Meja makan
Ketika Marina sedang memandikan suaminya, salah satu anaknya pulang
Nea (Anak kedua)
Papa, aku pulang.
Nea (Anak kedua)
Hem, sepi. mungkin ibu sedang memandikan papa
Nea menunggu di ruang tamu karena ayahnya sering melarangnya untuk masuk kedalam kamar mandi saat ada seseorang di dalamnya
Namun karena haus Nea pun pergi ke dapur untuk mengambil minum
Rolan (Suami)
(mencoba bernafas) Mffhgh.... aghhmmfff
Nea (Anak kedua)
Hem? suara apa itu,?
Nea (Anak kedua)
Itu dari kamar mandi
Nea terus mendengar suara aneh yang berasal dari kamar mandi
karena penasaran dia pun mendekat dan mengintip dari celah pintu yang tidak sepenuhnya tertutup.
Nea (Anak kedua)
(melebarkan mata)
Nea tidak mengerti apa yang dia lihat
anak itu dapat melihat tubuh bagian belakang ibunya yang tidak tertutupi sedang menekan kepala ayahnya di antara kedua kaki
Nea (Anak kedua)
(menelan ludah)
Nea (Anak kedua)
(apa yang ibu lakukan pada ayah?)
Nea (Anak kedua)
(merasakan sesuatu mulai berdiri)
Nea terus mengintip kedua orangtuanya yang sedang mandi
Marina (Ningrum miniatur)
Mmghh... yeah...
Marina (Ningrum miniatur)
Setelah begitu lama
Rolan (Suami)
(Mencoba bernafas)
Rolan (Suami)
Mffffh.. affff....
Marina (Ningrum miniatur)
(melirik ke belakang)
Nea (Anak kedua)
(Bertatapan dengan ibunya)
Marina (Ningrum miniatur)
(Menatap bagian bawah Nea)
Marina (Ningrum miniatur)
Zrink! (tersenyum)
Nea (Anak kedua)
(Terkejut)
Nea (Anak kedua)
Ah... ah....
Nea (Anak kedua)
(Lari meninggalkan kamar mandi)
Rolan (Suami)
Suara apa yang barusan?
Rolan (Suami)
Apa Nea sudah pulang? biasanya waktu segini anak itu sudah pulang
Marina (Ningrum miniatur)
Entahlah
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum)
Marina (Ningrum miniatur)
Sayang....
Marina (Ningrum miniatur)
Bisakah kita melanjutkannya?
Marina (Ningrum miniatur)
(Malu-malu)
Rolan (Suami)
(Wajah sangat merah)
Rolan (Suami)
Tentu! lakukan hingga kau puas
Marina (Ningrum miniatur)
(Tersenyum lebar)
Keduanya akhirnya menghabiskan waktu satu jam penuh di dalam kamar mandi
Air hangat di dalam bathtub tidak mendingin, melainkan sebaliknya semakin panas hingga akhirnya mendidih
Nea (Anak kedua)
(Duduk di kebun belakang rumah, bersandar di dinding kamar mandi)
Marina (Ningrum miniatur)
Mmh... aahhh
Nea (Anak kedua)
Aku tidak mengerti, kenapa setiap mendengar suara ibu, membuat bagian bawahku semakin keras
Nea (Anak kedua)
Semakin lama ini semakin sakit
Marina (Ningrum miniatur)
Akh... terimakasih sayang, itu luar biasa
Rolan (Suami)
Ugh... kau sangat banyak keluar
Rolan (Suami)
Aku tidak mengira kau menjadi senakal ini Marina
Marina (Ningrum miniatur)
Itu karena terlalu lama menahan diri
Rolan (Suami)
.... maafkan aku
Marina (Ningrum miniatur)
Hey! jangan pesimis seperti itu, suatu saat kau pasti akan sembuh
Rolan (Suami)
(tersenyum bahagia)
Rolan (Suami)
Terimakasih Marina
Rolan (Suami)
Kau adalah hal terbaik yang pernah aku dapatkan
Marina (Ningrum miniatur)
(Memeluk Rolan)
Marina (Ningrum miniatur)
(tersenyum sinis)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Hem!
