Kualitas kecebong

"Semangat Inka, jangan tunjukan kelemahan Lo"

Ia menyemangati dirinya sendiri. Ia yakin suatu saat nanti akan ada hari bahagia untuk nya.

Inka mencoba untuk menebalkan muka. Sebisa mungkin ia tak meminta pada suaminya. Mulai hari ini Bagas bukan lagi tumpuan nya.

.

.

Hari hari dilalui oleh Inka terhitung sudah hampir sebulan Clarisa tinggal bersama mereka. Inka wanita itu tidak lagi menangis atau meratapi nasibnya. Ia akan menganggap ujian ini adalah bentuk dari awal kemandirian nya.

Bagas pria dewasa itu kerap kali membujuk Inka. Agar memaafkan nya,selama ini dia memang tidur sekamar dengan Clarisa. Tapi Bagas sama sekali tak menganggap Clarisa ada. Mereka tidur terpisah. Bagas tak mau lagi menyakiti Inka dengan bercinta dengan Clarisa lagi cukup sekali baginya menyentuh perempuan itu dalam keadaan tak sadar. Berkali kali Clarisa merayu dirinya baik di rumah maupun di kantor. Clarisa mencoba mendekati nya tapi Bagas sama sekali tak melirik. Baginya Inka adalah segalanya cukup sekali ia melakukan kesalahan dengan meniduri Clarisa. Meskipun itu Hak nya tapi Bagas tak mau istrinya Inka kecewa lebih dalam lagi terhadap nya.

Terhitung sudah hampir sebulan lamanya Inka masih tak mau memaafkan dirinya. Istrinya itu makin hari makin jauh darinya. Bagas tak tau lagi harus bagaimana. Tak jarang Bagas tidur di kantor menghindari Clarisa yang makin hari makin menjadi tingkahnya. Ia tak kuasa mengusir Clarisa dari rumah nya. Setiap ia bicara pasti Clarisa balik mengancam nya dengan bayi yang belum tentu ada.

Rumah tangga yang dulunya hangat dan penuh canda seketika jadi asing.

"Gila.. Lo udah berkencan dengan cowok ABG."

Siska menggeleng tak percaya. Yah mereka berdua sedang nongkrong di kafe favoritnya. Hari ini hari libur jadi Inka meminta sahabat nya untuk menemaninya nongkrong. Lebih tepatnya Inka pamer semalam ia habis berkencan dengan daun muda.

"Iya semalam, dia yang ngajak gue kencan,"

Inka mengaduk kopi late yang ada di depannya.

"Terus..."

Siska kepo bagaimana selanjutnya. Apakah sahabat nya ini langsung ke tujuannya.

"Apanya.."

Inka balik bertanya seolah dia tak tau. Siska memicingkan matanya

"Lo udah gelud sama tuh cowok"

Seketika Inka tersedak kopi yang di seruput nya.

Uhuk.. Uhuk..

Memukul dada nya Inka mendelik ke arah Siska.

"Jangan ngaco deh Sis..,Anaknya masih ingusan gitu mana Maco di ranjang.?Ogah gue mau nyari yang bisa buat gue gak bisa jalan. Lah kalau anaknya masih ingusan yang ada gue yang rugi dong. Bayar mahal kualitas belum matang....

Belum tentu juga tuh bibit jadi kecebong. Yang ada juga belum Sampek udah buyar duluan. Kan gue dah bilang mau cari kualitas unggul kalau bisa yang Maco. Yang bisa buat gue gak bisa jalan seharian. Gue yakin kualitas kecebong gue bakal langsung jadi katak.."

Inka tersenyum sendiri membayangkan bagaimana hasil bibit kecebong nya jika kualitas nya matang.

Sementara Siska mendengar kata kata panjang kali lebar itu menganga tak percaya.

Siska maju menempelkan punggung tangan nya pada kening Inka. Gak panas

"Ishh Lo apaan sih Sis,,"

Inka menepis tangan Siska. Bibirnya mencebik.

"Emang gue sakit apa,"

"Bukan sakit Lo Ka..tapi stres tau gak,"

Inka mengedihkan bahunya.

"Sejak kapan Lo jadi gini Ka.. Dulu Lo gak seliar ini deh perasaan. Lo tuh kalem waktu sama Bagas. Lah sekarang Lo kayak wanita yang ada di perempatan tau gak,"

Inka mendengus

"Kan Lo yang bilang Sis gue harus jadi diri sendiri. Kenapa sekarang Lo gak dukung gue sih."

