Sudah terbuka

Dua gadis remaja itu sedang sibuk didalam kamar,mereka sedang membereskan barang-barang dan menata baju-baju milik Aruni kedalam lemari

"Run,abis ini aku mbok ya ditraktir es dawet gituu lho"Anin membuka obrolan saat mereka sedang menata baju

"Huh berarti ndak ikhlas nih bantuin akunya..."goda Aruni

"Ya ikhlas ya masa kamu ndak ada niatan gitu"

"Hahaha yowes nanti tak traktir es dawet,tapi aku ndak tau tempatnya dimana"

"Wes kalo soal itu si gampang,disini es dawet yang paling enak itu es dawetnya yu Darni pokoke sueger poll"ia mengacungkan dua jempolnya

"Ya sudah makanya cepet beres-beresnya"

"Iya-iyaaa"

Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun selesai merapikan semua dan menata ke tempatnya dengan rapi.

"Yuk beli es dawet sekarang"

"Hooh panas banget e"

Aruni mengambil tas slempang dan memasukan uang,ponsel kedalam tas berwarna putih tersebut.mereka berjalan keluar kamar

"Aku tak izin sek sama ibu"

"Ya sama aku juga"

"Ibuuuu"

"Diruang tv nduk"teriak ibu dari ruang tengah

"Bu,Runi sama Anin mau izin pergi jalan-jalan sekalian beli es dawet"

"Es dawet?"

"Enggih budhe,itu lho yang dipertigaan depan es dawetnya yu Darni"kata Anin

"Oh ya sudah kalian ati-ati naik motornya,tapi jangan lama-lama ya nduk takutnya nanti eyang Gitarja udah sampai kamunya malah belum pulang"

"Enggih ibuhanya minum es dawet abis itu pulang,ya sudah Runi sama Anin pamit assalamualaikum"sambil menyalami tangan ayah,ibu,budhe,dan Simbah

"Ati-ati cah ayu"kata Simbah kepada kedua cucu kesayangannya

"Siap ndoro hehehe"jawab keduanya kompak

"Halah kalian ini"

.

.

.

Aruni dan Anin menaiki motor matic menyusuri jalan aspal yang kanan kirinya adalah sawah sungguh pemandangan yang sangat indah dan asri,keluarga Simbah memang sangat disegani disini makanya setiap lewat pasti semua orang menunduk memberi hormat kepadaku dan juga Anin.

Aku dan Anin pun ikut memberikan senyum kepada mereka,tak terasa sampailah aku disebuah warung kecil dipinggir pertigaan jalan,dibawah pohon besar tepatnya warung es dawet yu Darni itu,cukup ramai oleh pembeli rupanya.

"Assalamualaikum yu Darni"sapa Anin

Semuanya menoleh ke sumber suara

"Waalaikumsalam eh genduk Anin,sama siapa itu nduk" tanya yu Darni

"Kulo Aruni bu,anaknya bu Ningrum sama pak Sena"jawab Aruni

"Ealahhh nduk Runi to,maaf yu Darni lupa pangling sekali sama genduk hehehe tambah cantik"

"Ahhh yu Darni bisa aja"

"Yu es dawetnya dua ya diminum sini"pinta Anin

"Beres nduk"

Aku dan Anin duduk di bangku yang disiapkan yu Darni untuk pengunjung yang ingin minum es dawet disitu

"Tempat yang strategis"gumamku dalam hati

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan kami pun datang,dua gelas es dawet yang sangat menggiurkan pun tiba

"Monggo genduk-genduk diminum es dawetnya"kata yu Darni

"Maturnuwun yu"jawab kami kompak

Yu Darni hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyum manis

"Hemmmm enak nin,seger"

"Iyakan apa aku bilang juga"

Aku hanya memanggut-manggut kepala sambil terus menikmati enaknya es dawet ini,huh sungguh segar pas dimakan diwaktu panas seperti ini.Saat aku sedang asyik menghabiskan es dawet tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh,tengkuk ku tiba-tiba meremang aku terdiam dan tidak melanjutkan menghabiskan es dawet tersebut.

