Genderuwo Hijrah

Setelah sampai dirumah aku dan Anin segera masuk kedalam rumah,pas sekali ibu dan budhe sedang menyiapkan makanan untuk makan siang.

"Assalamualaikum"ucapku dan Anin bersamaan

"Waalaikumsalam,eh sudah pulang nduk?"tanya budhe

"Iya budhe,Simbah mana?"tanyaku

"Sedang dikamar mandi,sudah sana ganti baju dulu lalu kita makan siang bersama"ucapnya padaku dan Anin

Aku dan Anin menganggukkan kepala dan menuju kedalam kamar,setelah beberapa saat aku dan Anin keluar dan langsung menuju ke meja makan.

"Gimana hari pertamamu sekolah nduk?lancar?"tanya Simbah padaku

Aku menganggukkan kepala "Alhamdulillah semuanya lancar"jawabku sambil tersenyum

"Simbah tau Ndak,tadi waktu baru akan masuk ke kelas semua laki-laki langsung menatap Aruni dengan mulut yang menganga,huh seperti tidak pernah melihat gadis cantik saja"cerita Anin kepada Simbah

"Siapa dulu dong ibunya"ucap ibu dengan bangga

"Siapa dulu simbahnya"kini giliran Simbah

"Dan siapa dulu budhenya"dan budhe tak mau ketinggalan

Aku dan Anin terkekeh

"Aruni aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu"ucap Sander saat aku sedang makan

"Em baik tapi tunggu aku selesai makan dulu ya"ucapku dalam hati

Setelah selesai makan aku izin kepada ibu untuk jalan-jalan disekitar rumah

Tujuanku keluar karena ini adalah permintaan dari Sander,ia tak ingin diganggu oleh Anin katanya hihi

Cukup lama aku berjalan hingga sampailah aku disebuah taman

"Disini saja ya,disini juga tidak ada orang"ucapku sambil melirik ke arah Sander

"Baiklah"

"Lagain apa sih yang ingin kau bicarakan denganku,begitu penting kah?"tanyaku penasaran

"Ini tentang si uwo-uwo"ucap Sander padaku

"Uwo-uwo?genderuwo yang menjadi media penglaris pedagang mie ayam itu?"

Sander menganggukkan kepalanya "Dia ingin meminta pertolonganmu"ucap Sander dengan penuh keseriusan

"Pertolonganku?ada apa dengannya?"

"Dia ingin menyudahi perjanjian antara dirinya dengan pedagang itu"jelasnya padaku

"Hah?ingin menyudahi perjanjian?kok aneh sih,biasanya kan orang yang ingin memutus perjanjian semacam itu tetapi kenapa ini malah jin nya?"tanyaku dengan penuh kebingungan

"Hal itulah yang ingin aku ceritakan kepadamu Aruni"

Aku mengerutkan keningku "ya sudah ceritakan cepatttt"ucapku yang semakin penasaran dengan sang genderuwo itu

"Kau tahu kan aku ini sudah lama tinggal di sekolahan mu itu.."

Aku menggelengkan kepala

"Dua tahun lalu aku tidak sengaja melihat uwo-uwo itu dikantin,aku lihat dia sedang menjilati mangkuk-mangkuk.Aku awalnya hanya melihatnya saja dari kejauhan mungkin lama-lama uwo-uwo itu sadar akan kehadiranku,suatu hari dia memanggilku untuk mendekat ke arahnya

Flashback kisah uwo-uwo & Sander

Hari itu seperti biasa,aku berjalan-jalan diarea sekolah dan selalu mengintip dari balik dinding kantin untuk melihat sesosok makhluk besar berbulu itu,mungkin karena aku terlalu sering secara diam-diam mengintipnya makhluk itupun sadar akan kelakuanku

"Hei hantu bule kemarilah"ucap makhluk besar berbulu itu

Aku tersentak kaget mendengarnya berbicara padaku,meskipun aku dan dia sama-sama makhluk halus aku tetap saja takut waktu dia memanggilku karena level kami jelas-jelas sangat berbeda,bisa dibilang dia itu senior sedangkan aku ini junior

"Tidak usah takut seperti itu,cepat kemarilah"ucapnya lagi

Dengan langkah ragu akupun menghampirinya yang sedang duduk diatas dinding belakang warung mie ayam itu

"Ke ke kenapa kau memanggil ku"ucapku dengan gugup

"Hahaha kau ini kenapa sepertinya sangat takut ketika aku memanggilmu,tenang saja aku ini baik.Aku sering melihatmu mengintip ku dari balik dinding itu"

"Maaf jika mengganggumu"

"Sangat tidak menganggu,aku senang aku ada teman"

"Teman?"ucapku bingung

"Heem,bisakah kita berteman sekarang?aku sangat kesepian sendirian seperti ini"

Aku tersenyum "Tidak masalah"

Setelah cukup lama kami berbincang,akupun sudah tak takut lagi dengannya karena aku merasa dia itu makhluk baik,meskipun dia digunakan untuk media penglaris

"Kau ini makhluk baik,tapi kenapa kau mau menjai budak manusia seperti itu?"tanyaku pada genderuwo

Dia tersenyum "aku terpaksa melakukan itu karena sesuatu hal,tetapi sekarang aku menyesal dan aku berfikir ingin berhenti menjalani perjanjian-perjanjian semacam ini dengan manusia"ucapnya sambil memandang ke arah depan

"Kenapa kau ingin berhenti?bukannya kau senang ya ada orang yang menggunakan jasamu?"

