Rencana Clarisa

"Mas aku memesan makanan dari luar,"

Clarisa datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Clarisa bisakah kau mengetuk dulu pintunya sebelum masuk," ketus Bagas.

Clarisa mengepalkan kedua tangannya. Mereka berdua sudah berpisah saja masih berdampak pada dirinya.

"Maaf mas"

Tak lama kemudian seorang karyawan mengantarkan pesanan Clarisa. Karyawan itu sepertinya bingung. Ia melirik pada wanita yang menempel pada Bosnya itu. Siapa dia apa hubungannya dengan Tuan Bagas,?

Dan Bagas memang sedikit risih dengan Clarisa. Perempuan itu bergelayut manja di lengannya. Tak lama kemudian karyawan itu pamit undur diri. Bagas melepaskan tangan Clarisa.

"Mas kapan aku akan di perkenalkan sebagai istrimu mas"

Ya Clarisa memang sengaja menunjukkan bahwa dirinya ada hubungannya dengan CEO perusahaan ini.

Bagas jengah dengan Clarisa yang hampir setiap hari nya dia menuntut dirinya di akui bahwa dia istri keduanya.

"Maaf Clarisa bisakah kau beri aku kesempatan untuk mengatasi semua permasalahan ku dulu. Kami baru saja berpisah dan surat cerai nya belum keluar. Jangan menambah beban pikiran,...

Mungkin nanti ada saat nya aku akan memperkenalkan mu. Tapi tidak sekarang."

Bagas tak habis pikir di saat semua orang tak mau menjadi yang kedua. Justru Clarisa senang dengan sandang yang di terima.

Bukankah lebih baik jika ia dan Inka resmi bercerai. Lagi pula bukankah nanti semua karyawan nya akan berpikir negatif padanya.

"Mas aku sudah menunggu kamu memberi tau semua karyawan mu mas. Tapi kapan, Ingat mas aku sedang mengandung anak mu. Aku tak mau mereka berpikir macam-macam tentangku mas."

"Memangnya mereka berpikir seperti apa.

Bukankah benar jika sebenarnya kau memang orang ketiga di antara kami Clarisa."

Clarisa melotot tak percaya Bagas mengatakan bahwa dirinya lah yang menghancurkan rumah tangga nya.

"Mas....Kenapa kau menyalahkan ku. Bukankah selama ini kau menikmati jika sedang bercinta dengan ku. Lalu kenapa kau menyalahkan ku."

Bagas mencengkeram leher Clarisa. Clarisa yang mendapat perlakuan seperti itu kaget. Ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Bagas.

"Jika bukan karna kau yang memohon pada ibuku. Aku tak pernah sekalipun ingin menikah dengan mu Clarisa."

"Mas lepaskan."

Clarisa memukul mukul tangan Bagas agar segera melepaskan cengkraman tangannya.

Uhuk... Uhuk...

Clarisa menghirup udara sebanyak banyaknya. Setelah Bagas melepaskan cengkraman nya.

Bagas tak merasa bersalah sedikitpun jika dia baru saja mencekiknya.

"Mas .. Kau ingin membunuhku,iya...Gara gara perempuan itu kau hampir saja membunuhku.

Ingat mas aku hamil anak mu. Bukan perempuan mandul itu."

Plak...

Bagas menampar Clarisa. Sementara Clarisa melotot tak percaya Bagas menampar wajah nya.

"Kau yakin itu anakku Heh... "

"A..apa maksudmu mas. Jangan ngada ngada.

Tentu saja ini anakmu,"

Clarisa gugup setengah mati. Bagas menyadari sesuatu.

"Heh.... Benarkah begitu. Bukan kah saat pertama kali nya kita melakukan nya kau sudah tak perawan."

Clarisa berkeringat dingin mendengar nya.

"Bahkan milik Inka jauh lebih sempit di bandingkan dengan milikmu Clarisa,"

Clarisa mendongak menatap Bagas tak percaya dirinya di rendahkan oleh suaminya sendiri.

Meskipun itu benar adanya tak bisakah Bagas menyimpannya saja. Tak perlu di katakan juga, Dan lagi bukankah dia juga menikmati saat mereka berdua bergumul.

"Ingat Clarisa jangan meminta lebih dariku. Karna cinta ku hanya untuk Inka seorang. Bukankah kau sendiri tau, Ibuku yang meminta mu melahirkan seorang anak untuk ku. Dan kau bersedia bukan. Jadi jangan melebihi batasan mu Clarisa."

