir pikiran mesumnya.

"Hubby... " Inka mendesis, merasakan perih yang amat sangat, di bagian intinya.

Sean kelabakan mendengar rintihan Inka yang sepertinya kesakitan.

"Baby....Ada apa, apa ada yang sakit hmm....?"

Inka menggeleng mengangguk lagi.

"Baby... Mana yang sakit...."

Sean memutar tubuh mungil Inka memeriksa jika ada luka.

Pipi Inka bersemu kemerahan, ia malu mengatakan miliknya sangat perih.

Semalam Sean menggempurnya hingga ia nyaris pingsan.

"Baby...Mana yang sakit hmm ....Jangan buat aku takut.." Sean mengulang lagi.

"Perih..."

Inka bergumam lirih. Tentu Sean masih bisa mendengar suara istrinya.

Ia segera memandikan Inka, dan mengambil handuk, lalu melilit kan pada Inka dan menggendongnya lagi.

Ia juga membaringkan Inka di ranjang Hotel.

Berdiri mencari keberadaan obat yang semalam ia pesan.

Sean meraih obat tersebut dan berjalan ke arah Inka.

"Baby.....Aku akan mengobatinya. Obatnya tidak akan terasa perih, Hmm.."

Hah...

Inka bangun terduduk. Apa maksudnya mengobati?

"Baby...Baring lah kembali, aku akan melihatnya."

"A...Apa..?" Inka tergagap, sejurus kemudian ia tau Sean akan mengobati miliknya yang perih.

"Tidak..."

Refleks Inka menolak.

Yang benar saja Sean akan memberikan salep padanya. membayangkan saja membuat pipi Inka bersemu merah.

"No Baby aku akan melakukannya..."

Sean memegang kedua bahu Inka, memaksa wanita itu berbaring lagi.

"Tidak...Biarkan aku yang melakukannya...Aku bisa sendiri..."

"Sayang...."

Inka pasrah dengan apa yang sedang di lakukan Sean padanya.

Blus.....

Wajah Inka memerah, ia menggigit bibir bawahnya. Merasa malu yang luar biasa. Seumur hidupnya baru kali ini ia mengangkang di depan pria meskipun Sean suaminya, tentu Inka malu bukan main. Lain halnya jika dalam keadaan sedang bercumbu kan. Lah ini ...

Sean meringis saat melihat milik Inka yang bengkak dan merah. Ia menyentuhnya hati hati milik Inka.

"Ah..." Inka membekap mulutnya yang kelepasan . Ia mengutuk mulutnya yang tak melihat keadaan. Bisa bisanya ia mendesah saat Sean mengobatinya.

Sean mendongak, Ia menyeringai mendengar suara Inka.

Inka meremas kain seprei yang sudah tak berbentuk ulah semalam. Sean benar benar mempermainkannya. Semalam suntuk mereka bergulat dan sekarang suaminya bertingkah lagi.

Hingga tak lama sean mendengar Inka menjerit saat puncak pertamanya datang.

Nafas Inka memburu,... Untuk ke sekian kalinya Sean membuat dirinya sampai puncaknya.

Sean merangkak naik kembali menggigit bibir mungil Inka, agar membukanya.

" Hubby...."

"Lepaskan Baby.."

Sean berbisik mesra di telinganya.

Lalu mengangkat wajahnya melihat wanita nya meracau. Sean sangat menikmati wajah Inka.

"Hubby....."

Inka menjerit hebat. Nafas Inka tak beraturan, keringat bercucuran di wajahnya.

Ia tersenyum lebar mendengar wanitanya menjerit untuk kedua kalinya pagi ini.

Cup...

Sean mencium kening Inka dan tangannya melepaskan kain terakhir miliknya, membuangnya asal. Kemudian memposisikan dirinya.

Sean dan Inka mengerang berbarengan.

Sean memejamkan matanya menikmati pijatan lembut di bawah sana.

Tak lama kemudian iya bergerak beraturan.

Lama mereka saling bertukar keringat. Inka hanya pasrah di bawah tubuh besar suaminya. Padahal Inka merasakan sakit teramat di bawah pusarnya. Tapi ia tak mau membuat Sean kecewa, hingga gelombang dahsyat menghampiri keduanya.

"Hubby....." Inka mencengkeram erat leher Sean.

"Bersama Baby........"

Sean menggeram tertahan mempercepat gerakannya. Hingga..

Ia menyemburkan bibit unggul nya di dalam rahim Inka. Bersama Inka yang menjerit kencang.

Sean ambruk menindih tubuh kecil Inka. Tangannya menopang badan nya agar tak sepenuhnya menindih tubuh kecil Inka. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher jenjang istrinya, yang di penuhi keringat. Nafas mereka memburu,Inka lemas.Ia menggigil di dekapan Sean,

"Hubby....." Lirihnya.

Sean mendongak, ia terkesiap melihat wajah pucat istrinya.

"Baby...."

Sean bangun dan membekap tubuh mungil Inka. Ia mengecupnya berkali kali.

Sean mengedarkan pandangannya mencari handphone milik nya.

Sean meraih ponselnya dan menelpon Dokter pribadi nya.

"Segera ke hotel, sepuluh menit, kalau tidak ku hancurkan rumah praktek mu."

Dokter Gibran mengumpat Sean. Bagaimana cara dia sampai dalam sepuluh menit tempatnya saja ia tak tau di mana. Dia pikir hotel cuma satu banyakan.

Dokter Gibran menelpon lagi asisten Kenzo.Ia tak mau mendapat masalah,apalagi sepertinya Tuan Sean sepertinya sedang panik. Itu artinya sedang dalam ke adaan darurat.

Tinggalkan jejak 😘

beri VOTE dan hadiah😘😘

Biar semangat nulis anunya 🤣

.

.

.

Terpopuler

Comments

Tjitjik Juni Supriyati

Sukses dgn manis utk mlm pertama.......

2022-06-12

7

Netty Roida

aahhh sean bisanya ngancam,
kok aku ngeri ya mikirinnya, sampe pucat kek gitu isttinya.

2022-06-14

5

@shiha putri inayyah 3107

Sean hobi banget ngancem...

rada ngeri juga INKA sampai pucat gitu ngelayanin Sean...

2022-06-18

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!