Anin yang merasakan hal aneh pada diriku langsung bertanya

"Runi kamu itu kenapa si?"

"Runnn heiiiiiiii"ia melambaikan tangannya didepan mataku

"Runiiiii Aruniiiiiiiiiiiiii"panggilnya sedikit berteriak

"Hah ehhhhhh i-iya kenapa nin?"

"Kamu ini kenapa sih aneh banget"

"Ah ndak ndakpapa,nin pulang yuk"

"Aahhhhhh kenapa cepet-cepet si"

"Emm itu kan tadi ibu sudah pesen jangan lama-lama takut eyang Gitarja sudah sampai rumah"entah kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak,aku merasa ada yang sedang mengawasi kami dari jauh,tapi bukan manusia

"Eh iya,yowes sek aku bayar dulu"

.

.

.

Dirumah Simbah eyang Gitarja sudah sampai disana diantar oleh tetangganya.eyang sudah duduk diruang tamu,disana juga ada Simbah,ayah,ibu,dan budhe Ratih.

Sambil menyeruput kopi hitam kesukaannya eyang bertanya

"Jadi Aruni sudah bisa melihat dan merasakan kehadiran mereka mbakyu"

"Iya kangmas aku jadi khawatir sama Aruni,takut dia kenapa-napa"

"Wes ndak usah takut itu semua sudah garis takdir dari Gusti Allah,dan Aruni adalah salah satu orang yang dipilih.dimana dia?

"Aruni sedang pergi dengan Anin eyang"jawab ibu Ningrum

"Hemm yowes aku akan menjelaskan semuanya tapi nunggu cah ayu kae mulih"

Tak berselang lama suara motor matic masuk kedalam pintu gerbang rumah yang bernuansa keraton tersebut

"Assalamualaikum"suara Aruni dan Anin terdengar dari depan

"Waalaikumsalam" semua yang ada didalam menjawab

"Eh eyang sampun rawuh,ngapunten eyang ngentosi Runi"sambil menyalami punggung tangan eyang Gitarja

"Ndakpapa nduk,eyang belum lama juga"

"Eyang gimana kabarnya?sehat yang?

"Sehat cah ayu,sini eyang mau bicara sama kamu"menunjuk kursi yang ada disebelahnya

Aruni pun segera duduk di kursi yang ditunjuk oleh eyang Gitarja

"Pripun eyang?"

"Apa bener kamu dari semalam bisa merasakan dan melihat mereka nduk"

"Leres eyang"sambil menundukkan kepala

Eyang tersenyum "benar mbakyu dugaanku waktu Aruni baru lahir"

"Maksutmu apa kangmas?"tanya Simbah bingung

"Dulu aku pernah bilang sama kamu mbakyu kalo Aruni itu anak yang istimewa,dia dipilih Gusti Allah untuk bisa membantu orang-orang disekitarnya yang sedang kesusahan,dan semuanya akan terbuka saat Aruni sudah genap berusia 17 tahun,bukan begitu mbakyu"jawab eyang Gitarja

"Ah Iyo aku nembe kelingan"

"Maksutnya terbuka niku nopo yang"tanya ayah Sena

"Mata batin cah Bagus,anak wedokmu iku due Indra keenam bisa disebut indigo tapi mata batin itu akan terbuka saat Aruni berusia 17 tahun"

"Apa itu ndakpapa yang"tanya ayah khawatir

"Ya ndakpapa, kehadiran Aruni disini mungkin akan menjadi penolong bagi orang-orang nantinya cah bagus ndak usah khawatir.genduk cah ayu Runi kamu Ndak usah takut"

"Tapi yang,Runi takut Runi ndak biasa melihat wujud mereka eyang hiks hiks"

