Bingungnya siska

Brakk...

Meja yang tadinya sangat rapi. Kini menjadi pelampiasan pria yang di Landa kekhawatiran.

Pria itu menahan amarahnya. Mendengar anak buahnya mengatakan, bahwa wanita yang di incar nya menghilang. Bagaimana bisa mereka lengah membiarkan wanita nya hilang.

Sean pria dewasa itu mengamuk pada anak buahnya. Yang tidak becus menjaga satu wanita saja. Ya semenjak Sean menyatakan kepemilikan nya terhadap Inka. Pria itu diam diam menempatkan anak buahnya. Untuk mengawasi wanita nya. Tapi entah kenapa saat ini mereka lengah, kehilangan jejak Inka. Saat Inka keluar dari rumah Bagas suaminya. Ingin sekali Sean menebas kepala mereka.

"Tuan... "

Kenzo sang tangan kanannya hendak memberi tahukan. Bahwa wanita yang sedang menjadi topik pelampiasan sang tuan pada anak buahnya ada di lobi.

Sean pria itu tak merespon Kenzo. Dia masih saja memukul menghajar anak buahnya hingga babak belur. Nico hanya diam saja tanpa membela karna memang dirinya yang salah. Telah lengah mengawasi wanita tuannya.

,"Tuan..."

Perkataan Kenzo terpotong oleh jeritan nyaring yang berasal dari pintu masuk.

Akh.....

Inka menjerit takut. Melihat Bos-nya menghajar pria dengan membabi buta. Yang sudah babak belur di sekitar wajah nya.

Ia shock melihat adegan ekstrim yang membuat gejolak di dalam perut nya ingin keluar. Dia melihat wajah pria di depannya. Pelipisnya mengeluarkan darah cukup banyak. Dan juga bibir dan hidungnya juga tak kalah mengeluarkan darah.

Inka beralih menatap wajah Bos-nya itu. Dia sedikit takut, melihat mata itu yang masih memancarkan kemarahan. Ia menundukkan kepalanya berharap dirinya tak menjadi bagian dari kemarahan sang Bos nya. Inka gemetaran meremas ujung kemeja nya. Andai saja dia tadi tak datang ke kantor. Dan memilih di kost saja. Mungkin saat ini dia aman.

Mengingat itu Inka jadi menyesal tak mengindahkan peringatan sahabatnya. Agar jangan bekerja dulu supaya tenang pikiran nya. Lagi pula, tadi Siska sudah memperingatkan dirinya. Pasti kena amukan pria seram di depan nya ini.

"Kau tau...Jam berapa ini,"

Suara Bas itu menyentak Inka dalam lamunannya. Inka lebih dalam lagi menundukkan kepalanya. Ia tau saat ini dia salah.Datang ke kantor sudah hampir tengah hari. Ah mengingat itu Inka jadi benar benar menyesal datang. Tapi kalau tak datang ia pasti sudah bertemu dengan suaminya. Sementara saat ini ia belum mau bertemu dengan Bagas. Inka masih kecewa dengan suaminya.

"Maaf..."

Hanya itu yang keluar dari bibir mungil nya.

Sean mengibaskan tangannya, menyuruh Nico keluar dari ruangannya.Nico yang melihat nya tanpa menunggu lagi langsung melesat pergi keluar.

"Huf.."

Dia menghela nafas lega.Untung saja dia hanya babak belur. Bagaimana jika kaki atau tangan yang hilang.

Dia bersyukur bahwa wanita sang tuan baik baik saja. Kalau tidak, entah apa yang terjadi padanya saat ini.

Gara gara ia lengah memantau perempuan itu. Sang tuan marah besar padanya. Dan berakhir menghajarnya. Karna mengira ia tak becus menjalankan tugas nya. Menjaga wanita Tuannya. Sehingga perempuan itu pergi tanpa sepengetahuan nya.Padahal waktu itu Nico hanya pergi sebentar, membeli rokok. Tapi tak menyangka bahwa perempuan itu kabur dari rumah suaminya. Setelah tau suaminya menikah lagi.

"Huh ..Drama percintaan memang sangat membingungkan. Sudah tau istri orang. Tuan memang menyebalkan"

Ia mengumpati tuannya yang kelewat Bucin, sama perempuan itu. Padahal masih istri orang kan. Belum jadi miliknya seutuhnya. Bagaimana jika benar jadi miliknya sepenuhnya. Pasti nyamuk hinggap saja dia yang akan menjadi bulan bulanan tuannya. Belum sah saja tuannya sudah hampir membunuhnya, bagaimana jika sudah sah. Membayangkannya saja Nico bergidik ngeri.