"Ya kali Lo bener mau nyari pria bayaran. Serius Lo niat,"

"Lo nyeremin tau gak Ka.."

Siska bergidik ngeri dengan ulah sahabatnya.

Mereka sama sama diam dengan pikiran masing-masing.

****

Prang...

Meja makan yang penuh dengan menu makan siang terhambur berserakan di lantai. Sean pria dewasa itu seketika emosi nya memuncak. Mendengar wanita nya berkencan dengan brondong.

"Awas saja siapa yang berani menyentuh wanita ku akan ku habisi,"

Kenzo yang berdiri di samping tuannya setelah memberikan kabar terkini dari wanita tuannya hanya menundukkan. Ia yakin sebentar lagi ia akan di jadikan samsak tinju oleh tuannya.

Sebenarnya Kenzo juga merutuki ulah wanita itu. Bisa bisanya ia lengah mengintai sehingga wanita tuannya itu kencan dengan pria lain.

Ya Sean sudah tau niat Inka yang mau mencari pria bayaran. Saat iya tau niat wanita nya itu Sean murka dengan menjadikan Kenzo pelampiasan amarahnya. Sean pikir itu semua hanya bohongan, karna belakangan ini wanita itu tak menunjukan bahwa dirinya mencurigakan. Di tambah lagi Kenzo dan anak buahnya selalu mengintai kemana wanita itu pergi. Entah ada angin apa wanita itu semalam berkencan dengan pria dan lagi si pria masih ingusan.

Pikiran Sean berkelana bagaimana jika wanita itu sudah bertukar salivanya, membelit lidah dan

Argh...

"Awas saja kau kucing nakal, ku habisi kau. Agar tak berani lagi bertingkah. Akan ku buat kau tak bisa jalan bila perlu selamanya"

Pria itu di buat mendidih oleh Inka di siang bolong begini.

Sean keluar Mension dengan raut wajah yang kusut. Kenzo dengan sigap membukakan pintu mobil.

"Dimana dia sekarang,"

"Di kafe langganan Nona Tuan,"

Mobil melaju dengan kecepatan. Di kursi kemudi Kenzo sesekali melirik Tuannya yang saat ini berpenampilan kusut.

Begitu sampai Sean buru buru membuka pintu.

"Tuan..,Apa anda yakin akan bertemu dengan nona Inka seperti ini,"

Hati hati Kenzo berucap takut ia salah dan berakhir bonyok.

Sean pria dewasa itu melihat penampilan nya. Benar juga saat ini ia memakai baju tidur panjang. Huh Sean menghembuskan nafasnya, gara gara wanita itu ia hampir saja jadi bahan tontonan.

Sean mengambil setelan baju yang ada di paper bag. Selain tangan kanan asistennya ini memang patut di acungi jempol. Tapi kadang Sean tak melihat bagaimana cekatan nya Kenzo.

Pria itu duduk tepat di belakang Inka. Sean menguping wanita itu. Kenzo yang melihat tuannya itu hanya geleng kepala. Saat ini iya duduk berjauhan dengan tuannya.

Sean memasang telinga nya lebar lebar ketika teman wanitanya bertanya. Mendengar jawaban dari kucing nakalnya ia hendak menendang meja di depannya. Dadanya naik turun menahan emosi yang siap meledak.

Tak lama kemudian Sean tersenyum lebar mendengar wanitanya bicara lagi. Ah rupanya kucing nakalnya tak berselera dengan yang masih bau kencur. Tambah lebar senyumnya ketika ia mendengar kata hebat di ranjang. Sudah di pastikan dia yang menjadi kriteria sang pujaan.

Sean berdiri meninggalkan kafe dengan senyum tak lepas dari wajah tampannya.

Kenzo yang melihat tuannya bergidik entah apa yang wanita itu tiupkan pada tuannya. Tak sekalipun dulu tuannya tersenyum apa lagi tertawa seperti sekarang. Cinta memang gila? Entah tuannya itu cinta atau hanya obsesinya semata. Kenzo tak tau tapi semenjak tuannya mengenal wanita mungil itu hari harinya di buat senam jantung. Kadang marah tanpa sebab yang jadi sasaran pasti dia. Kadang tak beda dari sekarang manis seperti kucing Angora.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

lannut

2022-07-07

0

Tri Yani

kok begitu ceritanya harusnya cerai dulu baru cari yang lain

2022-07-06

1

Mei Indarsih

maaf byk yg q lewati bacanya🙏🙏🙏

2022-06-26

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!