Ingin memperbaiki

Argh...

Sean membuka matanya lebar-lebar mendengar teriakkan wanita yang masih berada di pelukannya.

"Tuan mau apa ?Kau mau menculikku menjual ginjalku hah.."

Sean melotot menculik yang benar saja. Hih wanita ini tadi saja mengelus wajah nya bilang dia pangeran berkuda. Dan apa tadi katanya menculik menjual ginjal. Untuk apa? Tanpa menjual ginjal pun uangnya tak habis tujuh turunan dan tujuh tanjakan.

Pletak..

"Auhh.."

Inka mengaduh pria di depannya menjitak keningnya.

"Singkirkan pikiran buruk mu. Kau pikir aku miskin. Dan lagi menculik mu menjual ginjal mu. Tidak akan laku ginjal mu itu. Kau tau kenapa?

Sean memindai tubuh Inka dari atas sampai bawah.

"Kau pendek dan lagi. Mana ada yang mau dengan ginjal kurcaci?,"

Inka mendengus Mendengar Bosnya menyebutnya kurcaci.

"Lalu tuan ngapain ada di sini,?" Sinis nya.

Gelagapan Sean menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Saya habis ada pertemuan dengan klien. Dan melihat ada wanita yang mau bunuh diri. Kau pikir bunuh diri itu enak,"

Inka menunjukan dirinya sendiri.

"Saya mau bunuh diri yang benar saja,"

"Lalu .." Sean mengeryit

"Tidak ada.."

Tak mungkin Inka di sini mau bilang sama Bosnya jika saat ini dirinya telah membuang cincin pernikahan nya.

Ia tak mau masalah rumah tangganya di dengar oleh orang lain.

Tes.. tes... Hujan datang di waktu yang tidak tepat. Padahal hari cukup terang entah kenapa justru turun hujan.

Inka melirik mobil yang tiba tiba saja datang.Ia tau itu mobil milik siapa.

Sean menarik tangan nya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Inka diam saja untuk apa dia berontak iya sudah lelah dengan masalah retaknya rumah tangga.

Sean membawa Inka ke Mension nya. Sudah saatnya ia bertindak lagi pula wanitanya ini sudah mengajukan gugatan cerainya.

Inka diam ia bingung,kenapa ia di bawa kemari. Dan lagi Mension mewah di hadapannya mengalihkan perhatian.

"Tuan apa saya sedang bermimpi,.

Ah tidak tidak bukan bermimpi,"

Inka menoleh dan melotot tajam.

"Tuan benar benar akan menjual ku pada pemilik Mension ini?"

Suara pekikan Inka membuat Kenzo berjengit kaget. Sekarang ini iya sedang membukakan pintu mobil di mana sang tuannya duduk.

"Ayo turun ,"

"Tidak "

Sean turun dan memanggul tubuh kurus Inka masuk ke dalam Mension.

"Tuan apa yang kau lakukan. Turunkan aku mereka pasti akan rugi jika membeli ku."

Sean menurunkan Inka di sofa empuk. Tak habis pikir dengan jalan pikiran perempuan itu.

Huh kenapa ia bisa jatuh cinta pada perempuan bawel ini sih.

"Diam jangan membantah jika kamu tak mau ginjal mu hilang"

Inka kicep ia melirik ke penjuru ruangan. Benar juga Mension ini sangat mewah. Seketika bulu kuduknya merinding bagaimana jika benar. Ia akan di jual dan di ambil ginjalnya.

"Saya tuan ,"

Seorang pelayan berusia lebih dari empat puluhan datang.

"Antar kan dia di kamarnya dan lagi jangan biarkan dia kabur." Inka menggeleng

"Tuan Plis.. jangan begini saya bisa mencicil hutang saya "

Hampir saja Inka menangis.

"Kau tinggallah di sini. Bukankah kau mengajukan gugatan cerai pada suami mu, dan kau mau tinggal bersamanya lagi begitu.?. Kau pasti tau maksudku?,"

Inka diam bagaimana Bosnya tahu hal ini. Ah Inka lupa siapa pria ini. Benar juga apa yang di katakan nya pasti Bagas tak mau dengan keputusan nya. Pasti suaminya itu akan membujuknya dengan segala macam cara. Ah benar jangan sampai Inka luluh lagi. Ia tau tabiat Bagas

.

.

.

Bagas memijit kepalanya pusing. Sudah lebih sebulan lamanya hubungannya dengan Inka semakin renggang. Ia juga tak bisa sepenuhnya menyalahkan Clarisa. Bagaimanapun juga sekarang Clarisa sedang mengandung anaknya.