Roman (Anak pertama) Hunter D
(Melihat adiknya duduk di luar rumah)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Dek, ngapai di situ?
Nea (Anak kedua)
(terkejut)
Nea (Anak kedua)
Hah! Anang!
Nea (Anak kedua)
Nh... nggak kok tadi aku dapet biji herbal dari hutan, terus mau aku tanam di kebun
Roman (Anak pertama) Hunter D
Oh.... (berjalan menuju rumah)
Nea (Anak kedua)
Fiuh... (mencoba berdiri)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Eh... tapi besok jangan ke hutan lagi yak!
Nea (Anak kedua)
(Terkejut) Huwaaa....
Roman (Anak pertama) Hunter D
?????
Nea (Anak kedua)
(Kembali duduk)
Roman (Anak pertama) Hunter D
(tersenyum lebar)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Hehehe.... kakak tadi lihat loh
Roman (Anak pertama) Hunter D
Burung Pipit punya adek
Nea (Anak kedua)
(wajah merah)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Buwahahaha... adek kecilku sudah besar rupanya
Roman (Anak pertama) Hunter D
(kembali berjalan menuju rumah)
Nea (Anak kedua)
Hais, gimana nih
Nea (Anak kedua)
(menatap bagian bawah)
Nea (Anak kedua)
Kalo ibu lihat bagaimana?
Marina (Ningrum miniatur)
(menyuapi suami)
Roman (Anak pertama) Hunter D
(Senyum senyum)
Rolan (Suami)
Ada apa kok kamu senyum senyum Roman
Roman (Anak pertama) Hunter D
(melirik adiknya)
Nea (Anak kedua)
(hampir menangis)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Nggak ada apa-apa kok yah
Roman (Anak pertama) Hunter D
Oh iya Bu, besok kalo pergi ke hutan jangan masuk terlalu dalam yah.
Roman (Anak pertama) Hunter D
Kamu juga dek, inget kagak tadi Abang ngomong apa?
Nea (Anak kedua)
(mengangguk)
Rolan (Suami)
Memang kenapa Roman?.
Roman (Anak pertama) Hunter D
Ada laporan kalo pemukiman goblin ditemukan tidak jauh dari kota, itu di sebelah barat
Rolan (Suami)
Pemukiman goblin!
Rolan (Suami)
Seberapa buruk?
Roman (Anak pertama) Hunter D
Katanya ada satu Champions
Marina (Ningrum miniatur)
........
Rolan (Suami)
Champions! itu sangat buruk
Rolan (Suami)
Bagaimana tindakan guild?
Roman (Anak pertama) Hunter D
Saat ini mereka sedang mengumpulkan semua Hunter di kota dan para Outlander pun diminta untuk bergabung dengan quest penaklukan
Marina (Ningrum miniatur)
Kau juga Rom?
Marina (Ningrum miniatur)
(Khawatir)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Ya mau bagaimana lagi bu
Roman (Anak pertama) Hunter D
Jika aku menolak biasa-biasa rank Hunter ku diturunkan
Marina (Ningrum miniatur)
(Sedih)
Roman (Anak pertama) Hunter D
Tapi tenang saja Bu, Hunter lemah seperti aku ini paling cuma disuruh bawa barang
Marina (Ningrum miniatur)
(Senyum hangat)
Marina (Ningrum miniatur)
Besok Hati-hati,
Roman (Anak pertama) Hunter D
Sip
Keluarga itu menghabiskan waktu makan malam dengan begitu harmonis
Hingga Marina menatap anak keduanya yang terlihat aneh
Marina (Ningrum miniatur)
(Menjilat bibir)
Comments