"Hustttt ndak usah takut cah ayu, mereka hanya ingin berkenalan sama kamu.toh derajat kita lebih besar kan dari mereka?apa yang kamu takutkan hem"jawab eyang memberi ketenangan untuk Aruni

"Iya nduk ndak usah takut,sejatinya kita sebagai manusia lebih mulia lebih tinggi derajatnya dari mereka"tambah Simbah

"Tapi mbah hiks hiks Runi belum siap"

"Kamu pasti siap nduk, ikhlas kuncinya ikhlas

kamu harusnya bersyukur sama Gusti Allah karna kamu salah satu orang yang dipilih Gusti Allah untuk bisa melihat apa yang orang lain tidak bisa lihat cah ayu"kata ibu yang ada disampingnya sambil terus mengelus pundak sang putri

"Enggih bu,Runi akan belajar beradaptasi"

"Jadi sewaktu-waktu kamu lihat mereka kamu jangan takut, istighfar sing tenang cah ayu terus tanya ke mereka kalau mereka mau jawab,suatu saat kamu pasti akan seperti eyang.banyak orang yang membutuhkan bantuan kamu nduk"

"Enggih eyang,tapi Runi minta bimbingannya yang"

"Pasti nduk pasti,awakmu sholat sing rajin yo cah ayu"sambil mengusap-usap pucuk kepala Aruni

"Enggih eyang insyaallah Aruni rajin sholatnya.bu Aruni pamit ke kamat dulu ya"

"Iyo,Anin batiri Aruni ning kamar yo cah ayu"pinta ibu

"Enggih budhe,ayo Run"ajak Anin kedalam kamar

"Hiks hiks kenapa harus aku nin?"didalam kamar Aruni menangis

"Wis to Run ndak usah kaya gini,eyang sama simbah juga kan bilang kamu itu orang spesial yang dipilih Gusti Allah Run"ia mencoba menenangkan sepupunya tersebut

"Tapi aku masih syok nin,kamu tau kan aku ini orang yang takut sama hal-hal yang seperti itu"

"Iyoo aku ngerti,nanti lama-lama juga kamu biasa Run,ada aku,simbah,eyang,budhe,pakde,ibu ku yang selalu ada disamping kamu,kamu ndak usah merasa sendiri gini lho"

"Hiks hiks maturnuwun yo nin,hiks hiks"

"Iyo-iyo wis to cup cup ndang meneng orausah nangis,mosok bocah ayu ngene ileren"

"Hiiiih kamu ini nin apasiii"

"Hahahaha makane wis cup meneng"

"Hemmmmm Iyo"

"Mesem ndesek to men ketok ayu"

