Langit yang awalnya tampak gelap, kini telah sepenuhnya di selimuti oleh cahaya putih hingga menutupi Dimensi 12 Alam Tertinggi! Cahaya tersebut menghapus keberadaan Ling Hun Luan dan kloning yang ia pencarkan di berbagai Dimensi.
Mahkluk hidup yang pernah berhubungan dengan dirinya, ingatan mereka sepenuhnya di hapus, dan mengubahnya kembali dengan hanya mengingat Qin Chen sebagai Perwujudan Penguasa Eternal Chaos Realm!
Tidak berselang lama, cahaya tersebut mulai redup dan perlahan menghilang dari Dimensi. Setelah cahaya tersebut menghilang, di tempat Qin Chen berada sekarang ini, ia melayang di antara Multi Langit.
Pandangan mata Qin Chen mulai kabur, seolah-olah dirinya merasakan kantuk berat, ini karena kekuatan besar dalam dirinya melonjak-lonjak mengucang kesadaran miliknya.
Di sisi Permaisurinya, ia sedari tadi melihat apa yang dilakukan oleh Qin Chen, tindakan Qin Chen ia perhatikan karena penasaran. Ia bahkan berulang kali dibuat terkejut dengan tindakan Qin Chen.
Namun yang ia sadari hanya satu, Qin Chen adalah orang yang berharga baginya, tidak peduli apa yang akan terjadi kedepan maupun identitas yang ia miliki, karena dirinya adalah milik Qin Chen.
Kesadaran Qin Chen sudah mencapai puncak, ia secara perlahan terjatuh. Kepalanya terjatuh ke atas pundak Permaisurinya hingga membuat dirinya terkejut.
Qin Chen hanya samar-samar melihat, ia merasa malu dengan dirinya tidak bisa membawa Permaisurinya kembali ke Istana Phoenix. "Maafkan aku gadis kecil ... Tubuhku sudah mencapai batas, untuk beberapa hari aku tidak dapat menggerakkan tubuhku. Aku hanya dapat melindungimu sampai disini ... "
Suara Qin Chen terdengar, namun dengan volume kecil. Mendengar hal tersebut, Permaisurinya merasa senang karena masih bisa berguna bagi Qin Chen, meksipun tidak seberapa. Ia secara perlahan meraih Qin Chen dan menariknya ke dalam pelukannya.
"Beristirahatlah, kamu telah menunjukkan keajaiban Dunia, aku akan membawamu kembali ke Istana Phoenix untuk beristirahat." Ia membalasnya sambil memeluk erat Qin Chen.
Qin Chen samar-samar mendengar suaranya, perlahan tertidur di pelukan Permaisurinya. Permaisurinya melihat sekitarnya telah kembali seperti semula, tidak ada satupun jejak kehancuran maupun tanda-tanda dari Tyrannical Great God of Chaos.
Dengan tangan kanannya, ia mengeluarkan Artefak Teleportasi menuju Alam Surga. Artefak tersebut muncul di hadapannya, ia lalu mengaktifkan Teleportasi antar Alam.
Lingkaran mengelilinginya, cahaya biru muda dengan simbol di atas kepalanya bercahaya, mereka berdua secara langsung menghilang dari tempat sebelumnya. Tujuan Teleportasi adalah Istana Phoenix, tepatnya di kamar Permaisurinya.
***
Alam Surga, Istana Phoenix
Istana Phoenix terlihat jelas bahwa banyak orang-orang sedang melakukan kegiatan mereka, para prajurit bertugas mengurus keamanan Istana, pelayan membersihkan ruangan, dan ada beberapa napas Dewa di Istana.
Tiba-tiba cahaya biru muncul di ruangan, dan memperlihatkan Qin Chen tengah tertidur di pelukan wanita cantik. Permaisurinya mulai berjalan mendekati tempat tidurnya, dan dengan lembut menurunkan Qin Chen disana.
Melihat Qin Chen tertidur pulas sampai membuat Permaisuri merasa bahwa Qin Chen saat tidur terlihat manis. "Dia terlihat manis saat sedang tidur ... " Saat kata itu keluar, Permaisurinya ikut tertidur di sampingnya.
Di tempat retakan Dimensi berada, para Dewa di kejutkan dengan retakan tersebut menghilang, seakan-akan ada kekuatan besar menghapus retakan tersebut dan membalikkan seperti semula.
Melihat keajaiban tersebut, mereka semua bisa merasa lega, karena bencana Alam Surga telah di atasi. Kembali ke tempat masing-masing untuk beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas di hari selanjutnya.
Kaisar Naga Chen, sebelumnya tidak ikut serta dalam mencari siapa dalang penyebab retakan tersebut muncul, ia berada di Istana Phoenix mengawasi segala pergerakan maupun Alam Surga itu sendiri.
