Christian duduk bersandar di atas ranjang sembari pria itu menekan keyboard laptop nya karena sedang membalas beberapa email masuk.
Dan tiba-tiba saja, sebuah email dari salah seorang partner kerjanya membuatnya terdiam untuk waktu yang lama.
Salah satu partner bisnisnya dari Amerika menginginkan membahas sebuah proyek dengan Marisa karena pria itu ingin menanyakan sebuah penelitian pada Marissa, pria itu tidak mau jika orang lain yang menggantikan Marisa untuk membawakan materi nya.
"Dasar beruntung!" Ucap Christian sambil tersenyum menyengir lalu mengambil telepon dan menyambungkannya ke lantai 5.
Di lantai 5, suara cambukan bertubi-tubi sedang mengoyak punggung seorang wanita dan seorang pria yang berbaring diatas sebuah papan berbentuk X.
Darah bercucuran, daging terkoyak dan tersebar di mana-mana karena cambukan pada tubuh Marisa dan Andreas.
Salah seorang petugas mengangkat telepon itu sebelum memberi kode pada petugas cambuk untuk menghentikan cambukan mereka.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Andreas pada Marisa di mana perempuan itu sedari tadi sudah tidak bersuara.
"Lepaskan mereka, dan bahwa mereka ke ruang kesehatan." Ucap pria yang baru saja mengangkat telepon dari Christian.
Dalam sekejap, kedua orang itu sudah terbaring di dalam ruang kesehatan dan keduanya ditangani oleh dokter dokter profesional yang bekerja untuk Christian.
Seorang pria dari lantai 5 menemui mereka membawa beberapa surat wasiat yang sebelumnya ditulis oleh Marissa dan Andreas.
Saat itu juga lah Christian memasuki ruangan dan melihat surat-surat yang dipegang oleh salah seorang bawahan nya.
"Kirimkan surat itu ke semua nama-nama yang tercantum di surat itu." Perintah Christian lalu pria itu kembali fokus pada Marisa yang terlihat sangat kacau dengan daging yang terkoyak di seluruh tubuhnya.
"Tuan, mereka sudah menerima 200 cambukan. Yang paling parah adalah Marisa. Mungkin membutuhkan waktu lama untuk proses penyembuhannya.
Sementara pada Tuan Andreas, kemungkinan selama 1 bulan dia tidak akan bisa meninggalkan ruang kesehatan." Ucap salah seorang dokter paru baya yang menangani Marissa dan Andreas.
"Persingkat waktunya menjadi satu bulan untuk Marissa dan 2 minggu untuk Andreas." Ucap Christian tanpa menunggu jawaban dari dokter paruh baya itu lalu dia segera meninggalkan ruangan itu.
Dokter "..."
Entah apa isi otak Christian.
Yang dia katakan satu bulan untuk Andreas itu adalah waktu yang diperlukan untuk merawatnya di ruang kesehatan sementara pria itu harus kembali ke rumahnya dan beristirahat paling tidak selama beberapa bulan lagi.
Sementara surat wasiat Marisa yang sudah dibawa ke setiap orang yang tertera namanya, sala seorang yang menerimanya adalah Loren.
Setelah 3 hari berada di pavilium yang ditinggali oleh Marisa, Loren akhirnya bisa duduk dan tubuhnya sudah mulai bisa digerakkan.
"Aku merasa segar." Ucapnya sembari tersenyum ketika ia menghabiskan makan siangnya dan meneguk segelas jus jeruk kesukaannya.
"Ada gunanya juga aku tertabrak mobil, setelah sekian lama menjadi gelandang, aku akhirnya bisa menikmati minuman kesukaanku dan memakan makanan yang layak." Ucapnya tersenyum puas melihat piring piring dan gelas nya yang mengkilap tanpa setetespun ataupun sedikitpun makanan yang tersisa di sana.
"Bahkan petugas pencuci piring tidak perlu mencuci piring ku, semuanya sudah mengkilap tanpa menggunakan sabun pencuci piring!" Ucapnya tersenyum dibarengi masuknya seorang perawat yang bertugas merawatnya.
