Kecewa

Inka memonyongkan bibirnya, ia sebal di kerjai oleh dua orang kaku. Bagaimana tak sebal dirinya tadi hampir saja menangis. Melihat Bil pembayaran tadi, yang benar saja?, makanan yang porsinya satu piring kecil sekali suap ibarat nya hampir sejuta.

Sementara itu cuma satu lah tadi kan banyak yang tersaji kecil kecil. Dan jumlahnya bikin dia sakit kepala.

Makan secuil Bayar nya gajih tiga bulan raib. No...

Inka menghentakkan kakinya saat sadar dirinya tertinggal. Huh Bos nya itu memang ingin di tarik jambang nya.

Brakk ...

Sean melotot ke arah wanita menyebalkan itu. Dan sayang nya dia tergila gila dengan nya. Huh seenaknya saja membanting pintu mobil. Inka cuek anggap saja tak melakukan kesalahan.

Baru saja masuk ke dalam mobil. Inka melihat pemandangan yang membuat dirinya sakit.

Suaminya Bagas dan istri barunya sedang bercumbu di dalam mobil.

Seketika dada nya sesak melihatnya. Bagas dengan nafsunya mencumbu Clarisa. Mereka sama sekali tak perduli dengan tempat mereka berada sekarang. Ya Inka tau pasangan yang sedang bercumbu di dalam mobil itu adalah suaminya. Meskipun samar samar keliatan inka sudah hapal postur tubuh suaminya. Di tambah lagi saat Bagas menjauhkan wajahnya mengusap bibir Clarisa dengan jari jempolnya. Inka memejamkan matanya bulir bening tak dapat di cegah.

Sean pria dewasa itu juga melihat pasangan itu. Ia mengeratkan giginya emosi. Ia hendak turu dan memberi pelajaran saat tangan kanannya di tarik oleh wanita di sampingnya. Inka menggeleng ia tak mau bikin ribut. Cukup ia sabar terhadap suaminya.

Sean yang melihatnya iba ia ingin sekali memeluk wanitanya kedalam pelukannya. Ia ingin mengusap sayang wanita yang sangat rapuh ini.

"Bisakah kita pulang sekarang Tuan"

Kenzo segera melajukan mobilnya melihat anggukan tuannya.

Didalam mobil suasananya tak seperti tadi. Hening, hanya ada Isak tangis Inka.

Tak berapa lama kemudian mobil yang di kendarai Kenzo tiba di rumah Bagas.

Inka turun melangkahkan kakinya.Ia sama sekali tak mengucapakan terima kasih pada Bosnya. Jiwanya kosong ia menengadahkan wajahnya. Dia harus kuat.

Ingat Inka jangan tunjukan kelemahan mu.

Seolah dunia saat ini sedang menertawainya. Bagaimana dirinya bertahan dengan pernikahan ini.Dan bagaimana dirinya masih Sudi seatap dengan madunya.

Inka menertawakan dirinya sendiri yang bodoh. Ia pikir suaminya sama sekali tak tertarik dengan Clarisa. Benar benar bodoh dirinya.Hanya dengan rayuan gombal, Inka percaya saat suaminya mengatakan ia tak mau menyentuh madunya.

Dia tak mencintai Clarisa pernikahan nya hanya karna terpaksa.

Inka tersenyum miris. Bagaimana bodohnya dia yang percaya kata kata manis suaminya.

Tentu saja semua itu berhak mereka lakukan.

Bagaimana pun mereka suami istri. Cinta bisa datang kapan saja bukan.Dirinya saja yang bodoh dan naif, masih berharap semua kata kata manis Bagas adalah benar.

Meskipun dalam hati nya mengatakan mungkin ini ujian dan akan kembali lagi seperti semula.

Tapi nyatanya melihat pemandangan menyesakkan itu hatinya rapuh dan tak sanggup.

Saat tadi siang di apartemen kekasih sahabatnya Inka. Inka sadar ia hendak memaafkan suaminya. Ia ingin mencoba mempertahankan pernikahan nya. Apalagi dulu mas Bagas pernah bilang saat melakukannya dengan Clarisa dengan keadaan mabuk dan juga obat terlarang. Lalu sekarang apa ia juga mabuk.

Tadinya Ia akan menerima anak mereka jika malam itu membuahkan hasil.Ia ingin membuang ego-nya demi sang suaminya. Tapi nyatanya semua itu hanya ada dalam mimpinya saja. Suaminya menikmati perannya. Tentu saja ia menikmatinya. Bagaimana pun lelaki ibarat kucing,Ada ikan kakap segar pasti di makan bukan.

"Ayo Ken"

Setelah memastikan wanitanya masuk ke dalam rumah. Mobil yang di kendarai Kenzo meninggalkan kediaman rumah Bagas.

"Apa yang harus ku lakukan Ken"

Mendapat pertanyaan tuannya Kenzo sendiri juga bingung.

Kenzo tau tuannya, tuannya itu tak pernah seperti ini. Ia selalu saja menganggap semua perempuan sama. Hanya pemuas nafsu,Dulu tuannya ketika berpacaran dengan Rubi, Biasa aja. Tuannya tak seperhatian saat ini. Kenzo tau tuannya itu sangat mencintai istri dari seseorang.