Bersamaan dengan istrinya, mereka duduk di samping jendela melihat musim gugur di Alam Surga dimulai, dedaunan berjatuhan terhembus angin dari barat menuju timur.
"Lihatlah, musim gugur telah dimulai ... angin berhembus membawa dedaunan yang jatuh kembali ke langit." Ucap Kaisar Naga Chen kepada istrinya.
Istrinya melihat sambil menyenderkan kepalanya ke dada suaminya, mungkin inilah yang membuat Qin Chen sangat romantis, ia memiliki garis darah dari dua Dewa terkuat di masa lampau, dan mereka berdua sama-sama romantis.
Melihat pemandangan musim gugur dari Istana Phoenix, istrinya perlahan menutup matanya dan berkata. "Apa Chen'er juga melihat musim gugur ini? Sudah sekian lama kita tidak berkumpul bersama melihat musim yang berganti-ganti ... Apa gunanya memiliki kekuatan besar, namun tidak disatukan oleh putra kesayanganku."
Kaisar Naga Chen simpati dengan keinginan istrinya, ia sampai sekarang belum dapat merasakan hawa keberadaan Qin Chen. Ia mencoba menghibur istrinya, mengangkat tangan kirinya dan menyentuh kepalanya dengan lembut.
Ia sedikit memutar kepalanya ke kiri dan memberikan kecupan di keningnya, lalu mulai berbicara setelah memberikan kecupan. "Aku yakin bocah itu melihat musim gugur dengan orang-orang yang ia sayangi ... Kamu jangan bersedih, aku yakin bahwa kita akan bertemu dengannya cepat atau lambat."
Ia merasa terhibur meksipun tahu waktu itu tidak tahu kapan akan datang, ia merasa lelah dan tidur dengan nyenyak. Kaisar Naga Chen dengan Divine Dragon Eye's mengamati seluruh dari kejauhan.
Keesokan harinya, Permaisuri Phoenix terbangun dari tidurnya, ia mengangkat tubuhnya dan melihat ke arah Qin Chen. Sempat bermimpi bahwa semuanya hanyalah Ilusi karena keinginan untuk bersama Qin Chen, namun saat dia melihat Qin Chen, semuanya menghilang.
"Ternyata ini bukan mimpi, dia benar-benar ada di sampingku." Permaisurinya tersenyum bahagia, ia meraih wajah Qin Chen yang telah kembali ke sediakala.
"Cepatlah sembuh," ia memberikan hadiah selamat pagi pada Qin Chen. Setelah itu, ia mulai beranjak berdiri dan mengganti pakaian miliknya.
Beberapa menit melihat Qin Chen, ia mulai meninggalkan Qin Chen di dalam kamarnya. Qin Chen seperti toko tambahan, dimana Permaisurinya mengambil peran pengganti menjadi protagonis.
Permaisurinya pergi menuju ruangannya, karena ia masih memiliki tugas yang penting di Alam Surga, sebagai Penguasa yang telah mengklaim banyak Alam, tentunya beban yang ia dapatkan sangatlah berat.
Ruangan tersebut sudah berkumpul banyak orang-orang, termasuk Kaisar Naga Chen dan Dewi Suci. Permaisuri memasuki ruangan membuat para Dewa di dalam tersentak berdiri untuk penghormatan sebagai Penguasa.
Mereka semua melihat Permaisuri terlihat baik-baik saja, walaupun sebelumnya mereka benar-benar melihat apa yang terjadi. Pandangan mata mereka tidak berkedip sedikitpun melihat kedatangan Permaisuri Phoenix.
Permaisuri berjalan mendekati tempat duduknya, ia lalu duduk dengan anggun. "Bagaimana dengan laporan perbatasan antar Dimensi Alam Surga dengan Alam luar?" Tanya Permaisuri Phoenix.
Sontak para Dewa menjadi terkejut, dalam laporan yang mereka terima, semuanya memberikan laporan yang sama. Retakan Dimensi telah di perbaiki secara sendiri, bahkan mereka tidak tahu siapa yang memperbaiki retakan tersebut.
Permaisuri Phoenix telah curiga melihat ekspresi wajah mereka, semuanya telah diselesaikan oleh satu orang, yaitu Qin Chen.
...
*See You Again :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
maimun Murtadha
alur cerita makin kedepan makin ngawur kgak jelas kyak otak outhornya
2024-10-27
1
Moh Hilmy Latif
bukannya kaisar naga Qin ya
2022-07-13
0
abdillah musahwi
jelaslah diperbaiki, kan Qin Chen punya kekuatan Supreme Authority Author 😉
2022-07-12
0