Di sebuah perusahaan besar tampaknya semua karyawan sedang mempersiapkan diri, untuk menyambut kedatangan CEO baru perusahaan terbesar di Indonesia.Perusahaan yang di bangun sang kakek dan di percayakan oleh orang kepercayaan nya.
Dia adalah anak dari panti asuhan yang di adopsi oleh sang kakek.Karna dulu kakek tau begitu ibunya menikah dengan ayah nya ibunya langsung di boyong ke Jerman.
Rama Wijaya adalah anak yang di adopsi oleh sang kakek.Dia sudah menjadi kan perusahaan besar sang kakek berkembang pesat meskipun ada campur tangan nya Rama sangat bisa diandalkan.
"Ra Lo dah pernah liat wajahnya yang katanya sangat tampan"
Naura hanya tersenyum senang akhirnya penantian panjang nya selama ini tidak sia sia. Ya Naura adalah anak yang dulu pernah satu sekolah dengan Sean waktu SMA ketika Sean jadi ketua OSIS saat dimana dulu dirinya baru masuk MOS.
Naura memang sengaja bekerja di perusahaan besar tersebut. Karena dia memendam cinta pada Sean dulu hingga sekarang. Saat sekarang pun dia masih menanti kan Sean William akan kembali ke indonesia.Sehingga dia bisa mengungkapkan perasaan nya pada Sean.
"Udah pernah bahkan hapal bagaimana bentuk wajahnya,"Lira hanya menautkan alisnya apa Naura gila kan si bos belum pernah kesini bagaimana mungkin dia hapal wajahnya ada ada aja .
Lira hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti. Apa gara gara wajah tampan semuanya pada halu huh..
Di depan lobi nampak nya yang di tunggu tunggu sudah datang.Semua karyawan melihat di mana ada sebuah mobil keluaran terbaru berhenti.Semua orang melihat dimana seorang pria berpawakan Tinggi turun dari sisi kemudi mengarah ke bagian belakang kemudi lalu membukanya.
Sean turun dengan angkuhnya menatap ke depan.Melangkah kan kakinya ke depan di mana dirinya di tunggu.
Nampaknya semua sudah berkumpul menyambut kedatangan CEO baru perusahaan tersebut.
Rama pria paruh baya itu nampak nya sangat gembira dengan kedatangan nya.Terlihat dari raut wajahnya.
"Selamat datang tuan muda", Mereka serempak mengucapkan begitu pun dengan sang paman Rama.
"Selamat datang tuan muda, Senang akhirnya pewaris sesungguhnya mau menengok keadaan di sini,"
" Terima kasih atas sambutan nya,"
"Mari tuan biar saya tunjukkan ruangan anda,"
Sean hanya melirik,Dari dulu paman nya ini selalu bicara formal padanya.Padahal Sean tidak pernah meminta berbicara formal padanya.
Berjalan melewati karyawan nya Sean nampaknya tidak memperdulikan tatapan tatapan mata mengagumi. Bahkan ada yang dengan terangnya mencari perhatian dari nya. Tapi Sean tidak peduli apa lagi membalas sapaan karyawan nya.
"Silahkan tuan muda,"
"Paman aku tidak suka kau berbicara formal seperti itu ,"
Rama hanya tersenyum sedikit nampaknya cucu dari mendiang ayahnya Rudi memang tidak berubah dingin cuek dan angkuh.Itu memang sudah dari ciri khas dari Albert kakak angkatnya sekaligus orang yang selama ini menjadi kan dirinya seperti sekarang.
Tapi Sean lebih dari angkuh dan dingin dari Albert tinggi badan nya pun berbeda.
"Paman apakah selama ini paman tidak senang bekerja di sini"
"Bukan begitu kamu sendiri tau paman sudah tua anak perusahaan yang kakek berikan ke paman juga butuh paman. Walaupun anak paman yang kelola tapi paman juga sekali kali ingin memantau sendiri."
