Pagi-pagi sekali Aruni dan Anin sudah berada di dapur untuk membantu ibu dan budhe menyiapkan sarapan pagi,sedangkan ayah tengah bersiap untuk pergi kerja kembali
"Run gimana semalem diganggu lagi ndak?"tanya budhe padaku
"Alhamdulillah ndak budhe hehe"
"Makanya kamu itu kalo sudah malam ya langsung tidur ndak usah nonton film lagi, istirahat"kata ibuku
"Nggih ibu,maaf"
Ibu hanya menggelengkan kepala "kamu nanti mau ke sekolah jam berapa?"
"Jam 9 nanti"
"Oh ya sudah,nin tolong ini bawa ke meja dulu ya"
Masakan pun telah siap dan waktunya semua anggota keluarga menikmati sarapan. setelah sarapan selesai ayah segera berangkat ke kantor untuk kembali bekerja, ibu,simbah,dan budhe hanya bersantai diruang tv sambil meminum secangkir teh sedangkan aku dan Anin pergi ke kamar untuk bersiap pergi ke sekolah untuk mendaftar.
"Run udah siap semua berkasnya?berangkat sekarang aja yuk"ajak Anin kepada ku
"Oh iya iya sebentar lagi"jawabku
"Ya sudah aku tunggu diluar saja ya,sekalian mau panasin motor hehe"seru Anin sambil berjalan ke luar kamar menuju halaman rumah
"Heem"
"Ibuu,simbah,budhe Runi sama Anin pamit dulu ya"
"Mau berangkat sekarang nduk?"tanya ibu
"Nggih bu,Anin daritadi sudah ndak sabar"
"Yowes sing ati-ati,inget ya nduk kamu jangan kaget nanti kalau melihat mereka.kalau kamu takut nunduk saja sambil berdoa mereka itu ndak bakal ganggu kok"nasehat Simbah kepadaku
"Enggih simbah,Runi sama Anin pamit assalamualaikum"jawabku sambil mencium punggung tangan mereka satu persatu
"Yuk"ajakku pada Anin
Aku dan Anin pun segera menuju ke sekolah dengan menggunakan motor matic berwarna pink ini,sepanjang perjalanan menuju ke sekolah aku melihat banyak sekali sosok dengan berbagai macam bentuk,bahkan ada yang melambaikan tangan kepada ku akupun hanya mengangguk kepada mereka.
Tak lama kemudian aku dan Anin sudah sampai disekolah, benar-benar bangunan Belanda asli hanya ada beberapa bangunan baru disana.didepan gerbang aku sudah dikejutkan dengan sesosok perempuan berbaju lusuh tetapi aku tidak merasakan aura negatif disisinya,akupun hanya mengangguk pada nya dan dia hanya diam,hiih serem juga sebernya hehe...
"Yuk,ruang kepala sekolahnya disana"tunjuk Anin pada sebuah bangunan baru bertuliskan ruang kepala sekolah
"Ah iya"
"Assalamualaikum pak Joko"sapa Anin saat memasuki ruangan tersebut
"Waalaikumsalam ehh Anin,ini pasti Aruni itu anaknya Ningrum sama Sena itu to"jawab pak Joko sambil melihat ke arah ku
"Leres pak,saya Aruni Sekar Cakrawati Resyakila"jawabku sambil menyalami tangan pak Joko
"Iyo-iyo,gimana jadi daftar disini ndak?"tanya pak Joko to the poin,sepertinya beliau sudah tau bahwa aku akan sekolah disini
"Insyaallah jadi pak Joko,ini saya sudah bawa semua berkas yang diperlukan"jawabku sambil menyerahkan map berwarna pink
"Ya baik,saya terima nanti kamu langsung ambil seragam di koperasi,Anin tau tempatnya nanti sama dia ya"
"Siap pak Joko"jawab Anin
"Ya sudah kalau begitu saya sama Anin pamit ke koperasi dulu ya pak assalamualaikum"pamit Anin
"Iya waalaikumsalam"
Saat aku berjalan menuju koperasi aku merasa banyak sekali pasang mata yang sedang mengawasi pergerakan aku dan Anin,tapi aku bersikap biasa saja agar tidak menakut-nakuti Anin yang notabennya memang penakut hehehe
"Run kamu pasti lihat mereka ya disini?mana run mana?tanya Anin
"Hisss apasi ndak kok,udah lah jangan bahas itu dulu"aku sengaja tidak mau mengatakannya
"Heuhhhh iya deh iyaa lagian kalo kamu ngasih tau aku bakal jadi takut sih hehe"
"Huuu makanyaa ndak usah kepo"
Saat aku keluar dari koperasi dengan membawa satu kantung plastik berisi seragam,aku melihat dibalik pilar depan ada kepala anak kecil yang sedang mengintip ke arah ku
"Siapa dia kenapa mengintip seperti itu?"gumamku
"Kenapa run?"tanya Anin
"Em ndak tadi aku kaya lihat ada anak kecil yang clingak-clinguk di pilar itu"tunjuk ku pada pilar besar didepan
"Hah anak kecil.. siapa?"
"Ya aku juga ndak tau"jawabku santai
"Laki-laki apa perempuan"tanya Anin lagi
"Laki-laki,tapi kayaknya bukan orang kita deh nin"
"Maksutnya bukan orang kita gimana?"Anin bingung
"Kamu inget kan kata Simbah semalam kalau disini itu pasti banyak medi londo.."
