Karena sudah terlalu lama aku berada diluar aku pun segera masuk kedalam rumah dan sepertinya bapak-bapak yang malam ini bertugas ronda pun tampak akan melewati rumah,aku tak ingin mereka menganggapku gila karena berbicara dan tertawa sendirian hehe
"Ya sudah aku masuk dulu ya,sudah malam juga"ucapku pada ketiga teman gaibku
Mereka semua mengangguk "Baiklah"
Aku langsung menuju kamar dengan langkah yang sangat hati-hati tapi tiba-tiba tepukan seseorang pada pundak ku membuatku kaget
"Astaghfirullah,siapa itu"ucapku dengan pelan,aku takut kalau itu adalah maling
"Kamu dari mana sih?"suara seseorang yang aku kenali
Aku bernafas lega "Huh Alhamdulillah,ih ayah ngagetin Runi aja sih"
"Lagian kamu ngapain jam segini masih belum tidur,memangnya besok ndak sekolah?"
"Ah itu yah em apa ayah lupa kalau besok tanggal merah?dan Aruni baru saja dari dapur yah"ucapku setenang mungkin agar tidak membuat ayah curiga
"Ah iya ayah lupa kalau besok tanggal merah,ya sudahlah sana pergi kekamar tidur.walaupun besok tanggal merah kamu itu ndak boleh begadang seperti ini Aruni"ucap ayah panjang lebar
"Nggih ayah ngapunten"(iya ayah maaf) ucapku sambil menundukkan kepala
Ayah hanya menggelengkan kepala "Ya sudah sana masuk,ayah juga mau tidur lagi"
Aku menganggukkan kepala "Iya ayah"
Akupun segera masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhku di ranjang tepat disamping Anin yang sudah masuk dalam ke alam mimpi
-
Sedangkan Sander, uwo-uwo, dan cong-cong sedang duduk-duduk diatas genting sambil memandang langit
"Aku sangat senang malam ini,akhirnya aku bisa bergabung dengan kalian dan bisa berteman dengan Aruni"ucap cong-cong yang sedang menatap arah langit
Uwo-uwo tersenyum "Aku juga senang waktu pertama kali Aruni mau membantuku menjadi jin muslim dan menjadikanku teman.dia itu gadis baik hati,aku berjanji akan menjaganya selama ia hidup"ucap uwo-uwo
"Kita semua beruntung bisa mendapatkan teman indigo seperti Aruni,selain dia baik,sholeh,dia juga suka sekali membantu orang.Berkat dia aku sudah tak lagi nongkrong di kamar mandi sekolah hehe"ucap Sander sambil tersenyum
Uwo-uwo dan cong-cong hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum
"Mari kita buat kesepakatan"ucap uwo-uwo tiba-tiba
"Kesepakatan?"ucap Sander sambil mengerutkan keningnya
"Ehem,kita berjanji tidak akan pernah meninggalkan Aruni dalam kondisi apapun dan akan selalu ada disampingnya"ucap uwo-uwo
"Cih tanpa perjanjian itu pun aku akan tetap melakukannya"ucap Sander dengan tingkah tengilnya
Cong-cong hanya menikmati pertengkaran kecil antara hantu bule kecil dengan makhluk besar berbulu itu,ia menggelengkan kepala sambil tersenyum manis
"Ah akhirnya aku merasakan kehangatan lagi seperti ini,tidak kesepian lagi"ucap cong-cong dalam hati
"Aku hanya butuh jawaban iya aku setuju hantu bule,kenapa kau menyebalkan sekali hah"uwo-uwo itu kesal dengan tingkah tengil sang teman
"Iya aku setuju,puas kau puas hah"ucap Sa der didepan muka uwo-uwo 🤣
Uwo-uwo mendorong muka Sander dari hadapannya dengan tangannya yang besar
"Mulutmu bau bangkai tikus tahu"ucapnya sambil menutup hidungnya dengan kedua tangan
"Hei kau fikir badanmu itu tidak bau ya,bahkan bau badanmu itu sangat parahhh"teriak Sander dengan kesal khas ala anak kecil
"Lihatlah Cong tingkahnya,cih seperti anak kecil saja"ucap uwo-uwo
"Kau buta ya?dia kan memang anak kecil wo"ucap cong-cong sambil terkekeh
"Dasar bo**h memang bo**h.. siapa??? uwo-uwo lah"ucap Sander sambil menari ala-ala bocah yang sedang menyanyikan yel-yel
Uwo-uwo hanya membalikan bola matanya "Jadi bagaimana kalian setuju tidak dengan kesepakatan yang aku buat tadi?"tanya uwo-uwo
"Iya-iya kami setuju,sangat cerewet seperti wanita"ucap Sander
