Hari baru

Ibu dan anak itu masih diam di posisi mereka masing masing. Menunggu wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.

Meskipun tak ada yang serius,Tapi tetap saja mereka berdua masih dengan pikiran masing-masing. Bagas berpikir apakah benar bayi yang dalam kandungan Clarisa adalah anak nya atau bukan.

Sedangkan Ibunya dengan pikiran,Apakah Clarisa bukan perempuan bersegel.

"Uh..."

Baik Bagas maupun Monik segera berdiri menghampiri Clarisa.

"Kau sudah bangun,..Apa ada yang sakit biar ku panggilkan Dokter.?"

Bagas bertanya pada Clarisa. Ia hanya tak mau di katakan suami yang tak memperdulikan istrinya.

Monik hanya diam saja,Ia masih dengan pikiran buruknya tentang Clarisa.

Monik menatap Clarisa intens, Sementara Clarisa yang mendapat tatapan mata mertuanya itu gugup dan mengalihkan pandangannya kearah lain nya.

"Clarisa jawab pertanyaan ku.."

Clarisa menoleh tubuhnya bergetar menahan takut.

"Apa benar kau bukanlah perawan.."

Bagas mendongak menatap manik mata Ibunya.

Clarisa diam ia takut jika Rahasia yang selama ini ia sembunyikan terbongkar.

Bagas menoleh ke arah Clarisa menunggu jawaban dari nya. Meskipun Bagas tau mana yang perawan dan mana yang bukan .Tapi bisa saja saat itu Clarisa menipunya. Lagi pula saat itu dirinya dalam keadaan terpengaruh obat laknat.

"Jawab Clarisa..Apa benar anak yang kau kandung bukanlah anak Bagas"

Dada Monik naik turun menahan emosi. Ia tak percaya dengan kenyataan yang ada.

Perempuan yang selam ini ia banggakan, Perempuan yang ia kira baik baik ternyata semua itu hanya topeng semata.

Clarisa tambah bergetar menahan ketakutannya.

Clek..

Pintu kamar terbuka menampilkan kedua orang tua Clarisa.

Mereka berdua bingung dengan keadaan yang di lihatnya. Ayah Clarisa mendekat.

"Risa ada apa sayang kenapa kamu bisa pingsan,"

Jeslin memecah keheningan malam ini. Ada apa. Apakah terjadi sesuatu..?

Jeslin melihat mata Clarisa yang berkaca-kaca.

"Bagas..! Ada apa kenapa tak ada dari kalian yang bicara."

Jeslin bingung melihat sahabatnya itu memandang nya sinis.

"Monik ada apa..,Apa terjadi sesuatu yang serius dengan keadaan Clarisa. Apa Clarisa mengidap penyakit serius."

Jeslin takut jika putri semata wayangnya sakit parah.

"Tidak Clarisa baik baik saja, Justru sekarang ini dia hamil."

Bukan Bagas tapi Monik yang bicara.

"Benarkah sayang.."

Jeslin senang bukan kepalang mendengar Clarisa yang hamil. Begitupun dengan suaminya. Senyum lebar menghiasi wajah kedua orang tua Clarisa.

"Akhirnya kau akan memberikan anak sama Bagas, sayang"

"Apa kalian yakin anak yang di kandung Clarisa anak Bagas,"

Senyum yang lebar di kedua wajah orang tua Clarisa seketika surut. Mereka menoleh ke arah Monik bingung. Apa maksudnya.. Apakah Clarisa berhubungan lagi dengan pria brandal itu lagi. Apa pria itu ada di sini?

Kedua orang tua Clarisa shock dengan pikiran yang sama.

Mereka berdua menoleh ke arah Clarisa.

Dan Clarisa menggeleng kan kepala nya.

"Monik apa maksudmu. Tentu saja anak itu milik Bagas. Bukankah Bagas suami Clarisa,Jangan asal menuduh. Kau pikir anakku bukan perempuan baik baik ha.."

Jeslin sewot dan mencoba memasang wajah biasanya.

"Benarkah,..Lalu kenapa dia ragu mengatakan bahwa anak yang di kandungnya adalah anak Bagas."

Skakmat.. Baik Clarisa maupun orang tua nya diam. Orang tua Clarisa berpikir mungkin saja Clarisa berhubungan lagi dengan pria brandal itu lagi.

"Ga Mom...Ini anak mas Bagas ,"Cicit Clarisa membela dirinya.

"Kita tes DNA. Setelah bayi nya lahir kita akan melakukan tes DNA Clarisa"

Bagas yang dari tadi menjadi pendengar ungkap bicara.

Tapi pernyataan Bagas melumpuhkan semua keberanian Clarisa seketika.

