"kamu kenapa Al, tanya Serli
"maaf kan aku Ser, aku tidak bisa melakukan ini,! jawab Al merasa bersalah, lalu ia bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar
Serli mengikuti Al keluar dari kamar ia merasa ada yang aneh pada Al.
"kamu kenapa Al,? tanya Serli sambil memeluk Al dari belakang.
dengan perlahan Al membuka tangan Serli yang memeluknya.
"tinggalkan aku Ser,kamu tidurlah dulu nanti aku menyusul.
ahinya Serli menuruti Al dia berjalan masuk ke kamar sambil menghentakkan kakinya kesal.
Al tetap di tempatnya dia tak perduli dengan udara dingin yang menerpa kulitnya yang sudah bertelanjang dada wajah Zahra semakin memenuhi otaknya.
"inikah yang di namakan cinta, bahkan aku tak bisa tidur dengan nyenyak hanya wajahmu yang selalu kuingat, untuk mencari kesenangan pun aku tak bisa.ZAHRA kau membuat aku gila.
zahra adakah disana kau memikirkan aku seperti diriku yang terus memikirkanmu ataukah hanya aku yang tersiksa dengan perasaan ini....
ucap Al dalam hati
Al merasa udara semakin dingin lalu ia memilih masuk kedalam kamar, tapi di urunkan niatnya dia tidak mau tidur bersama Serli dia memilih tidur di sofa yang berada di rang tv
dia berkali-kali menyebut nama Zahra, sampai tak terasa dia sudah terlelap membawa nama Zahra dalam mimpi indahnya.
******
adzan subuh sudah berkumandang Zahra buru-buru bangun untuk sholat subuh, setelah Zahra sholat subuh dia bergegas ke dapur untuk membantu Rani memasak.
setelah sarapan sudah matang Zahra mulai menata makanan di atas meja makan ada berbagai macam sarapan yang ia sajikan ada nasi goreng seafood dan ada roti tawar beserta beberapa selai dan bermacam buah-buahan yan dia taruh di atas meja makan.
tuan fatih beserta istri dan cucunya sudah diduk untuk sarapan.
"kamu ikut sarapan sama kita ya Ra,! pinta bu Siska
"gak usah tante, biar saya sarapan di dapur sama bak Rani, jawab Zahra sopan.
"kapan kamu cari kerja Ra,?tanyanya lagi.
"insaallah hari ini tante, jawab Zahra sambil menaruh gelas yang berisi air untuk tuan Fatih.
"emang mau kerja apa Ra,? tanya tuan Fatih menyahut.
"dia itu lulusan terbaik di kampusnya loh, ucap bu Siska memberi tahu.
"itu bagus Ra,! "gimana kalau kamu kerja di perusahaan om aja,? ucap tuan Fatih pada Zahra.
"mama kemaren udah bilang gitu sama Zahra, tapi dia gak mau pa,
"kenapa kamu gak mau Ra,? tanya tuan Fatih, penasaran
" maaf om, bukannya saya tidak mau tapi saya mau di terima bekerja karna memang saya pantas dan mampu untuk bekerja,bukan hanya karna rekomendasi dari siapapun," jawab Zahra, membuat tuan Fatik mengangguk tanda dia mengerti.
"iya.. om mengerti, tapi seandainya kamu perlu bantuan kamu jangan sungkan karna om akan membantu kamu semampu om, ucap tuan Fatih, dia begitu bangga pada Zahra.
"iya om, jawab Zahra sambil tersenyum
tuan Fatih sudah menyelesaikan sarapannya, lalu berpamitan pada istri dan cucunya.
"ma! papa berangkat dulu ya, ucap tuan Fatih berpamitan lalu mencium kening sang istri, lalu bu Siska mencium punggung tangan suaminya. tuan Fatih berlalu mininggalkan meja makan mengambil tasnya dan keluar bu Siska mengantar sam pai teras rumah
" Ra..! boleh gak tante minta tolong anterin ini ke apartemen putra tante, karna dia sangat suka sama nasi goreng seafood seperti ini, apa lagi masakan kamu sangat enak, ucap bu Siska memuji.
"iya tante saya bisa, nanti sebelum saya mencari pekerjaan saya akan mengantarkan titipan tante dulu," jawab Zahra dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.
"makasih ya Ra,! bu Siska berterima kasih, dia tidak berhenti tersenyu, entah apa yang dia rencanakan untuk Zahra.