Setelah mengatakan itu Bagas pergi meninggalkan nya. Hari ini ia akan pulang mencari keberadaan Inka. Bagas akan meminta maaf padanya. Bagas akan meminta Inka membatalkan perceraian nya.

Sementara masih di posisi yang sama Clarisa sangat shock mendengar pengakuan suami nya. Benarkah dirinya hanya di jadikan pelampiasan nafsu nya. Benarkah dirinya hanya di jadikan alat pencetak anak.

"Inka aku bersumpah akan menghabisi mu,"

Clarisa mengepalkan tangannya mata yang merah menahan gejolak emosi yang menguasai nya.

Karena Inka lah dia jadi seperti ini,Karna Inka lah Bagas tak pernah sekalipun membalas cintanya. Dan karna Inka lah dirinya hanya di jadikan alat pencetak anak oleh Bagas.

Dendam yang membara di mata Clarisa. Ia merogoh tas branded nya. Mencari ponsel nya menghubungi seseorang yang bisa mengabulkan permintaan.

Setelah mengatakan Clarisa tersenyum penuh misteri. Ia sudah bertekad untuk menjadi yang pertama dan terakhir. Anggap saja dirinya gila. Sudah sejauh ini ia berkorban. Demi mendapatkan satu satunya wanita yang di inginkan oleh Bagas.

Bagas mencari keberadaan Inka hari sudah hampir sore. Ia yakin sebentar lagi Inka keluar dari perusahaan William Grup.

Bagas yakin Inka bekerja, Ia tau Inka. Bagas melihat karyawan yang keluar hendak pulang.

Sudah lebih dari satu jam lamanya istrinya itu tak menunjukan batang hidungnya.

Sementara di dalam kantor

"Benarkah..."

Tersenyum sinis Sean menanggapi apa yang Kenzo sampaikan. Bagas menunggu Inka.

,"Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan nya kembali"

Sean mencengkram bulpoin nya.

Ia berdiri mencari keberadaan Inka. Lalu menarik tangannya.

"Aish... Tuan kenapa senang sekali menarik tangan ku terus sih..

Ada apa saya belum membereskan barang milik saya tuan,"

Sean menoleh ia melirik Kenzo yang membawa tas milik Inka.

Inka juga mengikuti arah pandang Bosnya.

Ia mengambil Tas dari asisten Kenzo.

"Ish... Tuan ini apa apaan sih. Tadi hilang jangan dulu pulang sekarang menyeret ku untuk pulang. Kenapa gak bilang dari tadi sih pake tarik tangan segala."

Inka memonyongkan bibirnya tanda protes dengan Sean.

Sean yang melihat bibir mungil Inka seketika menjadi salah tingkah.

"Ah ****, kenapa harus berulah sih"

Sean menggerutu mengumpat adik kecilnya yang cepat sekali bereaksi.

"Tuan kenapa..?"

Inka memperhatikan wajah Sean yang bersemu merah. Kenzo juga tak luput melihat tuannya. Ia mengeryit kan alisnya.

Ada apa dengan tuan nya ?

Sean kelabakan yang di perhatikan oleh wanita pujaannya.

"Ti..dak ada.."

Gugup Sean menjawab. Jangan sampai wanita itu menyadari ada yang mengembang di selangkangannya.

Kenzo semakin menukikkan alisnya. Ia melihat tuannya seperti nya menahan sesuatu. Dan pandangan Kenzo pun beralih menatap di bawah pusar tuannya.

Hah Kenzo jadi malu sendiri melihat senjata tajam yang siap tempur.

Sean melototi Kenzo. Ia tau Kenzo menyadari nya. Jangan sampai Inka tau bodoh. Begitulah kira-kira matanya melotot pada Kenzo.

Kenzo mengangguk mengerti. Dia juga tak mau ikut malu kan. Sebagai pria normal Kenzo tak habis pikir dengan ulah belut sang tuan.

Apa karna dia sudah lama yah tak muntah di dalam lubang jadi dia bertingkah? Kenzo geli sendiri dengan pemikirannya.

Budidayakan like ya gaes😚

sertakan juga komennya🤧

Jangan lupa tambahkan favorit

vote dan hadiah juga 😌🤣

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

lanjut

2022-07-07

0

Tinna Augustinna

Siap 86 laksanakan thor

2022-07-05

0

Wakhidah Dani

setelah d tinggal baru bisa tegas ke Clarissa. kemana saja kau selama ini?

2022-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!