Perawat itu menyerahkan selembar surat pada Loren sebelum membereskan piring-piring Loren yang terlihat seperti piring yang baru saja dicuci tanpa ada sedikitpun noda di sana.
"Terima kasih," ucap Loren tersenyum dan menunggu perawat itu keluar dari kamarnya sebelum melirik pada surat di tangannya.
"Siapa yang memberiku surat?" Ucapnya sambil memajukan bibirnya lalu membuka surat itu.
Perawat "..."
Begitu malas berbicara dengan gelandangan!
Isi surat "Hai gadis cantik. Perkenalkan namaku Marisa, aku adalah orang yang telah menyelamatkanmu.
Aku harap saat kau membaca surat ini kau sudah dalam keadaan pulih dan bisa beraktivitas dengan normal.
Kalau pun belum, aku berharap kau segera sembuh karena aku memiliki satu permintaan dan sebuah misi yang sangat besar untukmu.
Aku memiliki seorang sahabat bernama Christian Balthasar, dia seorang pria yang angkuh memiliki sifat dingin dan berhati sempit.
Dia sangat kaku dan tidak punya belas kasihan, dan misi mu adalah merubah sifatnya menjadi sebaliknya, kau harus menikahinya dan membawa foto pernikahan kalian ke makamku.
Kau tidak boleh menolak permintaanku ini, karena sebenarnya ini adalah perintah.
Saat kau membaca surat ini, aku mungkin sudah berada di surga dan sedang mengawasimu dari sana. Jadi ingat, kau harus semangat untukku." Tulis Marisa di surat itu.
Loren membaca surat itu berkali-kali dan bertanya-tanya dalam hatinya apakah Marisa telah meninggal demi menyelamatkannya?
Loren tidak bisa menahan pertanyaannya dalam hati hingga Ia memutuskan menanyakannya pada perawat yang bertugas merawatnya.
"Sus, orang yang menyelamatkanku bernama Marisa, di manakah dia sekarang?" Tanya Loren membuat sang perawat terdiam sejenak.
Perawat itu melihat Loren dengan kesal "Dia mendapat hukuman 2000 cambukan dari Bos Christian karena sudah menyelamatkanmu.
Saat ini dia berada di ruang kesehatan dalam kondisi kritis. Hampir meninggal!
Aku tidak bisa membayangkan perasaanmu ketika melihatnya, tapi aku harus mengingatkanmu bahwa kau tidak boleh meninggalkan pavilium ini untuk menemuinya, atau kau akan bernasib sama dengannya." Kata perawat itu yang sebenarnya geram dengan Loren karena sudah menjadi penyebab kekacauan di kediaman Cristian Balthasar.
Seandainya gelandangan itu tidak datang ke situ, maka kehidupan mereka akan aman-aman saja dan temperamen bos besar mereka tidak akan memburuk seperti sekarang ini.
"Jadi, maksudmu, aku,, aku menjadi penyebab-"
"Benar, sekarang semua orang di tempat ini menganggapmu sebagai pembawa sial." Ucap perawat itu sembari berdecak kesal.
"Tapi,, mengapa dia harus dicambuk karena menyelamatkanku?" Tanya Loren tidak mengerti, mengapa orang yang menyelamatkannya harus mendapat hukuman cambuk sebanyak 2000?
Mendengar pertanyaan Loren, perawat itu menjadi semakin kesal pada Loren.
"Kau masih berani bertanya? Dia seperti ini karena melanggar perintah di kediaman ini!
Setiap kali seseorang melanggar perintah maka akan mendapat hukuman cambuk!"
Loren belum mengerti, perintah mana yang dilanggar ketika menyelamatkan seseorang?
"Maksudmu menyelamatkan orang lain juga melanggar perintah?" Tanya dengan polos.
Perawat "..."
Perawat Muda itu kembali berdecak kesal, dia sebenarnya malas meladeni Loren, tapi dia perlu memberitahu gadis tidak tahu diri itu bahwa dokter Marissa telah berkorban banyak untuknya.