"oh ya..! ini alamat dan no apartemennya Ra,! bu Siska menyodorkan sebuah kertas dan rantang yang berisi nasi goreng.
"iya tante, saya berangkat dulu ya tante, ucap Zahra berpamitan.
"assalamualaikum,"
"waalaikum salam.
Zahra berangkat dengan memesan ojek online, dia membawa surat lamaran kerja dan sebuah rantang berisi nasi goreng yang bu Siska titipkan untuk putranya.
"sudah sampai bak, ucap tukang ojek.
lalu Zahra turun dari sepeda motor, dan memberikan uang untuk ongkos pada tukang ojek.
"terima kasih pak.
"sama-sama bak.
Zahra kebingungan dia tidak tau harus bertanya pada siapa, dia tidak pernah masuk kesebuah apartemen, di tengah kebingungannya ada seorang satpam yang bertanya.
"apa ada yang bisa saya bantu bak,?" tanya satpam itu.
"oh iya ..pak, saya mencari alamat ini, ucap Zahra sambil memperlihatkan kertas yang ia pengang .
"oh ini nomer apartemen tuan Aldi bak, jawab satpam itu dengan yakin, "ayo bak saya antar, ucapnya lagi.
Zahra mengikuti satpam itu sampai di lantai 20, "kita sudah sampai bak, ucap satpam itu, depan sebuah pintu apartemen yang dia tuju.
"saya permisi bak, ucapnya berpamitan.
" iya terima kasih pak.
Zahra langsung memencet bel, cukup lama ia menunggu tapi tetap tak ada yang membuka pintu lalu ia mencoba untuk yang kedua kali, ahirnya pintu terbuka, seorang wanita keluar dengan mengenakan handuk yang di lilitkan di tubuhnya itupun hanya sebatas paha.
"cari siapa bak,? tanyanya tidak suka
"saya ingin bertemu dengan pemilik apartemen ini, jawab Zahra sopan.
tiba-tiba sebuah suara barito yang sepertinya tidak asing di telinga Zahra.
"siapa yang cari aku sa....!? tanya Al tak mampu melanjutkan kata-katanya, dia begitu terkejut melihat sosok yang berdiri di hadapannya, jantungnya berdetak sangat cepat dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang telah membuat hatinya begitu resah.
Zahra tak kalah terkejut, dia tidak menyangka kalau pria yang ingin ia hindari ternyata anak dari orang yang sangat dia hormati, Zahra hanya menundukkan kepalanya karna dia tidak ingin melihat Al yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.
ahirnya Zahra mengatakan maksudnya dia tidak ingin lama-lama berada di antara kedua pasangan mesum yang kini berdiri di depannya yang tak lain adalah Al dan Serli
"saya di suruh tante Siska untuk mengantarkan ini, ucap Zahra, sambil menyodorkan sebuah rantang yang berisi nasi goreng, dia masih tetap menunduk.
Al tetap tidak bisa bicara sepatah katapun dia begitu terpaku melihat Zahra dengan setelan baju kerja serta hijab yang ia kenakan.
"maaf saya harus pergi, "assalamualaikum," ucap Zahra lalu pergi meninggalkan keduanya.
" tunggu Ra..! Al berlari mengejar Zahra
langkah Zahra terhenti saat Al memanggilnya tapi sedikitpu ia tidak mau melihat Al.
"maaf kan aku Ra,! ucap Al dengan raut wajah penuh penyelesaian.
"minta maaf untuk apa tuan,? tanya Zahra tidak mengerti.
Al tidak menjawab dia juga bingung apa yang harus dia katakan.
"maksut saya....,! saya...saya...! dan wanita itu tidak ada hubungan apa-apa, ucap Al terbata untuk berbicara karna dia sangat gugup.
"lalu apa hubungannya dengan saya tuan,! bahkan kenal dengan andapun saya tidak, saya datang kesini hanya untuk mengantarkan titipan tante Siska, saya tidak bermaksud untuk ingin tau apa yang anda lakukan dengan wanita itu.
"tolong biarkan saya pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Elizabeth Jamlean
jgn jodohku Al dgn Zahra
Al tukang zina ngeri deh
2025-01-08
0
Sandisalbiah
skak mat..
2024-11-23
0
Ronita Herlina
maaf ya thor koreksi dikit nulisnya "mbak" bukan "bak" 😊
2024-07-29
5