Nektar Nea
Nea (Anak kedua)
Oh.... oh... ini keluar!
Nea (Anak kedua)
(menghisap)
Marina (Ningrum miniatur)
Itu... benar-benar keluar
Nea (Anak kedua)
ibu bilang itu tidak mungkin keluar!
Marina (Ningrum miniatur)
Hemm... entahlah, mungkin karena tubuh ibu tidak ingin Nea kehausan
Nea (Anak kedua)
(Menikmati susu ibu dengan penuh kegembiraan)
Marina (Ningrum miniatur)
(melirik milik Nea)
Marina (Ningrum miniatur)
(mulai mencengkeram Nea)
Nea (Anak kedua)
Aghhh.... Bu... (sambil terus menyusu)
Marina (Ningrum miniatur)
Rasanya luar biasa bukan?
Nea (Anak kedua)
(mengangguk)
Marina (Ningrum miniatur)
(Terus menggerakkan tangan)
Sistem Dunia
Mana yang kau miliki semakin menipis, jika terus dilanjutkan akan terjadi masalah pada tubuhmu.
Marina (Ningrum miniatur)
(Hem... masalah?)
Marina (Ningrum miniatur)
(Ah aku pernah mendengarnya dari Roman jika para penyihir akan merasa pusing setelah menggunakan sihir terlalu banyak)
Sistem Dunia
Benar, jika mana dalam tubuhmu mengering maka kau akan kehilangan kesadaran
Marina (Ningrum miniatur)
!!!!!!
Sistem Dunia
Jadi berhati-hatilah saat menggunakan skill agar dapat menjaga kondisi tubuh
Marina (Ningrum miniatur)
(Terimakasih untuk sarannya Sistem-chan)
Sistem Dunia
Jatah waktu pembelajaran pemula mu, sudah habis hari ini
Sistem Dunia
Jadi aku akan pergi
Marina (Ningrum miniatur)
Ya terimakasih kau sangat membantuku, terutama tentang hormon
Sistem Dunia
Aku senang dapat membantu. Sampai jumpa besok dan bersenang-senanglah
Marina (Ningrum miniatur)
(Mari kita lihat tersisa berapa MP yang aku miliki)
Marina (Ningrum miniatur)
(Aku memiliki 300 mana poin, sementara kemampuan Hormon Control memerlukan 10 mana perdetik, jadi aku hanya bisa menggunakan kemampuan itu selama 30 detik)
Marina (Ningrum miniatur)
(Oh itu hanya tersisa setengah, dan kepalaku mulai terasa berat. aku harus berhenti sekarang)
Nea (Anak kedua)
Eh?... kok tidak ada lagi
Marina (Ningrum miniatur)
Itu cukup untuk hari ini sayang, mungkin besok keluar lagi.
Marina (Ningrum miniatur)
(Mempercepat tangan)
Nea (Anak kedua)
Ahhh.... Bu itu mau keluar lagi
Marina (Ningrum miniatur)
(menurunkan Nea dari pangkuan)
Marina (Ningrum miniatur)
Biar ibu bikin Nea lebih enakan
Marina (Ningrum miniatur)
(Memasukkan milik Nea kedalam mulut)
Nea (Anak kedua)
Arg....Bu....
Marina (Ningrum miniatur)
(Menggerakkan kepala, bermain menggunakan lidah, menghisap)
Nea (Anak kedua)
Ah... rasanya.. enak banget
Marina (Ningrum miniatur)
(Menghisap lebih kuat)
Nea (Anak kedua)
Agh... itu itu .. kuh
Nea (Anak kedua)
(menekan kepala Marina)
Marina (Ningrum miniatur)
(menelan)
Nea (Anak kedua)
Oh... tidak ..
Marina (Ningrum miniatur)
Nggak papa Nea, susu dari Nea juga enak kok
Nea (Anak kedua)
Heh... beneran?
