kamar kecil malam hari
Rolan (Suami)
(Tertidur lelap)
Marina (Ningrum miniatur)
Hemm...
Marina (Ningrum miniatur)
(Menatap layar status)
Marina (Ningrum miniatur)
Aku penasaran dengan apa yang akan terjadi jika membunuh monster
Marina (Ningrum miniatur)
Apa aku akan semakin kuat?
Marina (Ningrum miniatur)
hemm?
Marina mendengar suara pintu terbuka lalu langkah kecil menuju kamar mandi
Marina (Ningrum miniatur)
Zrink! (Tersenyum)
Marina (Ningrum miniatur)
Hemm.. aku rasa sudah saat kudapan malam
Marina (Ningrum miniatur)
(Bangkit dari tempat tidur)
Marina menuju ke kamar mandi dan melihat anak termudanya telah melakukan sesuatu pada sosisnya
Nea (Anak kedua)
(hampir menangis)
Nea (Anak kedua)
Uuuhhh.. kenapa ini masih berdiri?
Marina (Ningrum miniatur)
Nea?
Nea (Anak kedua)
(terkejut) Heaaa...
Nea (Anak kedua)
I... ibu!
Nea (Anak kedua)
(Mulai menangis)
Nea (Anak kedua)
Hueeeee.....
Marina (Ningrum miniatur)
A.. ada apa Nea?
Marina (Ningrum miniatur)
Tenang ini ibu..
Marina (Ningrum miniatur)
(Memeluk Nea)
Nea (Anak kedua)
Huhuuuuu..
Marina (Ningrum miniatur)
Cup cup anak ibu udah besar kan? jangan nangis, coba bilang ke ibu ada apa.
Marina (Ningrum miniatur)
(mengelus lembut kepala Nea)
Nea (Anak kedua)
I... ibu... maaf Nea tadi sore mengintip waktu ibu sama ayah mandi
Marina (Ningrum miniatur)
Hemm... dasar anak nakal
Marina (Ningrum miniatur)
(Mencubit pelan pipi Nea)
Nea (Anak kedua)
(Mencoba untuk berhenti menangis)
Marina (Ningrum miniatur)
Ibu udah maafin kok, tapi jangan sampai bapak sama kak Roman tahu, Oke?
Nea (Anak kedua)
(Mengangguk kecil)
Marina (Ningrum miniatur)
Kalau begitu ayo kembali ke kamar, ini hampir tengah malam
Nea (Anak kedua)
Tap... tapi bu
Marina (Ningrum miniatur)
Hem, ada apa lagi sayang?
Nea (Anak kedua)
(Malu-malu) i... ini nggak tau kenapa bisa berdiri
Nea (Anak kedua)
(Menunjukkan miliknya yang masih tertutup celana)
Marina (Ningrum miniatur)
(Terkejut)
Marina (Ningrum miniatur)
Nea! apa milikmu seperti itu sejak melihat ibu mandi? (khawatir)
Nea (Anak kedua)
I.... iya Bu..
Marina (Ningrum miniatur)
Ya ampun, pasti sakit banget yah. (sedih)
Nea (Anak kedua)
(Mengangguk.)
Marina (Ningrum miniatur)
(Tersenyum hangat)
Marina (Ningrum miniatur)
Anak ibu memang kuat...
Marina (Ningrum miniatur)
Biar ibu yang urus
Marina (Ningrum miniatur)
(menurunkan celana Nea)
Nea (Anak kedua)
(malu saat miliknya di tatap oleh ibunya)
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum kecil)
Marina (Ningrum miniatur)
Anak ibu memang sudah besar (memeluk Nea dari belakang)
Marina (Ningrum miniatur)
(Menggenggam milik Nea)
Nea (Anak kedua)
Ugh.... Bu..Bu..
Marina (Ningrum miniatur)
Nggak papa sayang...
Marina (Ningrum miniatur)
Coba untuk tenang oke!
Nea (Anak kedua)
(Mengangguk)
Marina (Ningrum miniatur)
(Menggerakkan tangan perlahan)
Nea (Anak kedua)
Agh......
Marina (Ningrum miniatur)
(Senyum mulai melebar)
Marina (Ningrum miniatur)
Apa masih sakit sayang?.
Nea (Anak kedua)
(kembali mengangguk)
Marina (Ningrum miniatur)
(Berbisik) Coba ingat saat Nea mengintip ibu.
Nea (Anak kedua)
(Kembali teringat) ha.....
Marina (Ningrum miniatur)
(berbisik) Ingat tubuh ibu yang nggak di tutupi...
Nea (Anak kedua)
(Semakin tegang)
Marina (Ningrum miniatur)
(Mempercepat gerakan tangan)
Marina (Ningrum miniatur)
(Berbisik) Ingat belahan belakang ibu yang besar...
Nea (Anak kedua)
Aghh......
Marina (Ningrum miniatur)
(Tersenyum lebar)
Marina (Ningrum miniatur)
(Menurunkan kecepatan tangan)
Marina (Ningrum miniatur)
(Menggunakan tangan lainnya untuk mengacak milik sendiri)
Marina (Ningrum miniatur)
Ummhh... yeah
Nea (Anak kedua)
Umm... Bu!