Tapi bagaimana Kenzo sendiri tak punya solusi.

Mereka berdua sama-sama diam. Hingga tak lama mobil yang Kenzo kendarai sampai di Mension.

.

.

.

Kembali ke kafe

"Mas jangan belepotan gitu makannya"

Saat ini mereka berdua sedang menikmati eskrim. sebenarnya Bagas tak terlalu menyukai nya. Begitu pun saat dengan Inka ia dengan sabar menemani nya saja. Tapi tidak dengan sekarang ini ia bahkan memakannya. Semua ini demi janin yang ada di kandungnya Clarisa.

Ya Clarisa baru saja dinyatakan hamil empat Minggu. Saat mereka baru saja selesai bercinta di dalam kantor. Clarisa mengeluhkan sakit di bawah pusar nya. Lalu Bagas membawa Clarisa ke dokter. Dan semua di luar dugaannya Clarisa hamil. Ada perasaan haru, senang dan juga bahagia dirinya akan mempunyai anak. Tentu saja inilah yang selama ini di nantikan keluarganya dan juga dirinya sendiri.

Tapi entah kenapa ada perasaan bersalah dan juga kecewakan.Kenapa bukan Inka yang hamil.Wanita yang sangat di cintai nya. Ia tau pernikahan nya dengan Clarisa tak di Landasi cinta. Tapi beberapa menit yang lalu dirinya baru saja menyatukan tubuhnya. Dan dirinya menikmati pelepasannya.

Bagaimana nanti dia mengatakan nya pada Inka.

Lamunan Bagas buyar saat Clarisa bergelayut manja di lengannya.

"Hmm kita pulang ya"

Clarisa mengangguk

.

.

Inka menyibak gorden saat mendengar suara mobil. Suaminya pulang dengan Clarisa yang di papah oleh Bagas. Ada apa dengan madunya?

Inka menghembuskan nafasnya perlahan yang tiba tiba saja sesak.

Stop Inka jangan lagi menangis Ia bermonolog sendiri menyemangati dirinya.

Setelah kejadian yang di lihatnya di kafe beberapa jam yang lalu. Inka akan mencoba tetap tenang,sampai di mana suaminya akan berterus terang. Apa Bagas masih akan mengelak jika pernikahan nya dengan Clarisa adalah karna terpaksa dan tak ada cinta. Atau suaminya akan mengakuinya sendiri padanya jika ia sudah mencintai madunya.

Inka akan menunggu kejelasan dari suaminya. Bagaimana langkah suaminya!

Pintu terbuka lebar menampilkan sepasang suami istri yang seperti nya sedang bahagia.

"sayang..ka..kau sudah pulang?"

Bagas gugup mendapati Inka yang sudah ada di rumah. Biasanya istrinya itu pulang saat jam makan malam selesai. Bagas tau belakangan ini Inka sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan nya. Karna setau Bagas perusahaan terbesar itu beberapa Minggu lagi akan berulang tahun.

Siapa yang tidak tau mengenai berita itu.Sudah dari dulu semua orang tau kapan perusahaan itu berulang tahun. Dan Bagas sudah tau apa saja yang di lakukan para karyawan perusahaan itu. Mereka semua mengejar waktu saat nanti acara ulang tahun semua sudah beres. Karna seminggu sebelum acara semua karyawan harus menunjukan hasil selama setahun. Dan di acara ulang tahun nanti semua karyawan akan mendapatkan bonus tambahan.

Ia tau Inka pulang selalu di atas jam sepuluh malam. Dan sekarang jam baru menunjukan pukul setengah delapan. Istrinya sudah ada di rumah dan menyambutnya.

Inka menajamkan pandangannya saat tak sengaja ia melihat tanda merah di dada Clarisa.

Inka memejamkan matanya. Apa hubungan suaminya dengan Clarisa sudah sejauh itu?

Apa mereka juga habis bercinta lagi.?

Meskipun beberapa jam yang lalu ia melihat suaminya mencumbu madunya. Tapi ia seolah tak percaya jika hubungan mereka sedekat ini. Mungkin suaminya tadi hanya terbawa suasana. Karna ia yang belum bisa memberikan nafkah batinnya.

Kadang Inka ingin sekali memaki Bagas dan menjambak perempuan yang menempel bak ulat bulu itu. Tapi iya tak mampu kakinya lemas dan dadanya sakit. Bagaimana caranya ia mencakar dan menjambak rambut si ulat bulu jika kakinya saja lemas bagai jeli.

"mas aku ke kamar dulu yah.."

Mata yang tertutup kembali terbuka.

"Hati hati.."

Inka lagi lagi merasakan tubuhnya yang terbelah. Mendengar nada perhatian suaminya pada madunya.

Terpopuler

Comments

Devina Natalia

lahh baru nyadar kah inka..

2022-07-20

0

Tri Susanti

aku males bacany...inka bodoh bngt

2022-07-08

0

Wirda Lubis

lanjut

2022-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!