Kini semuanya sedang berkumpul di ruang tengah keluarga hanya ayah saja yang tidak disini karena ia sedang ada proyek besar yang cukup jauh dari rumah,mau tak mau ayah harus menginap disana untuk beberapa hari
"Nduk nanti jadi pergi sama Genta?"tanya ibu padaku
"Jadi ibu,tidak berdua kok Anin juga ikut"jawabku
"Oh kamu ikut juga nin?"
"Enggih budhe,nanti kan semua orang mau pergi ke rumahnya pakde Broto jadinya Anin ikut Aruni saja,boleh kan buk?"Jawab Anin sambil memakan keripik kesukaannya
"Iya boleh tapi nanti waktu makan siang kayaknya ibu,budhe,sama Simbah masih dirumah pakde jadi kalian makan siang diluar saja ya"ucap budhe padaku dan Anin
"Nggih bu"jawab Anin
"Ya sudah sana siap-siap jadi nanti pas Genta sampai kalian tinggal berangkat,ibu,budhe sama simbah juga mau berangkat sekarang ya"ucap ibu
"Lho budhe kesana naik apa to?"tanya Anin
"Tadi ibumu sudah pesan taksi nduk,ya sudah ya Assalamualaikum"pamit ibu
"Waalaikumsalam"jawab aku dan Anin
"Kamu sudah mandi Run?"tanya Anin
"Ya sudah lah,subuh tadi aku mandi"
"Halahh tumben mandi pagi mentang-mentang mau pergi sama mas Genta"goda Anin
"Ih apasi kamu itu selalu saja menggodaku,sudah sana mandi takutnya nanti mas Genta keburu kesini"ucapku sambil mendorong Anin ke kamar mandi
"Sepertinya kamu sangat bersemangat sekali Aruni"ucap Sander tiba-tiba disebelahku
"Huh kau ini mengagetkanku saja,ya aku bersemangat karena ini adalah misi pertamaku mengungkap misteri kematian"ucapku sambil memandangi sawah dari jendela
"Dan bersemangat karena ada Genta kan tentunya"ucap Sander sambil mengangkat kedua alisnya
"Kau ini kenapa sangat suka menggodaku sih"
"Hahaha aku ini tahu isi hatimu,jadi jangan coba-coba berbohong"
"Huh menyebalkan"aku pergi meninggalkan Sander ke kamar untuk ganti baju
"Hei kau mau kemana?"tanya Sander
"Ganti baju,kamu disitu saja ndak usah masuk!"
"Cih mau fikir aku ini hantu macam apa huh"Sander melesat pergi ke luar
Setengah jam kami bersiap,terdengar suara ketukan dari pintu luar
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamualaikum"suara bariton laki-laki yang aku kenal
"Waalaikumsalam,aku saja yang buka ya"pintaku pada Anin
"Ya sudah sana akusih lebih memilih menghabiskan keripik ini"ucap Anin yang terus mengunyah
Aku hanya geleng-geleng kepala,dan beranjak membukakan pintu
"Eh mas Genta,masuk dulu mas"ucapku
"Terimakasih"
"Hai mas"teriak Anin yang berada diruang tengah sambil melambaikan tangan
Mas Genta menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "Kamu sedang apa nin?"
"Biasa mas dia kan tukang makan"cibirku pada Anin
"Mau minum dulu mas?atau langsung berangkat"tanyaku pada mas Genta
"Berangkat sekarang saja yuk mumpung masih pagi jadi waktunya lebih banyak"ucap mas Genta
"Baiklah sebentar ya"aku pergi ke kamar untuk mengambil tas slempang
"Aku mau panasin motor dulu deh"ucap Anin
"Motor?untuk apa?"tanya mas Genta
"Lho buat ke desa x kan?"
"Tidak perlu nin,aku kesini naik mobil kok"
"Ah begitu baiklah aku ambil tas dulu ya.."
"Tidak perlu,nih tasmu sudah aku ambilkan"ucapku sambil menyerahkan tas slempang Anin
"Sander..... cepatlah kita sudah mau berangkat"teriakku
"Hei kau memanggil hantu sudah seperti memanggil adik saja,aku merinding nih dia sudah disini ya?"ucap Anin
Aku menganggukkan kepala "Heem tuh disebelahmu"
"Allahuakbar"Anin langsung memelukku
"Ih lebay deh"ucapku sambil melepaskan pelukan Anin
Mas Genta menggelengkan kepala "Ya sudah yuk berangkat"
Sepanjang perjalanan Anin terus saja mengoceh tidak jelas yang membuat kepalaku pusing ditambah lagi dengan sander yang terus saja menggodaku, kebetulan aku duduk disebelah kursi sopir karena permintaan mas Genta
"Kamu duduk didepan saja Run,kalau semuanya dibelakang berasa supir aku tuh"ucap mas Genta
Perjalanan menuju desa x cukup memakan waktu yang lumayan menurutku,butuh waktu 1,5 jam untuk sampai
disana,saat aku sedang memandangi pemandangan tiba-tiba Lastri berada diatas mobil mas Genta dan menoleh ke arahku dengan posisi terbalik
"Hai Aruni hihihihi"sapanya padaku diiringi dengan tawa khas kuntilanak
"Astaghfirullah ih ngagetin aja sih lain kali jangan seperti itu ya,bisa jantungan aku lama-lama"ucapku dalam hati,aku dan Lastri berkomunikasi lewat batin
"Hehe iya maafkan aku,kau mau pergi kerumah kosong itu ya?"tanya Lastri
"Heem,sesuai janjiku padamu"ucapku
"Huhu terimakasih,eh btw yang disebelahmu itu siapa?tampan juga hihihi"
"Jangan macam-macam kamu"
"Cie yang mulai pocecip"ucap Sander yang mendengar perbincanganku dengan Lastri
"Sander kau iniiiiiii"aku sangat geram padanya
Saat aku menoleh kebelakang ternyata Anin tertidur huh kebiasaan tuh dia kalau perutnya sudah kenyang ya pasti tidur,tidak mengenal tempat dan waktu
Aku menggelengkan kepala "Bisa-bisanya dia tertidur begitu"
"Mungkin dia lelah,sudah biarkan saja"ucap mas Genta
Aku hanya menganggukkan kepala "Masih jauh ya mas?"
"Tidak,pertigaan didepan itu belok kanan lalu lurus kira-kira 500 meter ada sebuah rumah kosong disana"ucap mas Genta
"Ah begitu baiklah"
Saat berada didepan rumah kosong tersebut aku memandangi sekeliling,sepi tak banyak rumah disekitarnya hanya ada beberapa itupun sangat berjarak.
Rumah ini tidak terlalu besar,rumah jaman dulu rupanya katanya sih sudah kosong hampir 20 tahun..
"Yuk"ajak mas Genta
"Ah iya sebentar aku bangunkan Anin dulu"ucapku
"Mau bangunkan Anin siapa?tuh anaknya sudah diluar"ucap mas Genta sambil menunjuk posisi Anin dengan matanya
"Eh hehe aku tidak melihat"
"Wong daritadi kamu melamun kok"
Saat memasuki rumah kosong tersebut Anin tak henti-hentinya memegangi tanganku dan terus komat-kamit tak jelas
"Kamu ini kenapa sih?tenang ndak ada apa-apa kok"ucapku sambil melepaskan tangan Anin
"Kan benar kataku hanya merepotkan saja"ucap Sander
"Hei kau tak boleh berkata seperti itu"ucap mas Genta
"Hehe pissss"sander tersenyum menampilkan deretan gigi-gigi nya dengan tangan yang membentuk angka dua
"Ya Tuhan banyak sekali lemarinya.. Lastri kau bilang hanya ada satu lemari"ucapku pada Lastri
"Siapa yang bilang begitu aku kan bilang ada disebuah lemari bukan satu lemari"
"Lalu pisau itu ada dilemari yang mana?"tanyaku sambil memandangi ruangan tersebut yang mungkin adalah ruang keluarga
"Ya mana aku tahu,kau cari saja"ucapnya sambil pergi mengejar Sander
"Hei dasar, bisa-bisanya hanya memberi clue"aku berdecak kesal
"Sudah jangan begitu,kita ini harus ikhlas Aruni"ucap mas Genta padaku
"Hemm iya mas"
"Ya sudah sekarang kita bertiga cari sama-sama pisau tersebut,tapi kalau nanti salah satu dari kita menemukannya,jangan disentuh ya"mas Genta memberi penjelasan
"Memangnya kenapa mas?"tanya Anin
"Dipisau itu kan pasti ada sidik jari pelaku,jadi usahakan untuk tidak menyentuhnya pakai sarung tangan ini"ucapnya sambil memberikan sarung tangan lateks padaku dan Anin
Kami mulai membuka satu persatu lemari yang ada diruangan itu dan Sander dan Lastri mereka hana berlari-lari seolah tengah bermain
"Lihatlah mereka malah bermain"
"Hahaha biarkan saja Run,aku dikir Lastri itu merindukan anak yang ada dikandungan ya tersebut jadi dia sudah menganggap Sander itu seperti anaknya sendiri"
"Iya mas"
Sudah 4 lemari yang kami buka tetapi tidak ada tanda-tanda ditemukannya barang bukti itu
"Kita cari ke ruang dapur"ucap mas Genta
Ada 3 lemari diruang dapur itu,salah satunya lemari yang cukup besar
"Kita cari sekarang"ucapku pada Anin dan mas Genta
"Ada 3 lemari,satu orang satu lemari saja bagaimana?agar lebih cepat saja"ucap Anin
"Ide bagus"aku membuka lemari yang cukup besar itu
Cukup lama kami mencari pisau tersebut..
"Nah ketemu..."ucap Anin sontak membuat aku dan mas Genta menoleh ke arahnya
Ada sebuah pisau dapur dengan bercak darah kecing di ujungnya
"Ya Allah,jadi benar ini pisaunya?"
"Cepat ambil pisaunya masukan ke kantung plastik ini"ucap mas Genta
"Bagaimana Aruni apakah kau menemukannya?"tanya Lastri
"Alhamdulillah kami berhasil menemukannya,sekarang kita perlu membawa barang bukti ini ke pihak berwajib untuk diselidiki sidik jadinya"ucapku
"Jangan lupa kau juga harus menjemput kedua orangtua ku ya"ucap Lastri
"Baikah,tapi dimana rumahmu?"
"Nanti aku kasih tau jalannya,tenang saja"
Kami pun segera keluar dari rumah kosong tersebut
"Huh menegangkan tapi menyenangkan sekali"ucap Anin
"Bagaimana tidak semenakutkan itu kan?"ucap mas Genta
"Hehe iya mas"
Kami pun segera pergi dari desa X lalu menuju rumah orangtua Lastri yang tidak berada didesa tersebut,didesa A tepatnya kira-kira membutuhkan waktu 1 jam perjalanan dari desa X ke desa A
Ah iya author mau kasih visualnya Sander nih readers 😻
Gimana?ganteng lucu banget kan Sander ini 😻😻
🍂
🍂
🍂
🍂
Bagaimana kelanjutan dari misi Aruni ini ya?
Stay tune !!💗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Anonymous
sander lucunyaaa
2024-11-06
4
cocohazell__
Ganteng bgt Sander 😻 yuk lanjut thor !!
2022-03-10
5