Aruni tersenyum dan memeluk erat tubuh sepupunya itu

🍂

🍂

🍂

Stay tune readers !!💗

Terpopuler

Comments

Rusliadi Rusli

Rusliadi Rusli

tantangan harus di jalani dulu

2023-06-01

6

Adellin Zandra

Adellin Zandra

hufff bnyk ranjau nya.. bahasanya kurang ngerti saia mahhh

2023-04-17

7

cocohazell__

cocohazell__

😄🙌🏻

2022-12-19

4

lihat semua
Episodes
1 Pindah
2 Anin,kangen!
3 Sudah terbuka
4 Adaptasi
5 Daftar sekolah
6 Tentang Sander
7 Leluhur
8 Visual
9 Hantu Lastri
10 Bertemu Genta
11 Barang bukti
12 Sidik jari
13 Menjelaskan
14 Terungkap
15 Hari pertama sekolah
16 Genderuwo Hijrah
17 Memperkenalkan
18 Pocong caper
19 Pocong caper 2
20 Welcome to the genk cong-cong!
21 Kedatangan mas Genta
22 Bukan up
23 Misi pertama the ghost genk
24 Tentang pak Karman
25 Kekhawatiran keluarga
26 Mengintai
27 Mengintai 2
28 Iba.
29 Sikap Alif.
30 Kecurigaan Alif
31 Anak yang kuat
32 Tak yakin
33 Mimpi simbah
34 Sehelai rambut
35 Sehelai rambut 2
36 Mendapatkannya
37 Serangan pertama
38 Gagal
39 Perubahan Sikap Alif
40 The ghost genk genit
41 Teman Baru
42 Kecemburuan Genta
43 Bimbang
44 Pergi Dengan Alif
45 Genta tau
46 Sikap Yang Berbeda
47 Ancaman Ki Braha
48 Berbaikan
49 Ketulusan Hati Alif
50 Kejujuran Raka
51 Alasan
52 Berkunjung
53 Kemarahan Ki Braha
54 Kemarahan Ki Braha 2
55 Menceritakan semuanya
56 Galau
57 Jadi Bagaimana?
58 Terkapar Tak Berdaya
59 Titik Lemah Ki Braha
60 Siuman
61 Sedikit Tentang Keluarga Jin
62 Lengah
63 Jangan Ngeyel
64 Perjuangan Uwo-uwo
65 Tentang Perasaan
66 Menyiapkan Strategi Terbaik
67 Sander Hantu Shamming!
68 Ucapan Terimakasih Pak Karman
69 Sander Rindu Mami Papi
70 Berhasil
71 Siap Menyerang Raja Jin!
72 Aruni Diculik!
73 Paniknya Keluarga
74 Pergi Ke Alam Jin
75 Berperang
76 Musnah
77 Kembali Pulang
78 Bertemu Keluarga
79 Menentukan Pilihan~ END
80 UCAPAN TERIMAKASIH~
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Pindah
2
Anin,kangen!
3
Sudah terbuka
4
Adaptasi
5
Daftar sekolah
6
Tentang Sander
7
Leluhur
8
Visual
9
Hantu Lastri
10
Bertemu Genta
11
Barang bukti
12
Sidik jari
13
Menjelaskan
14
Terungkap
15
Hari pertama sekolah
16
Genderuwo Hijrah
17
Memperkenalkan
18
Pocong caper
19
Pocong caper 2
20
Welcome to the genk cong-cong!
21
Kedatangan mas Genta
22
Bukan up
23
Misi pertama the ghost genk
24
Tentang pak Karman
25
Kekhawatiran keluarga
26
Mengintai
27
Mengintai 2
28
Iba.
29
Sikap Alif.
30
Kecurigaan Alif
31
Anak yang kuat
32
Tak yakin
33
Mimpi simbah
34
Sehelai rambut
35
Sehelai rambut 2
36
Mendapatkannya
37
Serangan pertama
38
Gagal
39
Perubahan Sikap Alif
40
The ghost genk genit
41
Teman Baru
42
Kecemburuan Genta
43
Bimbang
44
Pergi Dengan Alif
45
Genta tau
46
Sikap Yang Berbeda
47
Ancaman Ki Braha
48
Berbaikan
49
Ketulusan Hati Alif
50
Kejujuran Raka
51
Alasan
52
Berkunjung
53
Kemarahan Ki Braha
54
Kemarahan Ki Braha 2
55
Menceritakan semuanya
56
Galau
57
Jadi Bagaimana?
58
Terkapar Tak Berdaya
59
Titik Lemah Ki Braha
60
Siuman
61
Sedikit Tentang Keluarga Jin
62
Lengah
63
Jangan Ngeyel
64
Perjuangan Uwo-uwo
65
Tentang Perasaan
66
Menyiapkan Strategi Terbaik
67
Sander Hantu Shamming!
68
Ucapan Terimakasih Pak Karman
69
Sander Rindu Mami Papi
70
Berhasil
71
Siap Menyerang Raja Jin!
72
Aruni Diculik!
73
Paniknya Keluarga
74
Pergi Ke Alam Jin
75
Berperang
76
Musnah
77
Kembali Pulang
78
Bertemu Keluarga
79
Menentukan Pilihan~ END
80
UCAPAN TERIMAKASIH~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!