Beberapa hari berlalu setelah aku mendapatkan teman gaib baru yaitu, uwo-uwo xixi
Suasana malam desa ini sedikit berbeda dengan yang lain,biasanya jam 8 malam orang-orang masih berlalu lalang dijalan bahkan anak-anak yang biasanya bermain dihalaman rumah mereka pun tampak sepi
Aku yang sedang berada didalam kamar bersama Anin pun merasa heran
"Kok malam ini kaya sepi gitu ya nin"ucapku pada Anin yang sedang bermain ponsel
Anin menoleh ke arahku "Iya nih ndak tau kenapa biasanya juga anaknya bu Samirah jam segini lagi main-main diluar,tapi malam ini kok sepi ya?"jawab anin
"Aku juga penasaran nih kenapa ya?"
"Ah ini mungkin karena pak Bambang tadi sore meninggal,jadinya warga takut untuk keluar rumah"ucap Anin mengagetkanku
Aku mengerutkan kening "Apa hubungannya malam ini dengan kematian pak Bambang?"tanyaku pada Anin
"Kamu ndak tau ya?orang sini kan memang seperti itu, kalau ada orang meninggal malamnya mereka enggan untuk bepergian.Katanya sih takut ketemu arwahnya hehe"jelas Anin padaku
"Ah ngawur aja kamu ini"aku memukul bahu Anin
"Kok aku sih,ini kan juga udah turun-temurun dari dulu Aruni"
Aku memutar bola mataku "Aku mau sama Simbah aja deh" ucapku sambil beranjak dari ranjang menuju ruang tengah
"Ikutttttttt"teriak Anin yang mengikutiku dari belakang
Kulihat Simbah sedang membaca buku,ayah sedang bersantai sambil meminum secangkir kopi,sedangkan ibu dan budhe sedang menonton sinetron andalan mereka "kumenangissssss" wkwk
Aku duduk disofa disusul Anin yang ikut duduk disebelahku
"Ih apasi ikut-ikutan terus lho"ucapku pada Anin sambil mendorong tubuhnya untuk menjauh dariku
Anin melengos "Biarin"ucapnya sambil menjulurkan lidahnya padaku
Ayah hanya menggelengkan kepala "Kalian ini kenapa sih?kadang akur banget kadang jadi kaya gini"
"Tergantung suasana hati aja pakde hehe,biasalah hari ini kan mas Genta ndak ngapel kesini jadinya Aruni sedikit kesal dan aku yang jadi sasarannya"
"Bugh"aku memukul pundak Anin "Kamu ini ndak usah ngawur kalo ngomong"ucapku
"Tapi bener kan"ucapnya sambil menaik turunkan kedua alisnya
"Genta?Genta teman kalian waktu kecil?"tanya ayah
"Enggih pakde,kan dia sering kesini main kesini"
"Ohhh jadi ayah sebentar lagi mau dapat mantu nih"ucap ayah yang ikut menggodaku
"Ayahhh ih omongan Anin kok dipercaya sih"ucapku yang menahan malu
Semua orang tertawa
"Kok tumben ya malam ini sepi sekali"ucap ibu
"Biasa mbak,pak Bambang kan tadi sore meninggal ya malamnya warga ndak berani keluar rumah"jawab budhe
"Oh iyo-iyo aku baru ingat"
Saat kami semua sedang bersantai sambil menonton TV, tiba-tiba saja ada yang mengetuk-ketuk pintu depan
Tok....
Tok....
Tok....
"Siapa yang malam-malam begini bertamu?"ucap budhe
"Lho katanya warga ndak berani keluar kok ini ada yang ketok-ketok pintu sih?"ucapku heran
"Ndak tau nduk sebentar biar budhe yang ngecek keluar"ucap budhe sambil berjalan menuju pintu depan
Setelah membuka pintu budhe clingak-clinguk melihat sekeliling,tak ada orang disana
"Sinten nggih?"(siapa ya?)
Hening tak ada jawaban,budhe pun kembali masuk kedalam rumah sambil menutup pintu
"Siapa nduk?"tanya Simbah putri
"Ndak tau bu,pas dibuka pintunya ndak ada orang sama sekali didepan"jelas budhe sambil duduk
"Jangan-jangan yang tadi ketok-ketok pintu hantunya pak Bambang lagi hihhhh"ucap Anin sambil memeluk erat tubuhk
Aku memukul pundak Anin "Ngawur aja kamu,ya ndak mungkin lah"
"Sudah-sudah mungkin orangnya keburu pergi karena tadi kan sedikit lama ibumu membukakan pintu nin"ucap Simbah
Kami memanggut-manggut dan mencoba berfikir positif, beberapa saat kemudian pintu kembali diketuk
Tok...
Tok...
Tok...
"Lho ada yang ngetok lagi,siapa sih?"ucap budhe dengan kesal
"Em budhe biar Anin saja yang periksa kedepan ya"ucapku pada budhe
"Yasudah nduk hati-hati ya"
Aku menganggukkan kepala dan segera berjalan menuju arah depan,saat aku membuka pintu lagi-lagi tak ada siapapun disana
"Siapa ya?maaf sedikit lama membukakan pintunya"ucapku
Hening lagi-lagi tak ada jawaban,akupun berdecak kesal
"Ndak usah main-main deh,jahil banget sih ketok-ketok pintu rumah orang"ucapku kesal
"Hei Aruni kecilkan suaramu"ucap Sander yang tiba-tiba sudah berada di dekatku bersama uwo-uwo
"Ya lagian kaya ndak ada kerjaan saja malam-malam begini ketok-ketok pintu rumah orang"
"Buka manusia yang tadi mengetok pintu rumah"ucap uwo-uwo mengagetkanku
"Hah?ma maksutnya bukan manusia?"