Sementara di dalam ruangan, Inka masih menundukkan kepalanya takut, melihat Bos-nya.

Jangan sampai dia jadi korban selanjutnya.

"Angkat kepala mu. Apa kau tidak mendengar,?"

Inka terlonjak kaget. Melotot kan matanya pada Bos nya.

"Kenapa tuan suka sekali membuat ku jantungan. "

Ia protes melihat Bos-nya itu masih melihatnya tajam.

"Maaf..."

Sadar bahwa ia yang salah. Kembali menundukkan kepalanya.

Kenzo pria kaku itu masih setia berdiri di belakang tuannya. Tidak berniat membelanya. Inka sesekali meliriknya, berharap pria itu mau menolongnya. Toh ia cuma terlambat datang, bukan nya lari dari tanggung jawab.

Mengingat tanggung jawab, dia jadi ingat kejadian tempo hari. Yang mengakibatkan ia berakhir di sini. Meskipun awalnya ia ingin bekerja di sini. Tapi gak juga harus jadi kacung kan.

Ia ingin bekerja seperti biasa. Menjadi karyawan sesuai dengan gelarnya. Bukan jadi kacung juga. Huh.. bukannya jadi sekertaris atau asisten ini dia malah jadi kacung.

"Sekarang tau kesalahan mu, apa?,"

Inka mengangguk?

"Bersihkan ruangan ku"

Inka melotot tak percaya.

Dia melihat sekeliling nya. Seperti kapal pecah, meja yang sudah terbalik, dan lagi kertas yang berhamburan. Serta laptop harga ratusan juta juga tak kalah mirisnya.

Sean pria itu melangkah ke arah sofa di sudut ruangan. Mendudukkan tubuhnya di sana. Sambil mengawasi perempuan yang hampir saja membuatnya gila.

Bagaimana ia tak khawatir, Inka belum terlalu sembuh. Pasti dia masih lemah. Di tambah lagi suami brengseknya menambah bebannya.

Mengingat itu Sean bersumpah akan menghabisi Baga,jika terjadi apa apa pada wanita nya.

Inka perempuan itu bingung, yang mana dulu yang harus di bersihkan. Lalu dengan berat hati ia meletakkan tasnya sembarang tempat. Ia kesal,bukan dirinya yang bikin ulah. Kenapa harus dia yang bersihkan.

"Ingat.. Waktu mu hanya tiga puluh menit untuk membersihkan nya. Kalau lebih aku akan menambah hut..."

"Iya.. iya."

Inka memotong Bos nya yang hendak membahas tentang hutangnya.

"Menyebalkan.. Dia pikir aku kelihatan apa seperti ingin lari dari tanggung jawab. Tidak tahu saja dirinya, sudah seperti rentenir. Pantas cepat kaya,"

Inka menggerutu ia tak sadar gerutuan nya masih terdengar di telinga Sean.

Sean melotot tak percaya dirinya di Katai rentenir.

Jika bukan wanita pujaannya. Sudah ia cekik lehernya.

"Huh... Andai saja aku tadi mendengar kata kata Siska. Tak usah datang ke kantor. Huh..."

Sean pria itu masih setia memandangi wanita di depannya. Sebenarnya ia ingin bertanya, semalam dia pergi kemana. Tapi ia takut Inka jadi salah menafsirkan dirinya. Pasti wanita itu akan mengatai dirinya kepo.

"Ken...Pergi carilah makanan kesukaannya,"

Kenzo mengangguk mengerti

"Baik Tuan.."

****

Sementara Bagas pria itu mencari keberadaan istrinya. Ia tadi pergi ke kostnya Siska. Dan tak mendapati istrinya ataupun Siska nya. Ia pergi ke tempat di mana Siska dan istrinya biasa nongkrong. Masih tak ada kemana mereka, apa iya mereka pergi bekerja.?

Sementara Siska sengaja tak menjawab telpon Bagas. Gadis itu marah pada Bagas yang seenaknya pada sahabatnya.

Padahal sudah puluhan kali ponselnya berdering. Tapi iya sengaja mengabaikan nya.

Iya pasti akan kelepasan berteriak memaki Bagas dengan umpatan nya. Sementara sekarang dirinya sedang berada di ruang meeting.

