Beberapa hari setelah kasus Lastri selesai,aku dan Anin mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk sekolah
karena besok aku dan Anin sudah mulai pembelajaran.
Saat aku sedang menata buku-buku dan Anin menyetrika seragam sekolah, tiba-tiba saja Sander mendekat kearah kami
"Kau sedang mempersiapkan untuk sekolah besok ya?"tanya Sander kepadaku
Aku menganggukkan kepala "Heem,apakah kau besok mau ikut denganku?"
Anin menoleh ke arahku "Tiba-tiba aku meriding dan kau berbicara sendiri,aku curiga pasti teman hantumu itu ada disini ya Run?"selidik Anin
"Iya tuh lagi duduk dijendela"ucapku sambil menunjuk ke arah jendela
Anin hanya ber oh ria dan mulai melanjutkan menyetrika seragam
"Huh dasar mengganggu saja"gerutu Sander
Aku menggelengkan kepala sambil terkekeh "Bagaimana?besok kau mau ikut?"tanyaku lagi pada Sander
"Tentu saja aku akan ikut kemanapun kau pergi Aruni
karena menjagamu adalah tugasku,dan aku juga ingin bernostalgia disana hehe"ucap Sander dengan tersenyum
"Nostalgia?"
"Heem,ingin duduk-duduk santai di toilet sekolah"dia terkekeh
"Dasar hantu bule tengil"ucapku pada Sander
Sander terus melesat pergi keluar sambil menjulurkan lidahnya padaku,huh dasar hacil (hantu kecil) hihii
-
Pagi harinya aku dan Aruni sudah bersiap untuk pergi sekolah, kamipun segera pamit ke Simbah,ibu,dan juga budhe.
Ah iya yang mungkin bertanya-tanya dimana ayahku,kenapa ia jarang sekali muncul yaa karena dia sedang kerja lembur bagai kuda xixi
"Aruni sama Anin berangkat ya, assalamualaikum"pamitku pada semua orang,tak lupa aku dan Anin mencium punggung tangan simbah,ibu,dan budhe Ratih
"Waalaikumsalam hati-hati ya nduk"
"Nggih mbah"jawabku dan Anin
Anin mulai melajukan motor maticnya ke arah sekolah.
sangat indah memang pemandangan pagi didesa, burung-burung terbang kesana-kemari,para petani yang akan berangkat ke sawah,dan anak-anak sekolah dasar yang akan berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki bersama-sama
"Nanti pulangnya gantian ya kamu yang bawa motor"ucap Anin saat ditengah perjalanan
"Iya beres pokoknya"ucapku sambil memandangi pemandangan disekitar jalan
Tanpa sengaja mataku menangkap seorang pria dengan baju olahraganya,mungkin dia itu sedang lari pagi
dia menatap ke arahku,tersenyum manis
tanpa aku sadari,Anin memberhentikan motornya
"Eh mas Genta,lari pagi ya?"sapa Anin
"Heem,biasa rutinitas pagi"ucapnya sambil tersenyum manis,dan lagi-lagi senyuman itu mampu membuatku meleleh ahhhhhh manis sekaliiiii 😫😫
"Hai Aruni kau melamun ya?"ucap mas Genta sambil melambaikan tangannya didepanku
"Ha eh emm ndak mas tadii cuma sedang berfikir,takut ada barang yang tertinggal"ucapku gugup
"Biasa mas,kalo lihat cowok ganteng kan pasti gitu"ucap Anin sambil melirik ke arahku dengan senyum yang meledek
"Apalagi cowok ganteng itu yang disukai"ucap Sander tiba-tiba
"Ihh apaansi ndak kok mas ndak,Anin kan orangnya memang begitu"ucapku dengan pipi yang sudah merah merona karena malu
Mas Genta menggelengkan kepala "Kalian mau berangkat sekolah ya?"tanya mas Genta
"Iya mas hari pertama"jawab Anin
"Berarti sekarang kelas 12 kan?"tanyanya lagi
"Iya mas"jawabku
"Ya sudah berangkat gih,takutnya nanti telat semangat belajarnya ya Aruni"ucap mas Genta dan lagi-lagi dengan senyuman mautnya
"Iya mas terimakasih"
"Ehem jadi Aruni saja nih yang disemangati?"goda Anin
"Ya kamu juga"ucap mas Genta sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
Anin terkekeh "Ya sudah mas kami duluan ya,dadah"
Mas Genta tersenyum dan melambaikan tangan
10 menit kemudian aku dan Anin sudah sampai disekolah,setelah Anin memarkirkan motornya kamu segera berjalan menuju kelas.Saat berjalan menuju kelas banyak sekali laki-laki yang bertanya tentangku kepada Anin
"Wih saudaramu ya?cantik banget"
"Nin boleh lah kenalin ke aku"
"Mintain nomornya dong nin"
"Cantik banget sih"
"Pasti anak baru ya?"
Aku hanya menanggapinya dengan senyuman
"Tuh lihat para buaya SMA mawar berduri kalau melihat yang cantik-cantik pasti langsung kaya ikan dikasih makan"gerutu Anin
Aku terkekeh "Biarkan saja toh tidak mengganggu"
"Heem,yuk masuk"
Sander sudah berpamitan kepadaku untuk pergi ke toilet,dimana itu adalah tempat tinggalnya selama ia berada di sekolah ini.
Akupun dengan senang hati memberikan ia pergi kesana
Aku memilih kursi baris ke 3 dari depan,agar tidak terlalu depan dan juga tidak terlalu ke belakang hihi.
Dan Anin,ia selalu ada disampingku
Bel istirahat telah berbunyi, setelah pelajaran jam bertama dan kedua selesai aku dan Anin langsung menuju ke kantin,
"Hei Sander kau dimana?"panggilku pada Sander didalam hati
"Biasa,sedang nongkrong-nongkrong didepan toilet"jawabnya
"His dasar,cepat kemari aku dan Anin sedang berada di kantin"ucapku pada Sander
"Huh mengganggu saja, iya-iya aku segera datang"
Anin memesan 2 mangkuk bakso dan 2 es jeruk untuk kita berdua.
Saat sedang menunggu pesanan bakso aku melihat satu pedagang yang sangat ramai dikerubungi oleh siswa-siswi,saat aku lihat ternyata yang dijual itu adalah mie ayam
Awalnya aku tak merasa janggal dengan itu namun tiba-tiba netraku melihat sesuatu yang sangat menjijikkan.Sesosok makhluk halus yang wujudnya menyerupai genderuwo itu sedang menjilati mangkuk-mangkuk yang akan digunakan untuk menyajikan mie ayam tersebut.
Melihat hal itu aku sampai ingin muntah,huh menjijikkan sekali
"Pedagang itu menggunakan penglaris"ucap Sander kepadaku
"Dengan genderuwo itu sebagai medianya?"tanyaku dalam hati
"Heem,aku juga pernah mengobrol dengan si uwo-uwo ituu"ucap Sander
Aku mengerutkan keningku "Uwo-uwo?siapa itu Uwo-uwo?"tanyaku pada Sander
"Genderuwo itu memintaku memanggilnya dengan nama Uwo-uwo Aruni"jelasnya
Aku terkekeh "nama dan wujud yang sangat tidak sinkron hahaha"
"Kau ini jahat sekali sih hahaha"
"Em nin,kamu pernah makan mie ayam itu?"tanyaku pada Anin sambil menunjuk pedagang mie ayam itu
"Pernah langganan malah tapi hari ini aku ingin memakan bakso saja hehe,kenapa kau mau mie ayam itu?"tanyanya kepadaku
Aku mengecilkan suaraku "Kau jangan bilang siapa-siapa ya, pedagang itu menggunakan penglaris agar dagangannya laku.kau tahu makhluk apa yang ia pelihara?sesosok genderuwo yang menjilati mangkuk-mangkuk mie ayam itu.."jelasku pada Anin
Anin yang sedang menyeruput es jeruk sontok menyemburkan es nya "Kau serius,iuwwwww berarti selama ini aku makan mie ayam itu yang bercampur dengan air liur genderuwo dong... ih jijik banget"
Sontak beberapa orang yang ada didekat meja kami menoleh ke arah Anin karena ia berkata terlalu keras
"Hust kau kecilkan suaramuu, lihatlah mereka memperhatikan mu tahu"ucapku sambil mencubit pinggang Anin
"Ya maaf,aku sangat terkejut mendengarnya Aruni"
"Huh dasar menyebalkan"ucap Sander
Aku menggelengkan kepala mendengar sander berkata seperti itu "Ya sudah mulai sekarang tidak usah makan mie ayam itu"ucapku pada Anin
Anin menganggukkan kepala "Udah aku blacklist dari makanan favorit aku"
Beberapa saat kemudian pesanan kami pun datang
"Kalau bakso ini tidak pakai penglaris kan?"tanya Anin sambil memperhatikan mangkuk bakso tersebut
"Tenang saja,disini yang memakai penglaris hanya pedagang mie ayam itu.. sudah makanlah sebelum bel masuk berbunyi"
Setelah menghabiskan bakso dan es jeruk aku dan Anin segera masuk ke kelas untuk mengikuti pembelajaran sampai jam pulang tiba..
Pukul 12 siang kami pun pulang,aku yang bertugas membawa motor pun segera menghidupkan motor matic itu dan melajukan motor dengan kecepatan sedang menuju ke rumah, diikuti Sander yang terbang diatasku
🍂
🍂
🍂
🍂
Stay tune ya readers !!
Jangan lupa like,komen,dan bunganya jugaa 🍓🍅
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
cocohazell__
yg ditunggu-tunggu akhirnya up 😫
2022-03-13
4