Istana Permaisuri
Wilayah yang hanya terlihat kosong, dan hanya menampilkan Istana terbang tidak begitu besar maupun kecil.
Terlihat dari luar, istana tersebut tampak kosong tanpa siapapun, bahkan nafas mahkluk hidup tidak terasa. Di tempat dimana ruangan tahta berada, kini tidak terlihat satupun mahkluk hidup disana, bahkan tahtanya di biarkan kosong tanpa pemiliknya.
Berpindah tempat ke suatu ruangan, ruangan tersebut sangatlah istimewa. Dari luar telah diberikan tanda bahwa itu adalah kamar, dimana di bagian dalamnya terlihat sangat rapi.
Ruangan tersebut terlihat rapi dengan berbagai dekorasi ruangan penuh dengan warna merah, dengan bunga mawar tersebar di lantai maupun tempat tidurnya.
Beranjak sedikit kesamping atas tempat tidur, terlihat wanita cantik dengan gaun merah tengah terbaring sambil menatap langit ruangan.
Ia tampak sedih, namun kesedihannya di sembunyikan oleh senyumannya, melihat dua layar transparan di hadapannya. Dua layar tersebut menampilkan pengelihatan tentang Qin Chen, dan satunya menampilkan dua sosok sedang berdiri saling berhadapan namun tidak saling menyapa.
"Akhirnya ... Kamu menggunakan kekuatan itu kembali, sayang." Wanita itu tersenyum melihat layar menampilkan sesuatu yang membuatnya senang. "Meskipun kekuatan tersebut hanya sementara, namun kekuatan yang dimilikinya hampir mendekati kekuatan sejatinya."
Senang karena orang yang ia cintai mulai kembali secara perlahan, ia sedikit memiringkan kepalanya kesamping kanannya. Melihat layar kedua, dimana layar tersebut menampilkan dua sosok saling berhadapan satu sama lain dengan mata tertutup.
Meraih layar tersebut, ia menyentuh wajah pria di hadapannya dengan air matanya perlahan mengalir membasahi wajahnya yang cantik.
"Qin Chen, apa kamu akan ingat dengan kenangan kita di masa lalu? Aku sangat merindukan kenangan kita, dimana hanya kita berdua saling berbagi cerita ... " Kata wanita tersebut yang takut jika kenangan tersebut menghilang darinya.
"Jika bukan karena keseimbangan kekuatanmu, kamu tidak mungkin mengambil keputusan yang egois itu! Meninggalkan tubuh aslimu dan terlahir kembali dengan wujud Avatar di Dunia lain ...
Karena hal tersebut, ingatanmu tersegel agar kamu bisa mengendalikan kekuatan sejatimu secara bertahap. Apa semua yang kamu lakukan karena di dasari oleh permintaan maaf karena hampir melenyapkan kehidupan yang kamu ciptakan? Qin Chen, jawab pernyataan yang selama ini aku tanyakan ... "
Perlahan air matanya mengalir membasahi tempat tidurnya, ia menangis di atas tumpukan bunga mawar meratapi layar di hadapannya. "Selama kamu meninggalkan tubuh aslimu, aku selalu sendirian di sana ... Berharap kamu kembali ke tubuh aslimu, hingga tidak tahu seberapa lama aku menunggumu, kamu tidak pernah kembali ...
Aku akhirnya mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan tubuh asliku, meninggalkan tubuh tersebut dekat denganmu saling berhadapan hingga pada waktu kita kembali bersama ...
Sama sepertimu, aku menggunakan wujud Avatar ini mencarimu, Qin Chen ... Saat pertama kali kita bertemu, kesan yang aku berikan padamu membuatku sangat menyesal, aku tidak bisa menahan rasa ingin bersamamu ...
Melihatmu dekat dengan wanita lain membuatku sangat sedih, namun aku hanya bisa membantumu secara perlahan dari sini, agar kekuatanmu tidak kembali seperti dulu lagi ...
Setiap detik maupun hari, aku selalu melihatmu dari sini, berharap kamu tahu apa yang kurasakan sekarang ini, apa di era ini kamu masih mengingatku kembali? Atau kamu akan meninggalkanku sendiri lagi di istana ini ... Sampai kamu sadar, bagaimana rasa ini berharap kamu kembali."
Wanita itu masih mengusap layar dihadapannya dengan jari jempolnya, ia menangis di atas tempat tidur melihat kenangan masa lalu, berharap Qin Chen datang kepadanya dan kembali bersama-sama ke wujud asli bersamanya.
***
Sedangkan di tempat Qin Chen berada, ia melihat serangannya menghempaskan Tyrannical Great God of Chaos jauh kebelakang dengan luka-luka besar di sekujur tubuhnya.
Tyrannical Great God of Chaos tidak berharap akan menjadi seperti ini, ia tidak menduga akan berbanding terbalik dari apa yang direncanakan sebelumnya.
Awalnya rencana Tyrannical Great God of Chaos berjalan sangatlah mulus, namun saat Qin Chen berubah wujud sekarang ini, semua yang telah ia rencanakan hancur berkeping-keping.
Tubuhnya yang besar terkena serangan Qin Chen membuat tubuhnya terhempas kebelakang, hempasan tubuhnya mengakibatkan wilayah sekitarnya lenyap terhantam oleh tubuh besarnya.
Lenyap dan peradaban, Qin Chen memandangnya dengan mata seolah-olah tidak berarti meksipun tanah Surga terbalik!
Disampingnya terdapat Permaisurinya tengah berdiri dengan luka-luka tubuhnya, pakaiannya tampak beberapa sobekan, luka luar maupun dalam terlihat jelas di mata Qin Chen.
Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Permaisurinya, matanya langsung mensinkronisasikan apa yang ia lihat sekarang, segala sesuatu yang disembunyikan ia lihat.
Sikapnya yang tenang membuat Permaisurinya menjadi gugup untuk berbicara, ia secara langsung meletakkan tangan kanannya di atas kepala Permaisurinya, sambil menyembuhkan luka dalam maupun luar.
"Aku sudah mengatakan sebelumnya, musuh yang ku hadapi sekarang ini bukanlah tandingan bagi Dewa dari Alam Surga." Qin Chen berbicara dengan nada kecil kepadanya. "Sekarang, coba kamu lihat dirimu! Kamu terluka bukan?!" Ia lalu memarahi Permaisurinya yang keras kepala untuk membantunya.
Ia terkejut mendengar perkataan Qin Chen seperti marah kepadanya, ia terdiam dengan genangan air mata dibawah kelopak matanya, melihat Qin Chen dengan pandangan sedih sambil berkata. "Aku ... Aku hanya ingin membantu, jangan marahi aku ... "
Qin Chen melihat Permaisurinya hampir meneteskan air mata, namun ini semua ia lakukan agar orang yang ia sayangi tidak terluka. "Lihat kondisimu! Kamu memaksakan diri untuk membantuku, kamu sudah tahu akan perbandingan kekuatan kamu dengannya, bagaimana jika kamu terluka? Siapa yang akan membantumu!" Bentak Qin Chen dengan suara sedikit keras.
Hembusan angin mulai menyapu rambutnya yang panjang kebelakang, air matanya mengalir membasahi wajahnya karena tidak bisa lagi menahanya. Ia merasa bersalah, karena menjadi bebannya dalam pertarungan kali ini.
Semua yang ia lakukan karena dia ingin bersanding dan membantu orang yang ia cintai, ia mengabaikan konsekuensi yang akan ia dapatkan, namun pada akhirnya ia membuat Qin Chen harus melindunginya.
Qin Chen tidak asal memarahinya, karena dirinya tidak ingin membuat Permaisurinya terluka, sama seperti di dalam ingatan yang ia dapatkan sebelumnya. Di sisi Permaisurinya, ia mulai berbicara. "Aku tidak apa-apa, itu hanya luka biasa."
Mendengar hal tersebut, Qin Chen mengertak giginya dengan kesal. "Luka biasa? Bagaimana jika serangan tadi mengenaimu! Apa itu masih di bilang luka biasa?!" Sekali lagi Qin Chen membentaknya.
Ia lalu memejamkan matanya sedikit memiringkan kepala ke kiri sambil tersenyum kepada Qin Chen, senyumannya begitu tulus sehingga membuat Qin Chen semakin kesal!
"Meskipun aku mati di serangan sebelumnya, aku tidak apa-apa ... Karena aku bisa melihatmu setelah lima ribu tahun lamanya." Balasnya dengan senyuman manis begitu tulus memberikan segalanya demi satu orang.
Sekali lagi, Qin Chen mendengar perkataannya begitu tulus membuat ia semakin kesal, ia mengertak giginya karena melihat Permaisurinya seperti tidak memiliki tujuan hidup, semuanya ia berikan untuk dirinya.
Bahkan ia tidak takut mati setelah semua yang ia lalui, hal tersebutlah membuat Qin Chen kesal dan marah, kehidupannya masihlah panjang, bagaimana dengan begitu mudahnya memberikan nyawanya demi dirinya.
Semuanya tampak sama seperti dalam ingatannya, ada satu gadis cantik mengatakan bahwa dirinya adalah pelindungnya, namun apa kenyataannya? Ia bahkan tidak mampu melindunginya di saat gadis tersebut membutuhkan bantuannya.
Mendapatkan ingatan dirinya membuat luka di hatinya kembali, ia secara perlahan menurunkan tangannya sampai tepat di pipi Permaisuri, lalu secara lembut menghapus air mata yang berharga tersebut.
"Aku tidak bermaksud membuatmu menangis," ia menghapus kedua air matanya dengan jarinya. "Aku hanya takut kehilanganmu, membuatmu bersedih membuatku terluka, air matamu sangatlah berharga bagiku ...
Tidak ada yang berharga selain melihatmu tersenyum, meksipun Langit dan Bumi terbalik, pandanganku tidak akan teralihkan oleh keajaiban tersebut, tetaplah dibelakang, sehingga aku bisa melindungimu." Dengan tulus Qin Chen mengatakannya kepada Permaisurinya.
Mendengar pernyataan tulus dari Qin Chen, ia perlahan menundukkan kepalanya dan menyenderkan tubuhnya di depan dada Qin Chen. Merangkul tubuhnya dan memeluknya dengan erat seakan-akan tidak ingin melepaskannya lagi.
Qin Chen melihat tindakannya sekarang ini, kini menggerakkan tangan kirinya menyentuh pinggang Permaisurinya, menariknya kedalam pelukan hangatnya.
"Hati-hati ... "
Suara Permaisurinya terdengar kecil, namun suaranya mengkhawatirkan keadaan Qin Chen. Mendengar hal tersebut, Qin Chen mengangkat tangan kanannya, menggenggam Ruang Kosong di atas telapak tangannya mencoba menyudutkan Tyrannical Great God of Chaos!
...
*See You Again :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Ana Dasuki
keren
2022-06-25
0
x
yok Kuatinn lgii thorrr
2022-04-21
2
kakek sugiono
cimungut
2022-04-12
2