"Awalnya aku berfikir demikian tetapi lama-kelamaan aku jengah dengan semua ini.aku sempat berfikir untuk menjadi jin muslim,tetapi aku tidak tahu siapa yang akan menolongku"

"Lalu bagaimana dengan manusia yang melakukan perjanjian denganmu?em maksutku nasib mereka?"

"Itu masalah kecil bagiku,aku bisa meminta temanku untuk menggantikan posisi ku"

"Ah begitu,aku mendukungmu jika kau ingin berubah dan menjadi jin muslim"

"Aku berharap suatu saat aku akan dipertemukan oleh seseorang yang dapat membantuku menjadi jin muslim"

"Semoga keinginanmu terwujud genderuwo"ucapku sambil menepuk pundak yang penuh bulu tersebut

"Jangan memanggilku genderuwo,panggil aku uwo-uwo"

pintanya padaku

"Aku rasa nama itu terlalu imut untuk makhluk sepertimu" (Sander ceplas-ceplos banget ye 😭)

"Kau tak menyadari itu?aku ini memang imut"ucap genderuwo itu sambi mengedip-ngedipkan matanya

"Aku ingin muntah mendengarnya"

"Hahaha sudahlah panggil aku uwo-uwo mulai sekarang"

Aku menganggukkan kepala sambi tersenyum

Flashback off

"Ah jadi begitu ceritanya,aku terharu dengan niat si uwo-uwo itu Sander"ucapku pada Sander

"Maka dari itu,saat dia melihatmu tadi dikantin dia ingin meminta pertolonganmu untuk membantunya menjadi jin muslim Aruni.Karena dia tahu kau itu gadis istimewa"

"Baiklah aku akan membantunya,kapan?"

"Sekarang juga bisa,aku akan memanggilnya kesini"

"Em baik cepatlah"

Setelah bertemu dengan si uwo-uwo itu,Aruni mulai membantunya untuk menjadi jin muslim,menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengajari makhluk itu banyak hal

"Ternyata kau itu berhati lembut ya sangat berbeda dengan mukamu hehe"ucapku pada uwo-uwo

"Don't judge a book by the cover"ucapnya sambil membusungkan dadanya

"Darimana dia belajar bahasa Inggris hah?"tanyaku pada Sander

"Aku yang mengajari"ucapnya dengan tengil

Aku menggelengkan kepala "mulai deh penyakit tengilnya,wo nanti kamu jangan ikutan tengil seperti dirinya ya"ucapku sambil melirik ke arah Sander

Sander menjulurkan lidahnya padaku

"Hahaha tergantung sih,em Aruni bisakah aku ikut tinggal denganmu?em maksutnya aku ingin seperti Sander Aruni"pinta uwo-uwo padaku

"Em tinggal bersamaku?bagaimana ya?"aku pura-pura berfikir,sebenarnya aku tidak keberatan tetapi hanya sedang menjahilinya saja, kapan lagi kan bisa jahilin hantu hehe

"Kumohon boleh yaa"pintanya dengan mata yang berbinar-binar

"Hei kenapa matamu itu?menjijikan sekali"ucap Sander yang bergidik melihat sesosok makhluk besar berbulu sedang memohon dengan tatapan seperti seorang perempuan yang merengek meminta seblak

"Hahaha kau ini tidak boleh seperti itu Sander"ucapku pada Sander

"Iya-iya kau boleh ikut denganku"ucapku sambil tersenyum pada uwo-uwo

"Ah terimakasih Aruni,aku berjanji akan menjagamu dari orang-orang maupun makhluk-makhluk yang berniat jahat kepadamu"ucapnya dengan serius

Aku tersenyum "Terimakasih,tapi aku minta kau jangan menampakkan wujudmu pada orang rumhku ataupun tetangga-tetangga ku,kasihan mereka"

"Baiklah seperti keinginanmu"

"Cih sudah seperti ojek online saja"goda Sander pada uwo-uwo

Aku menggelengkan kepalanya "sudah-sudah,aku ingin pulang sekarang sudah terlalu lama aku keluar"ucapku sambil berdiri

Akupun pergi pulang kerumah diiringi Sander dan uwo-uwo yang terbang melesat diatasku

🍂

🍂

🍂

🍂

Wih makin banyak aja nih temannya Aruni,next siapa lagi yaa???