uwo-uwo menjitak kepala Sander karena saking geramnya "Lalu bagaimana denganmu Cong?"tanya uwo-uwo pada cong-cong
Cong-cong mengangguk-anggukkan kepala "Sudah lasti aku setuju wo"
-
Pagi harinya aku terbangun saat suara adzan subuh berkumandang,akupun lantas membangunkan Anin untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah
"Hei nin, bangun sudah subuh"ucapku sambil menggoyangkan pundak Anin,namun ia tak kunjung bangun.beberapa kali aku mencoba membangunkannya tetapi ia masih terus tidur
"Siram saja dia dengan air agar cepat bangun"ucap Sander yang tiba-tiba muncul di sebelahku
Aku terkekeh "Nanti aku yang harus membersihkan spreinya"
"Heh bangun cepatttttttt"ucapku sedikit berteriak dan menggoyang-goyangkan ranjang kasurnya
Akhirnya ia pun terbangun "Eh Ya Allah gempa gempa gempa"ucap Anin dengan muka panik
Aku dan Sander tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Anin yang terkejut seperti itu
"Gempa apa hah?"tanyaku masih dengan tertawa
"Ih kamu tuh ya tega banget jahilin aku"ucap Anin dengan muka cemberut
"Lagian siapa suruh dibangunin ndak bangun-bangun,sudah cepat ambil wudhu sana sudah ditunggu sama semua orang lho buat jamaah"ucapku sambil mengambil mukena didalam lemari
"Iya-iya sebentar lagi"ucap Anin sambil berjalan keluar kamar menuju kamar mandi
Setelah Anin selesai wudhu ia langsung menghampiri kami mushola rumah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.Setalah selesai aku dan Anin membantu ibu dan budhe menyiapkan makanan untuk sarapan pagi.setelah selesai mempersiapkan makanan untuk sarapan aku bergegas menuju kamar mandi untuk mandi.
Seharian ini kami hanya berada dirumah,hanya ayah saja yang tetap bekerja walaupun ditanggal merah
Aku hanya menonton drama kesukaanku dikamar kadang juga berbalas pesan dengan mas Genta hehe
"Cie yang lagi kasmarun"ucap Sander yang tiba-tiba muncul di sebelahku diikuti oleh uwo-uwo dan cong-cong
"Kasmaran bo**h"ucap cong-cong
"Mulut mulut siapa?"ucap Sander
"Ya mulutmu lah"jawab cong-cong
"Ya sudah terserah aku mau bilang apa"ucapnya dengan gaya tengil andalannya
Aku hanya menggelengkan kepala
"Jadi kau benar-benar menjalin hubungan dengan Genta, Aruni?tanya uwo-uwo
"Hah hubungan apa?aku dan dia kan memang sudah berteman dari kecil,itu saja"jawabku dengan sedikit gugup
"Orang yang berbohong itu terlihat dari caranya berbicara"ucap Sander
"Hei kau ini bilang apa hah?"ucapku sedikit kesal
"Apa?memangnya aku bilang apa?"elak Sander
"Genta itu siapa?"tanya cong-cong
"Dia teman kecilku tetapi sampai sekarang kami masih berteman dan menjalin komunikasi dengan baik,bahkan lebih dekat dari dulu"ucapku dengan pipi yang merah merona karena menahan malu
"Asekkk roman-romannya bentar lagi ganti status nih bund"goda Sander
"Diam kamuu,aku tak berbicara denganmu"ucapku pada Sander
"Ibu negara sedang sensian,ampun suhu"ucap Sander membuatku terkekeh
"Oh iya cong kau ini kan tubuhnya ditutupi dengan kain kafan,lalu bagaimana caranya kamu mengetuk-ketuk pintu rumahku dan juga pintu para warga"tanyaku penasaran pada cong-cong
Cong-cong terkekeh "Dengan menggunakan kepalaku"jawabnya sambil tersenyum
Aku yang sedang menyeruput Boba sontak memuntahkan semuanya yang ada didalam mulut
"Apa?ke kepala?apa tidak sakit?"tanyaku dengan bergidik ngeri
"Hahaha Aruni-aruni aku ini kan hantu,tidak akan merasakan sakit semacam itu lagi"jawab cong-cong dengan tawa yang terbahak-bahak
"Ah begitu ya hehe"aku menggaruk kepalaku yang tak gatal
🍂
🍂
🍂
🍂
Stay tune readers kuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa kalau mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa like,komen,sama bunganya yaaaa 🍅🍓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments