Saat aku dalam perjalanan pulang bersama dengan Sander,aku memikirkan bagaimana caraku agar bisa mengungkap misteri kematian Lastri.Dan ia juga bilang tentang barang bukti dan TKP dia waktu dibunuh oleh kekasihnya tersebut,sebuah rumah kosong didesa sebelah...
"Sander kira-kira rumah kosong didesa sebelah itu yang mana ya?"tanyaku pada Sander
"Mana aku tahu aku kan hantu"jawabnya nyeleneh
"Hei kau mau aku tak memberimu lagi ayam goreng ya"ancamku pada Sander
"Haha aku hanya bercanda Aruni,mana juga aku tahu mungkin didesa sebelah itu banyak rumah kosongnya"
"Ah iya benar juga"
Saat aku sudah berada didepan gerbang rumah, tiba-tiba eyang Gitarja datang dengan seorang laki-laki tampan
"Itukah Genta?"tanyaku dalam hati sambil tersenyum-senyum
"ehem awas nanti cinta"ucap Sander sambil melesat pergi ke dalam kamarku
"Dasar hantu narsis"gumamku
"Siapa yang narsis nduk?"Tanya eyang padaku
Aku tak menyadari kehadiran eyang yang sudah ada di hadapanku bersama seorang laki-laki yang mungkin itu adalah Genta hehe
"Eh eyang hehe ndak kok eyang"aku merenges menampilkan deretan gigi-gigi ku yang putih
Eyang menggelengkan kepala "kamu habis darimana nduk?"
"Jalan-jalan saja eyang,iseng hehe mari eyang masuk"ajakku pada eyang dan seseorang ini
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam eyang,eh mas Genta..."jawab Anin
"Hah Genta?jadi benar pria ini adalah Genta teman masa kecilku?"gumamku dalam hati sambil memandangi wajahnya
"ehem mau dilihatin terus nih Ndak disuruh masuk?"ucap Eyang membuyarkan lamunanku
"Ih eyangg,Monggo yang"(ih eyang,silahkan yang)
Eyang dan Genta pun duduk disofa
"Eyang sama mas Genta mau minum apa?"tanya Anin
"Seperti biasa nduk"jawab eyang
"Oke yang,kalau mas Genta apa?"
"Em apa saja nin"jawabnya sambil tersenyum manis
"Allahuakbar senyumanmu itu loh mass"gumamku dalam hati
"Em es teh saja ya?sek tak bikinin"
Saat Anin akan beranjak pergi kedapur aku menahannya "Eh nin aku saja yang bikin minumnya,kamu panggilkan Simbah saja ya"pintaku pada Anin
"Ah baiklah,oh iya run ibu dan budhe sedang pergi ke pasar mungkin pulangnya akan lama karena bahan masakan yang dibeli banyak"ucap Aruni
Aku menganggukkan kepala dan segera pergi kedapur,disaat aku sedang asyik menyiapkan minuman dengan bersenandung kecil,seperti biasa si hantu tengil itu muncul untuk menggodaku
"Cieee yang lagi bikinin minuman buat calon suami"goda Sander padaku
"Ih apasiii ndak usah ganggu deh"
"Halah yang daritadi hatinya berbunga-bunga,awas nanti jadi kebon loh"ucap Sander sambil terkekeh
"Hei kau benar-benar mau tak ku beri ayam goreng ya!"ucapku
"Haha ampun Runi"Sander terkekeh dan pergi melesat ke kamarku
Huh menyebabkan sekali Sander itu selalu saja menggodaku,akupun segera kembali ke depan untuk menyajikan minuman
"Monggo eyang kopi hitamnya,ini buat mas Genta"(Silahkan eyang kopi hitamnya,ini buat ms Genta )ucapku sambil memberikan kopi dan es teh manis
"Suwun yo nduk"(terimakasih ya nduk) ucap eyang
"Matur nuwun Run"(terimakasih Run) ucap mas Genta dengan senyum manisnya dan lagi-lagi senyuman itu membuatku meleleh ahhhhhh
"Jadi ini Genta?wis gede yo cah bagus tambah ganteng pokoke"(Jadi ini Genta?sudah besar ya cah bagus tambah ganteng pokoke) ucap Simbah pada mas Genta
"Hehe enggih mbah,halah Simbah bisa saja"
"Heem tambah ganteng sampai-sampai Aruni daritadi ngelihatin kamu terus tanpa kedip"goda eyang padaku
"Ih eyangg,ndak kok ndak"pipiku merah merona saat eyang mengatakan itu dan mas Genta hanya tersenyum manis
"Em yang tadi waktu Aruni jalan-jalan ada sesosok hantu perempuan yang...." belum selesai aku berbicara eyang sudah berkata
"Lastri?bantu dia nduk kasihan dia"ucap eyang membuatku kaget
"Hah darimana eyang tahu tentangnya?"