Dan kedua orang tua Clarisa pun shock dengan keraguan Bagas.

Orang tua Clarisa diam menahan emosi. Seto mengepalkan kedua tangannya. Jangan sampai pengorbanannya sia sia.

Bagas harus mengakui anak yang ada di dalam kandungan Clarisa.

"Bagas apa apaan kamu. Clarisa istri mu dan kau meragukan bayi nya. Suami macam apa kau ini..,Yang tak bertanggung jawab,"

Seto berteriak berapi api. Ia tak terima Bagas mencampakkan anaknya.

Sudah bagus anaknya di jadikan istri sirinya. Dan sekarang dia meragukan anak dalam kandungan Clarisa.

Bukankah Monik sendiri yang meminta Clarisa menjadi istri kedua Bagas.

Jeslin menggelengkan kepalanya. Dia takut suaminya membongkar aib keluarganya. Jeslin tau suaminya itu kecewa,Tapi dia tak mau Rahasia yang selama ini di tutup rapat terbongkar.

Seto yang melihat ke arah istrinya seketika diam. Ia juga bingung, Bagaimana jika Clarisa berbuat ulah lagi.

Seto tak mau kehilangan menantu yang kaya dan juga tajir tentunya.

Bagas pergi meninggalkan mereka semua,Ia sudah lelah dengan jalan hidupnya. Dari mulai ibunya yang tak menyukai Inka dan memaksanya untuk menikahi Clarisa. perceraian nya dengan Inka. Dan sekarang ini dirinya benar benar telah di permainkan oleh takdir. Anak yang ada di dalam kandungan Clarisa.Apakah miliknya atau bukan.!!

Monik memandang mereka satu persatu.

"Jeslin jika benar anak yang di kandung Clarisa bukan anak Bagas. Aku akan mencabut semua investasi yang ada di perusahaan mu Seto....

Jangan coba coba menipu kami.."

Setelah mengatakan itu Monik juga pergi meninggalkan mereka.

Monik kecewa semua tak seperti yang dia inginkan.

Argh...

"Brengsek.."

Bagas menjambak rambutnya frustasi. Ia mengguyur tubuh nya di bawah shower lengkap dengan pakaiannya.

Setelah dari rumah sakit Bagas tak langsung pulang. Ia mencari keberadaan istri nya Inka di rumah mendiang orang tua nya. Masih sama Inka tak tinggal di sana. Kemana istrinya tinggal,?

Bagas seperti kehilangan akal nya. Semenjak ia menikahi Clarisa hidupnya bagaikan neraka. Berubah seratus delapan puluh derajat.

Hubungannya dan Inka hancur dalam hitungan hari.

Bagas menyudahi mandinya,Ia menggigil terlalu lama di bawah air dingin.

Bagas keluar dengan memakai selembar handuk. Ia mengedarkan pandangannya melihat foto yang terpajang di dinding.

Bagas mengambilnya dan membantingnya

Pyaar..

Pagi menjelang..

Inka bersenandung ria. Semalam ia sudah bertekad akan mengubah hidupnya yang dulunya pendiam dan menurut. Sekarang bukan lagi. Ia akan menjadi dirinya sendiri seperti yang dulu.

Inka mematut dirinya di cermin besar.

Ah sepertinya ia saat ini berada di Negri Dongeng. Apartemen ini menyuguhkan berbagai macam kebutuhan nya dari baju mewah kosmetik serta makanan yang siap santap.

Sean pria itu memang tak tanggung menjadikan Inka Ratu di Apartemen nya. Apalagi sudah jadi istrinya ...

"Nona anda ingin sarapan dengan yang mana. Atau ada yang lain yang anda inginkan?"

Inka menggeleng seorang maid bertanya padanya.

Inka menunjuk makanan yang ia suka.

"Ina ..kau tau dari mana semua ini kesukaan ku."

"Tuan Sean yang memberitahukan saya Nona,"

Hah.. Sean, Bosnya,Benarkah !!Inka tercengang mendengar kata maid. Benarkah Tuan Sean melakukannya?

"Tapi dari mana dia tau seleraku?"

Inka bergumam lirih. Tapi masih di dengar oleh Ina. Ina hanya menggeleng sepertinya calon Nyonya nya perempuan baik baik dan sedikit polos.

Bagaimana dia tak tau dengan semua perhatian tuannya kepadanya? ...

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

lanjut

2022-07-07

0

Yõu & Mę 🕊

Seto seto...
Kalian sama gila nya dgn Monik, gak tau aja HARTA KEKAYAAN yg di miliki keluarga bagas itu adalag HARTA NYA INKA seorang 😬🌸

2022-06-21

1

Maya AL Fadl

berbahagialah inka

2022-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!