"Hei, kau dengar, demi menyelamatkanmu Dokter Marissa melanggar banyak perintah!
Pertama, dia membawa orang asing ke kediaman Tuan Christian Balthasar jadi harus menanggung 500 cambukan!
Yang kedua, dia melanggar perintah bos besar hingga mendapat 100 cambukan dan yang ketiga, dia menggunakan fasilitas tidak pada tempatnya atau pada orang asing maka harus menanggung 1000 cambukan!" Perawat itu berbicara panjang lebar dan menyadari bahwa tidak ada gunanya menjelaskan terlalu banyak.
"Intinya, karena kau datang kemari dan Dokter Marisa menyelamatkanmu maka dia harus menanggung lebih dari 2000 cambukan!
"Seumur hidup dia harus menderita cacat, harus duduk di kursi roda dan,, hah,, percuma mengatakannya padamu, memangnya kau bisa apa untuk menyelamatkannya?! Hanya gelandangan jelek yang kebetulan beruntung ditemukan bertemu Dokter Marisa." Perawat itu terus memandang jijik pada Loren sebelum keluar dari kamar meninggalkan Loren.
Terus bebicara dengan Loren mungkin akan membuat perawat itu mencabik-cabik Loren sebagai balas dendamnya atas segala hal buruk yang telah di lalui dokter Marisa demi menyelamatkan gadis gelandang itu!
Loren terdiam di tempat tidur sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya bersamaan dengan tubuhnya yang gemetaran.
'2000 cambukan? Aku tidak bisa membayangkannya, jelas itu jauh lebih buruk daripada hanya dibuang oleh keluarga sendiri tapi masih bisa hidup menjadi gelandangan.' Gumamnya dengan nafas tersengal karena merasa merinding dengan cerita suster yang baru saja ia dengarkan.
'Tapi aku tidak menyangka akan ada orang asing yang mau merelakan nyawanya untuk gelandangan sepertiku.' Loren meneteskan air matanya memandangi surat dari Marisa.
Tangannya gemetaran, ia tak menyangka!
Mengapa?
Mengapa orang asing mengorbankan hidup untuknya, sementara keluarganya sendiri malah membuangnya?
Apa alasannya?!
Loren memikirkannya sepanjang waktu.
Keesokan harinya, Loren terbangun dan dia sudah bisa meninggalkan tempat tidur. Loren memutuskan masuk ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket.
Ketika dia tiba di depan kaca, Loren memandangi tubuhnya yang gemuk, cermin besar itu hampir tidak bisa memantulkan seluruh tubuhnya karena saking gemuknya dia.
Jelek, gendut, babi, gajah, menjijikkan, buruk rupa...
Mata Loren memerah memikirkan hinaan yang pernah ia terima.
"Baiklah, demi Kak Marisa, aku akan mengubah penampilanku!" Loren berkata penuh tekad lalu dia mulai membasuh tubuhnya dengan air mengalir.
Setelahnya, dia berjalan-jalan di sekitar pavilium itu dan menemukan gym di lantai 2.
"Untuk apa kau melihat ke sana? Ingin mengubah gajah menjadi kelinci?! He,, tidak mungkin!" Perawat yang menemaninya mencibir Loren.
Tapi Loren mengacuhkannya dan dia terus masuk ke ruangan itu melihat peralatan di sana.
"Benar, aku harus mulai dengan olahraga!" Loren menyentuh barbel.
Dia juga meraih buku panduan di sana dan membacanya sampai habis.
Ketika sang perawat kembali ke ruang gym, ia mendapati Loren sudah berolah raga "Cih,, dia benar-benar melakukan hal sia-sia itu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 487 Episodes
Comments
Sweet Girl
Jangan sirik dong... mbak perawat... sudah Ndak bantu.
2025-02-28
0
Sweet Girl
🤣🤣🤣🤣🤣
2025-02-28
0
im3ld4
kocak otaknya
2024-09-29
0