"Pocong tadi yang mengetuk pintu rumahmu"ucap Sander dengan santai
"Po Po pocong? bagaimana bisa dia mengetok pintu sedangkan semua badannya saja ditutup kain kafan"ucapku tidak percaya
"Ya entahlah memang seperti itu yang sebenarnya terjadi"
Aku masih tak percaya dengan Sander dan uwo-uwo
"Sudah-sudah lebih baik kamu masuk kedalam sekarang Aruni,itu hanya pocong yang jahil saja"ucap uwo-uwo
Aku menganggukkan kepala "baiklah"
"Ingat jangan ceritakan pada keluargamu kalau yang tadi mengetuk pintu itu pocong,aku jamin nanti saudaramu yang menyebalkan itu akan pingsan jika mendengar hal ini"ucap Sander kepadaku
Aku terkekeh "Iya-iya aku tak akan menceritakannya"
Akupun segera masuk kedalam saat aku akan menutup pintu,tak sengaja aku melihat sesosok pocong yang sedang berdiri dibelakang pohon mangga milik simbah.Dia sedang melihat kearah ku sambil tersenyum, seakan-akan ia ketahuan melakukan sesuatu
Aku menggelengkan kepala "Dasar hantu jahil"
Aku segera menuju ke ruang tengah
"Kok lama nduk?siapa yang mengetuk pintu tadi?"tanya ibu padaku
"Jangan-jangan mas Genta ya?makanya kamu lama"ucap Anin
"Mulai-mulai deh ngawurnya"ucapku sambil melirik tajam kearah Anin dan ia hanya terkekeh
"Em itu bu ndak ada siapa-siapa kok,tadi Aruni lama karena mengecek ke samping rumah juga takutnya maling"ucapku berbohong pada ibu
"Oh begitu,siapa sih yang iseng ketok-ketok pintu kaya gitu?"ucap ibuku dengan kesal
"Entahlah bu mungkin hanya orang jahil saja"ucapku sambil menenangkan ibu
"Iya bener mungkin hanya orang jahil,sudah ndak usah dipikirkan lagi"ucap ayah
"Sudah-sudah kita pergi tidur saja,lagian ini sudah larut malam"ucap Simbah
Kamipun segera masuk kedalam kamar masing-masing, Alhamdulillah sampai tidak ada gangguan orang mengetuk pintu lagi
Hari ini adalah hari Minggu,jadi aku dan Anin tidak pergi kesekolah, kamipun ikut ibu dan budhe ke pasar untuk berbelanja keperluan dapur.saat melewati segerombolan ibu-ibu yang tengah membicarakan sesuatu,ibu dan budhe berhenti
"Walah pagi-pagi sudah pada gosip saja yaa"ucap budhe
"Eh mbak Ratih,bukan gosip mbak tapi lagi ngomongin ini lho yang masalah semalam"ucap yu Darni
"Semalam?memangnya ada apa?"tanya ibu
"Memangnya rumahnya Simbah Gentari tidak di ketok-ketok ya sama seseorang?tapi pas dilihat kedepan tidak ada siapa-siapa,nah ini semua warga sedang geger mbak"jelas yu sinem
"Oh masalah itu,saya kira hanya rumah kami saja yang diketuk-ketuk ternyata semua warga juga to?tanya budhe
"Iya lho,jadi geger semuanya"ucap yu marti
"Apa jangan-jangan itu arwahnya pak Bambang ya yu?"ucap yu Darni
"Hust jangan asal ngomong gitu yu,enak nanti kalau didengar keluarganya almarhum pak Bambang"ucap ibu
"Hehe iya mbak maaf"ucap yu Darni
"Ya sudah ya kami pamit dulu mau ke pasar"ucap budhe
"Nggih ati-ati mbak"ucap semua ibu-ibu yang tengah berkumpul tadi
"Kenapa pocong tadi malam jahil sekali ya?aku kira dia hanya mengetuk pintu rumahku ternyata semua warga juga ia ketuk"ucapku dalam hati
"Kita harus menyelidikinya"ucap Sander
"Hm aku rasa memang begitu,baikah nanti kita akan menyelidikinya"ucapku penuh semangat kepada Sander
"Jangan lupa kau ajak juga kekasihmu itu"ucap uwo-uwo
"Kekasihku?siapa?"jawabku dengan bingung
"Genta"ucap uwo-uwo dan Sander secara bersama-sama
Aku hanya tersenyum dengan pipi yang merah merona karena malu
🍂
🍂
🍂
🍂
Stay tune readerskuuuuu 💗💗💗
Follow Ig author yaa @putriirzkaa yang mau difollback DM aja xixi
Jangan lupa juga like,komen,dan bunganya jugaa 🍅🍓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
나의 햇살
Aruni bukan Anin
2022-11-23
3