Marina (Ningrum miniatur)
(Mengangguk)
Marina (Ningrum miniatur)
(Menjilat sisa di bibir)
Marina (Ningrum miniatur)
(Berbaring di lantai kamar mandi)
Marina (Ningrum miniatur)
(Membuka kedua kaki)
Nea (Anak kedua)
(terpesona melihat ibunya)
Marina (Ningrum miniatur)
Kemari Nea lihat milik ibu lebih dekat
Nea (Anak kedua)
(mengangguk)
Marina (Ningrum miniatur)
Lihat ini tempat di mana Nea dilahirkan.
Nea (Anak kedua)
Heh! kecil banget
Marina (Ningrum miniatur)
Dulu Nea juga kecil kok
Marina (Ningrum miniatur)
(membuka miliknya dengan dua jari)
Marina (Ningrum miniatur)
Bagaimana Nea?
Nea (Anak kedua)
Indah seperti bunga
Marina (Ningrum miniatur)
Ingat apa yang dilakukan bapak kamu kemarin sama milik ibu?
Nea (Anak kedua)
(Mengangguk)
Nea (Anak kedua)
(terus menatap milik ibunya)
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum lebar)
Marina (Ningrum miniatur)
Mau coba?
Nea (Anak kedua)
(segera membenamkan wajahnya pada milik Marlina)
Marina (Ningrum miniatur)
Kuh....(menahan suara)
Nea (Anak kedua)
(terus menjilati milik ibunya)
Marina (Ningrum miniatur)
Mmmmh...(Menutup satu mata. merasa enak)
Marina (Ningrum miniatur)
(Oh benar-benar anak yang berbakti)
Marina (Ningrum miniatur)
(Aku akan membuatmu menjadi alat pemuas wanita yang hebat)
Marina (Ningrum miniatur)
(mengelus kepala Nea, dan mulai menekan pelan)
Marina (Ningrum miniatur)
Ah... sementara lagi Nea
Marina (Ningrum miniatur)
Terus hisap sampai nektar ibu keluar
Marina (Ningrum miniatur)
Oh yeah that it!
Nea (Anak kedua)
Ah... le.. lezat
Nea (Anak kedua)
ini cairan yang ibu berikan tadi malam
Nea (Anak kedua)
(Menghisap cairan yang ibunya keluarkan)
Marina (Ningrum miniatur)
(Tersenyum lebar)
Marina (Ningrum miniatur)
Ibu sangat senang
Marina (Ningrum miniatur)
Kau anak yang baik Nea (mengelus kepala Nea yang masih terbenam)
Nea (Anak kedua)
(tersenyum gembira)
Setelah Marlina terpuaskan, keduanya pun mandi bersama
Marina (Ningrum miniatur)
Sayang, aku akan pergi ke pasar sekarang.
Rolan (Suami)
Eh! kau sudah mandi? (terkejut)
Marina (Ningrum miniatur)
Yeah, maaf aku harus cepat.
Marina (Ningrum miniatur)
(mengangkat tubuh Rolan)
Marina (Ningrum miniatur)
Nea kamu nggak boleh ke hutan barat!
Rolan (Suami)
Hemm... Nea juga sudah mandi?
Nea (Anak kedua)
Ya..yah... aku akan ke asosiasi perdagangan, mungkin ada pekerjaan untukku.
Rolan (Suami)
Ya... hati-hati nak.
Nea (Anak kedua)
Bye Bu , bye ayah!
Nea (Anak kedua)
(berlari menjauh sambil melambaikan tangan)
Rolan (Suami)
(melambaikan tangan)
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum)
Marina (Ningrum miniatur)
(menjilat bibir)
Setelah menempatkan suaminya di ranjang
Marlina mengunci pintu dan segera meninggalkan rumah
Marina (Ningrum miniatur)
Hemm... tadi aku mendengar notifikasi setelah meminum nektar Nea.
Marina (Ningrum miniatur)
(mengingat rasa dari nektar anaknya sendiri)
Marina (Ningrum miniatur)
mmmmh... itu cukup lezat, lain kali aku akan terus menghisapnya hingga kering.
Marina (Ningrum miniatur)
(menjilat bibir)
Note :Harusnya notifikasi muncul saat Marina meminum nektar Nea, tapi author nya keterusan
Comments
Hanker Gaming
sesad
2022-10-25
0
Orpmy
Lah kok tandanya bisa gerak ? 🤣🤣🤣🤣
2022-03-19
4