Nea (Anak kedua)
(Semakin tegang setelah mendengar suara ibunya tepat di samping telinga)
Marina (Ningrum miniatur)
Gimana rasanya sayang?
Marina (Ningrum miniatur)
(Kedua tangan masih bergerak pada miliknya dan Nea)
Nea (Anak kedua)
U... udah nggak sakit lagi
Nea (Anak kedua)
Rasanya jadi aneh...
Marina (Ningrum miniatur)
Ara, anak ibu mulai keenakan rupanya
Marina (Ningrum miniatur)
(bermain dengan milik Nea)
Marina (Ningrum miniatur)
(remas, cubit hingga memasukkan sedikit ujian kelingking kedalam milik Nea)
Nea (Anak kedua)
Ugh... buuuu
Marina (Ningrum miniatur)
(Senyum lebar)
Marina (Ningrum miniatur)
Ada apa sayang?
Nea (Anak kedua)
Rasanya mau ada yang keluar!
Marina (Ningrum miniatur)
nggak papa keluarin ajah ...
Marina (Ningrum miniatur)
(berbisik) .... rasanya bakal enak banget!
Marina (Ningrum miniatur)
(menjilati kuping Nea)
Marina (Ningrum miniatur)
(mempercepat kedua tangan)
Nea (Anak kedua)
agh... Bu....
Marina (Ningrum miniatur)
Ah.... keluarin bareng sayang!
Nea (Anak kedua)
(tubuh mengejang)
Nea (Anak kedua)
Aaaaahhh....
Nea (Anak kedua)
(untuk pertama kalinya merasakan puncak)
Marina (Ningrum miniatur)
(di dibawahnya mulai bocor)
Marina (Ningrum miniatur)
Ahhh.... sayang...
Nea (Anak kedua)
Bu... Bu..
Nea (Anak kedua)
(bernafas berat)
Nea (Anak kedua)
(kelelahan)
Marina (Ningrum miniatur)
(Tersenyum hangat)
Marina (Ningrum miniatur)
(Mencium kening)
Marina (Ningrum miniatur)
untuk yang pertama kali, kau keluar cukup banyak.
Marina (Ningrum miniatur)
(Menatap cairan putih yang tercecer di lantai kamar mandi)
Marina (Ningrum miniatur)
(menjilat bibir sendiri)
Nea (Anak kedua)
rasanya sangat enak saat keluar semua
Marina (Ningrum miniatur)
fufufu lihat ibu juga keluar banyak
Marina (Ningrum miniatur)
(menunjukkan cairan yang dia keluarkan lalu ditampung di telapak tangan)
Nea (Anak kedua)
Itu beda sama punya aku, punya ibu lebih bening
Marina (Ningrum miniatur)
(Tersenyum kecil)
Marina (Ningrum miniatur)
Mau coba?
Nea (Anak kedua)
Heh! memangnya bisa diminum?
Marina (Ningrum miniatur)
Bisa dong. kan tadi sore kamu lihat sendiri bapak kamu lagi ngapain sama ibu.
Nea (Anak kedua)
(Mencoba mengingat)
Nea (Anak kedua)
Oh... jadi itu kenapa kepala bapak dijepit dua kaki ibu?
Marina (Ningrum miniatur)
(berbisik) Yap, ini minuman kesukaan bapak kamu
Marina (Ningrum miniatur)
Gimana mau coba?
Nea (Anak kedua)
(mengangguk)
Nea (Anak kedua)
(mengangkat kepala menghadap atas)
Marina (Ningrum miniatur)
(menuangkan cairan yang berada di telapak tangan
Nea (Anak kedua)
(meminum)
Marina (Ningrum miniatur)
Gimana rasanya?
Nea (Anak kedua)
Agak asin... tapi enak kok. (menjilat bibir dan telapak tangan Ibu)
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum hangat)
Nea (Anak kedua)
Bu lain kali boleh minta lagi nggak?
Marina (Ningrum miniatur)
Ara, anak ibu ketagihan rupanya
Marina (Ningrum miniatur)
(Mengangkat tubuh Nea lalu menggendongnya)
Nea (Anak kedua)
Bu.... (mengsedih)
Marina (Ningrum miniatur)
(menghela nafas panjang)
Marina (Ningrum miniatur)
Ibu punya bapak kamu, tapi kalau ada sisa saya kasih Nea.
Nea (Anak kedua)
Yey, makasih Bu!
Nea (Anak kedua)
Nea sangat sayang sama ibu.
Nea (Anak kedua)
(memeluk ibunya)
Marina (Ningrum miniatur)
Tapi ingat jangan sampai bapak tahu. karena kalau sampai bapak tahu ibu sisain buat Nea pasti bapak marah dan nggak bolehin ibu kasih ke Nea lagi
Nea (Anak kedua)
(Mengangguk)
Kalo kak Roman gimana?
Marina (Ningrum miniatur)
kalo kak Roman tahu terus minta juga gimana?. nanti Nea nggak kebagian dong
Nea (Anak kedua)
(Menggelengkan kepala)
Nea (Anak kedua)
Sisa dari bapak cuman buat Nea!
Nea (Anak kedua)
(Memeluk semakin erat)
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum jahat)
Comments
Xing愿
sesad oh sesad!
parah si emang😏
2022-03-19
8