Stay tune !! 🍅🍓

Jangan lupa like,komen,dan juga bunganya yaa xixi

Terpopuler

Comments

Jurinto Raharjo

Jurinto Raharjo

laannjjooottt tthhhoooeerrr...

2022-03-15

6

lihat semua
Episodes
1 Pindah
2 Anin,kangen!
3 Sudah terbuka
4 Adaptasi
5 Daftar sekolah
6 Tentang Sander
7 Leluhur
8 Visual
9 Hantu Lastri
10 Bertemu Genta
11 Barang bukti
12 Sidik jari
13 Menjelaskan
14 Terungkap
15 Hari pertama sekolah
16 Genderuwo Hijrah
17 Memperkenalkan
18 Pocong caper
19 Pocong caper 2
20 Welcome to the genk cong-cong!
21 Kedatangan mas Genta
22 Bukan up
23 Misi pertama the ghost genk
24 Tentang pak Karman
25 Kekhawatiran keluarga
26 Mengintai
27 Mengintai 2
28 Iba.
29 Sikap Alif.
30 Kecurigaan Alif
31 Anak yang kuat
32 Tak yakin
33 Mimpi simbah
34 Sehelai rambut
35 Sehelai rambut 2
36 Mendapatkannya
37 Serangan pertama
38 Gagal
39 Perubahan Sikap Alif
40 The ghost genk genit
41 Teman Baru
42 Kecemburuan Genta
43 Bimbang
44 Pergi Dengan Alif
45 Genta tau
46 Sikap Yang Berbeda
47 Ancaman Ki Braha
48 Berbaikan
49 Ketulusan Hati Alif
50 Kejujuran Raka
51 Alasan
52 Berkunjung
53 Kemarahan Ki Braha
54 Kemarahan Ki Braha 2
55 Menceritakan semuanya
56 Galau
57 Jadi Bagaimana?
58 Terkapar Tak Berdaya
59 Titik Lemah Ki Braha
60 Siuman
61 Sedikit Tentang Keluarga Jin
62 Lengah
63 Jangan Ngeyel
64 Perjuangan Uwo-uwo
65 Tentang Perasaan
66 Menyiapkan Strategi Terbaik
67 Sander Hantu Shamming!
68 Ucapan Terimakasih Pak Karman
69 Sander Rindu Mami Papi
70 Berhasil
71 Siap Menyerang Raja Jin!
72 Aruni Diculik!
73 Paniknya Keluarga
74 Pergi Ke Alam Jin
75 Berperang
76 Musnah
77 Kembali Pulang
78 Bertemu Keluarga
79 Menentukan Pilihan~ END
80 UCAPAN TERIMAKASIH~
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Pindah
2
Anin,kangen!
3
Sudah terbuka
4
Adaptasi
5
Daftar sekolah
6
Tentang Sander
7
Leluhur
8
Visual
9
Hantu Lastri
10
Bertemu Genta
11
Barang bukti
12
Sidik jari
13
Menjelaskan
14
Terungkap
15
Hari pertama sekolah
16
Genderuwo Hijrah
17
Memperkenalkan
18
Pocong caper
19
Pocong caper 2
20
Welcome to the genk cong-cong!
21
Kedatangan mas Genta
22
Bukan up
23
Misi pertama the ghost genk
24
Tentang pak Karman
25
Kekhawatiran keluarga
26
Mengintai
27
Mengintai 2
28
Iba.
29
Sikap Alif.
30
Kecurigaan Alif
31
Anak yang kuat
32
Tak yakin
33
Mimpi simbah
34
Sehelai rambut
35
Sehelai rambut 2
36
Mendapatkannya
37
Serangan pertama
38
Gagal
39
Perubahan Sikap Alif
40
The ghost genk genit
41
Teman Baru
42
Kecemburuan Genta
43
Bimbang
44
Pergi Dengan Alif
45
Genta tau
46
Sikap Yang Berbeda
47
Ancaman Ki Braha
48
Berbaikan
49
Ketulusan Hati Alif
50
Kejujuran Raka
51
Alasan
52
Berkunjung
53
Kemarahan Ki Braha
54
Kemarahan Ki Braha 2
55
Menceritakan semuanya
56
Galau
57
Jadi Bagaimana?
58
Terkapar Tak Berdaya
59
Titik Lemah Ki Braha
60
Siuman
61
Sedikit Tentang Keluarga Jin
62
Lengah
63
Jangan Ngeyel
64
Perjuangan Uwo-uwo
65
Tentang Perasaan
66
Menyiapkan Strategi Terbaik
67
Sander Hantu Shamming!
68
Ucapan Terimakasih Pak Karman
69
Sander Rindu Mami Papi
70
Berhasil
71
Siap Menyerang Raja Jin!
72
Aruni Diculik!
73
Paniknya Keluarga
74
Pergi Ke Alam Jin
75
Berperang
76
Musnah
77
Kembali Pulang
78
Bertemu Keluarga
79
Menentukan Pilihan~ END
80
UCAPAN TERIMAKASIH~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!