Bagas hanya ingin Inka menerima semua nya. Ia ingin Inka akur dengan madunya.

"Sayang kita pulang sudah hampir malam,"

Clarisa mengagetkan Bagas yang sedang melamun.

"Ah ya,"

Clarisa tersenyum lebar mendengar jawaban suaminya. Ia mendekatkan dirinya duduk dipangkuan suaminya.

"Mas bisakah kita berbulan madu?,"

Bagas menatap wajah Clarisa. Bulan madu rasanya Bagas tak sedikitpun berniat berbulan madu dengan Clarisa. Apa lagi saat ini pikiran sedang kacau. Inka wanita itu tak mau mengerti dirinya. Itulah yang ada dalam pikirannya. Tak tahu saja saat ini Inka sedang membuat kejutan.

"Maaf Risa aku sedang sibuk,. Lain kali saja,"

"Hmm gak papa mas"

Clarisa tersenyum kecut.Ia tau Bagas tak mencintainya, tapi setidaknya berilah perhatian pada bayi yang di kandung nya. Bagas selama ini tak pernah sekalipun bertanya apa maunya. Apa ia mengidam atau tidak.

Mereka berdua pulang. Dalam perjalanan pulang tak ada yang mereka bicarakan. Baik Bagas maupun Clarisa mereka berdua sedang bergelut dengan pikiran masing-masing.

Clek...

Bagas mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Inka. Kemana istrinya itu? Biasanya jam begini dia ada di dapur membantu mbok Darmi masak.

Bagas jalan menuju kamarnya ia akan membersihkan diri dulu. Baru nanti ia akan bicara dengan Inka. Ia sudah bertekad untuk memperbaiki kesalahannya. Ia sadar selama sebulan lebih lamanya ia mengacuhkan Inka.

Ia tak mau hubungan nya dengan Inka semakin berjarak. Bagas sudah berpikir bahwa dirinya mulai saat ini akan tidur sekamar dengan Inka.

Ya lagi pula Clarisa sudah hamil bukan. Jadi ia akan menganggap semua yang ibunya inginkan sudah tercapai.

Tinggal ia menjaga Clarisa dan bayi nya bukan. Jadi ia berpikir mulai saat ini ia akan kembali seperti semula dengan Inka. Biarlah kali ini ia egois karna ia memang tak mencintai Clarisa. Semua Bagas lakukan demi sang ibu Monik. Yang memintanya tidur dengan Clarisa agar Clarisa hamil. Bagas sudah rindu suara manja istrinya. Ia juga rindu ingin memeluk istrinya dalam dekapan nya.

"Mbok ...mbok Darmi.."

Bagas berteriak memanggil pembantu yang di bawa ibunya.

"Ya.. Tuan.."

"Istri saya kemana? Apa dia belum pulang?"

Inka tak ada di kamarnya saat Bagas mencarinya.

Mbok Darmi bingung istri yang mana..? Sementara dirinya sudah berjanji tak akan memberitahukan, nona Inka yang membereskan bajunya.

"CK...Inka mbok.. apa mbok melihatnya.?"

Bagas berteriak keras seolah tau apa yang wanita paruh baya itu pikirkan.

"Tidak Tuan..."

Bagas memutar badannya mengambil ponselnya di kamar.

Clek....

Pintu kamar terbuka menampilkan Clarisa yang seperti biasa. Yang memakai gaun minim nya. Ia mengambil ponselnya dan berjalan ke arah balkon kamarnya.

Nomor yang anda tuju ti_

"Ah sial..,"

Bagas mengusap wajahnya kasar. Kemana istrinya jam begini belum pulang bukankah kemarin pulangnya sore. Lalu sekarang kenapa belum pulang..?.

Clarisa yang melihat Bagas tak bisa menyembunyikan senyum nya. Itu artinya Inka berbuat kesalahan. Ini akan sangat menguntungkan dirinya bukan.

Clarisa tersenyum mengingat kejadian waktu di kantor. Bagaimana ia dan Bagas bercinta meskipun tak ada kelembutan di sana. Tapi Clarisa yakin lambat laun Bagas mencintai nya.

Apalagi sekarang ada anak yang akan menjadi alasan Clarisa dekat dengan suaminya.

Terpopuler

Comments

Devina Natalia

weee... kampretdun..
sak karep e dw akur ama madu
itu bukan madu, tapi RACUN

2022-07-20

0

Hanny Honey

telat kenapa ga dari pertama inka tdr dikmr tamu lamgsung tidr juga dikmr tamu.bagabs bagas

2022-07-17

0

Hanny Honey

enak aja mesti akur.....

2022-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!