Eyang tersenyum "untuk masalah rumah kosong didesa sebelah besok kamu cari biar nanti Genta yang menemani kamu,dia tahu semua tentang desa itu"ucap eyang sambil menyeruput kopi
"Ehem cieee kesenengan Aruni tuh"celetuk Anin dan refleks aku mencubit pinggangnya Sampai-sampai dia meng aduh
"Aduhhhhhh sakit woyyyyyy"teriak Anin
Budhe menggelengkan kepala "Kalian berdua ini lho,ada eyang sama Genta disini kok ndak malu kaya begitu"
"Hehe maaf budhe"ucapku
"Maaf bu"ucap Anin
"Em memangnya kalau besok Runi pergi sama mas Genta untuk mencari rumah kosong itu apa mas Genta ndakpapa?maksutnya apa ya ndak merepotkan?"tanyaku pada mas Genta
"Ndak kok tenang saja lagian aku seneng bisa membantu kamu Aruni"ucap mas Genta sambil tersenyum
"Ya Allah senyumanmu itu lho masssss"ucapku dalam hati
"Ya sudah kalau begitu besok kamu temani Aruni ya ta,oh iya eyang ada urusan eyang pamit dulu ya.Mbakyu saya pamit dulu"pamit eyang pada kita semua
"Mau kemana to kangmas?"tanya Simbah
"Ada urusan dirumah pak Hadi mbakyu,Genta kamu disini saja ngobrol-ngobrol sama Aruni dan Anin"kata eyang
"Lho nanti yang mengantar eyang siapa?"tanya mas Genta
"Eyang dijemput sama anaknya pak Hadi,sudah kamu disini saja"
"Nggih eyang,eyang hati-hati ya"
"Yo cah bagus"
Eyang pun sudah pergi dari rumah yang dijemput oleh anaknya pak Hadi
"Ta sudah kalian bertiga ngobrol saja ya,Simbah mau ke dalam dulu"ucap Simbah
"Nggih mbah"ucap kami bertiga
Tiba-tiba dari arah belakang Sander melesat menghampiri kami
"Itu temanmu ya Run?"tanya mas Genta sambil menunjuk ke arah Sander
"Ha hah mas Genta bisa melihat Sander ya?"tanyaku kaget
"Kamu lupa ya mas Genta ini kan indigo Run,iyakan mas"jawab Anin
"Heem aku indigo dari kecil"ucap mas Genta sambil menyeruput es teh
"Ah begitu,iya dia teman hantuku mas namanya...."belum selesai aku berbicara Sander segera memperkenalkan dirinya
"Hai namaku Dendrik Sander Aldert kau bisa memanggilku Sander aku ini hantu bule yang tampan dan sangat menggemaskan"
"Kan mulai deh tengilnya"ucapku sambil memutar bola mataku
"Hahaha kau lucu Sander,namaku Genta"
"Ya aku sudah tahu namamu,dia juga sering dengan tidak sengaja menyebutkan namamu"ucap Sander sambil menunjuk ke arahku
"Hei kau ini bicara apa hah"
"Hahaha sudah-sudah,jadi Aruni bagaimana tentang Lastri itu?"tanya mas Genta
"Em mas Genta sudah tahu ya?"
Mas Genta menganggukkan kepalanya "Eyang yang memberitahuku tadi sewaktu perjalanan kami kemari"
"Lastri itu siapa Run?"tanya Anin
"Hantu"jawabku
"Huh menyebabkan sekali kalau berkumpul dengan orang-orang indigo ini,pembahasannya tak lain adalah hantu"gerutu Anin
"Ya sudah kau cukup mendengarkannya saja"ucapku
aku mengambil nafas panjang dan mulai bercerita tentang kasus kematian Lastri yang direkayasa oleh sang kekasih
Mas Genta mengangguk-anggukkan kepala "Kepan kejadian itu terjadi ya?soalnya beberapa bulan lepas memang ada kasus pembegalan dengan korban seorang wanita didesa sebelah"
"Kau serius mas? jangan-jangan itu Lastri,apakah mas Genta masih ingat dimana tempatnya itu?"
"Heem disebuah rumah kosong namun dari awal pun aku tidak sepenuhnya percaya dengan kasus pembegalan ini,mana mungkin ada begal dirumah kosong iyakan?"ucap mas Genta
"Benar,apakah pihak polisi tidak mengusut tuntas mas?dan kalau itu memang begal,apakah pelakunya sudah tertangkap?"tanyaku pada mas Genta
Mas Genta menggelengkan kepala "Sampai saat ini belum ada perkembangan dari kasus tersebut,pelakunya pun masih belum ditemukan"
"Aku jadi semakin yakin kalau itu adalah Lastri yang dibunuh oleh kekasihnya"
"Ya sudah kalau begitu besok kita pergi kesana saja,kau bilang disana ada barang buktinya kan"
"Heem,katanya disimpan di lemari yang ada di rumah kosong tersebut"
"Aku ikut ya Aruni"ucap Sander
"Memang seharusnya kau itu ikut Sander"ucapku
"Hehe iyaa"
"Aku ikut ya"ucap Anin
"Ikut?kau yakin nin.."tanyaku
"Ya sebenarnya si aku takut,tapi nanti aku dirumah sendiri.simbah,budhe,sama ibu kan besok akan pergi ke rumah pakde Broto"
"Yasudah besok kau ikut saja"
"Asal jangan merepotkan dan tidak pingsan saja"ucap Sander yang tenagh bersender dipintu
Aku dan mas Genta saling berpandangan dan tertawa terbahak-bahak
🍂
🍂
🍂
🍂
Misi pertama Aruni nih,bareng mas Genta juga 😻
Gimana ya kelanjutannya?
Stay tune !!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Anonymous
😂😂
2024-11-06
4
cocohazell__
semangat Thor,ceritanya bagus 😻
2022-03-10
5