Siska memang sedang pusing. Baru juga dia bekerja setahun di tempat ia bekerja. Baru kali ini ia takut. Tempat ia mengais rejeki sedang masa krisis keuangan.

Siska juga bingung, bagaimana mungkin. Kafe tempat ia bekerja,bisa sampai kecolongan. Antara pendapatan dan pengeluaran belanja tak seimbang.

Alamat dirinya jadi pengangguran ini.

Masih beruntung sahabat Inka,begitu lulus langsung dapat kerja. Meskipun tak sesuai dengan keinginan nya. Tapi Inka beruntung bisa kerja di perusahaan besar.

Terpopuler

Comments

Wirda Lubis

lanjut

2022-07-07

0

Siti

benci AQ Ama Sean

2022-06-26

0

Fay

seruuu

2022-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ada apa dengan bagas
3 Rencana liburan
4 Pertemuan
5 Rahasia
6 Berbohong
7 Sah
8 Menggodanya
9 Clarisa marah
10 Bertemu lagi
11 Menyembunyikan fakta
12 Mulai bekerja
13 Clarisa ke kantor
14 Maksud tersembunyi
15 Cemburu
16 Foto yang pecah
17 Jebakan
18 Terkurung
19 Shock
20 Mencari
21 Salah tingkah
22 Suara asing
23 Terbongkar
24 Pergi
25 Ingin seatap
26 Bingungnya siska
27 Ciuman paksaan
28 Memjambaknya
29 Menunjukan kepemilikan
30 Tak sengaja
31 Kualitas kecebong
32 Bimbang
33 Gairah tersalurkan
34 Tak mau rugi
35 Kecewa
36 Membunuh rasa
37 Ingin memperbaiki
38 Dilema
39 Pertengkaran
40 Pergi
41 Cemburu
42 Rencana Clarisa
43 Pingsan
44 Hari baru
45 Akhir
46 Sah bercerai
47 Hilang kendali
48 Depresi
49 Akal bulus
50 Cara licik sean
51 Albert berkunjung
52 Hak waris
53 Di hadang
54 Pantai
55 Pesta perusahaan
56 Nasi goreng
57 Terbongkar
58 Iri
59 Cincin
60 Pernikahan kedua
61 Malam panas
62 Lagi
63 Penyesalan Bagas
64 Pengalihan
65 Kabur
66 Minta izin
67 Terpaksa
68 Terpaksa
69 Perselingkuhan
70 Kerja sama
71 Pembelaan
72 Perang dingin
73 Tameng
74 Pertemuan tak terduga
75 Wanita masa lalu
76 Brian bahagia
77 Keguguran
78 Ketakutan Sean
79 Maksud tersembunyi
80 Siuman
81 Tak percaya
82 Pria itu
83 Mengidam
84 Permintaan Inka
85 Kepergian Sean
86 Wanita yang sama
87 Umpan
88 Markas Sean
89 Peringatan Brian
90 Mencari tau
91 Pengorbanan Brian
92 Salah mengira
93 Sandra
94 Pasrah
95 Duel
96 Akhir Lincoln
97 Kedatangan Mario
98 Rubi Felisa
99 Langkah Sean
100 Menjenguk Clarisa
101 Gagal
102 Canggung
103 Kepergok
104 Penculikan
105 Jatuhnya harga diri
106 Salah paham
107 Tentang Kenzo
108 Maksud terselubung
109 Wanita gila
110 Perpisahan
111 Mengabaikan
112 Ungkapan perasaan
113 Tertangkap basah
114 Alicia Deandra
115 Pengganggu
116 Kemarahan Radika
117 Menciumnya
118 Pikiran Cello
119 Berbuat ulah
120 Rasa penasaran
121 Takut kehilangan
122 Menahannya
123 Emosi jiwa
124 Siapa Alicia
125 Gadis misterius
126 Kenyataan
127 Sean berang
128 Keputusan Alicia
129 Partner
130 Kesempatan Alicia
131 Dendam masa lalu
132 Pengorbanan Alicia
133 Terhasut
134 Alicia berang
135 Langkah Alicia
136 Penyesalan
137 Pria misterius
138 Wanita cerdik
139 Sebuah kepercayaan
140 Kekecewaan
141 Sandiwara
142 Taktik Alicia
143 Beradu tatap
144 Cello murka
145 Fakta
146 Mengerjai
147 Memalukan
148 Tekad
149 Grisa
150 Memancing musuh