"Astaghfirullah jangan-jangan i-itu medi londo Run"
"Sepertinyaaa"
"Ahhhh Runi jangan bikin takut donggg"ia langsung memelukku
"Ihhh apasi siapa juga yang bikin takut,wong kamu tanya ya aku jawab lah"ucapku sambil melepaskan pelukan Anin
"Ya tapikan sama saja"
"Makanya kalo takut lain kali ndak usah kepo hahaha,udah ah yuk pulang"
"Hem iya-iya"
Saat aku dan Anin beranjak dari koperasi tiba-tiba aku ingin buang air kecil
"Eh nin aku pengen pipis nih,toiletnya dimana?"tanyaku pada Anin
"Itu tuh pilar yang tadi belok kanan yang pintunya warna pink ya kalo yang biru buat laki-laki"jelasnya padaku
"Oh heem tungguin aku ya"akupun segera pergi ke toilet
"Heem ojo sue-sue"
Anin menunggu Aruni dibangku yang ada didekat halaman,ia duduk sambil memainkan ponselnya
"Aku tunggu sini aja deh, lama-lama berdiri pegel juga"
Saat aku sudah selesai menyelesaikan hajatku tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan sesosok hantu kecil Belanda yang tadi mengintip dibalik pilar
"Astaghfirullah k-kamuu siapa"tanyaku kaget
Hantu kecil itu tersenyum pada Aruni "Hehe jangan takut padaku,aku adalah hantu Belanda aku tak akan mengganggumu kau jangan takut padaku"
Aku yang tadi terkejut pun mulai mengontrol kembali nafasku "Hemmm baiklah siapa namamu"
"Perkenalkan namaku Dedrick Sander Aldert,aku hantu Belanda disini"
"A iya-iya namaku Aruni Sekar Cakrawati Resyakila kau bisa memanggilku Runi"
"Astaga kenapa aku malah berkenalan pada hantu"batinku
"Hahaha kau tak perlu takut padaku Runi aku ini hantu baik,kau bisa memanggilku Sander saja"rupanya ia bisa mendengar suara batinku
"Ah iya-iya,tapi kenapa kamu bisa disini Sander?"tanyaku
"Em kau tau kan sekolah ini dulunya adalah sebuah gudang kopi,dan aku sering sekali bermain disini karna ayahku adalah seorang menir yang mengawasi pekerja-pekerja disini"jelasnya padaku
"Oh begitu,maksutku kenapa kamu..."belum selesai aku menanyakan Sander sudah menjawabnya
"Aku terlalu bersemangat untuk bermain,saat itu aku sedang mengejar burung sampai-sampai aku tak tersadar bahwa aku sudah berlari cukup jauh dari tempat yang biasa aku main disana,dan akhirnya aku terjatuh ke curang di belakang sekolah ini"
"Ah kau ini membuatku sedih,maafkan aku ya Sander aku sempat takut padamu aku pikir kau adalah hantu jahat hehe"
"Tak apa Aruni,aku senang akhirnya ada manusia yang bisa melihatku dan berbicara seperti ini.Sedangkan yang lain kalau melihat wujud ku mereka lari sambil berteriak-teriak bahkan ada yang pingsan,huh menyebalkan"gerutu Sander padaku
"Hahaha iya sama-sama,lagian siapa juga yang ndak takut kalau melihatmu,mukamu saja pucat begitu"aku tertawa
"Tapi aku senang sekarang,Aruni apakah aku boleh ikut denganmu aku sangat bosan hidup sendiri disini"pinta Sander padaku
"Hah apa maksudmu?"Aku kaget mendengarnya
"Iya aku ingin ikut pulang denganmu boleh yaa,aku merasa nyaman berada di dekatmu karena energimu sangat positif Runi"jelasnya
"Em tapii..."aku bimbang
"Aku juga sudah mendapat izin dari kakek yang selalu ada dibelakangmu itu"tunjuk Sander ke arah belakang tubuhku
"Hah kakek?kakek siapa?jangan ngaco deh"
"Itu adalah kakek buyut dari kakekmu yaa bisa dibilang itu leluhurmu dia yang selalu menjagamu dari kau masih bayi hingga sekarang"jelasnya padaku
Aku terkejut "Mana mungkin,selama ini aku tidak merasakan apapun"
"Karna kau belum mengetahuinya,buktinya sekarang kau sudah tak takut melihat hantu kan bahkan kau sekarang malah berbicara padaku hahaha"
"Iya juga sih,mungkin selama ini aku tidak menyadarinya"
"Jadi bagaimana aku boleh ikut denganmu?"
"Em gimana ya?baiklah kau boleh ikut denganku tapi nanti kau tidak boleh jahil ya dengan keluargaku ya siapapun itu lah kau tak boleh jahil,mengerti?"
"Baiklah Aruni,aku juga bukan tipe hantu seperti itu aku ini baik"
"Cih baiklah,tapi kau tak akan meminta sesajen-sesajen aneh kan Sander?"selidik ku pada sander
"Heii kau kira aku ini hantu macam apa,aku ini hantu bule tidak level aku dengan hal-hal seperti itu"ia menyimpangkan tangannya dibawah dada
"Hahaha baiklah hantu bule,ya sudah ayo pergi kasian saudaraku sudah menungguku daritadi"
Aku dan Sander pun pergi menemui Anin yang sedang duduk dibangku halaman,setelah itu kami pun segera pulang kerumah karena sebentar lagi Dzuhur
🍂
🍂
🍂
🍂
To be continue 💗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Rusliadi Rusli
😁😁😁
2023-06-01
7
putryzka
makasi kak
2022-03-08
3
PenaMandra
bagus ka ceritanya lanjut ka semangat, Liat juga ka karya aku, Ayo kita saling Suport sesama author baru, aku bakal Suport Karya mu ka.
2022-03-07
4