Sean hanya mengangguk saja."Apa ayahmu sehat Sean,"
"Ya "
"Arum pasti senang kau datang dia sudah besar sudah kuliah,"
Rama menceritakan tentang putrinya yang bernama Arum dengan antusias.Ya Rama menikah muda karna kecelakaan.Dia di jebak oleh temannya yang lain.Dari situlah perempuan yang bersama malam itu hamil.Dan melahirkan seorang putra Raja Wijaya Rama memberikannya nama itu.Dia sekarang berusia 23 tahun dan adiknya Arum Angraeni Wijaya 20 tahun.
Rama sangat bersyukur ketika mengingat dia pernah menolong seorang pria yang sedang di jambret dia adalah Rudi kakek dari Sean. Dari situlah saat usianya beranjak dewasa Rudi mengadopsinya.
"Baiklah karna kamu sudah datang paman akan membereskan ruangan paman,"Sambil bercanda Rama mencairkan suasana.
"Baiklah paman aku akan mengunjungi mu nanti,"
Sean melepas kepergian sang paman angkat nya.
****
Di pusat perbelanjaan dua wanita cantik sedang memanjakan matanya.Berpindah dari ujung sampai ujung.
"Ka gue capek tau gak ngikutin Lo sebenernya Lo mau beli apaan sih, Dari tadi muter-muter mulu pegel nih,"
Siska sewot sedari tadi ngikutin jejak Inka cuman milih pegang kembalikan lagi bilangnya ga cocok niat belanja gak sih.Siska sebal dengan tingkah temannya ini kaya orng miskin aja malu maluin, Dari pagi sampai hampir bedug belum ada satupun yang di jinjing.Entah pelit apa ngirit tu si Inka.
"Ka Plis deh Lo mau nya gimana sih. Mau belanja gak nih gue tinggalin nih,"
"Ah Lo mah sis ga seru kan dari dulu gue emang senang liat liat,"
"Liat liat ya liat liat itu kan dulu. Waktu Lo masih kere kaya gue nah sekarang kan Lo dah punya Bagas suami Lo, Masa dia ga kasih duit sih,"
"Enak aja kasih lah"
"Emang kamu nya dari dulu kalau belum kesasar belum kapok," Siska menggerutu menemani kebiasaan sahabat nya. Kalau belum di jajah semua belum puas katanya. Sayang kalau ada yang terlewat kasian.Sebal ....
Inka hanya nyengir kuda"Hehehe ya udah kita nonton dulu yok ,"
Inka berjalan menuju bioskop di dalam mall tersebut.Sementara Siska hanya memutar bola matanya jengah dari tadi muter-muter ujung ujungnya bioskop gak nyambung menurut nya.
****
"Tuan saat ini anda di minta meninjau ulang keuangan yang ada di pusat perbelanjaan"
Billy asisten yang di rekrut Rama untuk menjadi asisten nya.Rama sudah mempersiapkan Billy untuk menjelaskan apa saja yang harus Sean lakukan. Pasti Sean masih bingung walaupun dia menerima semua laporan keuangan perusahaan tapi pasti Sean butuh Billy.
"Hemm"
Sean berdiri dari kursi kebesaran nya melangkah ke depan di ikuti oleh Kenzo dan Billy.
Sampai di tempat tujuan Sean menjadi pusat perhatian. Dari kalangan perempuan mau muda sampai tua dia jadi pusat perhatian.
Manajer mall tersebut menyambut kedatangan pemilik gedung ini.
"Selamat datang tuan, Terima kasih atas kunjungan Anda saat ini, Mari lewat sini,"
Manajer tersebut mengarahkan pemilik gedung untuk menuju ke tempat VIP untuk membahas laporan tiap bulannya.Sean berjalan beriringan dengan manajer mall tersebut sesekali sang manajer menjelaskan bahwa perkembangan penjualan akhir akhir ini meningkat pesat. Sean menanggapi nya dengan anggukan kepala saja.
Brukk...AW ..... mereka kaget saat ada yang menabrak kan dirinya pada pemilik gedung tersebut, Begitu pun dengan Sean.
KLIK TOMBOL LIKE DAN KOMEN
JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Dwi Zwei
/Drool//Drool//Drool/
2024-05-16
0
Iman sulaiman
pasti inka
2022-10-13
0
Wirda Lubis
inka lagi yang nabrak
2022-07-06
0