151 Mengorek informasi
152 Kecurigaan Albi
153 Merasa tak di hargai
154 Berbuat ulah lagi
155 Mabuk
156 Mencari
157 Membuang harga diri
158 Mual
159 Shock
160 Dendam yang membara
161 Terjebak
162 Mengintai
163 Obsesi Grisa
164 Cello bodoh
165 Kebahagiaan Cello
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Prolog
2
Ada apa dengan bagas
3
Rencana liburan
4
Pertemuan
5
Rahasia
6
Berbohong
7
Sah
8
Menggodanya
9
Clarisa marah
10
Bertemu lagi
11
Menyembunyikan fakta
12
Mulai bekerja
13
Clarisa ke kantor
14
Maksud tersembunyi
15
Cemburu
16
Foto yang pecah
17
Jebakan
18
Terkurung
19
Shock
20
Mencari
21
Salah tingkah
22
Suara asing
23
Terbongkar
24
Pergi
25
Ingin seatap
26
Bingungnya siska
27
Ciuman paksaan
28
Memjambaknya
29
Menunjukan kepemilikan
30
Tak sengaja
31
Kualitas kecebong
32
Bimbang
33
Gairah tersalurkan
34
Tak mau rugi
35
Kecewa
36
Membunuh rasa
37
Ingin memperbaiki
38
Dilema
39
Pertengkaran
40
Pergi
41
Cemburu
42
Rencana Clarisa
43
Pingsan
44
Hari baru
45
Akhir
46
Sah bercerai
47
Hilang kendali
48
Depresi
49
Akal bulus
50
Cara licik sean
51
Albert berkunjung
52
Hak waris
53
Di hadang
54
Pantai
55
Pesta perusahaan
56
Nasi goreng
57
Terbongkar
58
Iri
59
Cincin
60
Pernikahan kedua
61
Malam panas
62
Lagi
63
Penyesalan Bagas
64
Pengalihan
65
Kabur
66
Minta izin
67
Terpaksa
68
Terpaksa
69
Perselingkuhan
70
Kerja sama
71
Pembelaan
72
Perang dingin
73
Tameng
74
Pertemuan tak terduga
75
Wanita masa lalu
76
Brian bahagia
77
Keguguran
78
Ketakutan Sean
79
Maksud tersembunyi
80
Siuman
81
Tak percaya
82
Pria itu
83
Mengidam
84
Permintaan Inka
85
Kepergian Sean
86
Wanita yang sama
87
Umpan
88
Markas Sean
89
Peringatan Brian
90
Mencari tau
91
Pengorbanan Brian
92
Salah mengira
93
Sandra
94
Pasrah
95
Duel
96
Akhir Lincoln
97
Kedatangan Mario
98
Rubi Felisa
99
Langkah Sean
100
Menjenguk Clarisa
101
Gagal
102
Canggung
103
Kepergok
104
Penculikan
105
Jatuhnya harga diri
106
Salah paham
107
Tentang Kenzo
108
Maksud terselubung
109
Wanita gila
110
Perpisahan
111
Mengabaikan
112
Ungkapan perasaan
113
Tertangkap basah
114
Alicia Deandra
115
Pengganggu
116
Kemarahan Radika
117
Menciumnya
118
Pikiran Cello
119
Berbuat ulah
120
Rasa penasaran
121
Takut kehilangan
122
Menahannya
123
Emosi jiwa
124
Siapa Alicia
125
Gadis misterius
126
Kenyataan
127
Sean berang
128
Keputusan Alicia
129
Partner
130
Kesempatan Alicia
131
Dendam masa lalu
132
Pengorbanan Alicia
133
Terhasut
134
Alicia berang
135
Langkah Alicia
136
Penyesalan
137
Pria misterius
138
Wanita cerdik
139
Sebuah kepercayaan
140
Kekecewaan
141
Sandiwara
142
Taktik Alicia
143
Beradu tatap
144
Cello murka
145
Fakta
146
Mengerjai
147
Memalukan
148
Tekad
149
Grisa
150
Memancing musuh
151
Mengorek informasi
152
Kecurigaan Albi
153
Merasa tak di hargai
154
Berbuat ulah lagi
155
Mabuk
156
Mencari
157
Membuang harga diri
158
Mual
159
Shock
160
Dendam yang membara
161
Terjebak
162
Mengintai
163
Obsesi Grisa
164
Cello bodoh
165
Kebahagiaan Cello
We will open more payment methods as soon as possible
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!